Oscar Team

Oscar Team
A Little Ghost


__ADS_3

Bulan April telah berakhir dan dimulainya Liburan Akhir Semester 2. Libur panjang bukan hanya dirasakan oleh Anak Sekolah saja, tapi Karyawan PNS juga mendapatkan. Tapi entah kenapa, Bos Henry tidak memberi libur kepada ICTF.



Malahan PBB menambah waktu Lembur 3 Jam lebih lama dari biasanya. Biasanya Waktu Libur ditetapkan oleh PBB selama bulan Mei penuh, tapi tahun ini dimundurkan hingga Bulan Agustus. Juga begitu pula dengan Jadwal kerja.



Biasanya kerja dari pukul 8 Pagi sampai pukul 5 Sore, sekarang malah sampai pukul 8 Malam.



Musim Libur Akhir Semester 2, digunakan oleh ICTF untuk mengajak seluruh anggota keluarganya untuk berlibur di Markas ICTF. Semuanya pasti akan berpikir



“Apa serunya berlibur di Markas? Mana ada tempat wisata disekitar sana.”



Tapi sebenarnya Markas ICTF terletak di Kota Honolulu, Hawaii. Bahkan ditepi Pantai Waikiki malahan.



“Selagi orang tua kita bekerja, gimana kalau kita main Petak Umpet?”Usul Johnny selaku pemimpin anak\-anak ICTF.



“Ide bagus..Yang tahan ditentukan melalui Hompimpa.”Ajak Tom.



“Hompimpa...Johnny tahan.”.



Johnny mulai menghitung sampai 20 sementara yang lain pergi bersembunyi.



“17...18... 19...20! Siap tidak siap, aku datang..”



Johnny mencari duluan di dalam Kantor ayahnya, namun tidak ditemukan siapa\-siapa. Johnny melihat pintu kamar ayahnya terbuka padahal dari tadi tidak ada seorangpun di Asrama Kantor.



Karna rasa penasaran, Johnny masuk kedalam kamar. Johnny memeriksa sekeliling kamar namun tidak ditemukan siapa\-siapa. Mata Johnny tertuju pada sebuah meja disamping kasur. Diatas meja tersebut,terdapat susunan bunga Red Spider Lily. Ditengahnya terdapat Foto anak bayi.



“Siapa anak ini?”Tanya Johnny penasaran.



“Itu aku lho, kak.”Suara seorang Gadis misterius terdengar dari arah belakang.



Johnny mengalihkan pandangannya ke belakang. Dari arah belakang, Muncul cahaya Putih menyilaukan. Perlahan\-lahan sesosok Hantu Gadis kecil berumur 4 Tahun muncul dari cahaya Putih tersebut.



“Siapa kau?!”Tanya Johnny.



“Adikmu lho, Sherina Mendez.”Jawab Sherina.



“Adik? Kapan aku punya adik? Yang kutahu adikku Cuma Leo.”Tanya Johnny.



“16 April 2038, 2 Minggu yang lalu. Pada hari itulah aku lahir sekaligus meninggal.”Jawab Sherina.



“Aku turut berduka atas kematianmu. Jadi kau ini adalah hantu, dong?”Tanya Johnny.



“Benar.”Jawab Sherina.



“Kalau hantu bergentayangan di dunia, pasti ada alasannya kembali. Kalau adik, kenapa balik ke Dunia lagi?”Tanya Johnny.



“Itulah yang aku tidak tahu. Tiba\-tiba saja aku muncul di Kamar ini barusan. Daripada bingung sendiri, lebih baik kucari alasannya sendiri.”Jawab Sherina.



“Ngomong\-Ngomong kakak ngapain ke kamar Ayah?”Tanya Sherina.



“Sebenarnya kakak lagi main petak umpet, lalu kakak yang Tahan. Kakak kesini Cuma mencari teman\-teman kakak.”Jawab Johnny.



“Teman? Adik boleh ikutan mencari mereka, nggak?”Tanya Sherina.



“Boleh sih, tapi jangan pakai cara curang. Meskipun kau adalah Hantu, tapi mencarinya harus pakai cara seperti Manusia pada umumnya.”Jawab Johnny.



“Kalau mencarinya disini, hanya ada kita berdua di Asrama.” Kata Sherina.



