Oscar Team

Oscar Team
End of Vinnie's Cabinet


__ADS_3

Di sebuah Pagi yang cerah, Tiba\-tiba Lucia dikejutkan oleh Bunyi Alarm HP nya. Lucia kemudian mematikan Alarm tersebut lalu membuka matanya. Seketika, Lucia baru menyadari dirinya dihimpit oleh 3 orang sekaligus.



Rupanya ke 3 orang tersebut adalah Suaminya beserta 2 Anaknya.



“Johnny, Leo. Bisa geser gak, sedikit. Ibu kehimpit, nih.”Kata Lucia.



Bukannya menyingkir, Johnny dan Leo malah menyusu ke Ibunya sambil setengah tidur.



“Ya ampun, ribet amat sih ngurus mereka.”Keluh Lucia.



Lucia kemudian melepaskan pelukan kedua anaknya lalu meletakkan mereka keatas kasur.



“Sudah, sudah Nyusunya.”Kata Lucia.



Lucia kemudian memakai kembali Branya yang terlepas lalu bergegas untuk mandi.


Ketika Lucia beranjak keluar dari kasur, tiba-tiba sebuah Tangan memegang kaki Lucia.


“Tidur dulu lah, dulu. Nanti mandinya.”Kata Antonio sambil setengah tidur.



“Iih..lepasin!”Kata Lucia sambil melepaskan Tangan Antonio.



Lucia kemudian pergi Mandi. Setelah mandi, Lucia pergi ke Dapur untuk menyiapkan Sarapan. Harumnya bau Roti Croissant membuat Antonio terbangun. Antonio kemudian berlarian ke arah datangnya bau Tersebut.



“Wah...ada Craissant, bagi dong!”Minta Antonio.



“Pergi mandi dulu!”Perintah Lucia.



“Ayolah, sesuap saja.”Minta Antonio.



“Tak boleh, pergi mandi dulu!”Perintah Lucia.



“Ya sudah, deh. Ya sudah, deh. Aku mandi dulu.


Sisakan bagianku, ya...”Pesan Antonio.


“Ya, ya, ya.”Jawab Lucia.



Antonio bergegas pergi mandi. Ketika Antonio baru saja selesai memakai pakaian, Tiba\-tiba HP kakek John berbunyi.



“Kakek, kakek. Ada yang nelpon, nih.”Panggil Antonio.



Kakek John yang sedang tertidur, perlahan\-lahan membuka matanya.



“Angkat sajalah, bilang padanya kalau kakek tidak ada dirumah.”Kata Kakek.



Antonio kemudian mengangkat panggilan telepon.



“Halo, ini siapa ya?”Tanya Antonio.



“Ini ketua Umum PBB, Henry Wilson.



Apa saya bisa bicara dengan Ketua Umum UNICEF?”Tanya Bos Henry.



“Oh, Bos Henry. Ini dengan Ketua Umum ICTF, Antonio Fernandez.”Jawab Antonio.



“Antonio. Apa disana ada Kakek John?”Tanya Bos Henry.



“Dia tidak ada dirumah.”Jawab Antonio.



“Benarkah?”Tanya Bos Henry.



“Ya, dia baru saja bilang padaku.”Jawab Antonio.



Kakek John, tiba\-tiba terbangun karna terkejut mendengar yang dibilang oleh Antonio lalu ia langsung merebut HP dari tangan Antonio.



“Dasar pengadu, sini Hpku!”Kata Kakek John.



“Halo Bos, Ini aku John Fernandez. Ada yang bisa kubantu, bos?”Tanya Kakek.



“Hari ini kau harus datang ke Kota New York untuk memperingati Hari Anak Sedunia.” Kata Bos Henry.



“Bukannya Hari Anak Sedunia itu tanggal 20 November?”Tanya Kakek John.


__ADS_1


“Kini tanggal 20 November.”Jawab Bos Henry.



“Oke, baiklah. Aku akan ke sana.”Jawab Kakek John sambil menutup Telepon.



“Jadi, apa kakek Tetap akan pergi ke Amerika?” Tanya Antonio.


“Gak, kakek masih ngantuk.”Kata Kakek John sambil merebahkan kembali Tubuhnya.


“Ya sudah. Aku pergi makan dulu, kek.”Kata Antonio.



“Memang ada apaan di Dapur?”Tanya Kakek John.



“Roti Croissant dengan Madu.”Jawab Antonio.



Tiba\-tiba saja Kakek John sudah sampai duluan di Dapur.



“Asik...Roti Croissant..”Girang Kakek John.



“Silahkan dinikmati.”Kata Lucia.



Kakek John dan Antonio makan dengan Lahapnya. Setelah kenyang makan, tiba\-tiba Kakek John mendapatkan Pesan WhatsApp dari Boss Henry.



