Oscar Team

Oscar Team
Israel's Betrayal (World War 3)


__ADS_3

  Pada tanggal 10 Maret 2022, Negara Israel mengadakan Pemilihan Umum Presiden periode 2022\-2026. Pemilu ini berhasil dimenangkan oleh Nicholaus Ezio dari partai Likud dengan perolehan suara sebanyak 60 persen.


Setelah dilantik menjadi Presiden Israel yang ke 11, Presiden Ezio memulai pidato kenegaraannya di Ibukota Tel Aviv.



"Halo selamat siang semuanya. Terimakasih telah memilih saya sebagai Presiden Israel. Selaku Presiden Israel yang ke 11, saya berjanji dalam 4 tahun kedepan akan mensejahterakan Rakyat Israel. Karena itu merupakan tanggung jawab saya serta visi utama saya sebagai Presiden.



Untuk mewujudkan visi tersebut, saya memiliki 11 misi. Misi pertama adalah merubah ideologi negara Israel menjadi Komunis.."



Belum sempat Ezio selesai bicara, tiba\\-tiba sebuah sendal jepit hampir mengenai Kepala Ezio.



"Woi...siapa itu?!" Tanya Ezio.



"Seenaknya saja lu mengubah\\-ubah ideologi kami tanpa persetujuan kami!" Kata salah seorang warga.



"Makanya dengerin dulu saya selesai bicara!" Kata Ezio membungkam mulut warga.



"Memang benar saya akan mengubah Ideologi Israel menjadi Komunis tapi melalui Voting terlebih dahulu. Suara terbanyak yang akan menentukannya segalanya." Kata Ezio.



"Baiklah, jika memang begitu kami setuju untuk Voting." Kata Warga.



"Terus pak, apa misi bapak yang kedua?" Tanya salah seorang Warga.



"Kalau itu akan saya pikirkan besok. Untuk hari ini kita lakukan voting saja dulu." Kata Presiden Ezio.


Kemudian dimulailah Voting perubahan Ideologi dan hasilnya 50,73 persen rakyat Israel memilih menjadi Komunis.


Dengan begitu, Ideologi negara Israel berubah menjadi Komunis. Lusa depannya, Presiden Ezio melakukan pertemuan diplomatik dengan Presiden Jerman, Vinnie Syarif.



"Halo selamat siang Presiden Vinnie. Apa kau masih ingat denganku?" Tanya Ezio.



"Ooh..kau yang waktu di Amerika kena tangkap ICTF ya? Tentu Saja aku ingat." Kata Vinnie.



"Terimakasih pak telah membantu saya untuk melarikan diri pada saat itu." Kata Ezio.



"Ah..gak usah dibahas masalah itu lagi. Jadi, ada keperluan apa Presiden Israel datang kemari?" Tanya Vinnie.



"Saya datang kemari berniat untuk menjadikan negara Israel sebagai sekutu anggota Tim Merah Komunis.."


Belum sempat Ezio selesai bicara, Vinnie langsung memotong pembicaraan Ezio.



"Negaramu diterima."Jawab Vinnie.



"Cepat amat??" Kata Ezio kaget.



"Ya.... kalau semakin banyak negara yang ingin menjadi Komunis malah semakin bagus." Kata Vinnie.

__ADS_1



"Sebagai balas Budi atas kejadian di Amerika kemarin, saya ingin membantu bapak." Kata Ezio.



"Bantu apa?" Tanya Vinnie.



"Waktu di Amerika kemarin bapak gagal dalam merebut Amerika Serikat. Jadi saya ingin membantu bapak merebut Amerika kembali. Kebetulan saya ini adalah sahabat karibnya Presiden Amerika."Kata Ezio.



"Langsung sebutkan rencananya!" Perintah Vinnie.



"Besok saya akan melakukan koalisi militer Bersama Tentara Amerika Serikat untuk bertempur melawan Jerman. Ini hanya berpura\\-pura kok, pak. Saya akan mengajak Presiden Amerika untuk berperang melawan GSG9.