“Kok tahu?”Tanya Johnny.



“Penglihatan Tembus Pandang. Aku bisa melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh manusia tetapi masih ada wujudnya. Mulai dari Kerangka Manusia, bahkan sampai Pakaian dalam Cowok Hehehe...Kemampuan ini sangat berguna dalam misi mengintip.”Jawab Sherina sambil tertawa terkikik\-kikik.



“Dasar mesum! Jangan pernah lakukan itu.”Kata Johnny sambil memukul kepala Sherina.



“Adududuh..sakit. Maaf deh, kak. Adik Cuma bercanda.”Kata Sherina.



“Kalau mereka tidak ada disini, Dimana mereka?”Tanya Johnny.



“Kalau tidak salah teman\-teman kakak kebanyakan berada di Taman Belakang Markas. Kemampuan Radarku hanya bisa mencapai radius 500 meter, Lebih dari itu tidak bisa kupantau.”Jawab Sherina.



“Ayo kita cari kesana.”Ajak Johnny.



“Ayo...”Jawab Sherina. Sementara itu Di Taman belakang Markas, Daniel tengah bersembunyi di balik Pohon RedWoods.



“Lama sekali sih Johnny kesini?! Kemana saja dia dari tadi?!”Tanya Daniel dalam hati.



Daniel tidak sadar, dibelakang dia sudah ada 3 Anggota American Gangsters sedang menebang\-nebang Pohon Cemara.



“Ngapain sih Bos Delgado menyuruh kita mengumpulkan Kayu sebanyak ini? Padahal musim Salju masih setengah tahun lagi.”Keluh Jasper.



“Berhentilah mengeluh! Kerjakan saja apa yang diperintah Bos.”Tegur Angelo.



“Meskipun begitu, Apa dia menyebutkan berapa Kayu yang harus kita kumpulkan?! Dia bilang Cuma secukupnya, kan?”Tanya Jasper.



“Memang benar, Kumpulkan saja semampu kita. Kalau sekiranya kurang, tinggal kita tebang lagi.”Jawab Angelo.



“Simpel saja bagimu, ya! Cobalah lakukan sendiri!”Kata Jasper.



Liso kemudian melerai pertengkaran Jasper dan Angelo.



“Sudahlah diam! Cuma karna kayu malah berantem. Kita melakukan ini untuk mendapatkan tambahan Gaji, kan? Lihat dan pelajari cara yang lakukan.”Kata Liso.



Liso berjalan mengendap\-ngendap mendekati seorang Anak kecil yang telah diincarnya. Ketika sudah mendekati incaran, Liso menutup mulut Daniel lalu menahan tubuhnya dengan Erat.



Ketika mulutnya Daniel disumbat pakai tangan Liso, Secara Refleks Daniel menggigit telapak Tangan Liso hingga berdarah. Liso menjerit\-jerit kesakitan. Pada kesempatan inilah, celah kelemahan Liso terbuka lebar.



Daniel langsung memukul kepala Liso sampai terkapar di atas tanah, lalu Daniel menginjak Kepala Liso untuk menahan pergerakannya. Angelo dan Jasper yang memperhatikan kejadian tersebut, hanya bisa mengintip ketakutan dari balik semak\-semak.



“Gila ini anak! Senior kita yang profesional, ditundukkan oleh Bocah SD?!”Kata Jasper.



“Coba liat dulu, Jasper! Liso masih bisa bergerak.” Kata Angelo.



Sambil menahan kepala Liso, Daniel mengambil Pistol Automag V dari dalam sakunya lalu mengarahkannya ke kepala Liso.



“Apa kata\-kata Terakhirmu?!”Tanya Daniel.



“Huh...Palingan itu Cuma Pistol mainan.”Jawab Liso.



“Tidak percaya, ya?”Tanya Daniel.



Daniel kemudian menembakkan pistol ke atas langit, dan malah mengenai burung Gereja.



“Sudah percaya?”Tanya Daniel.



“Tidak mungkin aku dikalahkan oleh Anak SD!”Kata Liso.



