Oscar Team

Oscar Team
Second Adopted


__ADS_3

“Untuk saat ini, kamu tinggal dulu di Panti Asuhan.”Kata Kim.



“Tidak! Aku tetap ingin bersama Ibu!”Kata Lee.



“Terus, siapa yang akan merawatmu?”Tanya Kim.



“Aku bisa mengurus diri.”Jawab Lee.



“Kalau mencari makanmu, ataupun biaya sekolahmu?!”Tanya Kim balik.



Tiba\-Tiba Lee keok dan kalah berdebat melawan Ibu.



“Benar juga, ya. Anak\-anak sepertiku belum boleh mencari nafkah sendiri.” Pikir Lee.



“Nak. Masa depanmu masih sangat panjang. Cita\-citamu masih belum tercapai. Berbeda dengan Ibu. Umur Ibu telah berada diujung, sedangkan cita\-cita Ibu telah Ibu mencapai.



Tak usah pikirkan Ibu, pikirkan saja masa depanmu dulu agar kelak kamu bisa menjadi Orang Sukses.”Pesan Ibu.



“Baiklah Ibu. Lee tinggal di Panti Asuhan saja dulu. Setiap minggu, Lee akan datang kemari menjenguk Ibu.”Kata Lee.



“Akan Ibu nanti. Nak, bisa kau ambilkan HP Ibu. Biar Ibu telpon kepala Panti Asuhannya.”Kata Ibu.



“Baik, bu.”Jawab Lee.



Lee kemudian mengambilkan HP Ibunya. Kim kemudian menelpon Kepala Panti Asuhan.



“Halo Pak Park.”Sapa Kim.



“Ya, Bu Kim. Ada yang bisa kubantu?”Tanya Pak Park.



“Pak. Saat ini saya sedang dirawat di Rumah Sakit. Kata Pak Dokter, saya mengidap penyakit AIDS dengan resiko kematian yang sangat tinggi. Jadi, pak. Sementara saya masih dirawat disini, Bisakah bapak merawat Putri saya?”Tanya Kim.



“Dengan senang hati, bu! Dimana anak Ibu sekarang?”Tanya Pak Park.



“Di rumah sakit, tengah menemaniku disini.”Jawab Kim.



“Baik, bu. Saya akan segera kesana.”Kata Pak Park.



1 Jam kemudian, Pak Park datang menjemput Lee kerumah sakit.



“Mana anak yang ibu bilang?”Tanya Park.



“Ini. Kenalkan, namanya adalah Lee Shou Jin.”Jawab Kim.



“Halo...Lee. Kenalkan, nama Bapak adalah Lieuw Wen Park. Panggil saja Pak Park. Mulai hari ini, Bapak yang akan mengasuhmu.”Kata Pak Park.



“Mohon bantuan untuk kedepannya, pak.”Kata Lee.



“Dengan Senang hati, nak.”Jawab Pak Park.



“Jadi, Bu Kim. Apa boleh kubawa Lee Sekarang?”Tanya Pak Park.



“Tunggu dulu sebentar, pak Park. Jika seandainya saya telah meninggal nanti, Tolong titipkan Lee ke Pamannya.”Pesan Kim.



“Siapa namanya, Bu?”Tanya Pak Park.



“Antonio Fernandez. Dia adalah Ketua Umum ICTF. Aku tidak ingin Lee ikut terpengaruh menjadi Terrorist seperti Ayah dan Ibunya. Tolong juga jauhkan Lee dari American Gangsters, karna mereka adalah bawahan Ayahnya Lee.



Kalau kau bertemu salah satu dari orang ini, Tolong bawa Lee menjauh dari mereka!”Kata Kim sambil memperlihat poster Buronan American Gangsters.



Kalau semisalnya Lee diasuh oleh Antonio, kemungkinan Lee akan menempuh jalan yang benar. Ini nomor Teleponnya.”Kata Kim sambil memperlihatkan isi HPnya.



“Baiklah, Bu. Kalau begitu, kami permisi dulu.”Salam Pak Park.



“Lee. Jangan lupa sekolah Besok...”Pesan Kim.



“Siap, Bu.”Jawab Lee.



