Pahat Hati

Pahat Hati
Kabar mengejutkan


__ADS_3

Dicky dan Cherry jadian? Semua mempertanyakan hubungan keduanya. Sementara Dicky seolah tak peduli dengan segala macam pembicaraan disekolah, ia tetap berjalan santai sambil menggandeng tangan Cherry dan mengantarkan gadis itu hingga kelasnya.


“aku ke kelas dulu ya.” Ucap Dicky mesra tepat didepan pintu kelas Cherry.


“suit...suit..” teman sekelas Cherry mulai heboh.



“DIEM!!!” teriak Cherry seperti hendak mengeluarkan taringnya, membungkam suitan teman sekelasnya. “sono pergi. Nggak usah bikin sensasi pagi \- pagi.” Ucap Cherry ketus.



“aah nyebelin banget sih tuh cewek.” runtuk Debby melihat kemesraan keduanya.



“super rese’.” Ucap Dinda dan Rere serempak.



“aku nggak terima. “ucap Debby lagi.



“iya, lagian yang cocok sama Dicky kan kamu. Namanya aja sama, DD, Debby Dicky.” Ujar Dinda



“setuju.” Ucap Rere.



“eh Cherry asem, stop.” Debby mencegat Cherry yang hendak keluar kelas.



“apa?” ucap Cherry gelak.



“berani \- beraninya kamu deketin Dicky.” Ucap Debby kesal.



“emang kamu apanya Dicky sih. Rempong amat. Nyokap bukan, pacar bukan, heran aku.”



“jadi kamu berani sama kita? Geng RoyalGirls.” Rere menyebut nama geng mereka yang ditakuti anak \- anak seantero sekolah.



“jadi aku harus bilang takut gitu? aku nggak takut sama geng kopi kayak kalian.”



“geng kopi? kurang ajar kamu ya.” Rere hendak memukul Cherry.



“hei apa \- apaan ini.” Ternyata suara bu Erlina guru seni yang terkenal galak dan judes, sekaligus anak dari kepala sekolah, Membentak dengan kesal. Hal itu membuat geng RoyalGirls salah tingkah dan bergegas pergi.


“ada apa bu?” Tanya pak Dion seorang guru olahraga tampan dan berusia muda.


“ti..tidak apa-apa pak. Tadi ada murid yang bertengkar.” Ucap bu Erlina gelagapan, matanya yang tajam berubah teduh saat beradu pandang dengan pak Dion yang sudah lama ia kagumi.


“ooh, ibu mau kemana?” Tanya pak Dion.


“mau ke ruang guru pak.”


“Oh kebetulan saya juga mau kesana. Bareng aja.”


“iya pak.” Bu Erlina tertunduk malu. keduanya berjalan beriringan menuju ruang guru. Beberapa murid perempuan berbisik-bisik sedangkan murid laki-laki justru bersorak.

__ADS_1


“ehhmm cie-cie!!!” teriak mereka serempak. Wajah bu Erlin memerah namun egonya kembali muncul.


“heh sudah masuk kelas sana.” Bentak bu Erlina.


“bu Erlin tegas ya? Pantas murid-murid segan.”


“bapak ngeledek ya?”


“nggak. Saya kagum.” Ucap pak Dion yang membuat bu Erlina tersenyum dengan wajah kepiting rebus karena malu.


“saya galak juga demi mereka kok pak. Biar mereka disiplin dan nggak kurang ajar sama guru. Lagi pula semua guru menginginkan muridnya menjadi lebih baik kan?”


“saya setuju bu.”


***


Cherry berjalan menuju bagian belakang sekolah.


“aaaaargh. Kenapa sih hari ini aku sial banget.”



“cie \- cie yang baru aja jadian.” Ucap seorang pemuda.



“Ilham. kamu tau juga.” Cherry tersenyum pahit.



“gosip terheboh masa’ aku ketinggalan sih.”



“nggak lucu ah.” Protes Cherry.



“kenapa sih pagi \- pagi udah kesel. Nggak baik lho.” Ilham berjalan menuju dermaga kayu.




“kalo gitu aku juga dong ya.”



“eh.. nggak kok. Kecuali kamu.”



“ohya?” Ilham tersenyum. Dan Cherry mengangguk.



“tapi sekarang aku kehilangan kesempatan dong ya.”



“eh?”



“aku jadi patah hati nih.” Ilham tertawa renyah. Ia mendahului Cherry melangkah menuju dermaga. meninggalkan Cherry yang menampakkan wajah bingung.



“dia itu sebenarnya jadiannya sama aku apa sama Ilham sih.” Runtuk Dicky dari lantai dua kelasnya.



“ada yang jealous nih.” Goda Rangga.

__ADS_1



“hah? Seorang Dicky cemburu? Impossible.”



“ngomong \- ngomong kok kamu bisa sih jadian sama Cherry?” Tanya Reza.



“ceritanya panjang bro. 20 episode nggak bakal cukup.”



“tapi aku terpaksa ngakuin kemampuan kamu deh.” Ucap Bisma.



“ya iyalah aku gitu lho.” Ucap Dicky bangga.



“iya emang jago, tapi jealous juga ngeliat Ilham sama Cherry ya kan?” goda Rangga.



“enak aja. Biasa aja lagi. Reza aja tuh.” Dicky mengkambing hitamkan Reza yang sejak tadi memandang kearah Ilham dan Cherry dari jendea kelas.



“kok jadi aku sih?” ucap Reza salah tingkah.



“kamu naksir Cherry kan? Udah ngaku aja deh.” Ucap Bisma memojokkan.



“kamu suka diam\-diam ngeliatin dia kan.” Sahut Rangga.



“berisik.” Ucap Reza beranjak pergi karena kesal.



“Za, seriusan kamu suka sama Cherry?” tanya Dicky. Reza pun terpaksa menghentikan langkah kakinya.



“mungkin.”



“jadi kamu bener\-bener suka?” Rangga tak percaya.



“dia cantik, baik hati dan bukan cewek gampangan, apa salah kalo aku suka?” kali ini Dicky dibuat tak percaya oleh pengakuan Reza. Ada sedikir rasa kesal yang terbesit didalam hatinya.



“aku cuma nggak seneng kalo kamu bersikap dan memperlakukan Cherry kayak mainan.” Ucapan dan tatapan mata Reza menghujam kearaah Dicky.


“udah-udah, kok jadi tegang kayak gini sih.” Bisma menengahi.


“kalo emang Cherry jadian sama kamu, aku minta sama kamu buat bahagiain dia,” Reza menatap Dicky. “kita udah sahabatan sejak lama jadi aku tau gimana kamu sama cewek. aku harap kali ini kamu nggak akan nyakitin Cherry.”



“kenapa kamu nggak pernah bilang kalo kamu suka sama Cherry?” tanya Dicky dengan nada pelan.


__ADS_1


“haha kenapa? Bukannya udah jelas, kalian berdua dekat banget bahkan jauh sebelum tantangan ini. kamu yang udah sering gonta\-ganti cewek sekalipun, aku bisa lihat kedekatan kamu dengan Cherry beda dengan kedekatan kamu dengan cewek lainnya. Kalian terlalu dekat sampai nggak ada celah buat aku bisa masuk.” Reza bertutur dengan mimik serius.


***


__ADS_2