“Hadapilah kenyataannya, lalu liat kedudukanmu sekarang! Aku diatas, sedangkan kau dibawah. Sebesar apapun usiamu, jangan pernah remehkan anak kecil! Bagiku berlaku hukum Rimba, Yang kuatlah menjadi Penguasa. Kau lemah, karna itulah kau Kalah.”Jawab Daniel dengan Sombongnya.



“Dasar Bocah Ingusan! Jangan sombong dulu!” Kata Liso.



Daniel mengambil sepasang Borgol dari dalam saku celananya.



“Ayo ikut aku ke Penjara! Tindak kriminalmu sudah keterlaluan! Mau aku yang nangkap, apa harus kukadukan pada ibuku? Ibuku galak, lho!”Ancam Daniel dengan menakut\-nakutinya.



Dari balik semak\-semak, Jasper menyiapkan sebuah Sniper lengkap dengan Pluru Bius.



“Dor..!!”


__ADS_1


Pluru Bius tepat mengenai leher Daniel. Daniel pingsan seketika akibat bius tersebut. Segera Jasper mengikat seluruh Badan Daniel lalu memasukkannya kedalam Peti. Sedangkan Angelo membantu menyembuhkan luka tubuh Liso.



“Liso, Bertahanlah!”Teriak Angelo.



“Ukhuk...Ukhuk...Tidak kusangka akan kalah melawan anak kecil. Selagi kita disini, Cari anak\-anak yang lain! Kemungkinan masih ada yang lain disekitar sini.”Perintah Liso.



Jasper dan Angelo berpencar ke setiap sudut Taman mencari\-cari anak\-anak yang lain. Hanya dalam 10 menit saja, 14 Anak\-anak yang tengah bermain Petak Umpet tertangkap semuanya oleh Jasper dan Angelo.



Setelah ditangkap dan dibius, ke 14 Anak\-Anak tersebut dimasukkan kedalam Peti siap untuk dijual.



“Gawat, kak. Teman\-teman kakak telah keluar dari radius 500 meter.”Kata Sherina.



“Kearah mana mereka terakhir kali?”Tanya Johnny.



“Bandara Daniel K.Inouye, Sebelah Barat kota Honolulu.”Jawab Sherina.



“Pokoknya kita harus segera menemukan mereka sebelum terlambat.”Kata Johnny.



“Serahkan saja padaku.”Jawab Sherina.



Sherina lalu menggendong kakaknya dari Belakang.



“Eh..Adik, Apa yang kau lakukan?”Tanya Johnny.



“Kalau terbang akan lebih cepat.”Jawab Sherina sambil mengepakkan kedua sayapnya.



“Kak, Mereka semua berada didalam Peti. Bagaimana caranya kita membebaskan mereka?”Tanya Sherina.



“Lempar aku!”Jawab Johnny.



“Apa kau gila?! Terus, kalau salah mendarat, Gimana?!”Tanya Sherina.



“Aku sudah siap menanggung resikonya.”Jawab Johnny.


“Kakak nekatnya sama seperti ayah saja.”Kata Sherina.



“Jangan banyak bicara, lempar saja aku!”Perintah Johnny.



Sherina kemudian melemparkan kakaknya dengan kecepatan 500 km/jam.



Sambil menjulurkan kaki kanannya ala Kungfu, Johnny melesat secepat kilat menembus kaca mobil, tepat mengenai kepala Jasper. Jasper pingsan seketika, akibat kepalanya terbentur.



Meskipun tendangan Johnny tepat mengenai Kepala Jasper, namun Johnny gagal mendarat dengan aman. Kaki kanan Johnny patah sehingga membuat dia tidak sanggup untuk berdiri.



“Adududuh...Kakiku Patah!”Jerit Johnny kesakitan.



“Lho, kenapa sampai ada anak kecil yang jatuh dari langit? Sini kau, nak!”Kata Angelo sambil mengikat tubuh Johnny lalu memasukkannya kedalam Peti lalu meletakkanya di Bak Mobil.



“Gawat..Aku salah lempar! Karnaku, Kakak ikutan tertangkap. Terlebih dahulu, Aku harus mengikuti kemana pergi.”Pikir Sherina.



Sherina kemudian menggunakan Kamuflase sehingga membuat seluruh tubuhnya tidak terlihat. Dengan menggunakan mode Kamuflase, Sherina mengikuti Jasper, Liso, dan Angelo pergi. Bahkan sampai naik pesawat pun, Masih Sherina Ikuti.



