
10 Tahun pun berlalu, Lee dan SKY telah tumbuh besar. Lee mulai bertambah cantik sedangkan SKY telah bertambah Tambah tampan, meskipun mereka sudah tidak imut lagi. Usia Soo Kim Yong kini telah memasuki 12 Tahun sedangkan Lee kini sudah memasuki Usia 11 Tahun.
Pada suatu pagi, Adolf terbangun dari tidurnya lalu ia melihat ke Kalender.
“Yey... sudah tanggal 9 Agustus.”Teriak Adolf kegirangan.
Adolf gembira melihat hari minggu ini, Istrinya berulang tahun. Adolf kemudian memanggil kedua anaknya.
“SKY...Lee...sini dulu, nak!”Panggil Adolf.
“Ada apa, Ayah?”Jawab Lee dan SKY menghampiri ayahnya.
“Nak, Tau nggak?”Hari ini Ibu Ulang Tahun. Jadi, malam ini kita harus menyiapkan kejutan Spesial buat Ibu.”Usul Adolf.
“Kejutan apa itu, yah?”Tanya Lee.
“Begini Rencananya. Ayah akan pergi membeli bumbu masakan, sedangkan Kalian pergi membeli Kue. Ini Uangnya.”Kata Adolf sambil memberi uang 50.000 Won.
“Nanti. Kalau kuenya sudah dibeli, kalian tolong bantuin ayah buat Mie Jjolmyeon.”Kata Adolf.
“Siap Ayah.”Jawab SKY dan Lee.
SKY dan Lee pergi ke Toko kue berboncengan menggunakan Sepeda. Sedangkan Adolf pergi ke Pasar untuk membeli Bumbu masakan.
“Halo Bu, Apa ada Kue Ulang Tahun?”Tanya Lee.
“Maaf, dik. Kuenya sih sudah jadi, tapi masih belum sempat dihias.”Jawab Kasir Toko.
“Tidak apa\-apa bu. Biar kami Hias.”Kata SKY.
“Ya sudah, ini kuenya. Harganya 25.000 Won.”Jawab Kasir Toko sambil menyerahkan kuenya.
“Terima kasih bu, ini uangnya.” Jawab Lee.
“Sama\-sama. Datang lagi, ya....”Kata Kasir Toko.
“Iya...”Jawab Lee dan SKY.
SKY mengayuh sepedanya pulang ke rumah sambil memboncengi Lee.
“Kami pulang...”Kata Lee dan SKY.
Namun tidak ada seorangpun dirumah.
“Kak SKY, Ayah dan Ibu belum pulang lagi?”Tanya Lee.
“Nampaknya masih belum, dik.”Jawab SKY.
“Gimana kalau kita main Playstation saja dulu sambil menanti mereka pulang?”Tanya Lee.
“Ntar dulu, dik. Kakak simpan dulu kuenya. Kamu hidupin dulu lah Gamenya.”Jawab SKY.
SKY kemudian meletakkan kue ulang tahun di dalam kulkas lalu ia pergi ke kamarnya.
“Kak, kak sini main kak!” Ajak Lee.
“Wah...Game Need for Speed Reputations. Kok, gak Splinter Cell atau Soul of Darkness?”Tanya SKY.
“Udah Tamat. Bosan Mainnya.”Jawab Lee.
“Eh...Buset!! Baru kemarin kakak beli, udah tamat keduanya?”Tanya SKY keheranan.
“Sampai subuh, adik mainnya sendiri.”Jawab Lee.
“Ya sudahlah, kita main game ini saja. Kakak pilih mobil Plymouth Hemi Cuda. Kalau Adik?”Tanya SKY.
__ADS_1
“Haha...mobil Tua butut koko masih dipakai? Lihat adik nih, mobil Ford Shelby GT500 Tahun 2016.”Kata Lee dengan sombongnya.
“Meskipun sudah tua tapi ini antik, lho.”Kata SKY. “Selera orang tua sih memang begitu, kikikikik....”Gelak Lee.
“Mentang\-mentang kamu lebih muda 1 tahun dariku.”Kata SKY.
