
1 minggu kemudian...
“kamu yakin nggak apa apa Da?” Tanya Cherry pada Alda selepas gadis itu memutuskan untuk merelakan Morgan untuk Andini. Dan gadis berambut pirang itu mengangguk. Mereka kembali memandang tenangnya air danau. Membiarkan angin lembut membelai rambut mereka. Aroma pagi di danau begitu damai.
“pada ngomongin apa sih.” Teriak Reza sambil menepuk punggung Cherry dibelakangnya ada Ilham yang berjalan santai ke arah dermaga kayu.
“Kepo deh.” Keluh Cherry tersenyum.
“makin hari si Reza makin akrab aja ama Cherry.” Sahut Rangga yang melihat dari lantai dua.
“emang kenapa?” Tanya Bisma.
“nggak. Cuma bingung aja.”
“bingung kenapa?” Tanya Dicky
“kalo diliat \- liat Cherry mantannya Dicky, tapi kok lebih deket ama Reza dan Ilham yah. Aneh aja.”
“terus?”. Dicky menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“menurut kamu, Cherry suka sama siapa? Dicky, Reza, atau Ilham?” tanya Rangga.
“mungkin dia suka sama...” Bisma menggantung kata\-katanya, ia menatap wajah Dicky dan Rangga yang sangat serius bercampur penasaran. “dia suka sama aku!”
“kampret kamu!” Dicky dan Rangga semepak melemparkan tas kearah Bisma yang tertawa puas.
“tapi aku beneran penasaran loh, kamu gimana Ky?” Rangga menatap Dicky.
“eh, aku? Hm mungkin.”
“kamu ini gimanan ssih. Jadi laki harus tegas.”
“kita tes aja. Coba deh kamu bikin Cherry cemburu.” Usul Bisma.
“oke deh ntar aku panggilin Debby.” Saran Rangga.
“kok Debby sih.” Protes Bisma tak senang.
“kan anak \- anak taunya Dicky jadian sama Debby.
“Ky sono cari Debby. kamu penasaran juga kan.”
“bawel. aku cabut ya.” Dicky berjalan keluar kelas dan mencari Debby.
“kamu cemburu Bis.” Tanya Rangga tersenyum.
“biasa aja ah. aku mau ke taman.”
“ngapain?”
“tidur.” Ucap Bisma seraya berlalu.
Rangga memandang kearah danau sambil tersenyum. Ia menekan tombol ponselnya dan mengirim sebuah pesan teks pada seseorang. Ia tersenyum saat melihat jawaban ‘oke’ yang muncul dari layar ponselnya. Rangga berjalan menuju koridor sekolah. Disana telah berdiri seorang gadis bermata biru yang menunggunya.
“ada apa sih?” Tanya gadis itu.
“nggak.”
“ih iseng banget deh.” Ucap gadis itu cemberut.
“marah nih?”
“kesel.” Sahutnya.
“kan aku mau ketemu sama kamu. Masa’ nggak boleh sih.”
“iya tapi mau ngapain? Kalo nggak mau ngapa \- ngapain, aku bisa lama \- lama didanau.”
“mau bilang kalo aku suka sama kamu Da.”
“hah? aku nggak salah denger kan?”
“salah denger.” Runtuk Rangga kesal.
“ih nyebelin deh.”
__ADS_1
“Alda aku suka sama kamu.” Ucap Rangga dengan nada tinggi.
“kok kamu marah gitu sih.” Protes Alda.
“abisnya kamu gitu sih.”
“kok aku sih?”
“tau ah.” Alda berjalan menjauhi Rangga.
“eh mau kemana?” Tanya Rangga.
“mau ke kelas lah.”
“kamu kan belom ngasih jawaban ke aku.” protes Rangga.
“oh iya ya.” Alda menepuk jidatnya.
“jadi gimana?”
“nggak tau.”
“kamu masih suka sama Morgan?”
“nggak sih. Cuma ragu \- ragu aja.”
“kenapa kamu mesti ragu? Tanya hati kamu.”
