
Vinnie mencoba melihat kearah kaca Spion dan sudah tidak ada lagi yang mengejarnya.
“Alhamdulillah. Akhirnya selamat juga.”Ucap Vinnie.
Namun tak lama kemudian, Datang lagi ICTF mengejar Vinnie dari Belakang. Ketika sampai di Pertigaan, Vinnie membelokkan Setirnya ke kanan untuk mengecoh ICTF.
“Kuharap mereka tidak bisa mengejarku sampai disini.”Pikir Vinnie.
Namun, kenyataanya ICTF masih saja mengejar Vinnie.
“Woi...kami Perintahkan untuk berhenti!”Perintah Michael.
“Masih belum kapok juga lu, Kampret!?”Tanya Vinnie.
Vinnie kemudian memeriksa kursi belakang mobilnya lalu ditemukan Sebuah Bom Molotov. Vinnie kemudian menghidupkan Bom Molotov lalu melemparkannya ke Belakang melalui Kaca samping.
“Makan ini!”Kata Vinnie.
Namun tidak ada juga seorang pun yang terkena Ledakan Bom.
“Sial, Tidak kena juga!”Kata Vinnie.
Vinnie kemudian menelpon Para Anah Buah.
“Teman\-teman, naikkan kecepatan Kalian!”Perintah Vinnie.
“Baik, Bos!”Jawab yang lain.
Vinnie kemudian menaikkan kecepatan mobilnya hingga 360 km/jam ditambah dengan Bantuan Nitro. Mobil Vinnie melaju begitu cepat sehingga membuat Mobil ICTF ketinggalan.
Ketika sampai di Pertigaan, Tiba\-tiba sebuah Mobil Truk Pemadam Kebakaran secara tidak sengaja menabrak Mobil Vinnie dari arah Samping kanan sehingga membuat Mobil Vinnie terbalik dan terguling\-guling.
Vinnie mengalami Patah Tangan kanan sehingga menyulitkannya untuk keluar dari Mobil. Ketika Vinnie melihat ke arah samping kiri, Ia terkejut melihat kepala anaknya Penuh dengan darah. Vinnie mencoba menggerakkan tangan kirinya untuk membuka Sabuk Pengaman Lee.
Vinnie kemudian menggendong Lee lalu membuka Pintu Mobil.
“Tolong...Tolong..aku!”Pinta Vinnie.
Pemadam Kebakaran yang tidak sengaja menabrak Mobil Vinnie, keluar dari Truknya untuk membantu Vinnie.
__ADS_1
“Pak, Apa bapak baik\-baik saja?”Tanya Pemadam Kebakaran.
“Baik\-baik saja katamu?! Lihat apa yang telah kalian Perbuat! Kepala anakku pecah karna kalian!”Kata Vinnie.
“Kami benar\-benar minta maaf, pak. Kami tengah buru\-buru ingin ke Paris. Ada kebakaran di sana”Jawab Pemadam.
“Kampret!!”Teriak Vinnie.
Sambil menangis, Vinnie langsung memukul Kepala Pemadam tersebut lalu menusuk Jantungnya.
“Tidak apa\-apa nak. Ayah akan membawamu ke Rumah Sakit.”Kata Vinnie.
Anak Buah Vinnie yang melihat kejadian Tersebut langsung menghampiri Vinnie.
“Bos, Apa kau Baik\-Baik Saja?”Tanya Adolf.
“Kebetulan sekali, Adolf. Apa kau bisa membawa anakku ke Rumah Sakit terdekat?”Tanya Vinnie.
“Terus, Bos nggak ikut?”Tanya Adolf.
“Nggak. Takutnya nanti, aku tidak sanggup melindungi Lee karna Seluruh dunia memburuku. Kutitipkan anakku padamu sampai Ibunya kembali.”Kata Vinnie.
“Aku akan melarikan diri dari mereka sampai keadaan benar\-benar aman. Selagi aku pergi, Kuserahkan Jabatan Ketua Terrorist kepadamu sampai aku kembali. Pergilah kembali ke markas!”Perintah Vinnie.
Vinnie kemudian menyerahkan Lee kepada Adolf lalu ia pergi melarikan diri ke sebuah Observatorium kota Beauvais. ICTF tiba\-tiba berhenti melihat Bangkai Mobil Vinnie yang terbalik.
“Apa dia sudah mati?”Tanya Agnez.
“Tidak, dia hanya melarikan diri. Lihatlah, ada bercak darah dan tidak ditemukan adanya Mayat Vinnie.”Kata Antonio.
“Terus, dimana dia?”Tanya Carl.
“Kemungkinan dia masih ada di sekitar sini, Ayo berpencar!”Perintah Antonio.
Vinnie kemudian memasuki Pintu belakang Observatorium.
“Syukurlah selamat. Mereka takkan mungkin menemukanku disini.” Kata Vinnie.
Pada saat itu, Observatorium Beauvais hendak meluncurkan Roket Ariane 7 ke Planet Gliese 581 C.
__ADS_1
“Pengisian Bahan Bakar telah selesai, saatnya Peluncuran dalam 2 menit.”Kata Operator.
Vinnie mencoba berkeliling Observatorium untuk mencari tempat aman. Vinnie menemukan sebuah Pintu Besi besar, lalu Vinnie memasukinya. Vinnie terkejut melihat dirinya berada di dalam Roket. Operator Observatorium melihat ada penyusup melalui kamera CCTV.
Seketika Operator langsung membunyikan Alarm. Antonio yang sedang mencari Vinnie di sekitar Observatorium, ikut mendengar suara Alarm.
“Teman\-teman, apa kalian mendengar Alarm disana?”Tanya Antonio.
“Ada, suaranya berasal dari Observatorium.”Jawab Lance.
“Kemungkinan Vinnie ada disana. Ayo kita cari!”Ajak Alvin.
“Ayo!”Jawab yang lain.
“Hei kau, Apa yang kau lakukan disini?!”Tanya Astronot.
“Maaf, aku salah masuk pintu.”Jawab Vinnie.
Vinnie kemudian menendang kepala Astronot tersebut sampai Mati.
“Maaf, aku pinjam Roketmu sebentar.”Kata Vinnie.
Vinnie kemudian melempar Mayat Astronot tersebut ke luar Jendela Roket. ICTF sampai juga di Ruang Operator Roket.
“Apa yang terjadi disini?!”Tanya Antonio.
“Ada seorang penyusup masuk ke dalam Roket.”Kata Operator.
“Sini kulihat.”Kata Antonio. Antonio kemudian melihat kamera CCTV, dan rupanya Vinnie ada didalam Roket.
“Woi,ngapain lu masuk kesana?”Tanya Antonio.
Vinnie kemudian menembak Kamera CCTV.
“Pak Operator. Apa ada cara untuk menghentikan Roket ini?”Tanya Antonio.
“Roket ini sudah dihitung mundur, tidak bisa dihentikan lagi.”Jawab Operator.
“Sial, Bagaimana caranya ini?!”Geram Antonio.
__ADS_1
“5..4...3...2...1..dan Meluncur.”Roket Ariane 7 Mulai Meluncur ke Planet Gliese 581 c.