Oscar Team

Oscar Team
Stone Henge


__ADS_3

Siang hari yang terik ditengah bulan Februari, Keluarga Pencuri pergi berwisata ke Stone Henge, Salisbury.



“Yah, yah. Hari ini kita mau kemana?”Tanya Cherry dari kursi belakang mobil.



“Hari ini kita akan ke Salisbury, ada tempat wisata keren disana.”Jawab Charlie.



“Ngapain kita kesana, om? Disana kan Cuma ada bukit.”Tanya Lilith.



“Kita akan mencuri situs peninggalan zaman Megalitikum, Stone Henge.”Jawab Charlie.



“Untuk lebih jelasnya, coba pakai pakaian ini.”Kata Charles sambil memberikan seragam SIS.



“Ini kan baju SIS, kenapa kita pakai ini?”Tanya Cherry.



“Sudahlah kalian pakai saja. Charlie, cari tempat untuk ganti pakaian.”Kata Charles.



“Siap, bro.”Jawab Charlie.



Mobil Keluarga Pencuri berhenti di tepi pohon Pinus. Di tengah hutan yang sepi tersebut, mereka berganti Pakaian.



“Mumpung tidak ada orang disini, ganti pakaian kalian!”Perintah Charlie.



Semuanya memakai Seragam Badan Intelijen SIS yang diberikan Charles. Setelah semuanya siap berganti pakaian, Charlie melanjutkan perjalanannya lagi.



1 Jam kemudian, Keluarga Pencuri sampai di Kota Salisbury. Bukannya kearah Stone Henge, Charlie membelokkan setirnya ke Kantor Walikota Salisbury. Layaknya seorang Agen SIS, Charlie mengetuk\-ngetuk Pintu Kantor Walikota.



“Assalamualaikum.”Salam Charlie.



“Wa’alaikumsalam.”Jawab Walikota sambil membukakan pintu.



“Selamat siang Pak Walikota. Saya Charlie Harrison dari Secret Intelligent Service membawakan sebuah surat Tanda Terima dari Raja Inggris.” Kata Charlie.



“Maaf, surat apa ya, pak?”Tanya Walikota.



“Silahkan dibaca dulu.”Jawab Charlie sambil menyodorkan surat.



Surat tersebut adalah Izin Pemindahan Situs Stone Henge dari Salisbury ke Edinburg.

__ADS_1



“Saya sedikit ragu dengan surat ini, apa benar surat ini asli?”Tanya Walikota curiga.



“Benar, pak. Lihat, ada tanda tangan Walikota Edinburg dan Raja Inggris.”Jawab Charles.



Setelah memastikan keaslian suratnya untuk ke 8 kalinya, Walikota Salisbury akhirnya percaya. Walikota tidak mengetahui bahwa tanda tangan itu palsu dan suratnya buatan Charles sendiri.



Walikota Salisbury mulai menandatangani Izin pemindahan situs tersebut.



“Sudah saya tanda tangani. Besok pagi, datanglah kemari. Biar saya siapkan alat berat untuk mengangkutnya.”Kata Walikota.



“Terima Kasih, pak. Senang bekerja sama dengan anda.”Salam Charlie.



“Saya juga, pak Charlie.”Jawab Walikota. Keluarga Pencuri kembali naik ke mobil mereka.



“Kali ini kita mau kemana, yah?”Tanya Cherry.



“Kita kerumah teman ayah dulu, ada yang harus ayah sampaikan padanya.”Jawab Charlie.



Charlie memberhentikan mobilnya di sebuah Kafe. Charles mengetuk\-ngetuk pintu kafe tersebut, lalu keluarlah Seorang Pria berambut Pirang.




Charles langsung menghentikan Pintu tersebut.



“Tunggu dulu! Saya ingin bertemu dengan Lorenzo Bernoulli, apa dia ada dirumah?”Tanya Charles.



“Sebentar, kupanggilkan dulu.”Jawab Alonzo. Alonzo kemudian memanggil ayahnya.



“Ayah... ada orang yang ingin bertemu dengan ayah.”Panggil Alonzo.



“Siapa itu?!”Tanya Lorenzo.



“Maaf, nama bapak siapa?”Tanya Alonzo ke Charles.



“Charles Harrison, kami adalah anak buah Bos Lorenzo Bernoulli.”Jawab Charles.



“Yah..katanya namanya Charles Harrison. Apa ayah kenal?”Tanya Alonzo ke Lorenzo.

__ADS_1



“Bawa dia kemari...”Panggil Lorenzo.



“Silahkan ikut aku, pak.”Ajak Alonzo.



Alonzo membawa keluarga pencuri ke dalam Ruang Tamu. Didalam sana telah menanti seorang Pria paruh baya berambut keriting dan berwajah mirip Michael Jackson.



“Mau apa kalian kesini?”Tanya Lorenzo.



“Kami ingin melaporkan bahwa tugas kami telah selesai.”Jawab Charlie.



“Tugas apa?”Tanya Lorenzo.



“Tugas memindahkan Stone Henge, besok pagi batu\-batu tersebut akan dipindahkan ke Taman Kota Edinburg.”Jawab Charles.



“Bagus...Terus, apa kalian telah menemukan keberadaan Putriku?”Tanya Lorenzo.



“Kalau itu kami masih belum menemukannya.” Jawab Charlie dengan gugup.



Karna terlalu marah, Lorenzo menembakkan Pluru Shotgun ke dada Charlie. Charlie terjatuh sambil menahan rasa sakit tertembak.



“Apa?!!Kenapa masih belum juga!!”Tanya Lorenzo marah.



“Maafkan kami, bos. Tolong berikan kami 1 kesempatan lagi.”Pinta Charlie.



“Ok, ini kesempatan terakhir. Jika kalian gagal lagi, aku akan membunuh kalian sekeluarga.”Ancam Lorenzo.



“Baiklah, kami siap menanggung konsekuensinya.”Jawab Charlie.



“Bos..Mumpung hari sudah malam dan diluar tengah hujan lebat, Bolehkah kami menginap semalam disini?”Tanya Charles.



Lorenzo kemudian menendang kedua bokong Charlie dan Charles keluar dari Rumah dan melempar Semua Koper mereka.



“Emangnya kalian pikir ini hotel, hah??! Jangan pernah datang kembali kesini lagi sebelum kalian membawa Putriku!!”Usir Lorenzo.



Dengan berhujan\-hujan, Charlie dan Charles terpaksa mencari hotel terdekat. Keesokan paginya, Hujan reda dan matahari kembali bersinar dengan cerah.


__ADS_1


Setelah bangun, Charlie dan Charles membangunkan anggota keluarga yang lainnya untuk bersiap\-siap pergi. Setelah semuanya bersiap, Keluarga Pencuri pergi ke Stone Henge untuk membantu memindahkan Batu Stone Henge.


__ADS_2