
Pada tanggal 18 September 2025, Vinnie Syarif melangsungkan Upacara Pernikahannya dengan gadis yang baru ia kenal di Rumah Sakit, Himiko Yamuna. Pernikahan mereka berjalan dengan meriah dan dihadiri oleh seluruh Kerabat Himiko.
Namun, ada yang terasa aneh. Tidak ada kerabat maupun keluarga Vinnie yang datang. 4 bulan kemudian, Vinnie tiba\-tiba teringat para anak buahnya yang ia tinggalkan selama Perang Dunia ke 3. Vinnie mencoba menelpon Steve.
“Halo ini siapa ya?”Tanya Steve.
“Halo ini Bos Vinnie.”Jawab Vinnie.
“Eeh,, Bos Vinnie masih hidup? Bukannya Bos sudah mati?”Tanya Steve.
“Siapa yang bilang gue mati?!”Tanya Vinnie.
“Semua orang Bos. Cobalah lihat di Berita, itu kini yang menjadi Trending Topic International.”Kata Steve.
Vinnie kemudian memeriksa Berita CNN International dan hasilnya seluruh dunia memberitakan Vinnie telah meninggal.
“PBB menyatakan Vinnie telah meninggal dan Tim Merah telah dibubarkan.” Begitulah Judul Berita di CNN.
“Dasar PBB kampret!! Seenaknya saja kalian nyebar Hoax tentangku!”Kata Vinnie dalam hati.
“Steve, dimana seluruh Pasukan kita?”Tanya Vinnie.
“Kami semua tengah berada di Bunker Rahasia. Bos, kami telah berhasil menangkap 40 Tentara Tim Biru. Kami Berencana ingin menjadikan mereka sebagai Kelinci Percobaan Manusia Cyborg. Tapi Bos, Kita kekurangan dana Untuk Proyek tersebut.
Kata Pak Adolf, kita butuh dana sekitar 5000 Euro untuk membuat 1 buah OS, sedangkan OS yang kita butuhkan ada 40 buah. Bagaimana jadinya ini Bos?”Tanya Steve.
“Minggu depan kita akan mencari Uangnya. Sekarang saya punya masalah.”Kata Vinnie.
“Apa itu Bos?”Tanya Steve. “Besok tanggal 14 Februari, Saya akan berbulan Madu dengan Himiko sekaligus merayakan Kehamilan Istriku.”Kata Vinnie.
“Eh..Bos menikah lagi?”Tanya Steve.
“Katakan pada Jenderal Lynch, kalau saya menikah lagi.”Kata Vinnie.
“Nggak bisa bos.”Jawab Steve.
“Lho, kok gak bisa?”TanyaVinnie.
“Jenderal Lynch telah meninggal 4 bulan yang lalu.”Kata Steve.
“Terus, bagaimana dengan Pemimpin Tim Merah lainnya?”Tanya Vinnie.
“Ada yang meninggal dan ada yang masih hidup. Yang masih hidupnya, sedang berada di Bunker, Bos.”Kata Steve.
“Sudah dulu, ya. Lusa depan Bos akan kesana.”Kata Vinnie sambil menutup telepon.
“Ok, Bos.”Jawab Steve.
Vinnie kemudian dipanggil Himiko.
“Vinnie\-kun...Makan malam sudah siap.”Kata Himiko.
“Ya, tunggu sebentar.”Jawab Vinnie.
Vinnie bergegas menuju dapur.
“Nah..., Kujira dan Guzouni nya sudah siap.” Kata Himiko.
“Wah, enak nih..”Kata Vinnie.
Saat tengah makan malam, Vinnie bertanya sesuatu pada Himiko.
“Himiko. Kau ingat kan sewaktu kita menikah, kita pernah berjanji untuk tidak merahasiakan apapun.”Kata Vinnie.
“Ya, terus kenapa?”Tanya Himiko.
“Aku sebenarnya punya sebuah rahasia yang kujaga sejak pernikahan kita.”Kata Vinnie.
“Lho? Kamu sendiri yang membuat janjinya, malah kamu melanggarnya.” Kata Himiko ngambek.
“Iya, makanya sekarang aku mau menyebutkannya.”Kata Vinnie.
“Aku sebenarnya adalah Buronan PBB seharga 12 Juta Euro.”Kata Vinnie.
“Beneran nih?”Tanya Himiko.
“Kamu pernah dengar Berita tentang Pemimpin NAZI dan Tim Merah Komunis yang jatuh dari pesawat kan?”Tanya Vinnie.
“Tak pernah dengar.”Cibir Himiko.