“gimana ya Rang, aku masih belom yakin sama perasaan aku.” Ucap Alda tersenyum.
“kalau gitu kamu harus jadi pacar aku dulu supaya kamu yakin kamu beneran suka sama aku atau nggak.”
“hah?”
“ini tantangan dari aku, kamu berani terima atau nggak?”
“serius?” Tanya Rangga berjalan mendekati Alda. Belum sempat menjawab Rangga sudah memeluknya.
“makasih.” Ucapnya Alda lirih.
***
“mau ke danau? Ngapain sih yayang. Kantin aja yuk.” Tolak Debby.
“yaudah deh aku sendirian aja.” Ucap Dicky.
“yaudah deh ayo.” Debby mengapit tangan Dicky dan berjalan menuju danau.
“wah danaunya rame nih yang. Gimana dong.” Ucap Debby mesra.
“norak kamu.” Protes Cherry yang merasa terganggu.
“kenapa cemburu?” Tukas Debby jutek.
“cemburu? Sama playboy stadium akhir. nggak deh makasih.” Ucap Cherry ketus.
“nggak usah sewot dong. kamu cemburu kan?” Debby memanas\-manasi dengan bersandar pada pundak Dicky.
“iidih aku ada Reza sama Ilham kok.” Ucap Cherry mengapit tangan Reza dan Ilham. Kali ini wajah Dicky langsung berubah cemberut.
“eh kamu tuh yang norak.” Protes Dicky jengkel.
“suka \- suka aku dong.” Ucap Cherry meninggalkan danau seraya menarik lengan Ilham dan Reza berbarengan. “pergi yuk.”
“udah lepasin.” Ucap Dicky setelah Cherry berlalu.
“kok kamu gitu sih.”
“inget kita cuma pura \- pura pacaran.” Ucap Dicky berjalan meninggalkan Debby. Dinda dan Rere berlari menyongsong Debby yang ditinggal oleh Dicky.
“kamu nggak apa \- apa kan Deb?” Tanya Dinda melihat Debby berurai air mata.
__ADS_1
“aku akan bongkar rahasia mereka. Kalo mereka tinggal serumah.” Ucap Debby geram.
“coba aja kalo berani.” Tantang Morgan yang mendekati ketiga gadis itu.
“kamu nggak usah ikut campur.” Tukas Debby emosi belum redam kemarahannya pada Cherry dan Dicky kini muncul lagi orang yang membuatnya kesal.
“kamu jangan ganggu Cherry dan Dicky.” Ucap Morgan.
“kalo aku mau, kamu mau apa? kamu yang jangan ikut campur.” Debby menantang.
“aku tau, bukan kebetulan kalo Cherry hampir jatuh dijurang. Itu pasti kerjaan kamu dan temen kamu . Ya kan?”
“emang kalo iya kenapa?” Tanya Debby asal. “kamu mau ngadu sama guru \- guru? kamu nggak punya bukti. Disini cuma ada Rere dan Dinda dan mereka itu pengikut aku. Jadi pasti belain aku lah.”
“hmm, sudah aku duga. Tapi aku punya bukti kok. Ini.” Morgan memperlihatkan ponselnya yang sedari tadi merekam pembicaraan mereka. Debby, Rere dan Dinda terkejut setengah mati. Dinda berusaha menggapai namun Morgan mengelak dan membentak. “kalo kamu nggak mau kamu dan geng kamu dapat masalah, kamu jangan coba \- coba ganggu temen aku.”
“kamu sama Dicky nggak akrab, kenapa sih kamu mesti belain dia.” Protes Rere
“awalnya emang gitu. Tapi sekarang keadaan udah berubah dan aku nggak suka kalo kamu jadi perusuh.” Ucap Morgan menunjuk Debby. Debby melangkah pergi meninggalkan Morgan dan kedua temannya. Langkahnya terhenti di dalam taman sekolah. Ia mengambil tempat disalah satu kursi yang berada dibawah pohon mangga. Untuk sesaat ia merasa bisa sedikit tenang.
