
Saat ini Wina belajar melupakan Rendy. walaupun Wina merasa itu adalah hal yang terberat yang pernah ia rasakan.
untuk sementara ini Wina hanya memikirkan pendidikannya saja, karena sebentar lagi ia akan menjalani ujian akhir kuliahnya dan ia akan wisuda.
Wina hanya fokus belajar, belajar ,dan belajar.
perlahan ingatannya akan kenang-kenangan bersama Rendy pun mulai pudar.
memang benar, semua yang ia lakukan itu tidaklah mudah.
suatu hari di saat ia ingin mengikuti seminar.
'' Bagaimana Wina hari loh saat ini'' tanya Erika yang duduk di samping Wina yang baru datang.
'' Hari gue berat banget, saat ini seakan sedang memikul beban berton-ton di pundak gue.'' pacar Wina dengan wajah lelah.
'' Sama dong dengan gue, mana Gue belum mempelajari semuanya lagi.'' ucap Erika mengeluh.
'' Yang penting saat ini gue nikmati aja apa yang dilalui dan apa yang akan terjadi.'' kata Wina pasrah.
Lalu mereka pun kembali fokus membaca materi yang akan di presentasikannya di hadapan para dosennya.
Wina deg-degan menanti nama nya di panggil.
"Berikanlah kemudahan ya Allah" Wina berdoa dalam hati nya.
"Setelah lulus ini lo mau kerja dimana Wina?Tanya Erika mencoba menghilangkan ke gugupan mereka.
Beberapa jam kemudian nama Wina pun di panggil.
Dengan sangat hati-hati Wina mempresentasikan bahan ujiannya.
Erika merasa gugup sendiri di luar menunggu nama nya.
Dua jam setelah berada di dalam ruangan ujian tersebut akhir nya Wina keluar juga.
Dengan napas lega ia keluar dari ruangan itu.
"Akhirnya kelar juga beban yang sangat berat ini."Ujar Wina.
Hans tampak tegang sekali menunggu nama nya.
"Udah enteng Lo ya?" Ucap Hans.
"Alhamdulilah udah dong!" Kata Wina dengan enteng.
" Selesai kuliah ini Lo mau kerja dimana?" Tanya Hans yang mencoba mengalihkan ketegangan nya sebelum ujian.
"Belum tau Hans,kata papa sih Gue bakalan di masukin kerja di perusahaan teman papa di luar kota."Kata Wina.
"Kenapa harus keluar kota?"Kata Hans.
''Ya di situ lah ada peluang buat gue. '' Jawab Wina singkat sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah Wina dan teman-temannya menyelesaikan ujiannya,mereka langsung saja merayakan nya.
Walaupun mereka belum tentu lulus ujian tapi yang mereka rayakan adalah hari dimana mereka merasa lega dengan beban yang sekian tahun mereka pikul akhir nya plong.
Pukul 7 malam mereka telah berkumpul di sebuah kafe tempat biasa mereka nongkrong.
Saat di dalam kafe Wina kembali teringat pada Rendy.
Karena di kafe tersebut juga ad kenangan yang terukir oleh cinta mereka berdua.
Wina melihat sekitar kafe tersebut,Wina berharap bertemu dengan Rendy untuk terakhir kali nya.
Namun harapan hanya tinggal harapan,Wina kembali kecewa karena harapan nya yang terbuang sia-sia.
"Hey Wina kenapa Lo melamun,ntar kesambet."Kata Hans yang membuyarkan lamunan Wina dengan menyenggol Wina.
"Eh Lo ngagetin gue aja.'' Wina membalas Hans dengan memukul Hans dengan kertas menu yang ada di atas meja.
"Ya ampun jadi cewek kok kasar banget"Kata Hans.
Saat mereka menikmati musik yang di alunkan oleh musisi kafe tersebut,Wina merasa ada yang memperhatikannya.
Wina mencari-cari sosok orang yang tengah memperhatikannya itu.
Setelah puas mengitari kafe akhirnya ia menemukan orang tersebut.
