
“Kalau kita berdua saja yang mencari mereka takkan bisa. Kita butuh kekuatan Pasukan. Bisa jadi ketujuh tahanan itu bersama rekan\-rekannya.”Kata Xinjen.
“Benar juga sih.”Kata Frietz.
Frietz kemudian menelpon Ketua Umum ICTF, Antonio Fernandez. “Antonio.
Apa kau bisa membantu kami di Taipei? Ketujuh tahanan berhasil melarikan diri.”Kata Frietz.
“Maaf bro. Kami juga sedang ada masalah disini. Presiden Indonesia memanggil kami kesana untuk melawan Penjajah.
Tim Merah telah mengambil alih sebagian besar wilayah Indonesia. Malahan kami juga butuh Bantuan Militer.”Kata Antonio.
“Terus, gimana jadinya ini?”Tanya Frietz.
“Bukannya Indonesia telah mengirim KOPASKA ke sana? Coba minta bantuan Mereka.”Kata Antonio.
“Benar juga ya. Baiklah, akan kucoba.” Jawab Frietz.
“Bagaimana jawaban ICTF?”Tanya Xinjen.
“Mereka sedang berperang di Indonesia. ICTF tidak bisa datang kesini. Katanya, Coba minta sama KOPASKA.”Kata Frietz.
“Oh ya aku ingat kalau KOPASKA ada disini. Barusan aku pekerjakan mereka untuk menjaga Tepi Pulau Taiwan.”Kata Xinjen.
“Kenapa lu gak bilang dari tadi?!”Tanya Frietz.
“Lu gak nanya sih.”Kata Xinjen.
Frietz kemudian menelpon Jenderal KOPASKA.
“Halo Frietz, ada yang bisa kubantu?”Tanya Jenderal KOPASKA.
“Anu..bu Jenderal. Ketujuh Tahanan Tim Merah berhasil kabur. Kami butuh bantuan KOPASKA untuk menangkapnya.”Lapor Frietz.
“Dimana lokasinya, Frietz?” Tanya Bu Jenderal.
“Kemungkinan mereka masih ada di sekitar Taipei.”Lapor Frietz.
“Baiklah, Kami akan kesana.”Jawab Bu Jenderal.
Berangkatlah Pasukan KOPASKA dari Kota Kaohsiung menuju Kota Taipei. 3 Jam Kemudian, Pasukan KOPASKA akhirnya sampai di Ibukota Taipei.
__ADS_1
“Apa kalian telah berhasil melacak mereka?” Tanya Bu Jenderal.
“Tidak. Untuk saat ini kita akan berpencar. Separuh pasukan ke arah Barat dan Separuh lagi ke Timur.” Kata Xinjen.
“Siap, laksanakan.”Jawab bu Jenderal.
Ketika Frietz dan Separuh Pasukan KOPASKA sampai Di Distrik Zhongzheng, mereka terkejut melihat kerja Paksa yang dilakukan oleh Jenderal Lynch terhadap warga Taiwan.
“Dasar Biadab!! Apa\-apaan yang kakak lakukan?!”Tanya Frietz.
“Adik?! Kakak hanya diperintah oleh Presiden Vinnie.”Kata Frietz.
“Mengapa kakak tetap mau saja?”Tanya Frietz. “Karna dia itu suaminya kakak.”Kata Lynch.
“Dasar!! Teman\-teman, ayo kita hukum mati mereka. Jangan beri ampun!”Seru Frietz.
“Ayo!!”Sorak pasukan KOPASKA.
Dimulailah perang antara Tim Merah melawan Pasukan KOPASKA. Frietz mencoba memanggil ketua Umum Tim Biru, Xinjen Zoumei.
“Xinjen. Ketujuh tahanan telah berhasil ditemukan.”Kata Frietz.
“Distrik Zhangzhong, Kota Taipei.”Jawab Frietz.
“Baiklah, kami akan kesana.”Kata Xinjen.
Berangkatlah Pasukan Xinjen ke Distrik, Zhangzhong. Frietz kemudian melempar bom Molotov ke arah Lynch.
