
Wina terlihat tersenyum-senyum sendiri, dengan ponsel yang ada di tangan nya.
Wina terhanyut dengan gombalan yang di berikan Julio.
Malam pun semakin larut, namun Wina tampaknya tidak merasakan kantuk pada mata nya.
''Sayang, Lo gak ngantuk ya? " Tanya Julio dalam pesan chat nya.
''Ada Lo yang menemani Gue, bagaimana bisa mata Gue mengantuk. '' Balas Wina.
''Tapi besok kita kan harus bekerja, bagaimana jika kita tidur dulu dan bukankah besok malam kita juga akan bertemu! "-Julio
'' Baiklah, kalau begitu kita chat nya udahan dulu ya"-Wina
''By, Love you! Mmmuuaacchh"-Julio
''Love you too, Mmmuuaacchh"-Wina
Wina dan Julio tidak lagi berbalas pesan chat lagi.
Wina pun bersiap untuk tidur, dan meletakkan ponsel nya di samping bantal nya.
***
Kring..
Kring..
Jam beker berdering di atas meja yang ada di samping ranjang nya.
Waktu menunjukkan pukul 5.00 pagi.
Sayup-sayup terdengar suara adzan dari mesjid yang sedikit jauh dari rumah nya.
Wina bangun dan meraih ponsel nya, barang kali ada pesan dari Julio.
Benar saja ternyata Julio telah mengirim pesan.
''Pagi sayang, bangun lagi, shalat Subuh! " Peringat Julio pada Wina.
'Hmmm, bener-benar calon imam impian' Gumam Wina.
"Iya ini sudah bangun dan mau mandi dulu shalat,terimakasih ya sayang udah mengingat kan ku.
Lalu Wina meletakkan ponsel nya dan lanjut mandi dan shalat lalu bersiap-siap sarapan dan berangkat ke kantor.
Saat tiba di ruangan nya Wina sangat kaget ada nya kehadiran Aldi di sana.
'Aldi? Mau apa cowok itu disini? Dia gak berhenti menguntit Gue.'Wina membatin.
"Wina!" Terdengar suara yang tidak asing lagi di kantor itu.
"Ia Pak" Wina mendekat pada sumber suara tersebut.
Ternyata yang memanggil adalah Atasan perusahan.
__ADS_1
"Wina,kenalkan ini Tuan Aldi dari perusahaan yang akan bekerjasama dengan perusahaan kita."
Wina hanya melayangkan senyuman dan menyambut tangan Aldi dan mereka pun saling berjabat tangan.
"Aldi!" Dengan senyuman yang seakan menantang Wina.
"Wina!" Balas Wina lagi.
'Padahal Gue sudah mengenal nya Pak,Bagaimana bisa perusahan ini mau bekerjasama dengan perusahaan Aldi' Wina merutuki pimpinan perusahan nya karena mau bekerja sama dengan perusahaan Aldi.
"Oh iya Wina jangan lupa untuk menjelaskan pada Tuan Aldi bagaimana dengan perkembangan yang telah di capai oleh perusahan kita" Perintah pimpinan perusahaan itu pada Wina dengan tegas.
"Baik Pak!" Jawab Wina dengan penuh rasa tanggung jawab nya.
Pimpinan Wina meninggalkan Wina bersama Aldi di ruangan kerja Wina.
"Apa mau Lo?" Tanya Wina dengan tatapan nyalang pada Aldi.
"Wina sampai kapa Lo tidak mau menerima takdir selalu mempertemukan kita?' Kata Aldi mulai memainkan kata-kata gombal nya.
"Lo gak usah sok mengantakan soal takdir." Kata Wina ketus.
"Gak usah Lo menyangkal lagi.Bukti nya Papa mengirim Gue ke perusahaan dimanA Lo bekerja saat ini.
Wina menghembuskan napas kasar nya.
"Jam makan siang sebentar lagi,bagaimana jika kita makan siang bersama!" Ajak Aldi dengan senyuman yang sangat manis.
Wina tidak menyangkal kalau Aldi benar itu cowok tampan dan juga memiliki senyuman termanis dan memikat.
"Sampai kapan Lo akan keras kepala Wina?" Kata Aldi dengan sedikit berbisik di telinga Wina.
Wina merasa sangat tidak nyaman dengan kehadiran Aldi.Aldi benar-benar orang yang sangat keras kepala dan sangat nekat.
