Oscar Team

Oscar Team
Cyborg Attack


__ADS_3

Semenjak tewasnya Vinnie dalam duel 1 Vs 1000 yang terjadi di Benua Antartika, Dunia Internasional menjadi aman dari Ancaman Vinnie. Namun, keamanan tersebut tidak berlangsung lama. 2 Tahun setelah kematian Vinnie, Tim Terrorist berhasil mendirikan Pabrik Robot Manusia Cyborg di Pulau Sakhalin, Russia.



Waktu selama 2 Tahun tersebut mereka gunakan untuk mengumpulkan Korban Kelinci Percobaan sebanyak\-banyaknya.



"Akhirnya Pabrik Robot kita telah resmi berdiri. Mulai saat ini kita akan menjadikan seluruh Manusia sebagai Kelinci Percobaan."Kata Adolf.



Tepat pada tanggal 28 Oktober 2028, ICTF dan PBB mengadakan Acara Pernikahan antara Antonio Fernandez dengan Lucia Mendez di Kota Milano, Italia. Setelah upacara Akad Nikah telah selesai, Dilanjutkan dengan Pesta Nyanyi. Sang Mempelai Pria yang diminta untuk menyanyi pertama kali.



"Ayo..Antonio, nyanyi!"Ajak yang lain.



"Jangan saya lagi. Suruh saja yang lain."Tolak Antonio dengan sedikit malu.



Kemudian, Lucia menarik tangan Antonio. "Ayolah, nyanyi bersamaku..."Ajak Lucia.



"Ya sudah deh. Apa lagunya?"Tanya Antonio.



"Just a Claud Away by Pharrel Williams."Kata Lucia sambil memberi Mik.



Antonio kemudian naik, ke atas Pentas. Sementara itu dari Puncak sebuah Kubah Masjid, Seorang Pria telah bersiap untuk menembak Antonio.



"Jarak diperkirakan 200 meter dengan kecepatan angin 60 km/jam. Bersiap untuk menembak."Lapor Xinjen.



"Tembak sekarang."Perintah Adolf.



Xinjen menembakkan Peluru Sniper M82 ke arah kepala Antonio. Namun, karena kencangnya angin membuat Pluru Berbelok ke Bahu Kiri Antonio. Pluru Sniper tepat mengenai Bahu Kiri Antonio sehingga membuatnya Jatuh Pingsan.



"Sial, Kalau tidak saja angin tadi pasti sudah Kena."Kata Xinjen.



Suasana Pesta yang berlangsung meriah berubah menjadi Panik seketika. Lucia panik lalu mencoba menelpon Ambulan.



"Tolong Ambulan...Ada seorang Pria tertembak di Pesta Pernikahan."Lapor Lucia.



"Dimana lokasinya, bu?"Tanya Petugas Rumah Sakit.



"Distrik Chiaravelle, Kota Milano."Jawab Lucia.



"Baik, kami akan kesana."Jawab Petugas Rumah Sakit.



Michael yang berada di lokasi kejadian, tidak sengaja melihat seorang Pria memegang Sniper diatas Kubah Mesjid.


__ADS_1


"Teman\-teman...Itu pelakunya!! Tangkap dia!"Ujar Michael.



"Ayo..!"Jawab yang lainnya.



"Sial, aku ketahuan!"Kata Xinjen.



Xinjen mencoba melarikan diri dari Kejaran ICTF. Setelah menanti sekian lama, akhirnya Ambulan datang juga. Lucia ikut membantu Petugas Rumah Sakit dalam mengangkut Antonio.



Di Rumah Sakit, Antonio menjalani Operasi pengangkatan Pluru Sniper. Setelah Operasinya selesai, Antonio harus dirawat selama beberapa hari sampai luka\-lukanya sembuh. Tiba\-tiba Antonio terbangun dari Pingsannya dan ia melihat istrinya sudah berada di sampingnya.



"Selamat siang tukang tidur."Sapa Lucia.



"Dimana aku?"Tanya Antonio.



