One-Sided Love (Cinta Sepihak)

One-Sided Love (Cinta Sepihak)
Episode 32


__ADS_3

Malam ini adalah malam untuk merayakan kemenangan tender yang mereka dapatkan.


'' tok tok tok tok'' suara ketukan pintu.


Lalu Elena membuka pintu kamar, dan ia mendapati seorang pelayan Hotel membawa sebuah bingkisan yang bertuliskan nama Wina di dalam bingkisan itu.


'' Dari siapa ya Mas?'' tanya Wina kepada pelayan itu.


'' pengirimnya tidak mencantumkan nama Mbak, hanya nama penerima saja yang ditulis di situ.'' kata pelayan itu menyodorkan sebuah bingkisan yang lumayan besar.


Elena lalu membawa bingkisan itu, dan memberikannya kepada Wina.


'' apa ini Elena?'' tanya Wina menerima bingkisan itu dari tangan Elena.


'' gue juga nggak tahu, Apa isi bingkisan ini. Coba lu buka apa isinya?'' kata Elena.


"Siapa pengirim nya Elena?" Tanya Wina sambil membuka bingkisan tersebut.


"Tanpa nama pengirim,Lo coba buka aja! Siapaa tau ada pentunjuk dari pengirim nya.


Wina melanjutkan membuka bingkisan tersebut.


Wina mendapati 1 gaun berwarna merah yang sangat indah dan terlihat sangat mahal.


Lalu WIna melihat lagi di dalam bingkisan tersebut juga ada kotak perhiasan dan Wina membuka kotak perhiasan tersebut. Dia dalam kotak perhiasan tersebut ada sebuah kalung berlian,gelang dan cincin.


"Wow Wina! ini semua buat Lo? Gue jadi iri sama Lo Wina!" Kata Elena yang melihat semua isi dari bingkisan itu.


"Siapa yang mengirim nya ya?" Kata Wina yang pensaran.


" Gue gak mungkin mengenakan semua ini. Gue gak pantas memakai nya!" Kata Wina yang melihat Gaun yang sangat mewah tersebut.


"Apa jangan-jangan itu si Bos yang memberikannya?" Elena mulai menduga-duga,


"Gila Lo?" Kata Wina.


"Ya kali,bisa jadi ka! Secara sang manager itu ngebet banget mau dapatin Lo!" Kata Elena.


"Ogah! Gue ogah memakai gaun seperti ini,apa lgi dari Dia. Bisa-bisa besar kepala tu orang" Kata Wina dan melempar bingkisan itu ke atas ranjang..


"Dddrrttt...." Suara getaran ponsel Wina.


"Halo,ini siapa?" Jawab Wina dengan sinis.


"Gue manager Aldi" Jawab Aldi dengan tenang.

__ADS_1


"Ada apa Lo nelepon Gue?" Kata Wina ketus.


"Bagaimana dengan gaun yang Gue kirim,apa Lo menyukai nya?" Tanya Aldi dengan percaya diri nya.


"Jadi Lo pengirim bingkisan ini?" Kata Wina.


"Kenapa sih o mesti marah-marah?" Kata Aldi


"Lo jangan berlebihan begini,apa kata pegawai lain di kantor!" kata Wina dengan suara tertekan kedalam.


Pokok nya gue gak mau tau,untuk acara malam ini Lo pakai gaun itu,ini perintah! Tuuuuuttttt" Sambungan telepon ny terputus.


Wina tidak bisa berkata apa-apa, Ia hanya bisa menelan air ludah nya sambil memandangi gaun dan perhiasan yang ada di hadapan nya.


"Apa lagi yang Lo pikirin sih Wina? " Tanya Elena.


"Ini gak semudah yang Lo lihat,karena ini semua berkaitan dengan hati dan perasaan." Jawab Wina lirih.


'Anggap saja ini perintah dari atasan,yang tidak bisa Lo hindari." Elena memberi usulan yang sangat susah di terima oleh hati dan pikiran Wina.


"Lo siap-siap aja deh duluan, entar Gue nyusul." Kata Wina yang masih saja menatap gaun itu.


" Ya sudah sini Gue yang duluan bersiap." Sahut Wina dengan meliuk-liukkan pinggulnya di hadapan Wina.