Orang tersebut adalah seorang cowok yang tinggi dan memakai masker di wajah nya,kaca mata hitam dan topi.Sehingga Wina tidak bisa mengenali wajah orang itu.
Sadar Wina mencurigainya,Orang itu pun berusaha menghindar dan menjauhi Wina.
Semakin Wina memperhatikan cara berjalan cowok itu Wina merasa gaya berjalan cowok itu Wina merasa cowok itu ada Rendy.
Tapi Wina belum yakin itu Rendy,karena Wina belum melihat langsung wajah cowok itu
Saat Wina berada dekat dengan cowok itu di luar kafe tepat nya berada di parkiran yang tidak ada siapapun selain mereka berdua.
"Tunggu!" Teriak Wina yang tidak begitu keras.
Cowok itu berhenti dan tidak melanjutkan langkah nya agi
"Siapa Lo?" Tanya Wina dengan tegas
Cowok itu hanya diam dan menatap Wina dari balik kaca mata nya.
"Kenapa lo diam aja? Siapa Lo?"Wina mengulang pertanyaan nya lagi
Perlahan Wina mendekati cowok itu dan berinisiatif membuka kaca mata dan masker cowok itu.
Sementara cowok itu hanya diam menatap Wina.
Saat WIna mencoba meraih kaca mata cowok itu.
Saat kaca mata nya terbuka Wina sangat kaget ternyata cowok itu benar-benar Rendy.
__ADS_1
Cowok yang selama ini ia rindu kan.
"Rendy,Lo?' Ucap Wina dan kaca mata yang ada di tangan nya terjatuh begitu saja.
Wina tidak menyangka Rendy mengikuti nya seperti itu.
"Maksud Lo apa menguntit GUe seperti ini?" Tanya Wina dengan mendorong dorong Rendy.
"Lo sendiri yang mengusir Gue dari kehidupan lo,tapi kenapa lo seperti paparazi begitu?"Wina tidak bisa membendung air mata nya yang sejak tadi memenuhi kantung matanya.
Rendy hanya terdiam membisu.Tertegun melihat luapan kekecewaan Wina.
Rendy seolah-olah menerima hukuman apapun dari Wina saat itu
Wina memukul-mukul dada Rendy dan terus menangis.
Kali ini Rendy tidak bisa menahan diri melihat Wina menangis karena nya.
Rendy memeluk Wina dan hanya berucap sepatah kata saja.
"Maafin Gue" Kata Rendy singkat.
"Kenapa Lo lakuin ini ke Gue Rendy,gue sangat mencintai Lo!" Wina menumpahkan seluruh kesedihannya dan menangis di dada Rendy.Sehingga membuat baju Rendy basah.
Rendy tidak berkata apapun lagi dan hanya memeluk nya saja.
Saat Rendy melihat Hans seperti mencari-cari seseorang.
Dan Rendy berpikir Hans mencari Wina.
Rendy melepaskan pelukan nya dan mengambil kaca mata nya yang terjatuh lalu mengenakan nya kembali.
Lalu tanpa berkata apa-pun Rendy pergi meninggalkan Wina begitu saja.
"Rendy"
"Rend?"
"Rendy!!!!!" Teriak Wina yang melihat Rendy pergi berlari dengan begitu cepat.
"Wina,Lo disini?" Tanya Hans yang tiba-tiba datang menghampiri Wina
"Lo kenapa nangis?" Tanya Hans yang melihat Wina menangis.
"Hhhhmmm,Hans tadi Gue,bertemu Rendy." Ucap Wiina yang menunju dimana Rendy berdiri sebelum ia pergi.
"Rendy?,Khayalan Lo kali?"Kata Hans menyepelekan perkataan Wina.
''Terserah Lo mau percaya sama Gue apa gak! " ujar Wina kesal
''Ya udah lebih baik kita masuk. Apa Lo gak mau lihat Erika dan Dion nyanyi. ''Seru Hans.
Wina kembali masuk ke dalam kafe dan duduk di tempat nya semula.
__ADS_1
...----------------...