Pak Park kemudian mengantarkan Lee terlebih dahulu kerumah Kim. Disana, mereka memindahkan barang\-barang Lee lalu membawa semuanya ke Panti Asuhan. Setelah 1 setengah Jam didalam Pesawat, SKY akhirnya sampai juga di Kota Pyongyang.



SKY kemudian pergi menuju lokasi yang telah ditandainya.



“Jadi, disini Rumah Baru Lee.”Kata SKY.



SKY memeriksa sekeliling isi Rumah tersebut namun tidak ditemukan siapa\-siapa. SKY kemudian pergi ke Kantor Polisi untuk menanyakan keberadaan Lee.



“Ada yang bisa kubantu, nak?”Tanya Pak Polisi.



“Pak. Saya ingin melaporkan orang hilang.”Lapor SKY.



“Bagaimana ciri\-cirinya?”Tanya Pak Polisi.



“Seperti ini pak.”Jawab SKY sambil memperlihatkan foto Lee.



“Dimana terakhir kali bertemu dengannya?”Tanya Pak Polisi.



“Distrik Chung\-Guyok. Tepatnya di Titik ini.”Kata SKY sambil memperlihatkan Petanya.



“Baiklah, dik. Nanti akan bapak lakukan pemeriksaan di TKP. Sekarang adik pulanglah dulu.”Kata Pak Polisi.



Tiba\-tiba seorang Sipir Penjara melapor kepada Pak Polisi.



“Pak Polisi. Ada penyusup yang menggunakan senjata api. Cepatlah bantu aku menangkapnya sebelum Tahanan yang lain berhasil melarikan diri!”Desak Bu Sipir.



“Siap, bu.” Jawab Pak Polisi.



Pak Polisi dan Bu Sipir kemudian pergi ke Ruang Tahanan untuk menangkap Penyusup tersebut.



“Dimana penyusup itu?”Tanya Pak Polisi.



“Itu yang berambut merah.”Tunjuk Bu Sipir.



Tiba\-tiba Penyusup tersebut menembakkan Peluru Shotgun ke kening Pak Polisi. Pak Polisi mati mengenaskan dengan kening yang berlubang akibat tertembak. Bu Sipir teriak histeris melihat Pak Polisi mati.



“Aku tak suka kedatangan orang ketiga yang mengganggu hubungan kita, ya kan Bu Sipir?”Tanya Delgado.



“Menjauhlah kau, Dasar Binatang!”Usir Bu Sipir.



Delgado kemudian mengikat kedua tangan Sipir lalu berusaha untuk memperkosanya.



“Keributan apa disana?”Tanya SKY penasaran.



Rasa ingin Tahu yang tinggi membuat SKY ingin memeriksa Ruang Tahanan. SKY tiba\-tiba terkejut melihat 2 orang saling berciuman. Kedua\-duanya telah setengah telanjang. SKY langsung menutup kedua matanya.



Delgado yang menyadari ada yang memperhatikannya, langsung menyuntikkan obat Bius ke Leher Bu Sipir.



“Mau apa kau, nak?”Tanya Delgado sambil memasang ikat pinggangnya.



“Anu..Maaf mengganggu Om. Tapi, bisakah om membantuku?”Tanya SKY.



“Apa itu?”Tanya Delgado.



“Tolong bantu aku mencari adik perempuanku.” Jawab SKY.



“Seperti apa wajahnya?”Tanya Delgado.



“Seperti ini, pak.”Jawab SKY sambil memperlihatkan foto Lee.



“Baiklah, dik. Aku akan menolongmu mencarinya. Dengan catatan, batas waktunya hanya seminggu. Kalau lebih, aku akan pulang sendiri. Mengerti?”Tanya Delgado.


__ADS_1


“Mengerti.”Jawab SKY.



Delgado mengambil kawat lalu membukakan pintu setiap Sel Penjara. “Anu..Pak. Bukannya kita akan mencari adikku?”Tanya SKY.



“Sekarang?! Apa kau bodoh?! Sekarang sudah malam, lho! Aku tak ingin keluar malam\-malam Cuma untuk menuruti rengekanmu.”Jawab Delgado.



“Terus kita mau kemana sekarang?”Tanya SKY.



“Pulang.”Jawab Delgado.