"Gue harap Lo tetap bekerja dengan profesional dan disini kita hanya sebatas pekerjaan." Peringat Wina pada Aldi.
Aldi sangat terkejut mendengar kata-kata Wina.Dan Aldi hanya tersenyum melihat wajah Wina yang sangat serius itu.
Aldi pun terdiam dan kembali fokus membaca file-file yang menumpuk di atas meja.
Dan Wina kembali fokus dengan laptop yang ada di hadapan nya.
Sesekali Aldi melirik pada Wina.Ada secercah kerinduan pada Wina,namun Aldi masih belum bisa meluluhkan hati Wina.
Namun Aldi tidak akan menyerah,ia akan terus berjuang untuk cinta yang membuat nya menjadi sebuah obsesi ingin mendapat kan Wina.
Dddrrttt
Drrrrt
Ponsel Wina yang ada di samping laptop bergetar dan Wina membuka pesan yang masuk.
Tertulis di layar ponsel Wina pesan tersebut dari Julio.
Wina pun senyum senyum sendiri membaca dan membalas pesan dari Julio.
__ADS_1
Aldi menangkap Wina yang sedang memainkan ponsel nya sambil tersenyum-senyum.
"Hhhhmmmmm"
"Hhhhmmmmm"
Aldi mencoba mengusik Wina yang tengah berbalas chat.
"Kalau lagi kerja itu jangan sambil main hp!' Tegur Aldi.
"Jangan selalu mencampuri urusan Gue!" Sanggah Wina.
"Oh jad begini karyawan di perusahaan ini,bisa bekerja sambil memainkan ponsel!" Tuding Aldi membawa-bawa perusahaan dengan hal pribadi nya.
Wina merasa kesal sekali dan menyudahi berbalas pesan nya dengan Julio dengan alasan kalau dia sibuk dan aan segera meeting dengan klien.
'Memuakkan,benar-benar memuakkan' Gerutu Wina dalam hati nya.
Wina melanjutkan pekerjaan nya dengan wajah yang sangat terlihat kesal dan masam.
Jam makan siang pun tiba.Wina memanggil teman-teman nya bermaksud mengajak teman-teman nya makan siang bersama,agar Aldi tidak bisa berbuat sesuka hati nya.
Di sebuah restoran yang tidak jauh dari kantor tersebut. Aldi kesal karena tidak bisa berbicara berdua dengan Wina.
"Baik lh Wina Gue akan melakukan nya sesuai dengan keinginan Gue.Lo tunggu saja!" Aldi bermonolog sendiri.
Wina tersenyum puas,melihat wajah Aldi yang sangat jelas sedang kesal pada Wina.
Setelah acara makan siang selesai para karyawan kembali ke ruangan mereka masing-masing,kecuali Wina dan Aldi.
Wina di tugaskan pimpinan nya untuk pergi survey suatu tempat mengurus beberapa hal.
'Mengapa Gue harus barengan lagi dengan si penguntit ini? Nasib Gue benar-benar sial banget' Wina mengutuk diri nya sendiri yang selalu saja bertemu Aldi.Padahal Wina sudah menjauh dari cowok yang sangat berambisi mendapatkannya.
Wina tetap bersikap cuek pada Aldi dan mereka hanya diam seribu kata di dalam mobil yang membawa mereka ke tempat yang mereka tuju.
Hanya terdengar suara deru kendaraan yang hilir mudik,Wina hanya menatap ke luar dari kaca jendela mobil.
Sementara Aldi yang sesekali melirik ke arah Wina yang duduk di samping bangku kemudi.
"Kenapa begitu membatu hati Lo buat Gue Wina" Aldi memecahkan keheningan yang menemani mereka.
Wina tidak merespon sedikit pun perkataan Aldi.
"Kurang Gue apa di mata Lo?" Tanya Aldi dengan sedikit menaikan nada bicara nya.
Wina hanya melirik Aldi dengan sinis.
"Harus dengan apa lagi Gue bisa mendapatkan cinta dari Lo?" Tanya Aldi lagi.
Wina tetap daam posisi nya yang menatap jalanan dari kaca jendela kamarnya.
Aldi pun kembali fokus melanjutkan mengemudikan mobil nya.
...----------------...
__ADS_1