
Semilir angin kembali berhembus lembut. Bunga mawar merah itu sudah berada pada tempat seharusnya. Diatas sebuah makam dibawah pohon beringin. Dicky berjongkok mengusap debu yang mengotori makam pualam itu. senyumnya kembali hilang berganti tatapan sedih dan sendu. Ingatannya tentang Cherry kembali membayanginya, tentang pertemuan mereka, tentang pertengkaran mereka, tentang kisah cinta mereka yang aneh. Pemuda itu kembali teringat setiap waktunya bersama Cherry yang telah mereka habiskan bersama. Tentang senyum gadis itu, tentang omelannya, tentang caranya tertawa, caranya marah, cara menangis dan caranya menyembunyikan penyakitnya.
Dan Dicky kembali tersenyum mengingat cintanya. Mengingat seandainya Cherry ada disisinya. Dicky hanya bisa mengingat dan membayangkan. Karena ia tidak bisa menahan apapun. Tidak bisa mencegah Tuhan mengambil gadis yang ia cintai. Dicky hanya bisa berdoa untuk Cherry dan percaya, Cherry sedang mengawasinya dari suatu tempat yang jauh. Ia hanya bisa percaya, kini Cherry telah bahagia.
Dicky masih berdiri disana untuk menikmati matahari senja yang tersembul dibalik bukit, bersama angin, bersama pohon, dan bersama kenangannya dengan Cherry. Ia Gadis manis yang sudah memahat hatinya. Sisa-sisa Pahatan hatinya masih berserakan, seperti kristal kaca yang jatuh berserakan. Ia masih berusaha membangunnya kembali meski dengan tangan berdarah, tapi ia tak menyerah. Ia telah memutuskan untuk terus melangkah maju tanpa pernah melupakan apa yang telah ia lalui dimasa lampau.
***
Saat ku buka mata
terang menerpa
Kubangkitkan tubuhku
cerah menyapa
Lalu kuhirup nafas
aroma cinta
Tak percaya rasa itu hadir lagi
Saat diriku sempat menyerah & tak inginkan cinta lgi
Hingga kau datang memahat hatiku dngn cinta
Aku gak sedih lagi
Deg-degan lagi
Ser-seran lagi
tiap bersama Kamu
hidupkan lagi
getarkan lagi
__ADS_1
tautkan lagi cinta diantara
Kita berdua bernyanyi
Kita berdua menari
Kita berdua tersenyum
Kita berdua bersama
Kita berdua bergurau
kita berdua bercanda
kita berdua tertawa
kita berdua bahagia
Saat melangkah pasti
lurus ke depan
mengejar asa
Lalu tersenyum simpul
aku kembali
Tak percaya rasa itu hadir lagi
Saat diriku sempat menyerah & tak inginkan cinta lgi
Hingga kau datang memahat hatiku dngn cinta
Aku gak sedih lagi
Deg-degan lagi
__ADS_1
Ser-seran lagi tiap bersama Kamu
hidupkan lagi
getarkan lagi
tautkan lagi cinta diantara
Kita berdua bernyanyi
Kita berdua menari
Kita berdua tersenyum
Kita berdua bersama
Kita berdua bergurau
kita berdua bercanda
kita berdua tertawa
kita berdua bahagia
Kan kujaga cinta kita.
Bersamamu adalah anugerah Tuhan
***
“Dicky! pergi nggak ngajak-ngajak protes Rafael.” Aku hanya bisa tersenyum simpul. Cherry benar-benar kembali kepemakaman ini, seperti janjinya pada Dinda dulu. Aku menatap pada makam pualam yang masih dikunjugi Debby dan Rere. Nampak disana ada si kembar. Rafael, Reza, Ilham, Rangga, Bisma dan Morgan berjalan mendekatiku. Tangan mereka pun masing-masing menggenggam rangkainan bunga mawar merah.
“jangan pasang wajah jelek begitu.” Ledek Reza yang langsung mengacak-acak rambutku. Kutatap masing-masing wajah ke enam sahabatku yang nampak ceria.
Cher, andai kamu disini, semua pasti akan terasa sempurna. Bisikku dalam hati. Kamu sudah damai, kamu tidak lagi perlu menderita dan merasakan sakit. Tapi, kerinduan ini, masih terasa menusuk jantungku dengan begitu dalam, hingga terkadang aku tidak bisa tidur, terkadang aku menangis kala sendirian ditengah halimun malam, terkadang pula aku tersenyum saat mengenangmu bersama senja. Tapi semua pun indah pada akhirnya, akhir yang indah itu tidak selamanya harus tertawa, kadang akhir dari sebuah kisah adalah air mata ‘kan? Air mata yang menetes tak selamanya mengandung duka. Terkadang kita menangis kala kita terlalu bahagia, kala kata-kata tak mampu lagi mewakili rasa. Tangis adalah bahasa dari sedih juga dari bahagia.
Terimakasih sudah seenaknya masuk kedalam hatiku, tanpa permisi. Terimakasih sudah mengajariku banyak hal. Terimakasih sudah mewarnai hariku seperti 24 palet warna-warni. Terimakasih sudah marah, kesal, egois dan keras kepala. Terimakasih sudah membiarkanku mencicipi kenangan yang begitu manis, semanis buah ceri.
__ADS_1
Terimakasih karena kamu sudah memahat hatiku dengan cinta.
-TAMAT-