Vinnie mengambil HP nya lalu membuka Google.
“Nah, coba liat.”Ajak Vinnie.
“Oh,, jadi Vinnie pernah masuk TV ya, Hebat!” Puji Himiko.
“Jadi, apa kamu masih tetap mau menerimaku yang seorang Buronan?”Tanya Vinnie.
“Kan itu Cuma dulu, kan?”Tanya Himiko.
“Gak, rencananya aku juga akan berbuat kriminal lagi.”Kata Vinnie.
“Kenapa?”Tanya Himiko.
“Cuma Dendam Pribadi.”Kata Vinnie.
“Dasar Tsundere, ayo ikut aku!”Ajak Himiko.
Himiko kemudian Membawa Vinnie ke atas Ranjang lalu kemudian mereka berhubungan Intim. Setelah puas berhubungan Intim, Himiko kemudian berkata kepada Vinnie.
“Vinnie. Seburuk apapun masa lalumu, aku akan tetap menerimamu. Dan kearah manapun jalan yang kamu tempuh, aku akan tetap menemanimu. Kalau kamu tidak mau memberi alasan yang logis, aku akan mengasih 1 Ronde lagi.”Kata Himiko.
__ADS_1
“Tidak, Kumohon Jangan! Aku sudah capek mainnya.”Kata Vinnie.
“Ayo katakan!”Desak Himiko.
“Kamu janji jangan marah, ya.”Kata Vinnie.
“Iya, iya janji. Katakan saja, aku tidak akan marah, kok. Kenapa kamu mau berbuat kriminal lagi?”Tanya Himiko.
“Dulu aku sempat menjadi Ketua Umum ICTF. Tapi 5 bulan kemudian, Aku dipecat oleh Ketua Umum PBB.”Kata Vinnie.
“Kenapa itu?”Tanya Himiko. “Karna aku selalu absen 5 bulan berturut\-turut.”Kata Vinnie.
“Pantesan, Dasar Pemalas!”Kata Himiko.
“Bukannya aku pemalas. Aku Cuma selalu bangun kesiangan. Kamu tahu kan kalau aku selalu sulit dibangunkan? Meskipun pakai alarm, aku tidak akan bisa bangun.”Kata Vinnie.
“Benar juga sih, sudah kucubit masih belum juga bangun. Tapi kalau dicium, langsung pada bangun. Dasar mesum!”Kata Himiko.
“Setelah aku dipecat, aku berniat untuk pulang ke rumah Ayahku di Frankfurt, Jerman. Ketika aku naik keatas Pesawat, tiba\-tiba terjadi Pembajakan Pesawat dan seorang Gadis kena Sandra. Kemudian aku menyelamatkannya, terus dia berterima kasih kepadaku.
Setelah itu dia mengajakku kerumahnya lalu aku melamarnya.”Kata Vinnie.
Tiba\-tiba Himiko mengambil Pisau lalu mengancam Vinnie.
“Dasar tukang selingkuh! Jadi kamu punya wanita simpanan lain.”Kata Himiko.
“Eh..tidak, tidak. Aku baru saja diberitahu oleh anak buahku kalau dia baru saja meninggal.”Kata Vinnie.
“Hoh..? Lanjutkan!”Kata Himiko sambil meletakkan Pisau kembali.
“Kemudian, setelah itu aku dan istri pertamaku bergabung kedalam Partai Komunis untuk melakukan Kudeta Terhadap Pemerintah Jerman. Setelah berhasil mengkudeta, aku diangkat menjadi Kanselir Jerman. Setelah itu aku berencana menginvasi berbagai negara agar menjadi Komunis sebagai bentuk balas dendamku ke PBB dan Terjadilah Perang Dunia ke 3.
Ketika aku berperang diatas Laut Cina Selatan, tiba\-tiba Pasukan KOPASKA menembak Pesawatku. Terus aku jatuh kelaut dan terdampar di Nagasaki.”Kata Vinnie.
“Jadi intinya?” Tanya Himiko.
“Apa kamu mau menemaniku mewujudkan cita\-citaku tersebut?”Tanya Vinnie.
“Tentu saja sayang...!!”Kata Himiko sambil memeluk Vinnie.
Keesokan Paginya, Vinnie dan Himiko bersiap\-siap pergi ke Bandara.
“Ayo kita pergi Liburan!”Ajak Himiko.
“Kamu pergi saja dulu, nanti aku nyusul.”Kata Vinnie.
“Ah...nggak mau ah.” Kata Himiko.
“Emangnya kamu mau pergi denganku yang masih belum mandi ini?”Tanya Vinnie.