“Jangan sampai terlambat datang, atau kau akan kupecat!”Ancam Bos Henry.



“Hadeh...tampaknya kakek Harus tetap pergi deh ke Amerika.”Kata Kakek John.



“Gimana kalau kuantar saja ke Bandara. Kebetulan aku juga mau ke Bandara.”Ajak Antonio.



“Baiklah, Ayo Kita Pergi.”Ajak Antonio.



Antonio kemudian mencium bibir Istrinya dan kedua Anaknya.



“Kami pergi dulu ya...Tolong jaga Johnny dan Leo.” Pesan Antonio.



“Hati\-hati dijalan ya...”Kata Lucia. “Ya...”Jawab Kakek John.



Antonio kemudian pergi mengantarkan Kakek John ke Bandara Kota Toulouse. Ketika sampai di Bandara, Antonio dan Kakek John berpisah.



Antonio pergi naik Pesawat ke kota Honolulu, Hawaii sedangkan Kakek John pergi naik Pesawat ke kota New York, Mannhatan. Ketika sampai di Kota New York, Kakek John bergegas pergi ke Kantor UNICEF.




Hari anak Sedunia diisi oleh berbagai macam acara, seperti misalnya Lomba menggambar, Lomba menyanyi, Lomba menari, hingga Lomba bermain Puzzle. Kakek John diminta untuk mengisi Acara Pertama yaitu Stand Up Comedy.



Dalam melawak, Kakek John ditemani oleh 2 Maskot Lucu yaitu Doraemon dan Sonic si Landak. Ketika Kakek John baru selesai melawak, Tiba\-tiba seseorang menyuntikkan Bius ke Punggung Kakek John. Kakek John tiba\-tiba kehilangan keseimbangan dan terjatuh.



Beruntung Doraemon dan Sonic segera menangkap Badan Kakek John.



“Woa..Woa..Woa..Kakek. Apa kakek baik\-baik saja?”Tanya Doraemon.



“Sonic. Tolong bawa Kakek ke Belakang.”Kata Doraemon.



"Ok, Doraemon"Jawab Sonic.



“Anak\-anak. Kami benar\-benar minta maaf atas ketidaknyamanannya. Tapi saat ini, Si Kakek sedang tidak enak badan. Makanya Sonic membawanya ke Belakang agar Si Kakek dapat beristirahat Total.”Kata Doraemon.



“Jadi, sambil menunggu Kakek John sehat kembali, Gimana kalau kita menonton Film Kartun dulu. Kita menonton Film Doraemon Versi Terbaru.”Ajak Doraemon.



“Asik...”Sorak anak\-anak.



Doraemon kemudian mengambil Kaset Spongebob Squarepants Episode Red Mist dari dalam Kantong Ajaibnya lalu memutar kasetnya.



“Kak Doraemon permisi sebentar, ya. Mau buang air kecil dulu. Kalian nontonlah dulu, Nanti Kak Doraemon kembali.”Kata Doraemon.



Doraemon kemudian meninggalkan Pentas dan langsung membuka Kostum Kepalanya. Rupanya orang dibalik Kostum tersebut adalah Terrorist Adolf Emmerson.



“Haduh...panasnya di dalam Kostum ini.”Kata Adolf.



Adolf kemudian menelpon Shen untuk menanyakan hasil rencananya.



“Shen. Apa kau sudah menangkap Kakek Tua itu?”Tanya Adolf.



“Sudah Bos. Nih, aku lagi mengikatnya. Bersiap untuk dikirim.”Jawab Shen.

__ADS_1



“Bagus. Kirim Kakek John ke Markas. Setelah itu, Bantu aku mengangkut semua anak\-anak ini!”Kata Adolf.



“Siap Bos!”Jawab Shen.



Adolf segera membuka Kostum Doraemon lalu menggantinya dengan Baju Kaos.Sementara itu, semua anak\-anak yang tengah menonton, mentalnya sudah mulai Terpengaruh akibat Lagu Gloomy Sunday dalam Film Red Mist.



Semua anak\-anak diam mematung. Kedua Bola mata mereka Melotot dan mulutnya menganga.


Wajah anak-anak menunjukkan Ekspresi takut yang teramat sangat. Semuanya mulai terdiam setelah menonton Film tersebut.


Seorang Security UNICEF yang tengah berpatroli, tidak sengaja menemukan Anak\-anak.



“Kenapa dengan anak\-anak ini?”Tanya Security penasaran.



Kemudian Security mencoba melihat apa yang sedang anak\-anak. Seketika Security langsung memalingkan mukanya dari layar karna takut melihatnya.



“Alamak...seramnya...Pantesan anak\-anak ini dari tadi menganga terus. Ini sudah keterlaluan, aku harus menghubungi ICTF.”Kata Security.



“Halo Antonio.”Panggil Security.



“Ya.Ada yang bisa kubantu, pak?”Tanya Antonio.


