
Hari sudah mulai sore, namun Johnny dan Earl masih belum pulang juga. Antonio dan Edward sudah mulai cemas dengan nasib kedua anak\-anaknya. Antonio menelpon Carl yang tengah berada di Madrid.
"Halo Carl, dimana kamu sekarang?"Tanya Antonio.
"Aku sekarang ada di Kota Madrid, Spanyol."Jawab Carl.
"Spanyol? Ngapain kau jauh\-jauh kesana?!"Tanya Antonio.
"Ya...mau bagaimana lagi, Bang. Istriku sedang melahirkan disini."Jawab Carl.
"Johnny dan Earl mana? Tadi mereka bersamamu, kan?"Tanya Antonio.
"Alamak...aku lupa!! Mereka tidak sengaja kutinggalkan!."Jawab Carl.
"Kampret..! Dimana terakhir kali kau tinggalkan?"Tanya Antonio.
"Coba cari bang, di Taman Kota St.George, Toulouse. Kalau tidak salah terakhir kali kulihat, mereka bermain seluncuran."Jawab Carl.
Disaat bersamaan pula, Edward mengirim Pesan Whatsaap kepada Carl.
"Carl. Apa kau melihat Earl? Terakhir kali kau bersama dia, kan?"Tanya Edward.
"Aku minta maaf, bang. Johnny dan Earl hilang. Tadi tidak sengaja aku meninggalkannya."Jawab Carl.
"Apa!! Earl hilang! Kau harus bertanggung jawab untuk mencarinya!"Perintah Edward.
"Tapi, bang. Aku sedang berada di Madrid, Jauh dari Perancis."Jawab Carl.
"Apapunlah caranya, pokoknya kau harus bertanggung Jawab."Kata Edward.
Tiba\-Tiba Carl mematikan HPnya. Sementara itu, Johnny dan Earl dibawa oleh Antonio Vercetti ke Kota Montauban untuk dijual. Sesampainya disana, Antonio Vercetti menelpon Antonio Fernandez untuk meminta tebusan.
"Halo Antonio..."Sapa Antonio.
"Siapa ini?"Tanya Antonio.
"Namaku adalah Antonio Vercetti, dan aku meminta sebuah tebusan darimu."Jawab Antonio.
"Tebusan apa?"Tanya Antonio.
"Anakmu, Johnny dan Keponakanmu Earl telah kami culik. Jika kau ingin mereka kembali, datanglah kemari sendirian membawa uang 2 Juta Euro. Temui kami di Kota Montauban, 100 Km diutara Kota Toulouse.
Pastikan hanya kau sendiri yang datang, Atau Johnny dan Earl akan kami Jual ke Inggris."Ancam Antonio Vercetti sambil menutup Telepon.
Antonio Fernandez tidak tinggal diam, dan berniat untuk menyelamatkan anak dan keponakannya secara paksa. Antonio menelpon Wakilnya, Michael Johnson untuk meminta bantuan.
"Mike, Bisa temui aku di St.George, Toulouse Perancis. Bawa sekalian seluruh anggota ICTF."Tanya Antonio.
"Kenapa, bang?"Tanya Michael.
"Nantilah kubicarakan, pokoknya datanglah kesini."Kata Antonio.
"Baiklah, Aku akan kesana."Jawab Michael.
Setelah menelpon Michael, Antonio kemudian menelpon Edward Callahan.
"Edward. Temui aku di St.George, Toulouse Perancis. Anakmu Earl diculik American Gangster. Cepatlah datang sebelum terlambat."Kata Antonio
"Apa! Baiklah, aku akan kesana."Jawab Edward.
Edward dan ICTF datang ke Kota Toulouse untuk menemui Antonio.
"Ada perihal apa abang memanggil kami kesini?"Tanya Agnez.
"Johnny dan Earl diculik oleh American Gangster, dan kita harus menyelamatkannya sebelum mereka menjualnya ke Inggris."Jawab Antonio.
"Dimana mereka menahan Johnny dan Earl?"Tanya Lance.
"Montauban di utara Kota Toulouse. Mereka menyekap Johnny dan Earl di Sebuah Rumah Kosong di sebelah Timur kota."Jawab Antonio.
