
"Assalamualaikum”Kata Antonio sambil mengetok\-ngetok Pintu.
“Wa’alaikum salam”Jawab Lucia sambil membuka Pintu.
“Aku pulang.”Kata Antonio sambil merebahkan badannya.
Lucia kemudian menangkap Tubuh Antonio yang hampir terjatuh.
“Eh. Ngapain, nih? Ngapain, nih?”Tanya Lucia Heran.
“Capek”Keluh Antonio.
“Setidaknya istirahat dulu.”Kata Lucia.
Lucia kemudian membawa Antonio keatas Sofa lalu memijatnya.
“Eh. Ngapain, nih? Ngapain, nih?”Tanya Antonio.
“Tapi katanya capek, makanya kupijitin.”Jawab Lucia.
“Kalau mau mijit, jangan dibahu. Tapi disini!”Kata Antonio sambil menunjuk bagian depan celananya.
Tiba\-tiba Lucia mencubit pipi Antonio. “Pergi mandi dulu! Aku tak ingin bersetubuh dengan orang yang belum mandi!”Kata Lucia sambil melemparkan Handuk ke Wajah Antonio.
Antonio kemudian pergi mandi. Setelah mandi, Antonio hendak mencari pakaian gantinya di kamar. Sambil ditutupi oleh Handuk, Antonio membuka pintu kamarnya. Antonio terkejut, didalam sudah ada Istrinya.
“Lucia. Apa yang kau lakukan disini?”Tanya Antonio.
“Menantimu, lah.”Jawab Lucia.
“Apa kau bisa keluar sebentar? Aku ingin ganti baju.”Tanya Antonio.
“Tak usah malu. Aku ini kan Istrimu.”Jawab Lucia.
Lucia kemudian menarik tangan kanan Antonio lalu membuka Handuk Antonio sampai bugil.
“Eh...Ngapain kamu ini?!”Tanya Antonio.
Lucia kemudian menarik batang \*\*\*\*\* Antonio lalu mengulum\-ngulumnya. Antonio hanya bisa menahan rasa nikmat dari tarian lidah Lucia. Nafsu Antonio semakin menaik dan tidak bisa lagi ditahan.
“Lucia. Aku sudah tidak tahan sekarang.”Kata Antonio.
“Ya, keluarkan saja didalam.”Jawab Lucia.
“Tidak, aku tak bisa mengeluarkannya dimulutmu.”Kata Antonio.
Antonio kemudian menarik keluar penisnya kembali.
“Sekarang menungginglah.”Kata Antonio.
Lucia kemudian berdiri menggunakan 4 kaki lalu mengarahkan bokongnya ke Antonio.
“Aku masukkin, ya.”Kata Antonio.
Antonio kemudian memasukkan batang kejantanannya kedalam \*\*\*\*\*\* Lucia. Lucia menangis kesakitan setiap kali ditusuk\-tusuk oleh \*\*\*\*\* Antonio.
“Ah...ah..ah..tolong pelan\-pelan!”Kata Lucia.
Cairan putih lengket keluar dan membasahi seluruh \*\*\*\*\*\* Lucia.
“Haduh..capeknya. Sudah dulu, ya.”Kata Antonio sambil merebahkan tubuh keatas kasur.
Antonio kira Lucia juga merasa capek, namun rupanya Lucia masih minta Tambah. Lucia kemudian duduk diatas tubuh Antonio lalu memasukkan \*\*\*\*\* Antonio kedalam \*\*\*\*\*\* Lucia.
“Ah...masuk juga.” Kata Lucia.
“Tunggu! Apa apaan yang kau lakukan ini?!”Tanya Antonio.
“Ayolah, satu Ronde lagi!”Ajak Lucia.
“Dasar Succubus! Cuma 1 ronde lagi saja, ya..”Kata Antonio.
Lucia kemudian menggoyang\-goyangkan pinggulnya sesuai irama dari tusukan \*\*\*\*\* Antonio. Agar semakin bertambah nikmat, Antonio menjilat\-jilati lidah Lucia. Tidak waktu berapa lama, Antonio tiba\-tiba Crot sampai membuat \*\*\*\*\*\* Lucia penuh oleh cairan \*\*\*\*\*\*.
“Haduh...capeknya.”Kata Lucia sambil berbaring lemah.
Dilihatnya kearah samping, Rupanya Antonio telah tertidur. Lucia kemudian mengambil selimut lalu ikut tidur bersama Antonio.
“Selamat malam pangeran tidur.”Kata Lucia sambil mengecup Pipi Antonio.
Keesokan pagi Harinya, Lucia tiba\-tiba terbangun dan mulai merasa sesak nafas. Lucia kemudian mencoba memanggil\-manggil suaminya.