"Kamu sekarang ada dirumah sakit. Tadi kamu pingsan setelah tertembak."Jawab Lucia.



"Aku harus menangkap pelakunya segera."Kata Antonio.



Antonio mencoba keluar dari Tempat Tidur, namun dihalangi oleh Lucia.



"Tidak boleh! Kata Dokter, kamu tidak boleh keluar sampai kamu sembuh."Kata Lucia.




"Tenang saja. Mereka akan baik\-baik saja. Sekarang kamu tetap saja disini sampai sembuh."Jawab Lucia.



"Tapi, tanpa diriku. Siapa yang akan melindungi mereka?"Tanya Antonio.



"Jangan sombong dulu! Tanpa adanya dirimu pun. Kan, Michael bisa menggantikanmu."Kata Lucia.



"Tapi,?"Tanya Antonio.



Tiba\-tiba Lucia memeluk kepala Antonio sekaligus menempelkan Kedua Dadanya ke Wajah Antonio.



"Dasar keras kepala! Pokoknya takkan kubiarkan kamu pergi!"Kata Lucia. Antonio merasa sesak nafas.



"Sesaknya....Dadamu terlalu besar!!"Protes Antonio.



Lucia kemudian melepaskan Pelukannya.



"Nah, Antonio. Sekarang kita sudah resmi menikah. Mumpung tidak ada orang disini, Yuk kita membuat anak." Ajak Lucia.

__ADS_1



"Buat anak katamu? Dalam keadaanku yang hampir sekarat ini, Tidak!"Tolak Antonio.



"Ayolah, sebentar saja kok."Ajak Lucia.



"Tidak, tidak, tidak! Sebesar apapun usahamu untuk mengajakku, aku takkan tergoda!"Kata Antonio.



"Benarkah?" Tanya Lucia.



Lucia kemudian membuka semua pakaiannya satu per satu sampai telanjang Bulat. Antonio hampir tergoda lalu menelan air liurnya. Lucia kemudian mencoba merangsang Antonio di setiap titik sensitifnya.



Antonio sudah tidak tahan lagi, lalu langsung membuka semua pakaiannya.



"Beraninya kamu membangkitkan Nafsu Syahwatku! Rasakan ini!"Kata Antonio marah.



Antonio kemudian menarik tangan Lucia lalu memerkosanya sampai Tertidur.



"Ah...ah..Tidak!! Tolong jangan cepat\-cepat."Desah Lucia.



"Akan kubuat kamu tertidur."Kata Antonio.



Setelah setengah Jam bersetubuh, Lucia Tertidur pulas diatas Kasur Rumah Sakit. Antonio kemudian memakai pakaiannya kembali lalu menyelimuti Tubuh Lucia.



"Maafkan aku Lucia. Tapi aku harus tetap pergi."Kata Antonio.



Antonio kemudian mencabut Tali Infus lalu pergi meninggalkan Rumah Sakit. Sementara itu, Pasukan ICTF Tengah bertinju melawan Xinjen. Michael berhasil menahan kedua Tangan Xinjen dari Belakang.



"Kak Riley, Pukul Dia!"Kata Michael.



"Rasakan Ini!"Teriak Riley.



Riley menghajar Kening Xinjen hingga pecah. Bukannya terluka, Riley malah kesentrum tali kabel Xinjen.



"Akhkhkh....Sakit!! Apa\-Apaan ini?!" Tanya Riley.



Xinjen langsung memukul kepalanya ke Kepala Xinjen.



"Aduh..Kerasnya..". Kata Michael.



Setelah Beberapa menit kemudian, Antonio akhirnya sampai ke tempat teman\-temannya. Ketika Xinjen tengah lengah, Antonio menyerang Xinjen dari Belakang menggunakan Senjata Kejut Listrik.

__ADS_1



Xinjen kesentrum sampai kehabisan daya, lalu Pingsan. ICTF kemudian mengangkut Xinjen ke Laboratorium untuk diperiksa.


__ADS_2