
"Bang Rendy,kok bengong aja sih? Kenapa? Apakah Abang ada masalah?" Rima membuyarkan lamunan Rendy.
"Eh iya maaf dek Rima, Abang gak ada masalah apa-apa kok.Abang cuma pengen sendiri saja,ingin memikirkan bagaimana masa depan Abang ke depan nya." Rendy tidak ingin siapapun tau permasalahan yang terjadi antara ia dan Wina.
" Oh begitu y Bang,baiklah jika begitu Gue balik aja.Abang jangan melamun lagi ya bang,ntar kesambet loh!" Rima mencoba menghibur Rendy.
"Thanks ya Dik Rima" Rendy mencoba tersenyum dari luka yang ia rasakan saat ini.
Rima pun memutar motor matic nya menuju arah jalan pulang.
Sementara Rendy masih ingin sendiri di taman tersebut.
"Apakah sebaiknya Gue mundur dari hubungan ini.Gue gak tega jika setiap kali pertemuan dengan nya,Wina harus merasakan amarah kedua orang tua nya." Pikiran Rendy sangat kacau.
Pikiran Rendy semakin kacau dan akhir nya Rendy memutuskan akan mengakhiri hubungan nya dan Wina.Ia berpikir semua yang ia lakukan adalah demi kebaikan Wina.
"Wina,maaf sebelumnya Gue tidak memberi kabar beberapa hari ini sama Lo.Bukan berarti gue gak peduli dan gan mencintai Lo.
Melalui pesan ini Gue cuma mau bilang, sebaiknya Lo dan Gue PUTUS!
Karena mungkin Gue bukan lah yang terbaik buat Lo.Dan menurut gue ini adalah keputusan terbaik bagi kita bersama. Bukan nya Gue tidak mau memperjuangkan hubungan ini.Akan tetapi menentang orang tua itu bukanlah hal yang baik bagi hubungan kita.Please jang membenci Gue,karena Lo akan selalu terselip di hati Gue.Dan Lo akan jadi bagian kisah cinta di sepanjang hidup Gue.Wina maafin Gue!.
Gue harap Loe segera mendapatkan cowok yang lebih baik dari Gue dan bisa di restui oleh kedua orang tua Lo.
Gue sadar Gue tidak memiliki masa depan yang menjamin kebahagiaan Lo kedepannya.
Salam cinta dan sayang dari gue selama nya buat Lo!"
Isi pesan yang sangat menyambar hati Wina.Seakan di sambar oleh petir di siang bolong.
"Kenapa Lo menyerah begitu cepat Rendy,apakah hanya segitu besarnya cinta Lo. Dasar pengecut Lo Rendy! Lo pengecut,pengecut! Aaaaakhh"Wina berteriak setelah membaca pesan dari Rendy.
Luka yang semakin dalam tergores,belum sembuh lika yang di sayat oleh Rendy karena tidak memberi kabar.
Justru malah menambah dalam nya luka yang ia berikan.Wina benar-benar semakin terpuruk.
Mata Wina sembab karena menangis saat membaca pesan dari Rendy.
__ADS_1
Wina tidak tau apa yang akan ia lakukan dan apa yang ia inginkan.
Hanya satu yang ia inginkan saat ini,yaitu hanya berteriak menyebut Rendy PENGECUT.
Wina pergi keluar dari kamar dan mengambil kunci motor nya.
"Sayang,kamu mau kemana?"Tanya Mama nya saat berpapasan di ruang tamu.
Wina hanya diam dan berlalu dengan wajah yang cemberut.
Wina lalu menyalakan motornya dan tujuan utama Wina yaitu alamat Rendy.
Wina sangat tidak suka kalau Rendy mengakhiri hubungan mereka begitu saja.
Sepanjang perjalanan nya Wina hanya menangis dan hati nya semakin perih ,disaat Wina mengingat kata-kata yang di tulis oleh Rendy pada pesan yang Rendy tulis.
Wina sudah tidak peduli dengan lampu merah yang ia terobos.Yang ada di pikiran Wina adalah bagaimana agar ia bisa segera sampai ke rumah Rendy.
