
Di malam sebelum sidang perceraian dimulai, SKY begadang semalaman mencari tahu cara agar tidak kehilangan Lee. SKY mencoba merakit sebuah alat pemantau yang tidak dapat disadari oleh siapapun.
"Aku ingin sebuah kamera yang dapat memantau Lee, tapi aku tidak ingin ketahuan sebagai penguntit."Pikir SKY.
"Huuh...Bagaimana caranya ini?!"Kata SKY sambil emosian membanting meja. Tiba\-Tiba ibunya SKY memanggil dari dalam kamar.
"SKY....masih belum tidur lagi?! Sana Tidur! Sudah jam 11 Malam sekarang, Besok kamu harus sekolah!"Perintah Kim.
"Iya, bu. Iya, bu."Jawab SKY.
SKY kemudian pergi ke Dapur lalu memeriksa isi Kulkas. SKY mengambil 2 Botol Susu Soya lalu meminumnya sampai Habis.
"Nonton dulu, deh. Siapa tau nanti dapat Inspirasi."Pikir SKY.
SKY kemudian menghidupkan TV lalu duduk menonton.
"Asik ada James Bond!"Kata SKY.
SKY menonton film tersebut dari awal lalu memperhatikannya secara detail. Pada suatu adegan, terlihat seorang Agen mata\-mata menempelkan sebuah Mikrochip pada mobil target lalu ia pergi mengikutinya.
Adegan tersebut membuat SKY terinspirasi untuk membuat Mikrochip juga. SKY kemudian bergegas kembali ke kamar lalu memeriksa HP nya. SKY kemudian mencari di Google cara membuat mikrochip.
SKY mempraktekkan setiap cara yang diajarkan oleh Google. SKY membuat Mikrochipnya hanya berbahan dasar dari Kancing Baju. Sedangkan untuk bisa melekatkannya pada tubuh Lee, SKY menambahkan sensor magnet yang akan melekat langsung pada tulang.
SKY juga menambahkan cairan Cyanocrylate Etil pada Mikrochip buatannya. Setelah melakukan puluhan kali percobaan, Akhirnya SKY berhasil juga.
"Yes....Akhirnya selesai juga. 25 buah Mikrochip berhasil dibuat."Kata SKY.
SKY kemudian melihat kearah dan rupanya hari sudah menunjukkan pukul 5 Pagi.
"Alamak...sudah pagi Rupanya!!"Kata SKY.
SKY segera menyimpan mikrochipnya kedalam laci meja.
"SKY bangun! Pergi mandi!"Perintah Ibu.
"Iya, bu. Iya."Jawab SKY. "Dik. Bangun, dik. Sudah pagi."Panggil SKY.
"Akh..kakak mandi sajalah dulu. Adik masih ngantuk."Kata Lee.
"Ya sudahlah. Kakak mandi dulu."Kata SKY.
SKY kemdian pergi mandi. Setelah mandi, SKY menyiapkan buku pelajarannya lalu bergegas Untuk sarapan. Setelah Sarapan, SKY berangkat ke Sekolah bersepada bersama Lee. Pukul 2 Siang, Bel sekolah berbunyi menandakan waktunya Pulang.
SKY pulang ke rumah sambil mengantarkan Lee. Ketika SKY dan Lee baru saja membuka Pintu rumah, terlihat tidak ada orang.
"Assalamualaikum."Kata SKY. Tiba\-Tiba Ibu memanggil Lee.
"Lee, pergi mandi! Saatnya kita pergi."Panggil Kim.
"Haa...mandi lagi?!"Tanya Lee keheranan.
"Cepatlah, nanti kita terlambat lho naik kereta." Kata Kim.
"Iya, bu. Iya. Tunggu sebentar..."Kata Lee.
Lee bergegas pergi mandi. Dengan perasaan Heran, SKY mencoba bertanya kepada ayahnya.
"Ayah...Jadi, Ibu dan Lee beneran akan pergi?"Tanya SKY.
"Darimana kamu tau itu?"Tanya Adolf.
"Semalam, SKY gak sengaja mendengar pertengkaran ayah dengan Ibu."Kata SKY.
"Benar. Ibu akan pergi membawa Lee ke Pyongyang."Jawab Adolf.
"Kenapa tidak ayah larang?"Tanya SKY.
"Tak bisa, nak. Tadi pagi Ayah kalah dalam sidang perceraian. Berdasarkan hasil persidangan, Ibu berhak untuk mengasuh Lee. Ayah tidak bisa apa\-apa, nak."Jawab Adolf.
