Oscar Team

Oscar Team
Britain's Civil War part 2


__ADS_3

Pada hari Rabu siang tanggal 26 Februari 2042, Terjadi Insiden Pemboman Istana Kepresidenan Irlandia di Ibukota Dublin.


Sebanyak 220 Orang Warga dilaporkan meninggal dunia dan 300 lainnya luka\-luka akibat Ledakan Bom tersebut. Disertai Ledakan Bom C4, Pasukan Rahasia SAS datang menyerbu Kota Dublin dan meneror Warga disana.



“Dimana Gubernur Skotlandia? Bukannya dia masih disini?”Tanya Perdana Mentri Inggris kepada salah satu Prajuritnya.



“Mohon maaf, Pak Perdana Mentri. Saya gagal menghentikan Gubernur. Dia baru saja dijemput oleh Helikopter.”Lapor Prajurit.



“Kemana arah terbangnya?”Tanya Perdana Mentri.



“Barat, ke arah Samudra Atlantik.”Jawabnya.



“Amerika Serikat, ya? Sementara kita disini, Ayo kita jajah Tanah Irlandia.”Ajak Perdana Mentri.



“Ayo...!”Jawab Prajurit SAS serentak.



Sementara Gubernur Skotlandia dan Presiden Irlandia mengungsi ke Washington DC, Amerika Serikat. Sesampainya disana, mereka meminta bantuan Militer kepada Presiden Amerika.



Presiden Amerika dikejutkan dengan kedatangan medadak Presiden Irlandia dan Gubernur Skotlandia.



“Ada keperluan apa kalian kesini?”Tanya Presiden Amerika.



“Kami meminta Bantuan Militer Amerika Serikat untuk membantu Negara Irlandia yang dijajah oleh Inggris.”Jawab Presiden.



“Jajah? Bukannya Inggris\-Irlandia itu satu kesatuan?”Tanyanya Balik.



“Benar pak. Tapi situasinya tengah berbalik saat ini. Kami tidak bisa menggunakan Militer yang cukup karna semuanya berasal dari Inggris.”Jawab Presiden Irlandia.



“Baiklah, saya akan mengirim SWAT dan Delta Force kesana. Jika masih belum mempan, kita gunakan Little Boy dan Fat Man seperti saat melawan Jepang Dulu.”Kata Presiden Amerika dengan tertawa sinis.



“Nuklir? Bukannya itu malah menambah Korban Jiwa? Irlandia dan Inggris kan tetangga?”Bantah Presiden Irlandia.



“Meskipun beresiko Gempa dan Tsunami, namun cara itu hanya dilakukan dalam keadaan Darurat alias cara terakhir.”Jawab Presiden Amerika Serikat.


__ADS_1


Presiden Irlandia hanya terdiam membisu memikirkan Konsekuensinya. Memang benar dapat menimbulkan Korban Jiwa, namun ini adalah Perang. Irlandia harus Merdeka!!



Keesokan Paginya, Rombongan SWAT dan Delta Force berangkat melintasi Samudra Atlantik menuju Inggris. Tujuan serangan kali ini adalah kota Manchester dan Liverpool yang merupakan Pusat Pemerintahan negara Inggris.



Rombongan SWAT yang dipimpin oleh Mark Taylor mendarat duluan di Manchester lalu memporakk\-porandakan Kota Tersebut. Ribuan Tentara SWAT menghancur\-hancurkan Fasilitas umum yang ada disana.



Meskipun SWAT menghancurkan Fasilitas Umum, namun mereka tidak membunuh satupun warga sipil disana.



Sesuai arahan dari Walikota Manchester, seluruh warga dievakuasi menuju Cardiff, Wales. Karna kota tersebutlah paling dekat dengan Manchester. Walikota juga mengerahkan Pasukan SAS untuk berperang melawan SWAT.



Di hari yang sama, Presiden Amerika Serikat juga mengirim Pasukan Delta Force yang dipimpin oleh EMQIE untuk menyerang Kota Liverpool. Peperangan besar pun terjadi antara Amerika melawan Kekaisaran Inggris.



Jutaan Peluru menghujani kedua kota tersebut. Suara berisik tembakan pluru serta suara dentuman Puluhan Bom memenuhi Kota Tersebut. Ratusan tentara dari kedua belah negara tewas akibat perang serta Puluhan Ribunya terluka Parah.



Di tengah peperangan yang semakin memuncak, tiba\-tiba dihentikan dengan kedatangan Raja Williams dari Inggris beserta Rombongan. Rombongan Raja datang dari London ditemani oleh 4 anggota Detektif.