Delgado memasukkan Bu Sipir tadi kedalam Peti lalu pergi membawanya. Delgado dan SKY pergi ke sebuah Hotel. Disana, mereka memesan kamar hotel selama seminggu.



“Bu, kami ingin memesan sebuah kamar untuk seminggu.”Kata Delgado.



“Maafkan saya, pak. Seluruh kamar telah dipesan habis.”Jawab Petugas Hotel.



“Kalau begitu, saya ingin tahu dimana kamar kecil.”Kata Delgado.



“Tentu, pak. Toilet ada dibelakang. Lurus saja kebelakang, terus belok ke kanan.”Jawab Petugas Hotel.



“Terima kasih atas informasinya.”Kata Delgado.



“Memang sudah menjadi tugasku, pak.”Jawab Petugas Hotel.



“om, bukannya kita akan pulang ke rumah om?”Tanya SKY.



“Siapa bilang harus kerumah. Yang namanya Pulang ya Pulang, tidak harus pulang ke Rumah. Lihat saja dan ikuti aku, kau pasti akan terkejut.”Jawab Delgado.



Delgado membawa SKY ke Toilet. Delgado masuk kedalam Toilet lalu melakukan Uji Scan Mata. Mendadak, Toilet bergeser kearah samping lalu terbuka jalan rahasia.



“Wow..Pintu Rahasia. Sudah seperti Film Men in Black saja.”Kata SKY.



Delgado membawa SKY ke sebuah Pintu. Ketika Pintunya baru saja dibuka, semua Anggota American telah berkumpul disana. Termasuk para Tahanan yang dibebaskan tadi.



“Bos. Dari mana saja kau tadi?”Tanya Alonzo.



“Maaf. Bos tadi ada sedikit masalah dengan anak ini.”Jawab Delgado.



“Siapa pula bocah ini? Apa mungkin anak selingkuhanmu?!”Tanya Istri Delgado.



“Tidak, Scarlet! Dia bukan anakku, dia hanyalah anak tersesat yang butuh bantuan.”Jawab Delgado.



“Benarkah? Kalau diperhatikan dari dekat, dia cukup manis juga.”Kata Scarlet.



“Gado. Siapa nama anak ini?”Tanya Scarlet.



“Namanya..kalau tidak salah siapa ya? Eh kita sudah kenalan gak tadi?” Tanya Delgado.



“Belum. Namaku adalah Soo Kim Yong. Kalian bisa memanggilku SKY. Salam kenal semuanya.”Salam SKY.



“Namaku adalah Alonzo Bernoulli.”Kata Alonzo.



“Namaku Zoro Xaverius Ronson.”Kata Zoro.



“Namaku Antonio Vercetti.”Kata Antonio. “Namaku Vince Carter.”Kata Vince.



“Namaku Nicholaus Ezio.”Kata Ezio.



“Namaku Scarlet Vestrucci. Dan Pria pendek berambut merah disampingmu itu adalah Bos Kami.”Kata Scarlet.



“Benar. Namaku adalah Delgado Emmanuel. Dan kami semua adalah Kelompok Penjahat terbesar didunia, American Gangsters. Tunggu dulu, kau bilang aku pendek?!”Bantah Delgado.



“Bantahannya telat, bodoh. Terus, apa isi Peti yang kau jinjing itu?”Tanya Scarlet.



“Bukan Apa\-apa. Kalau begitu, Bos permisi dulu ke kamar.”Jawab Delgado.



Delgado membawa Peti tersebut ke kamar lalu membukanya. Delgado mengikat kedua tangan dan kaki Bu Sipir, lalu menutup kedua matanya menggunakan kain.




Delgado kemudian keluar dari kamarnya lalu menemui para anak buahnya.



“Ayo kita pergi sekarang sebelum Banknya tutup.”Ajak Scarlet.



“Baiklah, Ayo kita pergi!”Ajak Delgado.



“Tunggu dulu, ngapain kita harus ke Bank Segala?”Tanya SKY.



“Merampoknya lah, ngapain lagi? Kalau kau mau ikut, tetap diam dan jangan mengganggu.”Kata Zoro.



“Baiklah, aku ikut.”Jawab SKY.



SKY dan American Gangster pergi ke Bank.



“Sekarang kita telah sampai di Bank, lalu apa rencana kita?”Tanya Alonzo.