"Huh...Aku benci Ayah!!" Kata SKY mengambek.
SKY kemudian masuk kedalam kamar lalu mengunci pintunya dari dalam. Adolf kemudian mengetok\-ngetok pintunya dari luar.
"Nak, nak. Dengarkan penjelasan ayah dulu!"Panggil Adolf.
"Omong Kosong! Tidak ada yang perlu Ayah Jelaskan! Kenapa Ayah, teganya memisahkanku dengan Lee?! Katanya kita ini keluarga dan akan hidup bahagia selamanya. Tapi nyatanya Ayah justru berbohong! Kuharap kau mati saja sana!!"Bentak SKY sambil menangis.
Adolf terdiam mendengar perasaan benci dari anaknya.
"Sial! Seandainya jika aku membangun laboratorium di tempat lain, hal ini takkan terjadi"Kata Adolf.
Adolf terus\-terusan menyalahi dirinya sendiri atas apa yang telah terjadi. Tiba\-tiba Perut Adolf berbunyi.
"Daripada terus\-terusan memikirkan keluarga, lebih baik aku mencari makan diluar saja."Pikir Adolf.
Adolf kemudian naik ke mobilnya lalu pergi makan ke Pizza Hut. Sementara itu, SKY masih saja menangis didalam kamarnya sambil terus\-terusan menyalahi Ayahnya. Tiba\-tiba seseorang mengetuk pintu kamar SKY.
__ADS_1
"Apa yang kau inginkan lagi, Brengsek!! Gara\-garamu, Lee pergi dibawa Ibu. Aku tidak ingin lagi menjadi anakmu!!"Bentak SKY.
"Kakak. Ini aku, Lee."Panggil Lee. SKY segera mencuci mukanya.
"Ada apa, dik?"Tanya SKY.
"Bukain pintu dong, kak."Kata Lee.
"Gawat!! Mikrochipnya belum dipasang."Pikir SKY.
SKY kemudian mengambil ke 25 mikrochipnya dari dalam laci meja lalu ia memasangnya ke dalam baju dan celana gantinya Lee. Setelah dipasang, SKY langsung membuka kunci pintu kamar.
"Kakak baru habis nangis ya...?"Tanya Lee.
"Kok tau?"Tanya SKY.
"Tu..mata kakak memerah dan ingus kakak belepotan."Kata Lee.
"Haa..?"SKY kemudian mengambil tisu lalu mengusap mukanya.
"Kakak bisa keluar sebentar, nggak? Adik mau ganti baju."Tanya Lee.
"Tunggu dulu sebentar, dik.!Tahan SKY. "Apa, kak?"Tanya Lee.
"Adik nanti pergi dengan Ibu naik apa?"Tanya SKY.
"Kereta Listrik. Soalnya rumah Ibu jauh dari Bandara."Jawab Lee.
"Kereta Listrik ya....Untung saja disana tidak ada pemeriksaan tubuhnya. Kalau di Bandara tuh, langsung ketahuan."Kata SKY.
"Kakak bilang apa tadi?"Tanya Lee Heran.
"Gak ada, dik. Gak ada, dik. Lupakan saja apa yang kakak bilang barusan. Ok, kakak akan keluar sekarang."Jawab SKY.
SKY keluar dari dalam kamar lalu pergi duduk di ruang tamu sambil menanti Lee keluar dari kamar. Ketika Lee baru saja membuka pintu kamar, Lee tidak sengaja berpapasan dengan kakaknya.
"Kak. Adik pergi dulu, ya. Tolong jangan bertengkar lagi dengan ayah. Sampaikan juga salamku pada ayah. Bilang padanya kalau aku mencintainya..." Pesan Lee.
"Siap."Jawab SKY.
Lee kemudian naik Taksi bersama Ibu ke Stasiun Kereta Listrik kota Busan. Ketika Lee baru saja naik Taksi, SKY mengirim sebuah Drone Helikopter untuk mengikuti Lee. Sambil mengendalikan Drone, SKY menghidupkan 2 buah layar monitor.
1 sebagai kamera Pemantau sedangkan 1 buah lagi sebagai peta Radar Mikrochip. Lee dan Ibu akhirnya sampai di Stasiun Busan. Ketika Lee dan Ibu baru masuk kedalam kereta, SKY mendaratkan Dronenya diatas Kereta Listrik.