”Aaah...panas!!”Teriak Lynch.
Lynch terkejut dan mencoba melarikan diri, namun terlambat. Lynch meninggal dunia akibat terbakar Bom Molotov. Frietz kemudian memeriksa Jasad Lynch untuk memastikan kalau dia masih hidup atau tidak.
“Yosh..dengan begini dia sudah pasti mati.”Kata Frietz.
Tiba\-Tiba dari arah belakang, datang Adolf menusuk Punggung Frietz.
“Kejutan!”Kata Adolf.
“Ahkhk...Sial.”Kata Frietz.
__ADS_1
Frietz kemudian mati tertusuk Pisau.“Yosh...saatnya membersihkan Sisanya.”Kata Adolf.
Adolf beserta Pasukan Tim Merah kemudian menyerbu Pasukan KOPASKA tanpa ampun. 15 menit kemudian, datanglah Xinjen beserta pasukannya di Distrik Zhangzhong. Xinjen terkejut melihat mayat teman\-temannya berserakan di setiap Jalan.
“Apa\-apaan ini?!”Tanya Xinjen. Tiba\-Tiba Peluru bius mengenai leher Xinjen.
“Apa ini?”Tanya Xinjen sambil mencabut Pluru bius.
Tiba\-tiba Xinjen Pingsan. Begitu pula dengan pasukkannya yang lain juga terkena Pluru Bius lalu Pingsan.
“Yosh..saatnya kita bawa mereka ke Bunker.”Kata Adolf.
Adolf kemudian menelpon Letjen Delgado Emmanuel yang tengah berperang di Indonesia.
“Pak, Letjen. Bagaimana keadaan disana?!” Tanya Adolf.
“Kami hampir Kalah.Pasukan ICTF terlalu Kuat. Bagaimana kalau kita kembali balik?”Tanya Gado.
“Ayo. Lagipula Jenderal kita telah gugur.”Kata Adolf.
Adolf kemudian menelpon Mayor Carmen Florina.
“Bu Mayor, bagaimana keadaan di Philiphina?”Tanya Adolf.
“Gawat, Letkol. Sebanyak 80 persen pasukan kami tewas dibunuh Pasukan SWAT. Bagaimana keadaan Letkol di Taiwan?”Tanya Mayor.
“Kami berhasil keluar dari Penjara. Namun saat ini Jenderal kita telah Tewas dibunuh Tim Biru. Bagaimana kalau kita pulang saja? Kebetulan kami menangkap 40 Sandera. ”Tanya Adolf.
“Baiklah, Kami akan pulang.” Kata Carmen.
Adolf kemudian mengangkut ke 40 Sandera ke dalam Bunker Rahasia Tim Merah di Sebuah pulau di tengah selat Bering. Disana, mereka melakukan Sebuah Proyek Eksperimen Manusia.
Ke 40 Sandera Tersebut akan dirubah menjadi Manusia Cyborg sebagai kekuatan untuk Serangan Balasan Pada Perang Dunia ke 4 yang akan datang.
“Biarlah saat ini kita kalah. Tapi suatu saat nanti kita pasti akan menang.”Kata Adolf.
Dengan perginya Pasukan Tim Merah, menjadikan Negara Indonesia, Taiwan dan Philiphina kembali memperoleh kemerdekaannya kembali. Henry Wilson menyatakan Bahwa Perang Dunia ke 3 telah Usai dengan Hasil kemenangan oleh Tim Biru.
Negara negara Tim Merah yang mengalami kekalahan, terpaksa melepaskan negara\-negara jajahannya. Seperti contoh:Inggris harus memerdekakan Australia, Kanada, Selandia Baru, Jamaika dan lain\-lainnya dari Persemakmuran Kerajaan Inggris.
__ADS_1
India harus memberikan daerah Kashmir kepada Pakistan. Dan China harus melepaskan daerah Xinjiang, Hongkong, Macao dan Taiwan untuk merdeka.