“Memang benar. Tapi mobil kita beda Perempatan Abad. Hahaha...”Gelak Lee sekali lagi.
Emosi SKY semakin meluap, dan ia sudah tidak bisa menahannya Lagi. SKY kemudian menggelitiki Lee.
“Minta maaf dulu!!”Kata SKY.
“Hahaha...Ampun kak, Ampun! Ya sudah, adik minta maaf.”Kata Lee.
SKY kemudian menghentikan gelitikannya lalu ia memberikan Stik Psnya keada Lee. SKY dan Lee bermain dengan sengitnya. 3 Jam kemudian, Adolf pulang dari Pasar.
“Asyik....menang 50 kosong!! Haha..Kakak Kalah!”Girang Lee Kesenangan.
“Assalamu‘alaikum. Ayah pulang!”Salam Adolf.
“Yey..Ayah Pulang!!”Kata SKY. Lee segera mematikan monitor PS lalu pergi ke Dapur bersama SKY.
“Ayah bawa apaan dari Pasar?”Tanya Lee.
“Ada Mie, Cabe, Minyak, Bawang Merah, Tauge, Bawang Putih, dan banyak deh pokoknya. Menu malam nanti adalah Mie Jjolmyeon. Kalian tolong bantuin Ayah membuatnya.”Kata Ayah.
“Siap, Ayah.”Jawab Lee dan SKY.
Lee merebus mienya terlebih dahulu, sedangkan SKY memblender Cabe, Tomat, Bawang Merah, Bawang Putih. Setelah campuran Cabenya diblender, Adolf kemudian menggoreng semuanya dengan tambahan Garam dan Merica.
“Lee. Mie nya sudah masak, belum?”Tanya Adolf.
“Sudah, yah.”Jawab Lee.
“Bagus. Tiriskan keatas Piring.”Kata Adolf.
Setelah dihias, Tinggal menanti Ibu Pulang. Setelah berjam\-jam menanti, Akhirnya Ibu Pulang tepat pukul 8 Malam.
“Selamat Ulang Tahun, Ibu...”Kata SKY, Lee, dan Adolf. Wajah Ibu tiba\-tiba tersipu dan kelihatan memerah.
“Ya ampun...Ibu saja tidak pernah ingat ulang Tahun Ibu. Terima Kasih banyak, ya...”Kata Kim.
“Bu, kami ada buatin Mie Jjolmyeon kesukaan Ibu.”Kata SKY.
“Benarkah??Mana...mana...?”Tanya Kim.
Adolf kemudian menyajikan 4 buah Piring diatas meja dan 1 mangkuk besar Mie Jjolmyeon.
“Selamat Makan...”Kata Semuanya.
Semuanya makan dengan lahapnya. Ketika baru saja selesai makan, Adolf merasa ngantuk.
“Ibu. Ayah tidur dulu.”Kata Adolf.
“Memang sekarang jam berapa?”Tanya Kim.
“Jam 21:12.”Jawab Lee.
“Waduh,sudah larut malam. Semuanya...Tidur! Biar Ibu yang bersihkan ini semua.”Kata Kim.
“Baik, Bu.”Jawab Lee dan SKY.
Lee dan SKY kemudian masuk kedalam kamarnya. Lee duluan Tidur sedangkan SKY sibuk belajar untuk Ulangan besok.
“Kakak kok, Gak ikut tidur?”Tanya Lee.
__ADS_1
“Kakak besok ada Ulangan Matematika.Adik duluanlah tidur.”Kata SKY.
“Ya sudah. Kalau kakak selesai belajarnya, jangan lupa matikan lampu ya..”Kata Lee.
“Ok dik.” Jawab SKY.
Sementara Kim sedang membersihkan Meja Makan. Terlihat Mie Jjolmyeonnya masih tersisa sekitar 1 Piring lagi. Kim langsung meletakkan sisa Mie tersebut di lemari Dapur. Tiba\-tiba terlihat ada yang janggal dengan Lemari Dapur.
Sebuah Triplek samping Lemari terlihat terbuka sedikit. Kim kemudian mencoba membuka triplek tersebut. Terlihat sebuah Tombol berwarna Merah.