“Antonio. Antonio, Bangun!”Panggil Lucia.
__ADS_1
Namun Antonio masih belum bangun juga. Saking sebalnya, Lucia mencubit pinggang Antonio dan langsung ia terbangun.
“Aduh..!! Apa\-Apaan sih kamu?!”Tanya Antonio. Tiba\-tiba Lucia jatuh Pingsan.
“Lucia...Lucia.. Bangun!”Panggil Antonio. Namun Lucia masih belum bisa bangun. Antonio kemudian mencoba memanggil Anaknya.
“Johnny. Johnny.” Panggil Antonio.
“Ada apa, yah?”Tanya Johnny.
“Nak, panggilin Ambulan!”Perintah Antonio. Johnny kemudian menelpon nomor Ambulan.
“Yah. Ambulannya akan segera datang.”Kata Johnny.
“Bagus. Sekarang bantu Ayah mengangkat Ibu.”Kata Antonio.
“Yah. Setidaknya pakai pakaian ayah terlebih dahulu. Masa Ayah dan Ibu pergi ke Rumah dalam keadaan telanjang bulat segala?”Tanya Johnny.
Antonio kemudian melihat seluruh badannya, dan rupanya dia lupa memakai pakaian. “Haa...?”Teriak Antonio.
“Dasar Mesum!! Pergi keluar sekarang!”Kata Antonio.
Johnny kemudian keluar dari dalam kamar Antonio. Antonio kemudian memakai seluruh pakaiannya lalu juga memakaikan pakaian Istrinya.
“Sekarang kau boleh masuk!”Kata Antonio.
Johnny kemudian masuk kedalam lalu ikut membantu Ayahnya menggendong Ibu. Ambulan pun akhirnya datang dan langsung membawa Lucia Pergi. Antonio dan Johnny ikut masuk kedalam Ambulan untuk mengantarkan Lucia.
Ketika Sampai di Rumah Sakit, Petugas Ambulan membawa Lucia ke Ruang Inap untuk diperiksa.
“Dokter. Bagaimana keadaan Lucia?”Tanya Antonio.
“Dia hanya kelelahan saja, pak. Tapi, saya menemukan sebuah kejanggalan yang aneh.”Jawab Pak Dokter.
“Apa itu Dokter?” Tanya Antonio.
“Saya menemukan sebuah Virus didalam paru\-paru pasien. Kalau untuk namanya masih belum diketahui. Besok akan saya teliti lebih lanjut lagi.” Kata Pak Dokter
“Baiklah, pak. Terima kasih atas Informasinya.” Jawab Antonio.
“Silahkan, kalau ingin menjenguk.”Kata Pak Dokter.
“Baik, pak.”Jawab Antonio.
“Eh..dimana aku?”Tanya Lucia keheranan.
“Ibu sekarang ada di rumah sakit.”Kata Johnny.
Tak lama kemudian, Edward, Agnez, Earl, Carl, dan Yanami datang menjenguk Lucia.
“Halo One\-chan. Halo Oni\-chan.”Sapa Yanami.
“Halo semuanya.”Balas Lucia.
“Kami dengar kakak sakit, makanya Edward bawain bunga buat kakak. Kata Antonio,kakak suka dengan bunga Tulip. Makanya aku bawain Bunga Tulip Kuning agar kakak lebih cepat sembuh.”Kata Edward.
“Aku, aku. Padahal Aku yang belinya.”Kata Agnez mengambek.
“Kamu mengambek, ya. Jangan mengambek gitu, nanti manisnya Hilang, loh.”Ejek Edward.
“Gombalanmu sudah basi..”Balas Agnez.
“Meskipun kamu tidak terpengaruh, tapi kak Lucia terpengaruh. Ya kan, kak?”Tanya Edward.
“Gak juga, dik. Kakak tidak tau kalau itu Gombalan.” Jawab.
“Hah...kakak. Bela dong sekali\-sekali.”Kata Edward.
“Nah, Earl.Lihat, ada temanmu disini. Ajak dia main.”Ajak Agnez kepada Earl.
“Tapi, bu. Ini kan rumah Sakit, mana ada permainan disini.”Bantah Earl.
“Kan ada om Carl. Ajak sajalah dia misalnya ke Taman.”Kata Agnez.
“Johnny pergi ke Taman, yuk.”Ajak Earl.
“Tapi, harus ada orang dewasa yang mengawasi kita!”Kata Johnny.
“Tu, kan ada Om Carl. Kita ajak saja dia.”Kata Earl.
Earl dan Johnny kemudian memanggil Carl Jackson.
“Om Carl, Om Carl.”Panggil Earl.
