Oscar Team

Oscar Team
Adopted


__ADS_3

Vinnie mencoba melihat kearah kaca Spion dan sudah tidak ada lagi yang mengejarnya.



“Alhamdulillah. Akhirnya selamat juga.”Ucap Vinnie.



Namun tak lama kemudian, Datang lagi ICTF mengejar Vinnie dari Belakang. Ketika sampai di Pertigaan, Vinnie membelokkan Setirnya ke kanan untuk mengecoh ICTF.



“Kuharap mereka tidak bisa mengejarku sampai disini.”Pikir Vinnie.



Namun, nyatanya ICTF masih saja mengejar Vinnie.



“Woi...kami Perintahkan untuk berhenti!”Perintah Michael.



“Masih belum kapok juga lu, Kampret!?”Tanya Vinnie.



Vinnie kemudian memeriksa kursi belakang mobilnya lalu ditemukan Sebuah Bom Molotov. Vinnie kemudian menghidupkan Bom Molotov lalu melemparkannya ke Belakang melalui Kaca samping.



“Makan ini!”Kata Vinnie.



Namun tidak ada juga seorang pun yang terkena Ledakan Bom.



“Sial, Tidak kena juga!”Kata Vinnie.



Vinnie kemudian menelpon Para Anah Buah.



“Teman\-teman, naikkan kecepatan Kalian!”Perintah Vinnie.



“Baik, Bos!”Jawab yang lain.



Vinnie kemudian menaikkan kecepatan mobilnya hingga 360 km/jam ditambah dengan Bantuan Nitro. Mobil Vinnie melaju begitu cepat sehingga membuat Mobil ICTF ketinggalan.



Ketika sampai di Pertigaan, Tiba\-tiba sebuah Mobil Truk Pemadam Kebakaran secara tidak sengaja menabrak Mobil Vinnie dari arah Samping kanan sehingga membuat Mobil Vinnie terbalik dan terguling\-guling.



Vinnie mengalami Patah Tangan kanan sehingga menyulitkannya untuk keluar dari Mobil. Ketika Vinnie melihat ke arah samping kiri, Ia terkejut melihat kepala anaknya Penuh dengan darah.



Vinnie mencoba menggerakkan tangan kirinya untuk membuka Sabuk Pengaman Lee. Vinnie kemudian menggendong Lee lalu membuka Pintu Mobil.



“Tolong...Tolong..aku!”Pinta Vinnie.



Pemadam Kebakaran yang tidak sengaja menabrak Mobil Vinnie, keluar dari Truknya untuk membantu Vinnie.



“Pak, Apa bapak baik\-baik saja?”Tanya Pemadam Kebakaran.



“Baik\-baik saja katamu? Lihat apa yang telah kalian Perbuat! Kepala anakku pecah karna kalian!”Kata Vinnie.



“Kami benar\-benar minta maaf, pak. Kami tengah buru\-buru ingin ke Paris. Ada kebakaran di sana”Jawab Pemadam.



“Kampret!!”Kata Vinnie.



Vinnie langsung memukul Kepala Pemadam tersebut lalu menusuk Jantungnya. Kedua Pemadam kebakaran tersebut tewas di tangan Vinnie.



“Tidak apa\-apa nak. Ayah akan membawamu ke Rumah Sakit.”Kata Vinnie.



Anak Buah Vinnie yang melihat kejadian Tersebut langsung menghampiri Vinnie.



“Bos, Apa kau Baik\-Baik Saja?”Tanya Adolf.



“Kebetulan sekali, Adolf. Apa kau bisa membawa anakku ke Rumah Sakit terdekat?”Tanya Vinnie.



“Terus, Bos nggak ikut?”Tanya Adolf.



“Nggak. Takutnya nanti, aku tidak sanggup melindungi Lee karna Seluruh dunia memburuku. Kutitipkan anakku padamu sampai Ibunya kembali.”Kata Vinnie.


__ADS_1


“Terus, Bos mau kemana?”Tanya Adolf. “Aku akan melarikan diri dari mereka sampai keadaan benar\-benar aman. Selagi aku pergi, Kuserahkan Jabatan Ketua Terrorist kepadamu sampai aku kembali.