“Aku matikan dulu kamera CCTVnya, lalu kalian rampok sebanyak\-banyaknya.”Usul Scarlet.



“SKY tetap disini, tidak perlu ikut!”Kata Ezio.



“Tidak, Aku tetap harus ikut!”Kata SKY.



“Kau masih kecil, memangnya kau bisa apa?”Tanya Ezio.



“Aku bisa merusaknya dari dalam.”Jawab SKY.



“Caranya?”Tanya Delgado.



“Pertama, tante Scarlet akan mematikan Kamera CCTVnya. Setelah itu, akan kumasukkan sebuah Virus yang akan membuat ATMnya membocorkan Jutaan Won. Terakhir, kalian akan mencuri uang sebanyak mungkin.”Usul SKY.



“Virus?! Hahaha...Memangnya kau tahu bagaimana cara memasukkan Virus? Nak, membuat Virus itu susah lho! Aku saja yang 2 kali kuliah Jurusan Teknologi, masih belum tau cara membuat Virus.”Kata Vince.



“Mudah, kok. Malahan Aku sudah membuat 5 macam Virus Komputer.” Jawab SKY.



SKY kemudian mengambil 5 sampel Virus dan sebuah Drone berbentuk laba\-laba dari dalam Tasnya.



“Terus, Bagaimana caramu memasukkan Virusnya?”Tanya Ezio.



“Pakai Remot Kontrol. Dronenya kukendalikan untuk memanipulasi komponen\-komponen ATMnya dari luar. Setelah itu kumasukkan Virusnya.”Jawab SKY.



Ketika Bank sudah mulai sepi, Scarlet dan Ezio menyelinap masuk lewat pintu belakang. Secara Perlahan\-lahan Scarlet dan Ezio akhirnya sampai di ruang pusat kendali.



“Ada orang, gimana ini?”Tanya Scarlet.



“Tinggal kita bius.”Jawab Ezio. Ezio mengambil kain yang telah dilumuri Obat bius lalu menutup kedua hidung Pengawas CCTV. Scarlet kemudian mematikan seluruh Kamera CCTV. Ezio kemudian menelpon SKY.



“SKY. Kamera CCTV telah kami matikan, sekarang giliranmu.”Kata Ezio.



“Siap.”Jawab SKY.



SKY kemudian mengaktifkan Drone laba\-labanya lalu menyelinap masuk kedalam Bank. Drone laba\-laba berhasil sampai didekat mesin ATM, lalu ia memasukkan Sampel Virus tersebut ke dalam mesin ATM.



Tidak butuh waktu berapa lama, Mesin ATM tersebut tiba\-tiba rusak lalu mengeluarkan Uang Ratusan Juta Won dari dalam.



“Tugasku sudah selesai, sekarang giliran kalian.”Kata SKY.



“Woo..ho...saatnya kita panen uang!!”Sorak Delgado.



American Gangsters segera mengambil uang yang berserakan di lantai sebanyak\-banyaknya.



“Sungguh kemampuan yang luar biasa! Terima kasih telah membantu kami, nak. Sebagai gantinya, apa kau ingin bergabung dengan American Gangsters?” Tanya Delgado.

__ADS_1



“Sayangnya harus kutolak. Aku ini masih anak\-anak, dan belum mampu untuk berbuat kriminal. Tapi kalau kriminal melalui teknologi, aku mampu.”Jawab SKY.



“Baiklah. Mohon kerja sama untuk kedepannya, Soo Kim Yong.”Kata Delgado.



“Dengan senang hati, Pak Delgado.” Jawab SKY.



“Setelah kita berhasil merampok Bank, Bagaimana kalau kita merayakannya?”Tanya Delgado.



“Rayakan, seperti Pesta Ulang Tahun?”Tanya SKY.



“Tidak, tapi Pesta Mabuk. Zoro, tolong belikan Bir yang banyak. Nanti kita bertemu di markas.”Perintah Delgado.



“Siap, Bos.”Jawab Zoro.



Zoro pergi membeli Bir sementara yang lainnya pulang duluan. Setelah Birnya di beli, American Gangster berpesta pora sampai mabuk. Tentu saja bukan American Gangster saja yang minum Bir, SKY pun ikut\-ikutan mabuk.