“kamu nggak pantes buat Dicky.” Ucap Debby ketus.
“maksud kamu?” Cherry yang kebetulan melintas merasa bingung. Ia tahu debby berbicara kepadanya dengan nada marah.
“aku itu dari dulu suka sama Dicky tapi kenapa kamu mesti ada disini!!!” teriak Debby kesal.
“aku dan Dicky nggak ada hubungan apa \- apa.”
“tapi aku nggak suka kalo kamu deket \- deket dia. aku ini pacarnya Dicky”. Teriak Debby. Membuat beberapa murid memandang mereka dari jarak yang jauh.
“pacar bohongan aja blagu.” Tukas Cherry ketus.
“apa kamu bilang?”. Debby kesal setengah mati.
“apa kamu nggak malu, maksa dan ngancem Dicky supaya dia bisa jadi cowok kamu? Apa kamu nggak punya malu pacaran sama orang yang nggak suka sama kamu?”
“emangnya kamu itu siapa? Hah? kamu pikir dulu kamu jadian sama Dicky itu, Dicky suka sama kamu? Dia cuma terima tantangan dari temen \- temennya aja.”
“siapa bilang aku nggak suka sama Cherry?” sahut Dicky berjalan dengan santai.
“Dicky.” Debby terkejut. Dicky melangkah mendekati Cherry dan memeluk pundak gadis itu. Perlakuan itu jelas membuat Cherry membulatkan mata terkejut.
“aku suka sama Cherry. aku nggak pernah main \- main dengan hubungan aku sama Cherry sampai kamu datang dan ngerusak semuanya”. Tukas Dicky.
“kamu bisa nggak sih ngehargain perasaan orang.” Ucap seorang pemuda dengan nada kesal. “kalian berisik banget, ganggu tidur siang aku.” Bisma bangkit sambil menguap.
“nggak usah ikut campur.” Ucap Dicky pada Bisma.
“aku nggak suka kalo kamu nyakitin Debby.” Tukas Bisma.
“kenapa? kamu suka sama dia?”.
“iya aku suka sama Debby dan aku nggak suka kalo kamu nyakitin dia.” Ucap Bisma menarik kerah baju Dicky.
“buka dong mata kamu, dia itu cewek gila, agresif, egois, keras kepala.” Ucap Dicky kesal.
“emang kamu pikir Cherry sempurna?”
“dia emang bukan cewek yang sempurna. Tapi aku sayang sama dia apa adanya.” Balas Dicky.
“denger ya, apapun pendapat kamu soal Debby, aku nggak peduli sama pendapat siapaun, aku juga sayang sama dia apa adanya.” Bisma semakin keras menarik kerah baju Dicky.
“eh udah dong.” Reza berlari melerai.
“asal kamu tau, dari dulu aku suka sama Debby tapi dia selalu milih kamu. aku ngalah demi persahabatan kita tapi kamu malah bikin dia nangis.” Teriak Bisma marah.
“habis gimana lagi, kamu nggak bisa maksain perasaan Bis.” Ucap Dicky tenang. “aku nggak pernah punya perasaan sama Debby. maafin aku. aku salah. Kenapa juga kamu nggak pernah bisa jujur soal perasaan kamu? Kenapa kamu mesti ngorbanin perasaan kamu buat aku?”
“karena kita sahabat. ”
“maafin aku. Kalo kamu emang sayang sama Debby. kamu jujur sama orangnya. kamu nggak boleh nyembunyiin sesuatu yang bakal ngerusak persahabatan kita. Inget kejujuran dan rasa saling percaya itu yang membuat persahabatan menjadi utuh.” Ucap Dicky menepuk bahu Bisma. Seolah dengan tepukan itu, Bisma tersadar dari mimpinya. Seolah ia kembali bangun dari kesalahpahamannya terhadap persahabatan dan cinta.
“kalo kamu suka sama orang kamu harus perjuangin. Karena cinta itu diperjuangkan bukan disumbangkan.”
***
__ADS_1