Setelah berjam\-jam naik pesawat, Jasper, Liso, dan Angelo akhirnya sampai di Pulau Nevis, Karibia sambil membawa ke 15 anak curian.



Seketika tiba disana, Jasper, Liso, dan Angelo membawa ke 15 Peti tersebut ke Markas American Gangsters. Sesampainya di Markas, Liso melaporkan hasil pencuriannya ke Bos Delgado.



“Bos. Tugas menebang kayu telah selesai, semuanya telah ada didalam Truk.”Lapor Liso.



“Bagus, terus apa yang lain kalian dapatkan?”Tanya Delgado.



“15 anak kecil siap untuk dijual.”Jawab Jasper.



“Kurung mereka di Penjara bawah Tanah, biar kutelpon Agen Perdagangan Anak.”Kata Delgado.



“Siap, Bos..”Jawab Jasper, Liso, dan Angelo.




“Boo..”Sherina berniat mengejutkan teman\-temannya, namun mereka semua tengah pingsan.



“Tidak ada yang bangun, ya. Apa boleh buat, kubangun mereka semua.”Gumam Sherina.



Sherina kemudian masuk kedalam Pikiran mereka lalu membuat Mimpi Terburuk. Semuanya langsung terbangun akibat mimpi buruk barusan.



"Ha...!"Teriak Tom histeris ketakutan.



“Syukurlah kalian semua baik\-baik saja.”Kata Sherina.



“Siapa kau?”Tanya Tom.



“Namaku adalah Sherina Mendez, dan aku adalah adiknya Johnny dan Leo.”Jawab Sherina.



“Adik? Berarti kau tanteku, dong.”Tanya Noah penasaran. Tiba\-tiba Johnny memotong pertanyaan Noah.



“Nanti kita lanjutkan reuni keluarganya. Pertama, kita harus memikirkan cara untuk keluar dari Penjara ini.”Kata Johnny.



“Tapi bagaimana caranya? Setiap sudut di Penjara ini dipasang Kamera CCTV dan Pintu semua sel Penjara dialiri Listrik.”Tanya Daniel.



“Aku saja yang duluan keluar mencari bantuan. Kalian tunggulah disini.”Jawab Sherina.



“Keluar? Bagaimana caramu melakukannya?” Tanya Sean.



“Mudah saja, Aku akan berkamuflase lalu keluar menembus dinding. Soalnya aku adalah Hantu.”Jawab Sherina.



Sherina kemudian perlahan\-lahan menghilangkan tubuhnya dari Pantauan Kamera CCTV. Setelah memastikan seluruh tubuhnya tidak terlihat, Sherina keluar dari Penjara menembus Dinding lalu pergi mengadu ke kantor Polisi.



Karna kotanya terlalu besar, Sherina tidak tahu dimana Kantor Polisi. Sherina terus mencari\-cari tak tentu arah, tiba\-tiba Sherina tidak sengaja menabrak Ibu\-ibu.



“Maaf bu, Tidak sengaja.”Kata Sherina.



“Apa yang dilakukan anak kecil sepertimu di tengah jalan begini? Apa kau terpisah dengan orang tuamu?”Tanya ibu tersebut.



“Maaf. bukan begitu, bu. Aku hanya ingin tahu dimana kantor Polisi. Ibu tau,gak dimana?”Tanya Sherina memelas.



“Biar ibu antarkan kamu kesana.”Jawab Ibu tersebut.



Sesampainya di Kantor Polisi, Sherina mengadukan segala hal yang ia tahu mengenai rencana perdagangan Anak yang dilakukan oleh American Gangsters.



“Pertama\-tama, nak. Silahkan perkenalkan namamu, lalu katakan keluhanmu.”Kata Pak Polisi.



“Nama saya adalah Sherina Mendez, usia 4 Tahun. Keluhanku adalah...Tolong selamatkan teman\-temanku yang diculik oleh Preman!!”Pinta Sherina



“Diculik? Bagaiman rupa wajah penculik tersebut?”Tanya Pak Polisi sambil mengambil Kertas dan Pensil.



