Oscar Team

Oscar Team
Tokyo Drift


__ADS_3

Besok Paginya, ICTF pergi ke Sekolah Drift di Distrik Nakano, Tokyo untuk mendaftar menjadi Murid.



“Jadi, kalian ber enam belas ingin menjadi Murid Sekolah ini?”Tanya Kenji.



“Benar pak Kepala Sekolah. Kami ingin belajar Drift.”Kata Antonio.



“Kalian harus di Test terlebih dahulu.”Kata Kenji.



“Eh..pakai Test Segala?”Tanya Carl.



“Iya lah. Aku ingin melihat kemampuan kalian dalam seni Drift.”Jawab Kenji.



“Tapi kami belum mengerti cara Drift.”Kata Carl.



“Makanya di Test dulu.”Jawab Kenji.



Kenji kemudian mentest Satu per satu Anggota ICTF. Dari semua Peserta Test, Hanya ICTF saja yang semua mobilnya hancur Penyok\-penyok akibat tabrakan.


Kenji kemudian mencoba memeriksa mesin mobil\-mobil ICTF.



“Pantesan kalian dari tadi gak bisa Drift.”Kata Kenji.



“Memangnya kenapa, Sensei?”Tanya Michael.



“Mayoritas dari Kalian menggunakan Mobil dan Mesin Buatan Italia. Hanya mobilnya Kevin yang cocok untuk Drift. Soalnya mobilnya buatan Jepang.”Kata Kenji.



“Terus, Bagaimana caranya agar bisa Drift?”Tanya Antonio.



“Kita akan mengganti Mesin Mobil kalian dengan Mesin Mobil Jepang. Ayo ikuti aku.”Ajak Kenji.



Kenji kemudian membawa ICTF kerumahnya lalu mengambil beberapa Mesin Mobil Jepang. Diantaranya Mitsubishi, Toyota, Mazda, dan Nissan.


Kenji kemudian mengganti mesin\-mesin mobil ICTF dengan mesin Mobil Jepang lalu memperbaiki Bagian yang Penyok. Setelah berhasil diperbaiki, Kenji mentraktir para Anggota ICTF untuk makan.



“Ayo kita pergi makan Ramen dulu. Besok Pagi kita sambung latihan Drift.”Kata Kenji.



“Siap, sensei..”Jawab ICTF.



Keesokan Paginya, ICTF kembali menjalani Latihan Balapan Drift. Latihan terus digelar setiap hari sampai ICTF pandai menguasai Seni Drift. 2 Minggu lamanya latihan, akhirnya ICTF berhasil mengalahkan Kenji dalam Latihan.



“Latihan kalian sudah cukuplah sampai disini. Kemampuan Balapan Drift kalian telah mulai berkembang.


Kalian sudah bisa menantang Pembalap lain untuk Duel Drift. Besok, pagi kalian akan menjalani Ujian Kelulusan. Persiapkan diri Kalian!”Kata Kenji.



“Siap Sensei!”Jawab ICTF. Besok pagi, ICTF pergi sekolah untuk Ujian. Semuanya telah duluan pergi, kecuali Shawn. Karna terlambat bangun tidur, Shawn terpaksa naik kereta listrik selanjutnya. Shawn pergi ke Stasiun Akihabara sendirian. Shawn memilih rute Akihabara\-Aoto, karna Stasiun Aoto adalah Stasiun terdekat ke sekolah.


Ketika Kereta berhenti di Stasiun Aoto, terlihat seorang gadis tidak sadar meninggalkan HPnya didalam kereta lalu turun begitu saja. Shawn segera mengambil HPnya lalu berlari menghampiri gadis tersebut.



“Tunggu, Mbak. Hpmu ketinggalan.”Panggil Shawn.



Lalu gadis tersebut menoleh kebelakang. “Maaf, aku lupa. Terima kasih.”Jawab Gadis tersebut.



Shawn kemudian menyerahkan HP tersebut.



“Ngomong\-ngomong Mbak mau kemana?”Tanya Shawn.



“Mbak? Tak usah panggil mbak, lagipula usiaku masih 16 Tahun. Panggil saja aku Yanami Arashi.”Jawab Yanami.