Pergilah kembali ke markas! Tapi, ingatlah pesanku. Apapun yang terjadi, Jangan pernah memberikan anakku kepada Antonio!”Perintah Vinnie.



“Baik, Bos.”Jawab Adolf.



Vinnie kemudian menyerahkan Lee kepada Adolf lalu ia pergi melarikan diri ke Observatorium Kota Beauvais. Dengan berat hati, Adolf pergi membawa Lee dan meninggalkan Vinnie sendirian.



“Teman\-teman, Bos Vinnie tidak bisa pergi bersama kita saat ini! Dia menyuruhku untuk menggantikan Jabatannya sampai ia kembali.”Kata Adolf.



“Kenapa itu?”Tanya Tadashi. “Dia tidak ingin melibatkan anaknya lebih Jauh lagi. Bahkan anakknya dititipkannya kepadaku.”Kata Adolf.



“Semoga Bos Vinnie dapat kembali dengan selamat.”Kata Yusuf.



“Amin..” Jawab Adolf.



“Terus, Bos Adolf. Kemana kita akan pergi?”Tanya Shen.



“Kita akan pergi ke rumah Sakit terdekat untuk mengobati Lee. Setelah dia sembuh, Kita akan pulang kembali ke Markas.”Jawab Adolf.



“Bos, Apa para polisi tersebut masih mengejar kita?”Tanya Tadashi.



Adolf kemudian melihat kaca spionnya.



“Tampaknya sudah tidak ada lagi deh. Mungkin para Polisi lebih fokus mengejar Vinnie daripada kita.”Jawab Adolf.



Para Terrorist akhirnya Sampai di RSUD kota Beauvais. Adolf pergi menemui Dokter sambil menggendong Lee yang tengah Sekarat.



“Dokter, Dokter. Tolong, Ada anak yang sekarat!”Teriak Adolf.



“Waduh..kalau ini pak, harus dioperasi. Soalnya lukanya terlalu parah.”Jawab Pak Dokter.



“Tidak apa\-apa, pak. Sekecil apapun kemungkinan berhasilnya, anak ini tetap harus dioperasi!”Kata Adolf.




Pak Dokter kemudian membawa Lee ke Ruang Operasi. Daripada hanya menanti dengan perasaan cemas, Adolf mencoba untuk menghubungi Ibunya Lee.



“Halo, Bos Himiko. Saya punya berita buruk,nih..”Kata Adolf.



“Apa itu Adolf?”Tanya Himiko.



“Anakmu, Lee kecelakaan! Kepalanya pecah dan wajahnya dipenuhi darah.”Lapor Adolf.



“Ya ampun.!! Bagaimana jadinya, ini?”Tanya Himiko kebingungan.



“Itulah, Datanglah kesini. Di RSUD kota Beauvais, Perancis.”Ajak Adolf.



“Maaf, ya Adolf. Bos tidak bisa pergi kesana.” Jawab Himiko.



“Kenapa itu, Bos?”Tanya Adolf.



“Bos punya masalah juga yang harus diselasaikan.” Jawab Himiko.



“Apa itu Bos?”Tanya Adolf.



“Bos sedang berperang melawan amukan Mahasiswa Universitas Islandia. Mustahil buatku untuk pulang. Selagi aku masih disini, Tolong Rawat anakku sampai ia bisa mandiri.”Kata Himiko.



“Tapi, bos!”Bantah Adolf.



“Sudah dulu, ya.”Potong Himiko sambil meletakkan Hpnya tanpa mematikannya.



Himiko kemudian mengambil Senjata Api Steyr AUG dari dalam tasnya lalu menembak\-nembak kepala Mahasiswa\-Mahasiswa Tersebut. Tiba\-Tiba sebuah Pluru Sniper mengenai kening Himiko. Himiko mati mengenaskan tertembak.

__ADS_1



“Bos, Bos. Apa kau tidak apa\-apa?”Tanya Adolf.



Tiba\-Tiba seorang pria mengangkat Telepon Himiko.



“Halo.”Sapa Yuri.