“Kalau tidak salah tingginya 180 cm, matanya biru, rambutnya hitam. Dagunya runcing, hidungnya sedikit mancung, Sorot matanya tajam, dan kalau dilihat dari tampangnya, jarang senyum.”Jelas Sherina.



Pak Polisi menggambar sketsa wajah yang dijelaskan oleh Sherina. Hasilnya adalah Wajah Liso Olivier.



“Ini tidak salah, wajah Buronan Liso Olivier. Coba lihat, Claudia. Wajahnya sama dengan di Poster Buronan.”Tunjuk Pak Polisi.



“Memang benar ini foto Liso! Nak, katakan dimana teman\-temanmu ditangkap!”Perintah Claudia.



Sherina kemudian membawa Claudia ke Bandara Vance W.Amory. Setibanya di Bandara, Sherina membawa Claudia ke Mesin Minuman.



“Bu, boleh kuminta sebuah koin?”Tanya Sherina.



“Dengar, ya. Kita kesini bukan untuk beli minuman.”Kata Claudia.



“Cepatlah, berikan koinmu!”Paksa Sherina.


__ADS_1


Claudia kemudian memberikan koin 20 sen. Sherina memasukkan koin kedalam lubang mesin minuman lalu menekan Kode secara acak. Tiba\-tiba Mesin minuman tersebut bergeser ke kiri, lalu terlihatlah sebuah pintu rahasia dibaliknya.



“Disinalah markas Preman\-Preman yang menyekap teman\-temanku.”Kata Sherina.



“Terima kasih atas informasinya, nak.”Ucap Claudia.



“Sama\-sama, bu.”Jawab Sherina.



Claudia kemudian menelpon suaminya, Nikola Walter.



“Walter, Markas American Gangster telah ditemukan. Bilang pada yang lain untuk segera datang kesini!”Perintah Claudia.



“Dimana lokasinya?”Tanya Walter.



“Terminal 2, Bandara Pulau Nevis..”Jawab Claudia.



“Siap, kami akan segera kesana.”Kata Walter sambil menutup teleponnya.



“Sekarang kita akan menanti bantuan Datang.”Kata Claudia.



“Bukannya ibu yang akan melawan preman tersebut?”Tanya Sherina.



“Mana mungkin ibu sanggup! total jumlah preman tersebut sekitar 800 orang.”Jawab Claudia.



Dari arah samping, datang rombongan Detektif Eropa.



“Claudia..”Panggil Walter.



“Teman\-teman...Ayo sini...”Panggil Claudia.



“Jadi disini jalan rahasianya. Lalu bagaimana cara kita bisa kesana tanpa ketahuan?”Tanya Yuri.



“Seandainya ada cara untuk berkamuflase.”Kata Jade.



“Tante, Kamuflase itu seperti bunglon ya?”Tanya Sherina.



“Benar sih.”Jawab Jade.



“Kalau Cuma menghilangkan diri, aku bisa melakukannya.”Kata Sherina.



“Menghilang? Maksudnya?”Tanya Jade.



“Nanti kujelaskan, sekarang peganglah tanganku bersamaan.”Jawab Sherina.



Para Detektif merasa kebingungan dengan Jawaban Sherina, lalu mereka memegang tangan Sherina secara bersamaan. Tiba\-tiba Tubuh para Detektif perlahan\-lahan menghilang.



“Dengan kekuatan ini, tolong bantu aku membebaskan teman\-temanku.”Kata Sherina.



“Siap, nak. Yosh, ayo kita serbu Markas American Gangsters.”Ajak Sulaiman.



“Ayo...”Jawab yang lainnya. Para Detektif membantai\-bantai Para Penjaga Markas satu persatu secara Barbar.



“Barbarossa...Bantai Semuanya...”Teriak Sofyah.



“Suara siapa disana?!”Tanya penjaga markas ketakutan.



Tiba\-tiba lehernya tersembelih dari arah belakang. Salah satu penjaga yang melihat kejadian tersebut segera membunyikan Alarm.



“Kya...Menjijikan! Apa apaan itu?!”Teriak Penjaga.



“Jangan biarkan dia mengadu!”Kata Sulaiman.



“Siap...”Jawab Sofyah sambil menembakkan P90 ke kepala Penjaga.