“Maaf. Kalau begitu Nami\-chan.”Kata Shawn.



“Kalau namamu?”Tanya Yanami.



“Shawn Hanson.”Jawab Shawn.



“Hari ini aku mau ke sekolah. Kau tau Sekolah Drift, kan? Disanalah Aku sekolah.”Kata Yanami.



“Benarkah? Berarti kita satu sekolah, dong.”Jawab Shawn.



“Kebetulan sekali, gimana kalau kita berangkat bersama\-sama?”Ajak Yanami.



“Yuk.”Jawab Shawn. Ketika sampai di Sekolah, Shawn dan Yanami bertemu dengan Tadashi yang baru selesai Latihan Drift.


Entah karena alasan apa. Sambil marah\-marah, Tadashi menghampiri Shawn.



“Eh...Kampret. Lu ngapain sama Pacarku?” Tanya Tadashi.



“Tadashi. Sudah hentikan! Dia hanya teman, Bukan Pacarku.”Jawab Yanami.



Shawn tiba\-tiba memotong pembicaraan Yanami dan Tadashi.



“Ya, aku ini Pacarnya Nami. Memangnya apa masalah buat Lu?”Tanya Shawn.



“Shawn, jangan ikut\-ikutan pula!”Kata Yanami. Tadashi kemudian menendang Perut Shawn hingga ia terjatuh. Shawn pun merintih\-rintih kesakitan.



“Shawn apa kau tidak apa\-apa?”Tanya Nami.



“Ukhuk....Ukhuk..Luka segini mah kecil.”Jawab Shawn.



“Kau Tadashi, Tak usah main Kasar! Kan sudah kubilang, dia itu hanya temanku.”Kata Nami.



“Heh..Jadi kau membela bocah ini, daripadaku?” Tanya Tadashi sambil menarik baju Yanami.



“Kampret..!”Teriak Shawn sambil memukul wajah Tadashi sampai berdarah. Ketika Shawn hendak menyerang untuk kedua kalinya, Tadashi menusukkan sebuah Pisau kedalam perut Shawn lalu ia merobek Perut Shawn keatas.


Shawn terjatuh kesakitan dan tidak sanggup untuk berdiri lagi. Tiba\-tiba datang kepala Sekolah ikut membubarkan Pertikaian tersebut. Tadashi mendapat Skors selama seminggu sedangkan Shawn dilarikan ke UKS. 2 Jam setelah peristiwa tersebut, Shawn terbangun diatas kasur.



“Dimana aku?”Tanya Shawn.



“Di UKS. Tadi Pak Kenji yang membawamu kesini.” Jawab Nami.



“Eh, nami. Apa yang kau lakukan disini?”Tanya Shawn.


__ADS_1


“Dasar Bodoh! Kenapa kau tadi nekat ikut campur urusanku? Aku khawatir, tau?”Tanya Nami.



“Ya, Aku sengaja kok melakukannya. Lagipula kau juga merasa terganggu olehnya, kan?”Tanya Shawn.


Yanami tiba\-tiba menangis,



“Sengaja? Dasar Bodoh, Dasar Bodoh!”Kata Yanami.



“Bukannya kamu belajar, kok gak masuk kelas?”Tanya Shawn.



“Bel Pulang telah berbunyi sejam lalu.”Jawab Yanami.



“Terus, Bagaimana dengan Ujian Tulisku?”Tanya Shawn.



“Pak Kenji tadi menyuruhku untuk memberimu ini.”Kata Yanami sambil memberikan Kertas Ujian.



“Katanya Ujiannya kerjakan di rumah kalau tidak sanggup sekolah.”Sambung Yanami.



“Terpaksa deh belajar lagi. Dah, sekarang kita pulang yuk. Hari sudah menjelang sore nih.”Ajak Shawn.



“Pulang kemana?”Tanya Yanami. “Kerumahmu lah. Lagian aku tak punya uang buat nyewa hotel.”Jawab Shawn.



“Duh...seenaknya saja.”Kata Yanami.



“Lagian. Boleh, kan?”Tanya Shawn.



“Iya, boleh.”Jawab Yanami.