Sambil menanti mereka sampai,SKY bermain Game Online terlebih dahulu. 3 Jam kemudian, Ibu dan Lee sampai di Stasiun Yongwa, Kota Pyongyang. SKY menghidupkan kembali Drone lalu mengarahkannya untuk mengikuti Lee.
Lee dan Ibu kembali naik kedalam Taksi lalu pergi ke Distrik Chung\-Guyok. Drone SKY mengikuti Taksi kuning tersebut sampai ke daerah tujuan. Lee akhirnya sampai di rumah Orang Tua Kim Yeo Moon.
"Jadi ini rumahnya Ibu? Kakek dan Nenek mana?"Tanya Lee.
"Kakek dan Nenek telah meninggal 6 Tahun yang lalu."Jawab Kim.
"Jadi, tinggal Ibu sendiri dong, disini? Apa Ibu tidak takut?"Tanya Lee.
"Apa yang Ibu takutkan? Kan ada Lee yang jagain Ibu."Kata Kim sambil mengusap\-usap kepala Lee.
"Sudahlah. Tolong bantuin Ibu berkemas\-kemas."Kata Kim.
"Baik, bu..."Jawab Lee.
Setelah mencari begitu lama, SKY akhirnya menemukan rumah baru Lee. SKY kemudian mendaratkan dronenya diatas atap lalu memberi tanda lokasi tersebut di Peta.
SKY kemudian menyimpan peta tersebut didalam sakunya lalu ia mengambil Kartu ATM ayahnya. SKY memasukkan pakaian\-pakaiannya kedalam Tas lalu pergi ke ATM. Ketika SKY hendak keluar Rumah, tiba\-tiba ayahnya memanggil.
"SKY. Mau kemana tu?"Tanya Adolf.
"Ke rumah Teman, yah. Ada tugas kelompok buat besok."Jawab SKY.
"Jangan pulang malam\-malam, ya...."Pesan Adolf.
"Ya, ya, ya."Jawab SKY.
SKY kemudian pergi ke ATM lalu ia mengambil uang sebesar 500.000 Won. SKY kemudian memesan Tiket Pesawat ke Pyongyang. Ketika Kim dan Lee tengah membereskan rumah barunya, tiba\-tiba kepala Kim terasa pusing.
Rasa Pusing membuat Kim kesulitan untuk berdiri sehingga membuatnya jatuh Pingsan. Lee terkejut melihat Ibunya jatuh Pingsan.
"Ibu, Ibu. Bangun, Ibu!"Pekik Lee.
Segera Lee menelpon Petugas Rumah Sakit. 5 menit kemudian, Ambulans datang ke rumah Lee lalu membawa Kim ke Rumah Sakit. Lee ikut masuk kedalam Ambulans untuk mengantarkan Ibu.
Ketika sampai di Rumah Sakit, Kim diperiksa oleh Dokter. Menurut hasil pemeriksaan Dokter, Kim menderita Penyakit AIDS.
"Dokter. Ibu kenapa?"Tanya Lee.
"Ibu terkena penyakit AIDS, salah satu penyakit paling mematikan didunia."Jawab Dokter.
__ADS_1
"Dokter, apa ada obat untuk menyembuhkan Ibu?"Tanya Lee.
"Sayangnya, nak. Sampai saat ini, belum ada obat yang manjur untuk mengobati penyakit AIDS. Tapi ada cara untuk mengobati penyakit AIDS, tapi itu belum tentu bisa menyembuhkannya. Caranya dengan terapi HIV, nanti akan Dokter mulai Terapinya."Jawab Dokter.
Tiba\-tiba hari sudah mulai senja, ditandai dengan berkumandangnya Adzan.
"Apa adik tidak mau pulang? Sekarang sudah magrib, lho."Kata Dokter.
"Gak, ah. Adik mau tetap disini menemani Ibu. Lagian dirumah tidak ada siapa\-siapa."Kata Lee.
"Ya sudah. Pak Dokter Shalat dulu, ya. Adik tetap disini dulu, ya. Nanti kalau Ibu bangun, panggilin dokter, ya. Biar Dokter mulai Terapinya."Pesan Dokter.
"Siap Dokter."Jawab Lee.
10 menit setelah Dokter meninggalkan Kamar Pasien, tiba\-tiba Kim menyadarkan diri.
"Lee. Ibu dimana?"Tanya Kim.
"Ibu kini ada di Rumah Sakit."Jawab Lee.
Lee kemudian memanggil\-manggil Pak Dokter.
