Oscar Team

Oscar Team
HOAX


__ADS_3

Semenjak penandatanganan Surat Perjanjian damai tanggal 05 April 2042, perang saudara Britania Raya berakhir sudah. Amerika Serikat, Irlandia dan Inggris sepakat untuk berdamai dan tidak akan mengungkit masalah ini lagi.



Dalam pidatonya di depan Istana Buckingham London, Raja Williams mengajak seluruh rakyatnya agar tidak mudah terpengaruh dengan berita HOAX yang beredar di media sosial agar perang saudara tidak terjadi lagi.



Sampai saat ini, kedua pelaku Provokator perang Saudara Britania Raya masih tengah diburu oleh SAS. Kedua Provokator tersebut tak lain bernama Charlie Harrison dan kembarannya, Charles Harrison.



Bukan hanya mereka berdua saja yang menjadi dalang Provokator, kedua anak dan keduanya Istrinya pun terlibat menjadi dalang.



Selain itu, Raja Williams juga memberitahukan bahwa Bulan Juni depan, Inggris resmi menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2042. Masyarakat Inggris sangat Antusias dalam menyambut Piala Dunia. Memang kapan lagi Inggris menjadi tuan rumah Piala Dunia?



Inggris berhasil menyingkirkan 2 kandidat calon Tuan Rumah lain, seperti Islandia dan Korea Selatan. Sebenarnya pengumuman ini telah diumumkan oleh FIFA pada 4 Tahun lalu. Namun karna untuk mengingatkan sekali lagi, Raja Inggris memberi pengumuman ulang.



Demikianlah pidato singkat yang diumumkan oleh Raja Inggris. Melihat rencananya gagal dalam memecah belah negara Inggris, Charlie dan Charles menyiapkan rencana B.



Dalam rencana B ini, Charlie dan Charles tidak melibatkan seluruh negara Inggris lagi. Melainkan seluruh anggota Uni Eropa akan terlibat perang Saudara. Dalam melancarkan misinya, Charlie meminta bantuan Ketua Umum Uni Eropa, Lorenzo Bernoulli.



"Halo pak Lorenzo, Ini dengan Charlie Harrison."Panggil Charlie.



"Ya, ada apa Charlie?"Tanya Lorenzo.



"Rencana A kita telah gagal, saatnya Rencana B."Jawab Charlie.



"Baiklah, Temui aku di Pisa besok. Kita akan membuat Berita HOAX paling Kontroversial."Panggil Lorenzo.



"Siap, pak."Jawab Charlie singkat.



Keesokan paginya tanggal 06 April 2042, Charlie dan Charles beserta keluarganya pergi menemui Lorenzo di Kota Pisa.



"Ciao..Bos Lorenzo..."Sapa Charles.



"Ciao...Charlie, Charles."Balas Lorenzo.



Begitu setelah menyambut kedatangan Charlie dan Charles, Lorenzo malah mengajaknya Tur keliling Kota Pisa.



"Selagi kalian telah sampai disini, Ayo kita keliling dulu. Disini ada banyak Objek Wisata."Ajak Lorenzo.



"Tapi, bukannya kita kesini untuk Rapat?"Tanya Charlie.



Lorenzo tidak menjawab dan malah menarik tangan Charlie dan Charles. Lorenzo membawa mereka masuk kedalam Bus Wisata.



"Pak, antarkan kami ke menara Pisa."Kata Lorenzo. "



Siap, pak."Jawab Supir.

__ADS_1



Bus Pariwisata membawa mereka ke Menara Ketedral Pisa. Sesampainya disana, Lorenzo menyuruh Charlie dan Charles untuk berfoto dengan Latar Menara Pisa.



"Coba kalian berfoto disana, Didepan Menara Pisa."Ujar Lorenzo.



"Begini, ya Bos?"Kata Charlie dan Charles sambil membentuk Lambang Jari Peace.



Tidak lupa, Lorenzo menampakkan Latar Menara Pisa dibelakang Charlie dan Charles.



"Bos, kita apakan foto ini?"Tanya Charles.