Yanami kemudian membantu Shawn mencabut tali infus lalu pergi meninggalkan Sekolah. Shawn dan Yanami kemudian pergi ke Rumah Yanami di Distrik Nakano. Sesampainya disana, telah menunggu Seorang Pria berumur 40 an di halaman rumah.


“Eh..nami\-chan. Pacar baru,nih?”Tanya Yahiko.



“Ah..ayah, nih. Dia hanya teman, kok. Bukan Pacar.”Jawab Yanami.



Shawn kemudian menyalami Tangan Pak Yahiko.



“Kenalkan, Om. Nama saya Shawn Hanson, calon menantu om.”Salam Shawn.



“Menantu? Tapi kata Nami, Cuma Teman.”Tanya Yahiko.



“Dia itu Cuma malu mengungkapkannya Om, mohon do’a restunya.”Kata Shawn.



Yanami kemudian menyeret Tangan Shawn hingga kedalam Rumah.



"Eh..Nami, kenapa kau ini?".



"Sudahlah, ikut aku!".



“Pacaran boleh, Tapi jangan sampai kelewatan dulu, ya..”Pesan Yahiko.



“Siap, om...”Jawab Shawn.




“Sekarang kerjakan Ujiannya sendiri, aku mau mandi.”Kata Yanami. Shawn hanya menganggung lalu mengerjakan Ujian Tulis sendirian. 2 Jam kemudian, Shawn baru saja menyelasaikan Ujiannya. Ketika Shawn melihat Jam, rupanya Waktu telah menunjukkan pukul 18:47.



“Gawat..sudah magrib. Nami\-chan, Aku pulang dulu.”Panggil Shawn namun Yanami tidak menjawab.



Shawn kemudian bertemu dengan Yahiko di Ruang Tamu.



“Om, Nami\-chan mana?”Tanya Shawn.



“Oh..nami\-chan Sudah tidur duluan di kamar. Ada apa?”Tanya Yahiko.



“Bilang padanya, aku pulang dulu.”Pesan Shawn.



“Yakin bisa pulang sendiri? Distrik ini sarangnya Yakuza, lho. Om sarankan, jangan keluar malam\-malam!”Saran Yahiko. “Ya sudah, aku tidur disini saja.”Jawab Shawn.



“Malam nanti, kamu tidur sama Yanami ya. Soalnya semua kamar telah penuh. Kalau tidak mau, Di sofa saja.”Kata Yahiko.



“Baiklah, aku tidur dengan Minami.”Jawab Shawn. “Hehe...Selamat Malam.”Kata Yahiko.


“Selamat malam, om..”Jawab Shawn. Besok Paginya, Shawn menjalani Ujian Praktek Drift. Shawn berhasil mendapat nilai 82, Skor tertinggi dari seluruh anggota ICTF. Setelah Ujian Prakteknya selesai, Kenji mengumpulkan seluruh anggota ICTF untuk pengumuman Penting.



“Hari ini kalian akan diwisuda.”Kata Kenji.



“Terima Kasih atas bimbingannya selama ini, Sensei..!”Jawab seluruh anggota ICTF secara serentak.



“Sama\-sama.”Jawab Kenji.



Kenji kemudian memberikan sertifikat Kelulusan satu per satu. “Bang.



Setelah ini,apa yang akan kita lakukan terhadap Tadashi?” Tanya Agnez.



“Tentu saja kita akan menangkapnya. Pertama, akan kupancing terlebih dahulu emosinya.”Kata Antonio.



Besok paginya, ICTF pergi ke Kantor Pusat SONY untuk menutup Paksa Perusahaan Tersebut.



“Halo...”Sapa Antonio. “Ada yang bisa kubantu, pak?”Tanya Karyawan.



“Kami dari ICTF diperintahkan oleh WHO untuk menutup Paksa Perusahaan ini.”Kata Antonio.



“Tapi, pak. Apa yang telah kami perbuat?”Tanya Karyawan.



“CEO kalian telah melakukan Eksperimen Manusia Cyborg secara Illegal. Dan kami menemukan Kamera 42 Mega Piksel dengan merek SONY di Kedua Mata Korban. Ini sudah menjadi Bukti yang Paling Kuat.”Kata Antonio sambil menunjukkan Fotonya.



“Baiklah, pak. Kalau begitu, silahkan Tutup Perusahaan ini.”Kata Karyawan.