"Pak Dokter, Pak Dokter. Ibu kembali sadar!"Panggil Lee.
Pak Dokter berlarian sehabis shalat menuju kamar inap Kim.
"Syukurlah, Bu Kim Baik\-Baik saja."Kata Pak Dokter.
"Pak Dokter. Saya terkena penyakit apa?"Tanya Kim.
"AIDS, Bu. Makanya sekarang akan kumulai terapinya."Jawab Pak Dokter.
Pak Dokter kemudian memulai Terapi HIV. Setelah Terapinya selesai, Pak Dokter Pamit pergi.
"Adek Lee, Bu Kim. Pak Dokter pergi ke Kamar Sebelah dulu, ya. Ada pasien lain yang harus diperiksa. Kalian lanjutkan lagi lah, ngobrolnya. Bapak permisi dulu, ya."Kata Pak Dokter.
"Ok, pak."Jawab Lee.
Ketika Pak Dokter baru pergi, Kim kemudian memanggil Lee.
"Nak. Sebenarnya ada sebuah rahasia yang ibu simpan."Kata Kim.
"Apa itu, bu?"Tanya Lee.
"Ibu sebenarnya bukanlah Ibu kandungmu. Dan Adolf Emmerson bukanlah Ayah Kandungmu."Kata Kim.
"Terus, Ayah dan Ibuku siapa?"Tanya Lee.
"Vinnie Syarif dan Himiko Yamuna. Sebenarnya, Papa Adolf itu adalah seorang Terrorist. Ibu tadi pagi melihat Biografi Papa Adolf di Google. Rupanya dia adalah anggota Terrorist Jaringan Vinnie."Jawab Kim.
"Jadi. Ayahku adalah seorang penjahat!!"Kata Lee sambil terkejut.
"Bukan hanya ayahmu saja. Ibumu juga seorang Terrorist. Makanya, Ibu membawamu jauh\-jauh supaya kamu tidak dimanfaatkan oleh Ayahmu. Tapi. Dengan keadaan Ibu yang sedang sakit\-sakitan ini, susah untuk merawatmu.
Seandainya, nak. Jika Ibu meninggal nanti, tinggallah kamu di Rumah Paman Antonio. Dia satu\-satunya anggota keluargamu yang paling dekat, dan bukan seorang Terrorist. Untuk saat ini, kamu tinggal dulu di Panti Asuhan."Kata Kim.
"Tidak! Aku tetap ingin bersama Ibu!"Kata Lee.
"Terus, siapa yang akan merawatmu?"Tanya Kim.
"Aku bisa mengurus diri."Jawab Lee.
"Kalau mencari makanmu, ataupun biaya sekolahmu?!"Tanya Kim balik.
Tiba\-Tiba Lee keok dan kalah berdebat melawan Ibu. "Benar juga, ya. Anak\-anak sepertiku belum boleh mencari nafkah sendiri." Pikir Lee.
"Nak. Masa depanmu masih sangat panjang. Cita\-citamu masih belum tercapai. Berbeda dengan Ibu. Umur Ibu telah berada diujung, sedangkan cita\-cita Ibu telah Ibu mencapai. Tak usah pikirkan Ibu, pikirkan saja masa depanmu dulu agar kelak kamu bisa menjadi Orang Sukses."Pesan Ibu.
"Baiklah Ibu. Lee tinggal di Panti Asuhan saja dulu. Setiap minggu, Lee akan datang kemari menjenguk Ibu."Kata Lee.
"Akan Ibu nanti. Nak, bisa kau ambilkan HP Ibu. Biar Ibu telpon kepala Panti Asuhannya."Kata Ibu.
"Baik,bu."Jawab Lee.
Lee kemudian mengambilkan HP Ibunya. Kim kemudian menelpon Kepala Panti Asuhan.
"Halo Pak Park."Sapa Kim.
"Ya, Bu Kim. Ada yang bisa kubantu?"Tanya Pak Park.
"Pak. Saat ini saya sedang dirawat di Rumah Sakit. Kata Pak Dokter, saya mengidap penyakit AIDS dengan resiko kematian yang sangat tinggi. Jadi, pak. Sementara saya masih dirawat disini, Bisakah bapak merawat Putri saya?"Tanya Kim.
"Siap, bu! Dimana anak Ibu sekarang?"Tanya Pak Park.
"Di rumah sakit, Lee tengah menemaniku disini."Jawab Kim.
__ADS_1
"Baik, bu. Saya akan kesana."Kata Pak Park.