"Ngomong\-ngomong dimana Carl dan Shawn?"Tanya Antonio.
"Mereka Izin bang, Istrinya Carl melahirkan."Jawab Justin.
"Oo..baiklah,kita ber 15 belas saja yang akan menyelamatkan Johnny dan Earl. Semuanya naik ke Mobil, kita akan ke Kota Montauban."Perintah Antonio.
"Siap..."Jawab yang lainnya.
Edward dan Pasukan ICTF pergi ke Kota Montauban. Sesampainya disana, Antonio membawa yang lain untuk bersembunyi diluar sambil menyusun rencana.
"Sekarang apa rencana kita untuk kesana?" Tanya Harry.
"Pertama, kita akan membentuk 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri atas Michael, Lance, Agnez, Alvin, Jerry, Riley, dan Brian. Sedangkan Kelompok kedua terdiri atas Aku, Harry, Justin, Kevin, Dennis, Dwayne, Floyd, dan Edward.
Tugas Kelompok 1 adalah sebagai umpan sedangkan kelompok 2 yang akan menyelamat Johnny dan Earl. Entah bagaimana caranya, tapi kelompok 1 buatlah mereka mengejar kalian!"Jelas Antonio.
"Siap! Jawab yang lainnya.
__ADS_1
Kelompok 1 naik keatas atap lalu melubangi atap tersebut. Riley menyiapkan Sniper Dragunov lalu bersiap untuk menembak tanpa peredam.
"Dorr...!"
El\-Dorado tewas mengenaskan tertembak Sniper. Seketika, Suasana di dalam rumah menjadi Panik.
"Ada penyusup diatap, tangkap dia!" Perintah Delgado sambil menunjuk kearah Riley.
"Sial, aku ketahuan."Kata Riley.
Riley segera turun ke bawah lalu menelpon Brian.
"Brian. Tolong beritahu yang lain untuk membantu tante mengurus mereka, Tante tidak sanggup melawan 6 orang sekaligus."Kata Riley.
"Siap, tante."Jawab Brian.
Brian kemudian memberitahu yang lain untuk menyerang dari Pintu depan. Kelompok 1 membuka Pintu depan lalu menembak\-nembak Para Gangsters. Sementara itu, Kelompok 2 yang dipimpin oleh Antonio bersiap untuk menyelinap dari pintu belakang.
Kelompok 2 mencari\-cari lokasi Penyekapan Johnny dan Earl, dan akhirnya ketemu juga. Johnny dan Earl disekap didalam gudang, tetapi sangat sulit untuk membebaskan mereka. Johnny dan Earl dijaga oleh Delgado dan Ezio.
Edward melemparkan Bom Asap ke arah Delgado dan Ezio. Tebalnya Asap membuat Delgado dan Ezio tidak bisa melihat. Tiba\-tiba dari arah Belakang, Harry dan Justin menyuntikkan obat bius ke leher Delgado dan Ezio.
Keduanya jatuh pingsan akibat kelebihan dosis bius. Kelompok 2 segera membuka ikatan tali di tubuh Johnny dan Earl.
"Jangan takut, Ayah telah datang."Kata Antonio dan Edward.
Jerry segera menelpon Kevin.
"Kevin, segera ajak yang lain untuk kabur duluan menggunakan mobil. Kami akan segera menyusul."Perintah Jerry.
"Siap,om." Jawab Kevin.
Kelompok 2 berhasil lolos dari kejaran American Gangsters.
"Sial, mereka berhasil kabur. Kalau sudah sejauh ini, mana bisa kita kejar lagi. Ayo kita kembali ke markas."Ajak Alonzo.
"Ayo..."Jawab yang lain.
Ketika Para Gangster kembali, Kedua Sandra menghilang sedangkan Delgado dan Ezio pingsan.
"Kita ditipu lagi oleh mereka. Sial!!"Teriak Alonzo.
Kelompok 2 berhasil membawa kabur Johnny dan Earl menggunakan mobil. Earl dibawa pulang oleh ayahnya ke Paris sedangkan Johnny dibawa pulang ke ibunya di Rumah Sakit. Di rumah Sakit, telah datang rupanya Kakek John.