__ADS_1
“Apa?”Tanya Carl.
“Om. Temenin kita pergi main ke Taman, ya.”Kata Johnny.
“Eh..Sekarang?? Bukannya kita kesini untuk menjenguk Tante Lucia?”Tanya Carl.
“Sudahlah Carl. Temani saja mereka sebentar.”Kata Edward.
“Kenapa nggak ajak yang lain saja?”Tanya Carl.
“Mereka maunya sama kamu.”Jawab Antonio.
“Ya sudah, deh. Habis ini, kita kembali ke rumah Sakit.”Kata Carl.
“Ok.”Jawab Earl dan Johnny.
Carl kemudian membawa Earl dan Johnny ke Taman Kota St.Georges. Earl dan Johnny menaikki Seluncuran terlebih dahulu. Ketika Johnny dan Earl tengah asyiknya bermain seluncuran, tiba\-tiba terdengar bunyi Penjual Es Krim.
“Asik...Ada Es Krim..”Girang Earl dan Johnny.
Earl dan Johnny berlarian menghampiri Penjual Es Krim Walls tersebut.
“Om..kami mau Es Krim ini.”Tunjuk Earl dan Johnny.
Earl mengambil Cornetto Red Velvet sedangkan Johnny mengambil Magnum Tiramisu.
“Ya elah. Es Krim mahal, lagi. Bisa nangis, nih dompet. Gajian pun masih lama lagi.”Kata Carl.
“Anak\-anak. Kita makan Es Potong saja, ya. Es Krim ini mahal.”Kata Carl.
“Om pelit!!”Kata Earl.
“Ya, mau bagaimana lagi? Uang Om tidak cukup untuk membayarnya.”Kata Carl.
“Ya sudah deh. Kita makan Es Potong saja.”Kata Johnny. Sambil makan Es Krim, Johnny dan Earl melanjutkan bermain seluncuran. Di tengah keasyikan mereka berdua bermain, tiba\-tiba HP Carl berbunyi. Rupanya adiknya memanggil.
“Halo Shawn, ada Apa?”Tanya Carl.
“Abang bisa pulang ke Madrid dulu, nggak?”Tanya Shawn.
“Kenapa dik?”Tanya Carl.
“Istrimu, Luna melahirkan anak kedua. Nih,aku sedang menemani kak Luna. Cepatlah datang kesini, Bang. Anakmu butuh kehadiran seorang ayah.”Kata Shawn.
“Baik. Abang akan segera kesana.”Jawab Carl.
Carl kemudian pergi ke Stasiun Kereta Listrik untuk pergi dari Kota Toulouse ke Kota Madrid. Carl tidak menyadari bahwa dia meninggalkan Johnny dan Earl sendirian di Taman. Tak lama kemudian, datanglah seorang Penculik Anak.
“Halo adik\-adik. Kalian kenal, nggak sama om?”Tanya Antonio Vercetti.
“Tak Tau. Dan Tak mau Tau.”Jawab Earl.
“Emangnya, om siapa?”Tanya Johnny. “Ini om Vinnie, lho. Saudaranya Ayah Johnny.” Jawab Antonio.
“Benarkah? Johnny ngefans berat sama om. Om kan yang memerankan Film Kill the Irishman?”Tanya Johnny.
“John. Itu Vincent D’Onofrio, Bukan Vinnie Syarif.”Jawab Earl.
“Bukan dia, ya?”Tanya Johnny.
“Yang dia maksud itu adalah Vinnie Syarif, Pamanmu”Kata Earl.
“Oh...Paman Vinnie. Gak ngefans tuh..”Jawab Johnny.
“Om punya 2 Buah Permen. Kalau kalian mau, kalian harus mau pergi sama Om.”Kata Antonio.
“Jangan mau, John. Dia hanya ingin menculik kita!”Kata Earl.
“Tenang saja, Earl. Mana mungkin paman sendiri menculik Keponakannya sendiri.”Kata Johnny.
“Gimana kalau Om Tambah dengan Es Krim?”Tanya Antonio.
“Mau..”Jawab Johnny.
“Jangan mau disuapnya, John. Ingat, Korupsi itu Dosa!”Kata Earl.
“Mau, nggak?”Tanya Antonio.
“Earl. Ayo ikuti saja dia. Lagipula dia itu pamanku sendiri, kok. Mana mungkin dia akan berbuat macam\-macam.”Kata Johnny.
“Ya sudah deh. Terserahmu. Tapi kalau dia beneran bohongan, Aku tak ingin tanggung Jawab.” Kata Earl.
Johnny dan Earl akhirnya mau menuruti Antonio Vercetti.
__ADS_1