Oscar Team

Oscar Team
Persian Gulf War (World War 3)


__ADS_3

  Setelah Ezio berhasil membunuh Presiden Amerika Serikat, Ezio menelpon Vinnie.


"Halo Bos, Presiden baru saja kubunuh. Misiku telah selesai." Lapor Ezio.



Tiba\\-tiba terdengar suara orang Asing dari telepon.



"Presiden apa maksudmu? Hei..Ezio, kedokmu telah terbongkar. Kau sebenarnya bekerjasama dengan Vinnie,kan? Informasi yang kau berikan ternyata Palsu. Tidak ada seorang pun sandera yang dapat kami temukan di Frankfurt." Kata Mark.



"Tidak! Aku tidak bohong,kok!" Jawab Ezio.



"Tidak perlu berbohong lagi! Kau sudah jelas telah menipu kami. Tadi kau bilang sudah membunuh Presiden. Kami sudah punya buktinya, Dasar Pengkhianat! Bosmu, Vinnie telah kami tangkap.



Kalau kau ingin dia selamat, kau hanya punya 1 pilihan. Kau harus datang kesini seorang diri lalu menyerahkan dirimu untuk dihukum mati. Kalau kau tidak mau, maka Vinnie akan kubunuh dan Tim Merah harus dibubarkan.



Pilihannya ada padamu. Temui aku di taman Hengum, Pulau Kish, Provinsi Hormozgan, Iran. Ingat, kau hanya boleh datang sendirian! Jika aku sempat melihatmu bersama seseorang, maka Vinnie akan kubunuh." Ancam Mark sambil menutup teleponnya.



Ezio merasa ketakutan ketika diancam oleh Mark.



"Astaga! Apa yang harus kukatakan nanti pada Nyonya Lynch nanti? Bisa\\-bisa dia membunuhku ketika dia tahu suaminya ditangkap." Pikir Ezio kepanikan.



Tiba\\-tiba datang telepon dari Jenderal Lynch.



"Astaga... baru saja dibilangin, langsung nelpon."


Kemudian Ezio mengangkat Telpon.


"Halo Jenderal Lynch. Ada yang bisa kubantu?" Tanya Ezio terbata\-bata.



"Presiden Ezio. Apa kau melihat suamiku? Barusan kau pergi bersamanya, kan?" Tanya Lynch.



"Anu... Jenderal. Tolong Jangan marah, ya. Sebenarnya saat ini Presiden Vinnie kena Tangkap SWAT." Kata Ezio.



"Apa!! Kemana dia membawa Vinnie?" Tanya Lynch.


"Pulau Kish, Teluk Persia." Kata Ezio.



"Kirimkan Pasukan Sayaret Matkal kesana! Akan kususul kau kesana." Perintah Lynch.


__ADS_1


"Tapi Jenderal, mereka bilang hanya memperbolehkan aku saja yang datang. Kalau aku bersama seseorang, bisa\\-bisa Vinnie mati. Apa kau yakin mau melakukannya?" Tanya Ezio.



"Akan kuambil resikonya. Pokoknya kita usahakan dulu menyelamatkan ketua Tim Merah." Kata Lynch.



"Baiklah kalau begitu." Jawab Ezio.



Berangkatlah 5 buah Helikopter Pasukan Sayaret Matkal ke Pulau Kish, Iran.



"Ayo semuanya, selamatkan Bos kita!" Perintah Ezio.



"Siap, laksanakan!" Jawab Seluruh Pasukan Sayaret Matkal.



Sebanyak 80 personil Sayaret Matkal diturunkan di Taman Hengum.



"Israel datang! Bagaimana ini Jenderal?" Lapor anggota SWAT.



"Siapkan seluruh pasukan di seluruh sisi Markas. Jangan biarkan mereka membawa Vinnie!" Perintah Mark.



Tiba\\-tiba dari pintu depan markas, seluruh Pasukan Sayaret Matkal menerobos masuk pintu secara Paksa.




Dari atas markas, Ezio mencoba memanggil\-manggil Vinnie.


"Boss... Boss... Apa kau mendengarku?" Tanya Ezio.



Kemudian Vinnie menoleh keatas Atap.



"Ezio. Cepat bantu aku keluar dari sini!" Perintah Vinnie.



Kemudian Ezio menjatuhkan sebuah Pisau ke lantai.



"Gunakan pisau itu Boss." Kata Ezio.



Vinnie langsung mengambil Pisau tersebut lalu memotong tali yang mengikat tubuhnya.


__ADS_1


"Akhirnya aku bebas." Kata Vinnie.



Kemudian Ezio mengulurkan tali dari atas atap.



"Ayo naik, Boss. Saatnya pulang." Ajak Ezio.


"Terimakasih." Jawab Vinnie.


Vinnie langsung memanjat Tali sampai menuju keatas atap. Diatas atap, Sebuah Helikopter telah menanti Vinnie.



"Ayo naik,boss!" Ajak anak buah yang lain.


Sebelum pergi, Ezio menelpon para anak buahnya terlebih dahulu.


"Semua pasukan, ayo pulang! Boss sudah selamat!" Panggil Ezio.



Berangkatlah berombongan Pasukan Sayaret Matkal naik kembali keatas Helikopter lalu meninggalkan Tentara SWAT. Vinnie akhirnya berhasil diselamatkan. Ezio kemudian menelepon Jenderal Lynch.



"Jenderal. Suamimu berhasil kami selamatkan." Lapor Ezio.



"Bagus, Bawa dia kemari!" Perintah Lynch.



"Dan satu lagi Jenderal." Kata Ezio.



"Apa?" Tanya Lynch.



"Markas Tim Biru berhasil kami temukan. Rupanya tadi Boss Vinnie disandera disana. Apa perlu dihancurkan?" Tanya Ezio.



"Biar saya saja yang akan menghancurkannya. Kau bawa saja dulu Boss kesini!" Perintah Lynch.



"Baik, Jenderal." Jawab Ezio.



Berangkat Lynch beserta Pasukan GSG9 ke Pulau Kish. Ketika sampai disana, Lynch menjatuhkan sebuah Bom Atom dari atas Pesawat.



"Booom!!" Pulau Kish hancur akibat ledakan Bom Atom. Ledakan Bom Atom tersebut disertai dengan Gempa Bumi 6,7 Skala Richter. Akibatnya, sekitar 40.000 Warga Iran meninggal dunia dan Markas Tim Biru hancur total.



"Oke semuanya, kita pulang. Kemenangan satu kosong bagi kita." Kata Lynch.


__ADS_1


"Hidup Komunis!!" Sorak seluruh awak Pesawat GSG9.


 


__ADS_2