“Ok..ok..kamu mandilah dulu.”Kata Himiko.
Himiko kemudian naik Taksi duluan dan pergi Ke Bandara sedangkan Vinnie pergi Mandi. Agar tidak mudah dikenal orang saat di Bandara, setelah mandi Vinnie memaikai Kumis Palsu dan menyisir rambutnya ke Kiri. Setelah siap berkemas, Vinnie pergi menyusul Istrinya di Bandara.
“Kamu siapa ya?” Tanya Himiko.
“Ini aku lho.”Jawab Vinnie.
“Siapa?”Tanya Himiko balik.
“Sudahlah ayo ikut aku!”Ajak Vinnie sambil menarik tangan Himiko.
“Tolong!! Ada om\-om Genit!”Teriak Himiko.
Teriakan Himiko membuat mereka menjadi pusat perhatian Bandara.
“Iya, iya ini aku Vinnie.”Kata Vinnie sambil membuka Kumis Palsunya.
Tiba\-Tiba Himiko tertawa. “Ha...ha...ha..Kumis apaan itu?! Kamu kelihatan kayak Pak Tua Bodoh.”Gelak Himiko.
“Himiko. Aku memakai Kumis ini supaya semua orang gak kenal sama aku.”Kata Vinnie.
“Kenapa?”Tanya Himiko.
“Kamu ingat kan, kalau ini adalah Buronan? Bisa\-bisa nanti mereka menangkapku.”Kata Vinnie.
“Oh, begitu ya.”Jawab Himiko.
Vinnie kemudian membawa Himiko ke dalam Bandara. Setelah membeli Tiket Pesawat, mereka berdua dihadang oleh Security.
“Berhenti! Sini kuperiksa barang Bawaan kalian!”Kata Security. Vinnie yang tidak ingin diperiksa, Tiba\-Tiba meninju Kepala Security lalu mengajak Himiko Kabur kedalam Pesawat.
“Ayo cepat ikut aku!”Ajak Vinnie.
“Woi tunggu kalian berdua!”Kata Security sambil mengejar Vinnie.
Vinnie dan Himiko akhirnya bisa lolos masuk kedalam Pesawat sebelum Pintu Pesawat Di tutup.
“Akhirnya selamat juga.”Kata Vinnie.
“Vinnie, kenapa tadi kamu langsung lari ke Pesawat?”Tanya Himiko.
“Karna aku membawa ini.”Kata Vinnie sambil menunjukkan senapan HK416 dan Anti Aircraft Shotgun.
“Pokoknya nanti akan kubuat Bulan Madu kita seromantis mungkin.”Kata Vinnie.
Ketika Vinnie dan Himiko telah sampai Di Okinawa, mereka pergi mencari Hotel terdekat.
“Akhirnya sampai juga.”Kata Vinnie.
“Konnichiwa. Apa masih ada kamar yang kosong bu?”Tanya Vinnie.
__ADS_1
“Maaf bapak, ibu. Semua kamar telah penuh.”Kata Petugas Hotel.
“Cari hotel lain yuk!”Ajak Himiko.
“Gak, pokoknya kita akan menginap disini!”Kata Vinnie. Vinnie kemudian mengajak Himiko ke salah satu Kamar Hotel lalu mengetok Pintunya.
“Permisi.”Salam Vinnie.
Ketika penghuni kamar tersebut membuka pintu, ia kaget ditodong oleh Vinnie.
“Kami minta maaf, apa boleh kami mengambil Kamarmu? Kalau tidak, akan kubunuh lho.”Ancam Vinnie.
“Ok, ok tapi Tolong jangan Bunuh aku!”Kata Penghuni Kamar.
“Sana Pergi!”Kata Vinnie sambil menendang bokongnya.
“Apa tidak apa\-apa tuh mengusir orang?”Tanya Himiko.
“Tidak apa\-apa kan? Lagipula aku ingin membuat Bulan Madu kita se Private mungkin.”Kata Vinnie.
“Okelah.”Kata Himiko. “Haduh... capeknya..Kalau mau mandi, mandilah dulu. Aku mau tidur.”Kata Vinnie.
Kemudian, Himiko duduk diatas Vinnie.
“Tunggu dulu, apa yang akan kau lakukan?”Tanya Vinnie.
“Nanti sajalah mandinya. Aku juga mau tidur.”Kata Himiko.
“Kalau mau tidur, kan bisa disamping. Kenapa harus diatasku?”Tanya Vinnie. “Aku tidak bisa tidur, jadi malam ini kamu akan meniduriku.”Kata Himiko.