Tujuan kedatangan Raja ke Manchester adalah melaporkan kasus Pencurian British Museum kepada Interpol. Karna sudah tidak ada cara lain lagi, Kepolisian Kerajaan Inggris dinilai tidak mampu dalam menangani kasus Tersebut.




Selain itu, Raja juga datang karna mendengar adanya keributan di Negaranya. Perdana Mentri Inggris yang memimpin Perang Inggris\-Amerika terkejut dengan kedatangan Raja.



“Perdana Mentri, apa yang terjadi disini?”Tanya Raja.



“Yang Mulia Raja, seperti yang anda lihat. Tentara kami tengah berperang melawan Amerika Serikat.”Jawab Perdana mentri dengan kaku.



“Kenapa kau mengadakan Perang segala tanpa memberi tahuku?”Tanya Raja Balik.



“Itu karna, berani\-beraninya Amerika Serikat menyerang Kota ini tanpa alasan jelas.”Jawab Perdana Mentri.



“Daripada membahas masalahnya dengan keadaan begini, lebih baik kita selesaikan melalui Persidangan. Semuanya, ikut aku ke Interpol.”Ajak Raja Williams.



Demikianlah, dimulai Persidangan Antara Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat di Interpol.


__ADS_1


“Presiden Amerika Serikat ke 47, Ulysess Miller. Atas dasar apa anda menyerang kota Manchester dan Liverpool?” Tanya Hakim.



“Kemarin, Presiden Irlandia dan Gubernur Skotlandia datang ke Istanaku. Mereka mengadu perihal Penyerangan Istana Presiden Irlandia oleh SWAT.”Jawab Presiden Amerika Serikat.



“Apa benar begitu, Presiden Irlandia?“ Tanya Hakim.



“Ya...benar yang mulia. Saya menerima aduan dari Gubernur Skotlandia perihal dia dijadikan kambing Hitam atas pencurian Stone Henge.”Jawab Presiden Irlandia.



“Stone Henge? Mana bukti pencuriannya?”Tanya Hakim.



“Ini yang mulia.”Kata Perdana Mentri Inggris seraya menyerahkan bekas sidik jari pencuri Stone Henge.



“Detektif LO, Tolong Analisis sampel sidik jari ini di Laboratorium.” Perintah Raja.



Detektif LO memeriksa Sidik Jari dengan seluruh KTP Warga Negara Inggris. Uniknya, sidik jari tersebut sama persis dengan Sidik jari Pencuri British Museum.


Siapa lagi kalau bukan Charlie dan Charles.


Supaya lebih menguatkan Fakta, Gubernur Skotlandia menyerahkan Surat Izin Pemindahan Batu Stone Henge kepada Raja.



“Yang Mulia Raja. Seminggu yang lalu, saya didatangi oleh 2 orang kembar berseragam SIS. Mereka datang membawa surat tersebut disertai tanda tangan Anda dan Perdana Mentri Inggris.



Saya langsung saja menanda tangani surat tersebut karna kukira itu Surat Resmi.”Terang Gubernur seraya memperlihatkan Surat.



Raja kemudian memeriksa Surat tersebut, dan rupanya tanda tangan Raja disana adalah Palsu. Tidak mirip sama sekali dengan tanda Tangannya.



“Dengan begini sudah kelihatan Jelas. Perang saudara yang terjadi saat ini hanyalah Adu Domba rekayasa yang dilakukan oleh Charlie dan Charles. Mereka dengan sengaja memecah belah negara kita supaya terlibat peperangan.



Betapa bodohnya 3 Negara mau dibohongi dengan Berita Hoax yang tidak jelas alamatnya begini!



Mulai hari ini, Peperangan Antara Irlandia\-Amerika melawan Inggris berakhir sudah. Jangan pernah mengungkit masalah ini lagi. Karna sejatinya, ketiga negara kita adalah negara Sahabat. Tidak patut untuk saling berperang.



Mulai hari ini, Perang Saudara Britania Raya berakhir sudah. Sidang selesai.”Jawab Raja Inggris.



Berakhirnya persidangan tersebut diikuti dengan penandatangan surat Perjanjian damai antara Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat. Ke 3 negara tersebut berjanji takkan mengungkit masalah ini lagi.

__ADS_1



Mereka juga diajak agar bersatu menangkap Pencuri Charlie dan Charles yang telah menyebabkan Perang Saudara dan akan menyeleksi setiap Berita Asli dan Berita Hoax yang beredar di media sosial.


__ADS_2