"Kita edit menggunakan Photoshop. Charlie, apa kau punya foto Big Ben?"Tanya Lorenzo.



"Punya, kok."Jawabnya memberi foto Big Ben.



Lorenzo mengambil Laptop didalam tasnya lalu mulai mengedit fotonya. Tidak memerlukan waktu yang lama, Foto Menara Pisa di samping Jembatan London dan Foto Big Ben di depan Istana Ketedral Paus Vatikan tercipta.



Selesai mengedit, Lorenzo menyerahkan Sebuah Surat kepada Charlie. Lorenzo meminta mereka berdua memberikan Surat tersebut kepada Raja Williams dari Inggris.



"Berikan surat ini kepada Raja Inggris, bilang padanya ini adalah Surat Hadiah dari Presiden Italia. Sudah kutiru Tanda Tangan sebaik mungkin. Sebelum memberikannya, kita pergi dulu ke Florence dan ke Paris."Ajak Lorenzo.



"Eh...pergi lagi?! Bukannya kita baru sampai?"Keluh Charles.




"Baiklah, Boss. Kita berangkat ke destinasi selanjutnya."Jawab Charles.



Lorenzo membawa sekeluarga Pencuri ke Kota Florence, Italia. Kebetulan pada hari itu Galleria dell'Accademia tengah tutup, menjadi kesempatan emas bagi Charlie dan Charles.



Mereka cuma mencuri Patung paling terkenal disana, Yaitu Patung David karya Michelangelo dari Zaman Renaissance tahun 1504.



Setelah berhasil mencuri tanpa ketahuan, Lorenzo dan Keluarga Pencuri melanjutkan Pencurian ke kota Paris. Di kota Paris, tepat di depan menara Eiffel, Lorenzo dan Keluarga Harrison berfoto bersama. Seolah\-olah sedang liburan Keluarga.



Perjalanan mereka dilanjutkan ke Piramida Kaca Louvre di Timur Kota Paris. Mereka berfoto di depan Piramida Louvre disertai dengan latar Air Mancur dan Museum Louvre di belakangnya. Setelah bersua foto di depan Piramida Louvre, mereka tidak ketinggalan untuk masuk kedalam Museum Louvre.



Meskipun tujuan sebenarnya untuk mencuri Koleksi Museum, namun Charlie dan Charles berakting menjadi Pengunjung Museum. Mereka punya trik Khusus dalam mencuri. Mereka datang dengan jalur Berbeda.



Lorenzo dan para Anak\-anak bertingkah seolah menjadi pengunjung Museum. Mereka kebanyakan bertanya mengenai Barang Museum kepada Penjaga Museum agar dapat mengalihkan perhatiannya dari Charlie dan Charles.



Sementara Lorenzo dan Penjaga sibuk berbicara, Charlie dan Charles mencuri Lukisan Monalisa dari arah belakang. Kemampuan Charlie dan Charles dalam mencuri memang patut diapresiasi. Tanpa terlihat dan meninggalkan sedikitpun barang bukti, Charlie dan Charles berhasil mencuri Lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci.



Tidak ketinggalan, Charlie dan Charles mencuri Lukisan "Liberty Leading the People" karya Delacroix, Lukisan "Baltasar de Catiglione" karya Raphael, serta Patung "Marcus Aggripa"dari Abad 25 SM.



Setelah dirasa cukup, Charlie dan Charles memasukkan barang curian kedalam mobil lalu melaporkan pada bosnya.

__ADS_1



"Bos Lorenzo, Tugas kami telah selesai. Setelah ini apa lagi?"Tanya Charlie.



"Arc de Triomphe, serta Patung The Thinker. Setelah itu kita ke Belanda, Jerman, Polandia, dan Russia."Jawab Lorenzo.



"Banyak amat...!"Keluh Charles.



"Kita kan Liburan Tour Eropa."Jawab Lorenzo.