Semuanya larut dalam kemabukan sampai tertidur kecuali Delgado. Delgado yang masih bertahan, pergi kembali ke kamarnya untuk memeriksa Sandranya. Delgado membuka penutup mata Bu Sipir, dan rupanya dia sudah bangun. Tanpa basa\-basi, Delgado memerkosa Bu Sipir sampai Hamil.



Besok paginya, American Gangster membantu SKY mencari Lee.



“Jadi, apa kau punya petunjuk mengenai lokasi adikmu itu?”Tanya Delgado.



“Sebenarnya, aku telah memasang pelacak di Punggungnya sebelum dia menghilang. Jadi, kita tinggal menemukannya melalui petunjuk ini.”Jawab SKY.



“Kalau kau sudah pasang pelacak, mengapa harus sampai minta bantuin kami segala?”Tanya Delgado.



“Kalau seandainya Pelacak tersebut tercabut, Tentu harus tetap dicari juga. Jujur saja, aku takut berkeliaran sendirian.” Jawab SKY.



“Baiklah, nak. Kami akan membantumu. Sekarang dimana lokasi pelacak tersebut?”Tanya Delgado.



SKY kemudian memeriksa Google Maps.



“Kalau dilihat di peta, Pelacaknya sekarang ada di RSUD Distrik Chung\-Guyok.”Jawab SKY.



“Tunggu apa lagi, ayo kita ke sana!”Ajak Delgado.



SKY dan American Gangsters berangkat ke Rumah Sakit. Sementara itu, Lee dan Pak Park pergi menjenguk Kim yang masih sakit. Ketika mereka masuk ke kamar Rawat, Kim sudah tidak ada lagi didalam. Pak Park kemudian menanyakannya ke Dokter.



“Pak Dokter. Apa kau melihat seorang Pasien? Namanya Kim Yeo Moon.”Tanya Pak Park.



“Oh..Bu Kim, ya..Dia baru saja meninggal sejam yang lalu. Saat ini dia tengah dimakamkan di Pemakaman Keluarga Moon.”Jawab Pak Dokter.



Lee dan Pak Park seketika merasa syok mendengar Penjelasan dari Pak Dokter.



“Lee. Kau masih ingat apa yang dikatakan Ibumu, kan?”Tanya Pak Park.



“Ingat sih, tapi kenapa?”Tanya Lee.



“Sekarang kau akan pindah ke Perancis.”Kata Pak Park.



“Eh...sekarang?”Tanya Lee.



“Kapan lagi? Kau akan bertemu dengan Pamanmu. Tunggu apa lagi, Ayo kita kemasi kopermu.”Ajak Pak Park.



Pak Park membawa Lee kembali ke Panti Asuhan lalu mengambil semua barang\-barang Lee. Ketika mereka tengah berkemas, tiba\- tiba bel pintu depan berbunyi. Pak Park segera membuka pintu tersebut.



Tiba\-tiba muncul sekelompok Preman didepan Pintu, lengkap dengan senjata Api.



“Ada yang bisa kubantu, pak?”Tanya Pak Park.



“Apa disini ada Gadis bernama Lee Shou Jin? Kami ingin bertemu dengannya.”Tanya Delgado.



“Jadi, mereka berandalan yang dikatakan oleh Bu Kim? Aku harus menjauhkan Lee dari mereka sejauh\-jauhnya. Meski nyawa ini taruhannya.”Pikir Pak Park.



“Maaf, tapi tidak bisa.”Jawab Pak Park.



“Apa kau bilang?!”Tanya Delgado sambil memukul wajah Pak Park.



Sebelum sampai mengenai wajah Pak Park, Pak Park langsung menutup Pintu sehingga membuat tangan kanan Delgado terjepit.



“Aduh.!!Sakit!”Teriak Delgado.



“Kalian tunggu apa lagi? Tangkap dia dan bawa Lee secara Paksa!”Perintah Delgado.



Pak Park membawa Lee masuk ke dalam Mobil lalu mengantarkannya ke Bandara. Sementara itu, Delgado dan para anak buah mengejar Pak Park menggunakan mobilnya masing\-masing.



“SKY, Bisakah kau pegang setirnya sebentar? Om mau mengambil AK47.”Tanya Delgado.