“Bukannya kalian akan menolak? Kalau toko ini ditutup, kalian akan kerja dimana?”Tanya Antonio.



“Kami akan mencari kerja lain. Kan masih banyak lapangan kerja yang lain.”Kata Karyawan.

__ADS_1



“Baiklah, kalau begitu.”Jawab Antonio.



ICTF kemudian menyita seluruh aset Perusahaan Sony lalu menyegel Perusahaan tersebut dari Luar. Saat senja kemudian, Tadashi pulang ke Kantornya setelah seharian bermain di Klub Diskotik. Tiba\-tiba Tadashi terkejut melihat Perusahaannya telah ditutup.


“Kampret...Siapa yang melakukan ini?”Tanya Tadashi histeris.



Kemudian Tadashi melihat sebuah Koran tergelatak di atas Tanah. Isi berita utamanya adalah:



“SONY melakukan Proyek Eksperimen Manusia secara Illegal. ICTF menutup paksa perusahaan tersebut, dan seluruh Karyawannya dipecat.”



“Dasar Munafik..Padahal mereka sudah berjanji untuk merahasiakannya. Ingatlah kalian ICTF, akan kubalas perbuatan kalian Besok.”Kata Tadashi.



Besok paginya, Tadashi pergi menemui ICTF di acara Festival Budaya Pulau Oshima.



“Woi, Antonio. Kenapa kau menutup Perusahaan SONY, kan kau sudah janji untuk merahasiakannya.”Kata Tadashi.



“Janji, kapan Ya?”Tanya Antonio.



“Jangan pura\-pura lupa lu..”Kata Tadashi.



“Tadashi.Kami tidak bisa berjanji untuk menutup Kejahatan. Yang namanya kejahatan harus tetap ditindak, apapun Alasannya.”Kata Antonio.



“Anjing!!”Kata Tadashi.



Tadashi lantas memukul wajah Antonio sehingga membuat Wajahnya berdarah. Antonio pun terjatuh ke atas Tanah, dan langsung membuat semua orang di Festival tersebut terkejut. Seketika, anggota ICTF yang lain menodongkan senjatannya ke Tadashi.



“Kalau kau ingin membuat keributan, jangan disini. Disini adalah Festival Budaya.”Ancam Michael.



“Oke, gimana kalau kita selesaikan dalam Balapan Drift? Aku juga ingin melihat sejauh mana kemampuan kalian.”Tanya Tadashi.



“Ok, bagaimana Rute balapannya?”Tanya Michael.



“Kita akan balapan menuruni Gunung Mihara dari Puncak sampai dasar. Siapa yang mencapai dasar Gunung duluan, dia yang akan menang. Jika aku menang, Kalian harus mengembalikan Perusahaan SONY dan Pergi dari sini. Jika aku kalah, Kalian boleh menangkapku.”Kata Tadashi.



“Ok, siapa takut.”Jawab Michael.



“Pilih oleh kalian, salah satu yang akan melawanku nanti.”Kata Tadashi. “Baiklah, kami akan memilih Shawn untuk mewakili kami.”Kata Michael.



“Eh Bang, kok Aku sih?”Tanya Shawn.



“Asal pilih saja.”Jawab Michael.



Tiba\-Tiba Riley langsung memukul kepala Michael.



“Dasar Bodoh!! Terus, kalau kita kalah gimana?”Tanya Riley.



“Aduh..Sakit. Gak usah dipukul juga kali.”Kata Michael. Antonio kemudian bangun dari pingsannya.



“Michael benar. Shawn memang cocok untuk Balapan ini. Meskipun mobilnya adalah mobil Lamborghini, tapi dia memakai mesin Mitsubishi. Jika dilihat dari hasil nilai Ujian kelulusan, Shawn mendapatkan nilai Tertinggi dari kita semua. Tidak ada alasan lain untuk menolaknya.”Kata Antonio.



“Baiklah, kalau kalian semua menginginkanku. Aku bersedia.”Kata Shawn.



Balapan Drift pun dimulai antara Shawn Hanson melawan Tadashi Amada dari Puncak Gunung Mihara hingga dasar Gunung. Shawn mengendarai mobil Lamborghini Veneno sedangkan Tadashi menggunakan Mobil Nissan GTR R35.