Penjaga tersebut mati tertembak setelah berhasil membunyikan Alarm. “Ada penyusup, hambat Pintu keluar!”Perintah Delgado. Delgado mengirim 5 orang anak buah untuk menghambat pintu keluar. Setelah dilihat\-lihat di sekitar pintu, Tidak ditemukan siapa\-siapa.



“Bos, tidak ada penyusup disini.”Lapor Ricardio.



Tiba\-tiba rekannya Ricardio mati tersembelih.



“Kyaa..Ada Hantu...!”Teriak Ricardio ketakutan.



Keempat Gangsters tersebut berlarian karena ketakutan.



“Sherina, Apa kau tau dimana letak penjaranya?” Tanya Sofyah.



Sherina kemudian mengaktifkan Penglihatan Tembus Pandangnya.



“Menurut penglihatanku, Letak Penjaranya ada di Lantai 3 di bawah tanah. Jaraknya sekitar 600 meter dari sini.”Jawab Sherina.



“Sip..Sherina, pandu kami kesana.”Kata Sofyah.



“Siap.”Jawab Sherina.



Sherina mengantar para Detektif menuju Penjara Bawah Tanah. Sesampainya di Pintu Penjara, Sherina menampakkan wujudnya lalu mengetuk\-ngetuk Pintu Penjara.



“Sherina, akhirnya kau datang juga.”Kata Victor.



“Lihat siapa yang kubawa.”kata Sherina sambil menghilangkan Efek Kamuflase pada para Detektif. Claudia mengambil kawat lalu mencoba mencongkel\-congkel lubang kunci sampai berhasil.



Setelah berhasil, semuanya kabur dari Penjara Bawah Tanah. Kamera CCTV Sel Penjara merekam upaya pembobolan Penjara.



“15 Tahanan melarikan dibantu oleh Para Penyusup. Mereka tengah menaikki tangga ke lantai Dasar.”Lapor pemantau CCTV.



“Gawat, kita tertangkap kamera.”Kata Tom.



“Tenang, kita Pakai cara tadi. Sherina, gunakan Kamuflase sekali lagi.”Perintah Sulaiman.



“Semuanya,peluk aku.”Kata Sherina.



Ketika Semuanya memeluk Sherina secara bersamaan, Tiba\-tiba badan Semuanya menghilang. Semuanya kembali berlari menuju Pintu keluar. Ketika tengah kabur, mereka terpaksa harus melewati Pemeriksaan X\-Ray.



Karna hanya tubuh mereka yang menghilang, Tentu saja tubuh mereka terdeksi X\-Ray.



“Penyusup tersebut tengah menuju pintu keluar, Hambat mereka!”Perintah Delgado.



“Om Sulaiman..Ada yang mengejar kita dari belakang.”Kata Sherina.



“Apa boleh buat.”Jawab Sulaiman.



Sulaiman melemparkan Bom Molotov kearah Belakang. Akibatnya, jalan Para Gangsters terhambat oleh Kobaran Api. Para Detektif berhasil mengeluarkan anak\-anak dari dalam Markas.



“Setelah selamat dari Markas, Biar Claudia dan Walter yang mengantar kalian Pulang. Kami masih harus kembali ke Liechtenstein untuk menyampaikan laporan.”Kata Sulaiman.



Claudia kemudian mendata korban\-korban Penculik. Claudia baru menyadari semua anak\-anak tersebut adalah anggota Keluarganya.



“Tunggu dulu sebentar. Kau Johnny, kan?!”Tanya Claudia penasaran.



Claudia menarik\-narik pipinya Johnny untuk memastikan benar atau tidak.



“Tante Claudia, bisa tolong hentikan?!”Tanya Johnny.



“Ahh..Rupanya benar kau adalah keponakanku, Johnny Mctavish. Dan yang lainnya?”Tanya Claudia.



“Mereka semuanya adalah sepupuku kecuali Noah, Joshua, dan Victor. Orang Tua kami Bekerja di tempat yang sama.”Jawab Johnny.



“Tempat yang sama, Berarti ICTF. Biar tante bawa kalian pulang.”Kata Claudia.


__ADS_1


Claudia membawa para anak\-anak pulang ke Hawaii. Sesampainya disana, mereka kembali pulang ke pelukan orang tuanya.


__ADS_2