SKY kemudian mengambil alih kemudi Setir, sementara Delgado yang menembak mobil Pak Park melalui Jendela. Delgado menembak nembak mobil Pak Park namun tidak ada satu peluru pun yang mengenainya, bahkan sampai pelurunya habis.



Ketika sudah hampir di Bandara, Delgado mengambil Roket FGM\-148 Javelin dari Kursi Belakang. Delgado menembak Roket tersebut tepat ke Mobil Pak Park.



Sebelum Roket tersebut mengenai mobil, Pak Park segera menarik badan Lee lalu melompat keluar Mobil. Mobil Pak Park hangus terbakar ledakan roket. Untung saja Pak Park dan Lee berhasil mendarat dengan selamat, tepat didepan Bandara.



“Ayo pergi!”Ajak Pak Park sambil menarik tangan Lee.



Ezio melihat keadaan mobil yang hangus tersebut, namun tidak ditemukan adanya mayat.



“Sial! Mereka telah melompat keluar.”Kata Ezio.



Ezio kemudian melihat Lee dan Pak Park berlari memasuki Bandara.



“Itu mereka! Jangan biarkan mereka naik pesawat!”Perintah Ezio.



Pak Park dan Lee berlarian masuk ke dalam Bandara untuk membeli Tiket Pesawat. Setelah Tiket Pesawat dibeli, Lee melihat kearah jam. Rupanya jadwal keberangkatan tinggal 2 menit lagi.



Pak Park dan Lee berlarian masuk kedalam Pesawat. Sebelum masuk kedalam Pesawat, tentunya ada pemeriksaan logam terlebih dahulu. Ketika Lee diperiksa, ditemukan 25 Mikrochip tertempel di Punggung dan Pahanya.



Padahal American Gangster telah hampir sampai kesini. Ketika Baju Lee hendak dibuka, Lee memukul kepala Security tersebut hingga pingsan. Pak Park kemudian menarik tangan Lee lagi. 10...9...8...7...Suara hitung mundur pesawat akan berangkat terdengar jelas.



Pada hitungan ke 1, Pak Park dan Lee berhasil masuk kedalam Pesawat sebelum Pintunya ditutup. Sementara Para American Gangsters dan SKY telah terlambat. SKY merasa putus Asa telah ditinggal Lee untuk ke dua kalinya.



“Aku terlambat lagi. Lee kini akan pergi untuk selama\-lamanya...Padahal tinggal sedikit lagi, tapi aku gagal lagi.”Kata SKY menyesal.



Setibanya di Bandara Blagnac, Pak Park menelpon Antonio.



“Halo..Apa ini dengan Pak Antonio Fernandez?” Tanya Pak Park.



“Ya, ada yang bisa kubantu, pak?”Tanya Antonio.



“Apa benar anda Adiknya Vinnie?”Tanya Pak Park.



“Susah untuk jujur. Tapi memang benar, kok.”Jawab Antonio.



“Saya Kepala Panti Asuhan Chung\-Guyok yang telah mengasuh Lee Shou Jin, anaknya Vinnie. Sebagai pamannya Lee, Apa bapak bersedia untuk mengasuhnya sampai dewasa?”Tanya Pak Park.



“Serahkan saja padaku, biar kuasuh anaknya Vinnie.”Jawab Antonio.



“Baiklah. Sekarang Lee ada di Bandara Blagnac, Toulouse. Tolong jemput dia.”Perintah Pak Park.



“Siap,pak.”Jawab Antonio.



Antonio kemudian menjemput Keponakannya di Bandara Blagnac. Sesampainya di Bandara, Antonio dihampiri oleh Pak Park.



“Jadi ini Anaknya Vinnie. Kenalkan, nama Paman adalah Antonio Fernandez. Mulai hari ini, Paman yang akan mengasuhmu.”Salam Antonio.



“Perkenalkan, namaku Lee Shou Jin. Panggil saja aku Lee.”Jawab Lee.



“Kalau begitu Pak Park, Kami pamit dulu, ya.”Kata Antonio.

__ADS_1



“Tentu..sampai Jumpa..”Jawab Pak Park. Setelah saling bertemu, Pak Park pamit pulang Ke Pyongyang.


__ADS_2