“Tidak, tidak, tidak! Aku sudah capek banget malam ini, Besok sajalah mainnya.”Kata Vinnie.
“Eeh..tapi aku maunya sekarang.”Kata Himiko.
“Terserahlah mau kau apakan tubuhku. Pokoknya aku mau tidur.”Kata Vinnie.
“Ya sudah, deh.”Jawab Himiko.
Besok Paginya, Vinnie dan Himiko pergi ke Pantai Kira\-Kira.
“Ya ampun! Ramai banget ini.”Seru Himiko.
“Serahkan saja padaku!”Kata Vinnie.
Vinnie kemudian mengeluarkan senjata HK416 lalu menembak semua pengunjung yang ada di Pantai. Semua Pengunjung panik dan Berlarian. Cuma butuh waktu 2 menit saja,seluruh Pantai Kira\-kira kosong tiada sisa.
“Sip, akhirnya kosong juga.”Kata Vinnie.
“Terimakasih Sayang..”Kata Himiko sambil mencium Vinnie.
Salah satu pengunjung yang diusir oleh Vinnie kemudian mengadukannya kepada Polisi.
“Pak, saya melapor tadi ada orang Gila menembak\-nembakan Senjata Api ke berbagai arah.”Lapor Pengunjung.
“Dimana itu?”Tanya Polisi. “Pantai Kira\-Kira, pak.”Jawab Pengunjung. “Baiklah, saya akan kesana.”Kata Polisi.
15 menit kemudian, datanglah 6 orang Polisi ke Pantai Kira\-Kira.
“Wooi..kau! Ngapain kau ngusir semua orang disini? Ini tempat umum, tau?”Tanya Polisi. Vinnie diam saja dan langsung menembak\-nembak keenam polisi tersebut sampai mati. Gubernur Prefektur Okinawa yang mendengar keributan di Pantai kemudian mencoba meminta bantuan ICTF.
“Halo, bisa bicara dengan Ketua Umum ICTF?”Tanya Gubernur.
“Ya, dengan saya sendiri. Ada apa pak?”Tanya Antonio.
“Ada orang Gila mengamuk\-ngamuk di Pantai Kira\-Kira. Dia dengan sembarangan menembak\-nembak Pengunjung Pantai lalu mengusirnya.”Lapor Pak Gubernur.
“Anu, pak. Tapi pantai Kira\-Kira itu ada dimana, ya?”Tanya Antonio. “Prefektur Okinawa, Wilayah Kyushu, Jepang.”Kata Pak Gubernur.
“Ok, kami akan segera kesana.”Jawab Antonio. Sementara itu Di Pantai Kira\-Kira matahari sudah mulai tenggelam.
“Sudah malam deh, Ayo kita kembali ke Hotel.”Ajak Vinnie.
“Eh..Vinnie. Mana Kumis Palsumu?”Tanya Himiko. Vinnie kemudian memeriksa kumisnya dan rupanya kumisnya Hilang diterbangkan angin.
“Biarin aja deh, lagipula disini sudah tidak ada orang lagi.”Kata Vinnie. Vinnie dan Himiko kemudian Pergi Ke kamar.
“Kamu tidur saja dulu, Aku mau cari makan sebentar.”Kata Vinnie.
“Oke.”Jawab Himiko. Vinnie kemudian pergi ke Warung Ramen.
“Paman, aku pesan Ramen 1 porsi.”Kata Vinnie.
“Ok.”Jawab penjual Ramen.
Ketika Vinnie tengah makan Ramen, tiba\-tiba datang Antonio menodongkan M4A1 dari belakang.
“Jadi kau ya pelakunya, Tak kusangka kau masih hidup Vinnie.”Kata Antonio.
“Bisa nanti saja nembaknya? Aku sedang makan, nih.”Kata Vinnie.
“Tidak bisa, bodoh. Karna Ulahmu, 5000 pengunjung melarikan diri. Kuingatkan ya, Ini Pulau Wisata bukan Pulau Pribadi!”Kata Antonio.
“Berisik!”Kata Vinnie. Vinnie kemudian melemparkan Mi Ramennya ke Muka Antonio.
“Aduh,panas!”Teriak Antonio.
Vinnie bergegas pergi ke Hotel lalu membawa Himiko pergi ke Bandara.
“Maafkan aku Himiko, tapi kita harus pergi.”Kata Vinnie.
“Sialan!Tunggu apa lagi, Cepat tangkap dia!”Perintah Antonio.
__ADS_1
Pasukan ICTF pergi mengejar Vinnie dan Himiko, namun mereka terlambat. Vinnie dan Himiko telah pergi duluan naik Pesawat ke Alaska.