Apabila Presiden Amerika sedang sendirian, saya akan membunuhnya lalu memutilasinya. Dengan begitu, bapak akan dengan mudah merebut negara Amerika Serikat." Jelas Ezio.



Vinnie terkejut dengan ide cemerlang Ezio.



"Brilliant...aku suka dengan idemu!! Oke. Besok akan kusiapkan seluruh pasukanku untuk menjalankan rencanamu." Kata Vinnie.



Besok siangnya, Presiden Ezio pergi menemui Presiden Adam Miller di Washington DC, Amerika Serikat.



"Tuan Presiden, Anda kedatangan tamu." Kata Sekretaris Presiden.



"Siapa dia?" Tanya Adam.




"Panggil dia kemari." Perintah Presiden Adam.


Kemudian datang Presiden Ezio.


"Yo..teman lama."Sapa Ezio.


Sontak Presiden Adam terkejut lalu memeluk Presiden Israel.



"Ezio...apa kabar? Sudah lama sekali kita tidak bertemu." Kata Adam.



"Benar.. terakhir kali kita bertemu sejak tamat SD. Sejak itu kita tidak pernah bertemu lagi." Jawab Ezio.



"Ayo silahkan duduk dulu, biar kubuatkan Teh."Kata Adam.



"Eh..gak perlu repot\\-repot kok." Kata Ezio.



"Ah..gak perlu sungkan. Tunggu dulu sebentar ya. " Kata Adam.



"Ok.. baiklah."


__ADS_1


Kemudian Adam pergi membuatkan teh.



"Jadi pak Presiden Adam. Saya datang kesini sebenarnya ingin meminta bantuan negara Bapak dalam berperang melawan Jerman. Kemarin, sebanyak 5000 warga Israel kena sandera oleh Tentara Jerman.



Presiden Vinnie menuntut saya untuk menjadikan Israel sebagai anggota Tim Merah. Jika saya tidak mau, maka ke 5000 orang yang disandera tersebut akan dibunuh. Tentunya sebagai anggota Tim Biru, saya menolak permintaan Presiden Vinnie.



Tapi jika saya tolak, ke 5000 warga Israel akan dibunuh olehnya. Tentunya saya takut hal itu terjadi. Jadi saya minta tolong kepada Bapak untuk membantu saya membebaskan ke 5000 sandera tersebut." Jelas Ezio.



"Baiklah, asalkan demi temanku aku setuju." Jawab Adam.



Besok Paginya, Presiden Ezio dan Presiden Adam datang ke kota Frankfurt, Jerman beserta Pasukan SWAT dan Sayaret Matkal.



"Dimana lokasi para sandera itu?" Tanya Adam.



"Mereka dikurung disana,pak." Kata Ezio sambil menunjuk sebuah Rumah Kosong.



"Ayo kita Kesana" Ajak Ezio.



Kemudian Ezio pergi membawa Adam kedalam Rumah Kosong.



"Kamu saja duluan, aku takut." Jawab Ezio.



Ketika Ezio dan Adam baru memasuki rumah, Tiba\\-tiba Ezio mencekik leher Adam dengan kuat.



"Ezio..Apa yang kau lakukan?"Tanya Adam.



"Maaf, aku menipumu."Kata Ezio.



"Akhkhk...Tapi kenapa kau melakukan ini?" Tanya Adam.



"Soalnya aku adalah Tim Merah,bukan Tim Biru."Kata Ezio dengan senyum sinisnya.



"Setelah sekian lama kita berteman,dan kau mengkhianatinya!" Kata Adam.



"Aah... berisik! Gak usah bahas masa lalu! Dunia ini dimenangkan oleh yang paling kuat. Kau lemah karena itulah kau kalah." Kata Ezio.



"Kampret.. akhkhkh..".



Tiba\\-tiba Adam mati dicekik Ezio.



"Dasar lemah."Kata Ezio.

__ADS_1


 


__ADS_2