“Siapa ini? Apa yang telah kau perbuat pada Bos Himiko?!”Tanya Adolf.



“Namaku adalah Yuri Komarov. Dan Bosmu, Himiko telah kubunuh.”Jawab Yuri.



“Tak mungkin, Tak mungkin!”Kata Adolf.



“Ayolah, Teman. Terima Realitanya. Kalau kau ingin bukti, nih kukasih foto mayatnya.”Jawab Adolf.



Yuri kemudian mengirim Foto mayat Himiko yang penuh dengan Darah ke Akun WA Adolf. Adolf kemudian hampir mutah dan masih merasa tidak percaya.



“Sudah percaya, kan? Sudah dulu, ya. Aku pergi dulu.”Pamit Yuri. Yuri kemudian membuang HP Himiko dan melanjutkan Misinya.



“Ini orang, belum kenalan udah langsung SKSD.”Pikir Adolf.



Tiba\-Tiba Dokter memanggil dari dalam ruang Operasi. “Pak Adolf,Pak Adolf. Operasinya berhasil. Bapak sudah diperbolehkan masuk kedalam”Panggil Dokter.



“Ayo Teman\-Teman, masuk.”Ajak Adolf. Adolf, Yusuf, Shen, dan Tadashi masuk kedalam ruang Operasi dan menemui Lee.



“Halo adek Lee.... Lee gak apa\-apa kan?”Tanya Adolf.



Tadashi kemudian bertannya kepada Dokter yang mengoperasi Kepala Lee. “Pak Dokter, apa Lee sudah boleh pulang?” Tanya Tadashi.



“Tidak boleh! Lee harus tetap dirawat selama seminggu sampai Luka di Kepalanya benar\-benar Pulih.” Jawab Pak Dokter.



“Kalian pulanglah dulu ke markas. Biar Bos sendiri yang menjaga Lee.”Pesan Adolf.



“Yakin nih,Bos?” Tanya Yusuf.



“Yakin! Kalian pergilah dulu tanpaku. Minggu depan Bos kembali Kerja.”



“Ok, Bos. Kami Pulang dulu!”Salam Para Terrorist.



“Hati\-Hati dijalan ya...”Pesan Adolf.



“Ok, Bos”Jawab Yusuf.



Jadi, selama seminggu kedepan, Adolf lah yang menjaga Lee di Rumah Sakit. Seminggu kemudian, Adolf diperbolehkan membawa Lee Pulang. Segera, Adolf membeli Tiket Pesawat lalu pergi pulang ke Busan, Korea Selatan.



Adolf pergi menggendong Lee ke Rumah Adolf. Ketika Adolf membuka Pintu, Tiba\-Tiba Istrinya terkejut melihat Adolf menggendong seorang anak.



“Adolf. Anak siapa yang kamu gendong itu?”Tanya Kim.



“Oh..ini anaknya temanku.”Jawab Adolf.



“Teman? Jangan Jangan, kamu punya anak dari Wanita lain, ya? Wah...ini gak bisa dibiarin, harus kutindak nih.”Kata Kim sambil mengeluarkan Pisau dari sakunya lalu mengarahkannya ke arah Adolf.



“Tunggu dulu, sayang! Ini bukan anakku, ini hanyalah Anaknya Bosku.”Bela Adolf.



“Bos? Bukannya kau pengangguran?”Tanya Kim keheranan.



“Kamu gak tau, ya kalau aku kerja di Perusahaan LG? Ini anaknya CEO nya lho. Dia baru meninggal, sebelumnya dia memintaku untuk mengasuh anaknya.”Alasan Adolf.



“Baiklah, kalau begitu. Anak ini boleh tinggal disini. Ngomong\-ngomong Siapa namanya?”Tanya Kim.



“Lee Shou Jin. Panggil saja Lee.”Jawab Adolf.

__ADS_1



Sejak hari itu, Lee resmi menjadi anak kedua dari Adolf Emmerson dan Kim Yeo Moon. Selain itu, Lee juga memiliki seorang kakak Tiri laki\-laki. Namanya adalah Soo Kim Yong \(SKY\).


__ADS_2