“Tombol Apa ini?”Tanya Kim keheranan.
Kim kemudian menekan Tombol tersebut. Tiba\-tiba Lemari tersebut secara otomatis bergeser ke samping. Terlihat sebuah Pintu Rahasia dibalik lemari tersebut.
Kim kemudian membuka Pintu Tersebut lalu muncullah Ratusan anak tangga menuju Ruang Bawah Tanah. Kim semakin penasaran lalu mencoba memeriksa Ruang Bawah Tanah. Sampailah Kim di sebuah Laboratorium Rahasia manusia Cyborg.
“Tempat apa ini?”Tanya Kim keheranan.
Tiba\-Tiba seorang Pria memanggil\-manggil Kim dari dalam Ruang Kaca.
“Tolong! Tolong aku!”Pinta Pria Tersebut.
“Ngapain kamu disini?”Tanya Kim.
“Tolong bu. Ada Dokter Gila yang memaksa\-maksaku untuk menjadi Kelinci Percobaan!”Kata Pria tersebut.
“Kelinci Percobaan apa?!”Tanya Kim.
“Manusia Robot. Dokter Gila itu berniat mengoperasi Otakku lalu ingin memasukkan Prosesor kedalam otakku. Tolong aku, bu!”Pinta Pria tersebut.
“Waduh...Adolf sudah keterlaluan sekali nih.”Kata Kim.
Kim kemudian mengambil Tabung Gas lalu ia memecahkan Kaca Pelindung menggunakan Tabung Gas tersebut. Tiba\-Tiba Alarm berbunyi.
“Cepat\-Cepat!! Keluar dari sini! Sisanya biar kuurus sendiri.”Kata Kim.
“Terima kasih banyak bu. Aku takkan pernah melupakan jasa Ibu.”Jawab Pria tersebut.
“Ya, ya, ya. Sekarang cepatlah pergi!”Kata Kim.
“Siap!”Jawab Pria Tersebut.
Pria tersebut pergi melarikan diri dari Rumah Adolf. Bunyi kerasnya Alarm membuat Adolf terbangun dari Tidur.
“Gawat..ada penyusup.”Kata Adolf.
Adolf segera mengambil Senapan Shotgun lalu ia memeriksa ruang Bawah Tanah. Di sana, Kim telah menanti kedatangan Adolf.
“Kim. Apa yang kau lakukan disini?”Tanya Adolf.
“Beraninya kau menyembunyikan ini kepadaku! Rupanya kau diam\-diam membuat Proyek Eksperimen Manusia. Sungguh tidak manusiawi. Sudahlah, aku sudah muak menjadi Istrimu. Besok pagi kita cerai!”Kata Kim.
“Tunggu dulu Kim, Dengar dulu penjelasanku!” Bantah Adolf.
“Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. Ayo cepat Tidur! Besok pagi kita mulai Persidangannya.”Jawab Kim.
“Kumohon, Kim. Berikan aku satu kesempatan lagi!”Pinta Adolf.
“Sudahlah. Aku sudah muak denganmu.”Kata Kim sambil meninggalkan Ruang Bawah Tanah.
Adolf terpaksa menuruti Istrinya lalu pergi Ke Kamar. Kim duluan tidur sementara Adolf tengah depresi mendengar perkataan Istrinya barusan. Tiba\-tiba Muncullah niat untuk membunuh Kim.
Adolf kemudian pergi ke Ruang Bawah untuk mencari sampel Virus. Lalu ditemukan sebuah sampel Virus HIV. Adolf kemudian memasukkan sampel Virus tersebut kedalam Jarum Suntik. Setelah diisi penuh, Adolf kemudian menyuntikkan Virus tersebut ke lengan Istrinya.
Virus HIV yang dibuat oleh Adolf ini dapat membunuh Kim dalam jangka Waktu 1 minggu. Pas untuk membuat Kim merasakan Kematian secara perlahan.
__ADS_1
“Rasakanlah Balas Dendamku ini. Suatu saat kau akan menyesal telah menceraikanku.”Kata Adolf sambil tertawa.