Johnny segera memeluk ibunya. Johnny melihat kesamping, rupanya ada Kakek buyutnya.
"Eyang...Minta gendong, dong!"Pinta Johnny.
"Sini, cicitku sayang."Jawab Kakek John.
"Darimana saja kamu tadi, sampai malam baru pulang?"Tanya Lucia.
"Maaf, bu. Tadi ada sedikit masalah dengan Johnny, baru saja selesai barusan."Jawab Antonio.
"Urusan?"Tanya Lucia.
"Bisa dibilang begitu."Jawab Antonio.
Kakek John kemudian melihat ke arah Jam, rupanya waktu menunjukkan pukul 21:31 Malam.
"Waduh...sudah larut malam, nih. Johnny, pulang kita yuk."Ajak Kakek.
"Bukannya kita nginap disini?"Tanya Johnny.
"Tidaklah, lagipula besok kau harus sekolah. Biarin saja ayahmu yang menjaga ibu disini."Jawab Kakek John.
"Lucia, Antonio. Kami pulang dulu, ya."Salam Kakek John.
"Oke.."Jawab Lucia.
Kakek John dan Johnny pulang kerumah sedangkan Antonio menginap di rumah sakit. Besok paginya,sinar matahari membangunkan Antonio dari tidurnya. Sementara Lucia tengah tertidur, Antonio menyiapkan bubur sebagai sarapan.
Setelah buburnya selesai dibuat, Antonio membangunkan Istrinya.
"Bu..bangun, bu. Sudah pagi, lho,"Panggil Antonio.
Lucia kemudian terbangun dari tidurnya. "Ada apa, sih. Subuh\-subuh sudah dibangunin?"Tanya Lucia.
"Sekarang sudah jam 11 siang, lho. Daripada bahas itu, mending ibu makan dulu."Jawab Antonio.
Antonio mulai menyuapi istrinya perlahan\-lahan sampai buburnya habis.
"Sudah habis, mau tambah?"Tanya Antonio.
"Boleh.."Jawab Lucia.
__ADS_1
"Kubuatin dulu, ya.."Kata Antonio.
Antonio membuat bubur lagi lalu menyuapi Lucia sampai habis. Ketika buburnya sudah habis, Lucia bertanya kepada Antonio.
"Ada yang ingin kutanyakan padamu."Kata Lucia.
"Semalam kau ingat kan, yang dikatakan pak dokter?" Tanya Lucia.
"Ingat. Memangnya kenapa?"Tanya Antonio.
"Semalam Pak Dokter bilang, aku mengidap 2 penyakit sekaligus. Pneumonia dan Influenza dengan kemungkinan bisa hidup 20%. Jadi. Seandainya jika aku meninggal nanti, tolong berjanjilah satu hal."Pinta Lucia.
"Tidak, Jangan bilang seandainya! Aku takut mendengarnya, Perkataaan itu adalah do'a lho."Jawab Antonio.
"Dengarlah dulu sampai aku selesai bicara! Aku tidak yakin masih sanggup hidup nantinya.."Kata Lucia.
"Ya sudahlah, apa janjinya?"Tanya Antonio.
"Berjanjilah jika aku meninggal nanti, Tolong Rawat Johnny, Leo, dan si kecil ini."Jawab Lucia sambil menunjuk perutnya.
"Si kecil, Kau hamil lagi?"Tanya Antonio.
Lucia kemudian mengangguk dan menjawab.
"Namanya Sherina Mendez, Rencana dia dilahirkan 2 bulan lagi. Tapi.Misalkan aku meninggal duluan sebelum dia lahir, Tolong bantu Sherina untuk lahir."Jawab Lucia.
"Apa ada lagi yang ingin kau sampaikan lagi?"Tanya Antonio.
"Tidak, cukup segini saja. Selamat Tinggal."Jawab Lucia.
Lucia memejamkan matanya untuk selama\-lamanya.
"Selamat tinggal, tunggu maksudmu apa?"Tanya Antonio.
Antonio kemudian memeriksa nadi Lucia, namun tidak kedengaran detaknya. Antonio segera memanggil bantuan Dokter.
"Dokter...Dokter.. Tolong!"Pinta Antonio.