“1...2...3..Mulai.”. Tadashi memulai memimpin Balapan, sedangkan Shawn jauh tertinggal dibelakang. Shawn mencoba untuk memotong Tadashi dari Samping kanan.



Ketika Mobil Shawn berada disamping Tadashi, Tadashi mendorong mobil Shawn ke Samping sehingga membuat Shawn Terjatuh ke Jurang.



“Matilah, kau!”Kata Tadashi.



Mobil Shawn Terjatuh ke dalam Jurang dan mendarat Tepat di Garis Finish. Shawn berhasil selamat dari kecalakaan tersebut dan dinyatakan sebagai Pemenang balapan. Sementara itu, Tadashi masih saja memacu mobilnya menuruni Gunung dengan perasaan Bangga bahwa ia adalah Pemenang. Ketika sampai di Garis Finish, Tadashi terkejut melihat semua orang menyoraki sambil menggendong Shawn.



“Hore..Shawn Menang!!”Sorak ICTF.



Dengan perasaan kesal, Tadashi mendatangi Shawn.



“Woi, dasar Curang. Berani kau berlaku curang dengan menjatuhkan diri ke Jurang!”Kata Tadashi.



“Justru kau sendiri yang mendorongku kesana.” Jawab Shawn.



“Mana mungkin aku akan berbuat curang seperti itu.”Kata Tadashi.



“Kan tadi gak ada peraturan boleh atau tidaknya jatuh ke Jurang. Jadi, Shawn tetap menang.”Kata Riley.



“Oi..Jalang! Lo jangan asal buat peraturan, ya. Gunung dan pulau ini adalah Milikku dan berada diwilayah Yakuza. Jadi aku berhak membuat peraturan sebebas\-bebasnya. Kalau lo berani macam\-macam samu aku, akan kuperkosa kamu!” Ancam Tadashi.



“Coba kalau kau bisa.”Kata Riley.



“Dasar Jalang!!”Kata Tadashi sambil menarik Baju Riley.



Riley membenturkan kepalanya ke kepala Tadashi dan langsung menjatuhkan Wajah Tadashi ke atas Tanah. Akibatnya Wajah Tadashi mengalami Luka berdarah.



“Kampret...Anak Buah, Tangkap mereka!”Perintah Tadashi.



“Ayo kita kabur!”Ajak Riley.



ICTF kemudian pergi melarikan diri dari kejaran Tadashi. Tadashi dan Para Anak Buah masuk ke mobil mereka masing\-masing lalu mengejar ICTF. Tadashi mengejar yang paling di belakang duluan, Yaitu Agnez.



Tadashi menaikkan kecepatan mobilnya dan mencoba mendekati mobil Agnez dari Samping. Tadashi kemudian mengambil Pistol Five Seven dari sakunya dan menembak Agnez dari Samping. Agnez menyadari hal tersebut lalu merundukkan kepalanya kebawah. Tadashi ingin menembak sekali lagi, namun pelurunya habis dan dia lupa membawa Pluru Cadangan.



“Sial, pluruku habis pula lagi.”Kata Tadashi.



Tadashi kemudian menabrakkan mobilnya kesamping kiri tepat ke Mobil Agnez. Agnez tetap mencoba bertahan dari hantaman mobil Tadashi. Berkali\-kali Tadashi menabrakkan mobilnya ke Mobil Agnez, namun masih tetap bertahan.



Untuk yang ke 10 kalinya, Tadashi menghantamkan mobilnya ke Mobil Agnez dengan sangat keras sehingga membuat Agnez terlempar ke luar mobil. Ketika Agnez tengah terlempar, dengan cepat Agnez mengambil Pistol Desert Eagle lalu menembak Kepala Tadashi dari Samping Kaca kiri Mobilnya.


__ADS_1


Tadashi mati tertembak dibagian kepala, sedangkan Agnez mengalami Cidera Ringan akibat terjatuh. Meninggalnya sang Bos membuat para Anak Buah Tadashi takut kepada ICTF sehingga membuat mereka lari ketakutan. ICTF pun berhasil menuntaskan misi Membunuh Tadashi Amada.


__ADS_2