Setelah cukup lama berpikir akhirnya Wina memutuskan memakai gaun tersebut. Dan berpikir menggunakan nya untuk menghibur hati Aldi yang selama ini ia abaikan.


Saat Elena selesai berdandan,Elena kaget melihat Wina telah mengenakan gaun mewah tersebut.


"Wina Lo cantik sekali mengenakan gun itu,Si Bos memang pandai memilihkan gaun yang sangat cocok sam Lo!" Elena berdecak kagum.


"Lo itu ya berlebihan sekali! Gue minta bantuan Lo nih!" Kata Wina.


"Iya gue tau,sini Gue make over Lo. Gue jamin Si Bos tidak akan mengenali Lo!' Kata Elena yang bersemangat mendandani Wina.


Lalu Elena memulai aksi nya dalam mendandani wajah Wina,hanya butuh waktu 15 menit dan hasil nya sangat memukau setiap mata yang memandang.


Sempurna sekali,Wina sudah seperti putri-putri di negeri dongeng.Di jamin Aldi tidak akan mengenali Wina.


Saat Wina sendiri melihat diri nya di hadapan kaca,i sangat kaget.lena memang pintar dalam mendadani.


"Elena,apakah ini Wina?" Kata Wina yang tidak percaya yang ada di hadapan kaca itu adalah dirinya.


"Iya Wina,ini lah diri Lo jika di make over.Nah sekarang ayo kita berangkat!" Kata Elena.


Wina tidak berkata apapun lagi.Ia langsung saja mengikuti Wina turun dan melangkah ke tempat dimana pesta kemenangan itu di lakukan.

__ADS_1


Semua orang yang melihat Wina mata nya terpanah dan terpesona.


"Queen Wina malam ini adalah malam milik Lo!" Goda Elena dengan berbisik di telinga Wina.


" Lo itu terlalu berlebihan!" Kata Wina.


Saat tiba di dalam ruangan pesta,dan saat Aldi menoleh ke arah Wina.Mata Aldi membulat dan mata nya tidak berkedip saat melihat Wina melangkah ke hadapan nya.


Wina hanya tersenyum berusaha menghargai Aldi sebagai pimpinan perusahaan tempat ia bekerja.


"Wow Wina,Lo bagaikan bidadari. Lo semakin membuat cinta Gue gila Wina!" Bisik Aldi.


Wina mundur beberapa langkah untuk menjauh dari Aldi,takut ada yang melihat kedekatan mereka dan menuduh mereka ada apa-apa.


Aldi menyadari kalau Wina menjauhi nya.Dan Aldi malah mengajak Wina berdansa.


Wina hendak menghindari nya tapi Aldi dengan cepat meraih tangan Wina dan menarik nya,sehingga Wina terseret dan jatuh di pelukan ALdi.


Hal tersebut tentu saja mencuri perhatian para tamu yang ada di sana.


Mereka pun bertepuk tangan dan bersorak meminta Aldi berdansa dengan Wina.


Wina tidak dapat menolak permintaan para tamu undungan.


Wina dan Aldi mulai berdansa seiring musik yang di mainkan oleh para musisi di pesta tersebut.


Musik yang sangat romantis,warna warni lampu yang sangat senada dengan alunan musik nya.


Adi berada sangat dekat dengan Wina,hati Wina bener-benar berontak,akan tetapi demi reputasi nya di hadapan para tamu ia berusaha untuk tenang.


"Lo jangan kegeeran, Gue melakukan ini atas nama perusahaan.


"Apa pun itu yang jelas Lo ada di pelukan gue saat ini!" Kata Aldi tersenyum puas.


Setelah selesai berdansa Aldi pun kembali ke meja Bar,ia pun meminum beberapa sloki minuman yang entah itu minuman apa.


Wina sangat tidak suka melihat Aldi minum minuman tersebut.


"Mungkin jika Lo berubah gue bisa respek sama lo,tapi melihat Lo seperti itu Gue makin gak menyukai kebiasaan Lo." Gumam Wina.


Elena hanya berusaha menahan Wina untuk tidak pergi dari acara pesta.


Karena Elena melihat Wina mulai bad mood melihat tingkah Aldi tidak bisa menahan diri melihat minuman.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2