Dokter segera datang sambil membawa alat kejut jantung lalu mencoba membangunkan Lucia, namun tidak sadar\-sadar juga. Antonio mencoba memberi nafas buatan, namun Lucia masih belum sadar juga.
Setelah mengetahui detak jantungnya berhenti, Dokter menyatakan Lucia meninggal dunia. Mendengar kenyataan tersebut membuat Antonio shock berat sampai tidak sanggup berkata\-kata. Antonio kemudian teringat janjinya barusan dengan Lucia.
"Pak Dokter, tolong bantu aku mengeluarkan Bayi dari dalam kandungannya!"Pinta Antonio.
"Bayi?"Tanya Pak Dokter kebingungan.
"Aku masih bisa mendengar suara detak jantungnya. Tolong bantu anakku keluar sebelum terlambat!"Pinta Antonio.
"Baiklah kalau begitu."Jawab Pak Dokter.
Pak Dokter dan Antonio bersama\-sama membantu mengeluarkan Sherina dari dalam kandungan ibunya. Setelah mencoba berkali\-kali, Sherina lahir dengan selamat.
"Syukurlah, kau akhirnya selamat..Sini ayah gendong..Cup\-cup\-cup, putriku sayang.."Kata Antonio sambil membuai anaknya.
Antonio kemudian membawa Sherina ke kamar mandi lalu memandikannya dari noda\-noda darah. Baru saja Sherina selesai mandi, tiba\-tiba terasa jantung Sherina mulai melemah. Antonio segera menanyakan masalah tersebut ke dokter.
Kata Dokter, Jantung Sherina mulai\-mulai membeku dan harus diberi Tambahan Oksigen. Antonio segera mengambil tabung oksigen lalu memasangkan alat tersebut ke hidung Sherina. Ketika Tabung Oksigen baru dipasangkan ke dalam hidung Sherina, tiba\-tiba Jantung Sherina berhenti berdetak.
Terlambat sudah, Sherina telah meninggal dunia akibat tertular penyakit Influenza dan Pneumonia dari Ibunya. Besok siangnya, diadakan pemakaman Lucia dan Sherina sekaligus. Antonio mengalami depresi mental berat setelah kematian istri dan anaknya.
Karna saking sedihnya, Antonio tidak berani untuk pergi ke pemakaman. Malahan dia mengurung diri didalam kamar selama berminggu\-minggu, dan tidak berani untuk keluar. Setelah 2 minggu mengurung diri, Hati Antonio tiba\-tiba tergerak untuk pindah.
Antonio segera berkemas\-kemas dan membawa Kedua Anaknya untuk pindah ke Milano, Italia.
"Anak\-anak, hari ini kita akan pindah."Kata Antonio.
"Kemana?"Tanya Leo.
Milano, rumahnya Ibu. Bersiap\-siaplah kalian. Terutama kakek John."Kata Antonio.
"Ya, ya, ya. Kakek takkan terlambat. Kalian berkemaslah dulu, kakek mau mandi."Jawab Kakek.
Antonio, Johnny, Leo segera mengambil seluruh pakaiannya lalu memasukkannya kedalam koper. Sebelum pindah, Antonio menjual rumahnya kembali ke Kepala Perumahan. Setelah rumah dijual, Antonio beserta keluarganya pindah ke Milano, Italia.
Di rumahnya Lucia, Telah menanti rupanya Bibi Cloe dan Paman Luzio \(Orang Tua Lucia\).
"Kakek...Nenek..." Panggil Johnny.
"Astaga...cucu nenek datang, sudah lama nenek tidak bertemu kalian."Jawab Bibi Cloe sambil memeluk mereka berdua.
"Bunda..mulai hari ini kami tinggal disini, ya?"Tanya Antonio.
"Kenapa tidak tetap di Toulouse saja?"Tanya Bibi Cloe.
"Sepi rasanya di Toulouse semenjak Lucia Meninggal. Tanpa adanya Lucia, siapa yang akan mengasuh mereka berdua selagi Ayah dan Eyangnya bekerja? Jadi kuputuskan untuk pindah kesini, mengingat kakek dan neneknya ada disini."Jawab Antonio.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu. Makan dulu, yuk..Nenek ada Buatin Lobster Panggang."Ajak Bibi Cloe.