Mereka pergi ke Arc de Triomphe serta Patung The Thinker Cuma sekedar untuk berfoto. Sebelum pergi ke negara selanjutnya, Lorenzo menyewa Helikopter dan Kapal Barang untuk memindahkannya ke London, Inggris.



Destinasi selanjutnya adalah Kota Eisenach, Jerman. Disana Charlie dan Charles mencuri Patung Martin Luther yang menjadi kebanggaan Sejarah Jerman.



Setelah berhasil mencuri Patung Martin Luther, Mereka mengirimnya ke Pelabuhan kota Amsterdam untuk diekspor ke London, Inggris.



Lalu Mereka melanjutkan pencuriannya ke kota Swiebodzin, Polandia. Disana, mereka mencuri Patung Kristus "Pomnik Chrystusa Króla".



Setelah dicuri, seperti biasa dikirim kembali Amsterdam. Begitu pula dengan destinasi selanjutnya, kota Volgorod, Russia.



Disana, mereka mencuri Patung Motherlands Calls \(Panggilan Tanah Air\) yang menjadi simbol Perjuangan Pejuang Russia dalam Perang Stalingrad antara Russia vs Jerman pada Perang Dunia ke 2. Setelah dicuri, Patung tersebut dikirim ke Kota Amsterdam, Belanda.



Tujuan terakhir dari Tour ini adalah kembali ke Amsterdam. Di Amsterdam, Keluarga Pencuri mencuri Kincir Angin De Groyer Windmill lalu mengirimnya ke Pelabuhan.



Setelah semua barang terkumpul di Pelabuhan, Saatnya diekspor ke London, Inggris. Tinggal ketinggalan juga, Lorenzo dan Keluarga Harrison juga ikutan menumpang Naik Kapal ke Inggris.



Lusanya, Charlie dan Charles mengenakan seragam Uni Eropa, pergi ke Istana Buckhingham, Inggris. Disana, mereka memberikan surat yang berisi Hadiah dari kepala negara\-negara Eropa. Hadiah yang dimaksud adalah Landmark dan Patung\-Patung terkenal dari Eropa.



Charlie dan Charles menyertakan Tanda Tangan Palsu setiap Kepala Negara supaya dapat mengecoh Raja.



"Yang Mulia Raja Inggris. Selamat, anda menerima Hadiah Istimewa dari anggota Uni Eropa. Silahkan ditanda tangani. Kami hanyalah Kurir yang diutus oleh Uni Eropa untuk memberikan hadiah."Kata Charlie.



Tanpa Pikir panjang, Raja Inggris menandatangani Surat tersebut dengan perasaan senang.



"Terima kasih atas hadiahnya...sebagai balasannya, Sampaikan salam Terima kasihku kepada Kepala Negara\-Negara yang mengirim Hadiah ini."Kesan Raja Williams.



"Siap, yang Mulia."Jawab Charlie dan Charles.



Setelah selesai memberi Hadiah, Charlie dan Charles melepas kembali topeng Sintetisnya lalu Pulang ke Vitzrovia. Raja Williams amat senang menerima hadiah yang diberikan Teman\-temannya tersebut.



Ribuan ucapan Terima Kasih diucapkan oleh Raja Inggris dalam akun Twitternya. Begitu pulangnya ke Vitzrovia, Charlie dan Charles melaporkan Hasil kerjanya ke Boss Lorenzo Bernoulli. Lorenzo memuji hasil kerja kedua Anak Buahnya.



Lalu saatnya rencanya selanjutnya, membuat Berita HOAX. Lorenzo mengumpulkan foto\-foto Jalan\-jalannya lalu mengedit seluruhnya dengan Latar kota Inggris menggunakan Photoshop. Setelah selesai diedit, Lorenzo memberitakan Banyak Ikon\-Ikon Di Uni Eropa yang hilang entah kemana.


__ADS_1


Lorenzo juga memberi petunjuk kepada Netizen lokasi keberadaan Ikon tersebut, yang tak lain berada di London, Inggris. Tidak butuh waktu berapa lama, Berita HOAX mulai menyebar di Google News dan menjadi Trending Topic Internasional.


__ADS_2