“Keadaan Darurat di Kantor UNICEF. Seluruh Anak-anak disini menjadi Gila karna Gloomy Sunday..”


Belum sempat Security selesai bicara, Tiba\-tiba Kepala Security Tertembak oleh Adolf Emmerson.



“Jangan seenaknya bicara!”Kata Adolf.



“Halo..Halo.. Pak, apa kau bisa mendengarku?”Tanya Antonio.



Adolf kemudian mengangkat Telepon Security tersebut.



“Halo apa kabar..”Sapa Adolf.



“Baik. Siapa ini?”Tanya Antonio.



“Kau tidak perlu tau siapa aku. Biar kujelaskan apa yang belum sempat dibicarakan Pak Security.”Kata Adolf.



“Jelaskan!” Perintah Antonio.



“Saya baru saja menangkap 5000 orang anak\-anak. Rencananya, Saya akan membawanya untuk Dijual.



Jika kau tidak mau mereka dijual, Setorkan kepadaku uang minimal 100.000 Euro!”Kata Adolf.



“Bangsat lu Matre!! Aku takkan mau nyetor uang untukmu! Bisa atau tidak bisanya, Kami akan tetap menyelamatkan Anak\-Anak!!”Kata Antonio sambil menutup Telepon.



Adolf kemudian menelpon Shen kembali. “Shen, cepat datang kemari! Kita tidak punya waktu lagi. Bantu aku membawa Anak\-Anak!”Perintah Adolf.



“Baik, Bos. Aku akan segera kesana.”Jawab Shen.



Shen kemudian bergegas menemui Adolf. Disana, Adolf dan Shen memasukkan para anak\-anak kedalam peti lalu mengangkut mereka menggunakan beberapa Truk Dumper Sewaan.



Truk Dmper sewaan tersebut rencananya akan pergi ke Bandara. Setelah berjam\-jam naik Pesawat, ICTF akhirnya Sampai di Bandara Kota New York.


ICTF langsung bergegas masuk ke mobil menuju Kantor UNICEF sedangkan Adolf dan Shen tengah pergi Bandara.


“Sial, tak kusangka ada orang yang memeras kita menggunakan Anak\-Anak sebagai Alasannya.”Kata Michael.



“Pokoknya, pelaku dari Kasus ini harus di hukum seberat beratnya.”Jawab Riley.



“Ya, ya, Kita sama\-sama membenci orang tersebut. Pokoknya yang lebih penting, fokus dahulu ke Jalanan! Kita ada di Jalan Tol, nih!”Protes Antonio.



“Ya, bang. Ya, bang. Kami mengerti.”Jawab Michael dan Riley.



ICTF terus memacu mobilnya untuk mengejar sampai Ke Kantor UNICEF. Sementara itu dari arah Barat Jalan Tol, terlihat 10 Buah Truk Dumper yang mengangkut 5000 anak\-anak melaju dengan kecepatan 357 Km/jam melawan arah Jalan Tol.



Harry dan Justin yang tengah asik ngobrol sambil berkendara, tidak mengetahui datangnya 10 Truk dari arah depan. Tiba\-tiba sebuah kecelakaan terjadi. 10 Buah Truk Dumper tidak sengaja menabrak ke 16 Mobil ICTF sehingga membuat kemacetan sepanjang 10 km.



Shen terlempar ke Rel Kereta Api dan kakinya tersangkut di dalam rel. Tak lama kemudian, datanglah Kereta Api lalu menabrak Shen yang tidak sempat menyelamatkan diri. Shen mati tertabrak kereta Api.



Otaknya Pecah, Tulang\-Tulangnya Remuk\-remuk, dan darahnya berceceran di Rel Kereta. Sementara si Adolf sekarat di atas kursi Supir Truk. Anggota ICTF yang masih bisa bergerak, langsung menodong kepala Adolf.



Beruntung, Adolf berhasil menyelamatkan diri dari kejaran ICTF. Adolf melihat seseorang pria yang mengendarai Sepeda motor. Adolf langsung meninju kepala orang tersebut lalu mencuri Sepeda Motornya. Adolf melarikan diri ke arah Bandara lalu pulang kembali Ke Busan, Korea Selatan.



ICTF membantu Korban kecelakaan sekaligus memperbaiki Arus Lalu Lintas. Para Anak\-Anak yang masih terpengaruh Lagu Gloomy Sunday, dibawa oleh ICTF ke Psikiater untuk diobati. Korban kecelakaan yang meninggal dunia segera dibawa untuk dimakamkan.

__ADS_1



Sedangkan korban yang selamat segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Setelah tragedi kecelakaan tersebut, ICTF memasukkan nama Adolf Emmerson kedalam Daftar Pencarian Orang Buronan Internasional seharga 10 Juta Euro.


__ADS_2