
Vinnie menelpon Istrinya, Jenderal Lynch.
"Sayang.Apa kau Sudah berhasil menguasai Afrika?"Tanya Vinnie.
"Sudah, pak. Sekitar 90 persen Wilayah Afrika telah menjadi Komunis."Jawab Lynch.
"Bagus! Setelah ini, Kamu akan membawa seluruh Budak untuk berperang di Taiwan."Kata Vinnie.
"Kenapa harus Taiwan, pak?" Tanya Lynch.
"Karna disana Ketujuh pimpinan kita di sandera. Bagi kelompokmu menjadi 3 kelompok. 1 menjajah Taiwan, 1 menjajah Philiphina, dan 1 menjajah Indonesia."Kata Vinnie.
"Siap,laksanakan!" Jawab Lynch.
"Jangan terlalu memaksakan diri, ya. Soalnya kamu lagi hamil."Kata Vinnie.
"Huh.. Tsundere."Bisik Lynch.
"Apa kamu bilang?!"Tanya Vinnie.
"Tak ada pak. Baik pak, saya akan menjaga diri."Jawab Lynch.
"Baguslah kalau begitu."Kata Vinnie.
Lynch kemudian membagi kelompoknya menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama dipimpin oleh Letjen Delgado Emmanuel, Mayjen Archanna Kannika, dan Letnan 2 Steven Walker akan menjajah Indonesia.
Kelompok 2 dipimpin oleh Mayor Carmen Florina, Sersan Mayor Cecilia Agniezka, dan Sersan 1 Bailey Achille akan menjajah Philiphina. Kelompok 3 dipimpin oleh Jenderal Beverly Lynch Rothery, Letjen Caroline Ainstey, dan Sersan Kepala Fiorre Marchetti.
Sementara itu, Vinnie beserta Pasukan GSG9 berangkat ke Taiwan menggunakan Pesawat Jet Tempur Angkatan Udara Jerman. Ketika Pesawat Vinnie dan lainnya tengah melewati Laut Cina Selatan, sebuah Kapal Perang KOPASKA telah menanti kedatangan Vinnie dari tepi Laut Kota Kaohseong, Taiwan.
"Semuanya bersiap menembak, Jerman datang!"Perintah Jenderal KOPASKA.
Pasukan KOPASKA kemudian meluncurkan 12 buah Roket FGM 148 Javelin. Roket Javelin berhasil mengenai ke 12 Pesawat GSG9.
"Matilah kau kampret..."Kata Jenderal KOPASKA.
__ADS_1
Sebelum Pesawat Vinnie kena tembak Roket, Vinnie cepat\-cepat keluar dari Pesawat dan Jatuh ke laut. Sementara Pasukan GSG9 yang lain tidak sempat untuk melompat. Jenderal KOPASKA kemudian melaporkan hasilnya kepada Ketua Tim Biru.
"Pak Xinjen. Kami baru saja berhasil menjatuhkan 12 Cicak Terbang Komunis."Kata Jenderal KOPASKA.
"Bagus. Untuk selanjutnya, Pertahankan negara ini!"Kata Xinjen.
"Baik, Pak."Jawab Jenderal KOPASKA.
Sementara itu, Kelompok 3 berhasil memasuki Kota Taipei tanpa ketahuan Pasukan KOPASKA. Jenderal Lynch turun dari atas Helikopter di distrik Sangshan, Taipei.
Ketika Jenderal Lynch baru saja turun dari Helikopter, kebetulan pada saat itu, Kota Taipei sedang terjadi Demonstrasi besar\-besaran. Rakyat Taiwan menuntut Pemerintah agar mau mengambil kembali Produk\-Produk Sembako yang telah dikuasai oleh Pemerintah China.
"Turunkan harga Sembako! Atau kami akan memerdekakan diri!"Kata Warga. Presiden Taiwan merasa kesulitan dalam membubarkan aksi Massa.
"Tenang..Tenang..semuanya. Saya akan usahakan untuk membicarakannya dengan Pemerintah China."Kata Presiden.
"Bagaimana caranya kami bisa tenang, jika China merampas kebutuhan Pokok kami?" Tanya Salah satu Warga.
"Tidak ada cara lain. Aku harus menghubungi Xinjen dan Frietz."Pikir Presiden.
"Halo Bu Presiden,ada apa?"Tanya Xinjen.
"Xinjen, apa kau bisa membantuku disini? Ribuan pendemo di depan kantor Presiden hampir saja membunuhku." kata Presiden.
"Baik, bu. Kami akan segera kesana."Kata Xinjen.
Sebelum Xinjen menutup telepon, Frietz tiba\-tiba memindahkan satu bidak catur.
"Woi...curang!"Kata Xinjen.
"Ketahuan deh... "Kata Frietz sambil mengembalikan bidak catur tadi.
"Frietz. Kita sudahi dulu mainnya. Kita dapat panggilan dari Presiden Taiwan."Kata Xinjen.
"Terus..tahanan ini gimana jadinya?"Tanya Frietz.
__ADS_1
"Kita tinggalin saja dulu sebentar. Lagian mana mungkin mereka bisa lolos begitu saja."Kata Xinjen.
"Baiklah kalau begitu."Kata Frietz.
Xinjen dan Frietz kemudian pergi ke Istana Kepresidenan Taiwan untuk membubarkan aksi Demo. Ketika Xinjen dan Frietz baru saja keluar dari Markas, Tiba\-tiba Lynch, Caroline, dan Fiorre masuk kedalam Penjara.
"Maaf kami datang terlambat. Apa kalian baik\-baik saja?" Tanya Lynch.
"Jenderal, Syukurlah akhirnya kau datang juga." Kata Adolf.
"Jangan banyak bergerak, kami akan membebaskan kalian. Dimana mereka meletakkan kuncinya?"Tanya Caroline.
"Entahlah. Coba lihat di sekitar sini."Kata Marcelline.
Lynch, Caroline, dan Fiorre kemudian mencari\-cari kunci Sel Penjara. Akhirnya pun ketemu juga di sebalik Lukisan. Lynch kemudian membuka pintu\-pintu sel dan membebaskan ke 7 pimpinan Tim Merah.
"Akhirnya bebas juga...Habis ini kita mau kemana lagi?"Tanya Drexler.
"Kita akan tetap disini dulu menjajah Negara Taiwan."Kata Lynch.
Ke 10 Pimpinan Tim merah kemudian Pergi ke Distrik Zhongzheng untuk mulai menjajah. Xinjen dan Frietz yang baru saja menyelesaikan tugas kemudian pulang ke Penjara. Di saat pintu Penjara baru dibuka, sudah tidak ada siapa\-siapa lagi didalam.
"Astaga!! Kemana perginya semua tahanan? Bukannya tadi sudah di kunci?"Tanya Frietz.
"Sudah kukunci kok. "Kata Xinjen sambil memeriksa sakunya. Setelah diperiksa, isi saku Xinjen rupanya kosong.
"Astaga! Aku lupa. Kuncinya tertinggal di sini."Kata Xinjen.
"Dasar Goblok!! Kenapa lu tinggalkan disini?!Akibat perbuatanmu, kita bisa dipecat habis\-habisan sama Bos Henry."Kata Frietz sambil marah.
"Tidak apa\-apa bro. Jika kamu dipecat, biar aku yang akan menggantikanmu."Kata Xinjen.
"Lu juga kampret..." Kata Frietz sambil menampar Xinjen.
"Tidak ada cara lain. Kita harus pergi mencarinya. Kemungkinan mereka masih belum jauh dari sini."Kata Frietz.
__ADS_1