Polisi lalu lintas yang sedang betugas saat itu tercengang melihat Wina menerobos lampu merah.
Salah satu petugas tersebut hendak mengejar Wina,hanya saja salah satu nya lagi melarang nya.
Wina bernasib baik tidak di tilang.Setiba di depan rumah Rendy,Wina langsung bertemu den Bunda Rendy.
Wina membersihkan air mata yang di sepanjang jalan mengalir dan membasahi pipi nya sehingga mata nya menjadi sembab.
"Assalamualaikum,maaf Bunda apakah Rendy nya ada?" Salam Wina dengan sangat sopan.
"Waalaikumsalam,maaf Nak ini siapa ya?" Bunda Rendy menjawab salam dengan sangat lembut.
"Saya Wina Bunda,apakah Rendy nya ada Bunda?" Wina mengulangi pertanyaannya.
"Oh nak Wina,ayo silakan masuk Nak,Bunda panggilkan Rendy nya dulu ya!" Bunda Rendy mempersilahkan Wina masuk dan ia pun tergopoh-gopoh memanggil putra bungsu nya itu.
Wina duduk di ruang tamu rumah Rendy,ia melihat-lihat sekeliling ruangan tersebut.Di sekeliling dinding ruangan itu banyak sekali poto-poto Rendy di masa kecil.
Rendy tampak seperti putra kesayangan.
__ADS_1
Dan seluruh anggota keluarga nya tampak sangat memanjakan nya.
"Pantas saja Rendy sangat penyayang,ia mendapatkan kasih sayang yang sangat berlimpah dari keluarga nya"Kata Wina dalam hati.
"Mau apa Lo kesini?" Tanya Rendy dengan ketus dan wajah kesal.
"Rendy Lo berubah? Sebelum nya Lo begitu lembut"Kata Wina yang mata nya mulai berkaca-kaca.
"Inilah karakter asli Gue,jadi L jangan kaget!"Jawab Rendy dengan sangat ketus.
"Sekarang mau apa Lo pakai datang ke rumah Gue segala."Kata Rendy lagi.
"Maaf jika Gue lancang datang ke rumah Lo,
Gue hanya ingin penjelasan dari Lo.Kenapa Lo mutusin hubungan ini begitu saja."Tanya Wina.
Wina menghapus air mata nya yang tidak dapat ia bendung lagi.
Rendy hanya diam membisu dan tidak memberikan jawaban apapun pada Wina.
''Rendy please, jangan diam aja. Apa salah Gue? Sehingga Lo memutuskan semua impian Kita? '' Wina berlutut dan menangis.
''Wina please,jangan seperti ini!" Rendy menarik tangan Wina dan meminta nya untuk berdiri nya berhenti berlutut.
Setelah berdiri Wina langsung menangis dan memeluk Rendy.
"Jangan lakuin ini ke Gue Rendy! Bukan nya Lo janji ke Gue akan selalu menemani dan menyayangi Gue?"Wina menangis dan terus memohon pada Rendy.
"Cukup Wina,inilah Gue! Gue hanya kasihan sama Lo,karena gue lihat Lo begitu bodoh mencintai cowok yang tidan respek sama Lo! Karena itu Gue mau dekat sama Lo!" Ucap Rendy,dengan memalingkan wajah nya dari Wina.
"Baiklah,jika memang semua yang Lo katakan ini dari hati Lo,tatap Gue dan katakan kalau Lo gak mencintai Gue!" Kata Wina dengan mengangkat wajah Rendy sejajar dengan mata nya.
Rendy tidak berkata apa-apa ,ia hanya menatap wajah Wina dengan tatapan sendu.
Tampak jelas di mata Rendy sangat berat bagi nya melakukan hal tersebut.
Apa yang ada di hati dan pikiran Rendy saat ini sedang berperang.
__ADS_1
Rendy masih menyusun kata-kata yang indah agar tidak menyakiti hati Wina begitu dalam.
...----------------...