Pahat Hati

Pahat Hati
Insiden


__ADS_3

Suara burung gereja terdengar sayup-sayup dari jendela kelas. Sebentar hinggap sebentar terbang ke arah langit luas. Namun pagi yang damai berbeda dengan suasana suram kela 2IPA2.


Kejadian tangis menangis karena Dicky sudah sering terjadi disetiap kelas tak terkecuali kelas Cherry. Bahkan Cherry yang lelah memperingatkan teman - temannya pun sudah tak ambil pusing lagi. kini giliran Shalwa. Gadis berambut pixie itu menagis kencang. “Dicky jahat banget, kemaren aku liat dia jalan sama Lily anak kelas 3.” Teriaknya cengeng.


“nangis tuh, nangis.” Ucap Cherry mengejek.


“kamu jangan gitu dong Cher.” Ucap Meilani menengahi.


“heh Shalwa, sukurin. Makanya kalo aku nasehatin tuh jangan ngeyel. Sekarang aja, pake nangis - nangis. Berisik tau.” Ucap Cherry emosi.


“kok kamu jahat banget sih sama Shalwa.” Nabil mencoba menengahi. Mungkin karena ia merasa sebagai teman seperjuangan alias sesama mantan Dicky yang teraniaya.


“sekalian aja tuh bikin perkumpulan mantan Dicky si playboy .”


“Songong banget kamu jadi cewek.” ucap sebuah suara dari depan pintu kelas 2IPA2.


“Debby tuh Cher.” Alda menyikut Cherry.



“hah? Songong dari mananya ya? aku cuma bicara fakta.” Cherry menantang.



“kamu berani sama aku? Cherry kan nama kamu? Cherry asem. Hahahah. ” Debby dan kedua temannya mendekati Cherry sambil tertawa.



“siapa juga yang takut sama kamu?”



“kamu itu anak baru, nggak usah blagu deh. Jaga sikap. Dasar asem.” Debby menepuk pipi Cherry.



“kamu itu ada masalah apa sih sama aku?”



“ini soal Dicky.” Rere menyeletuk.



“si playboy stadium akhir itu? Apa urusannya sama aku?” Cherry setengah  tertawa.



“diem kamu. Jaga tuh bacot!” Dinda menunjuk Cherry. “kamu jangan berani\-beraninya jelek\-jelekin Dicky. aku nggak suka.” Ucap Debby tegas.



“Suka\-suka aku dong. keluar sono. Ini kelas aku.” Cherry mengusir ketiganya.



“kamu bakal nyesel karena udah nantangin kita.” Ucap Debby beranjak pergi.



“wah hebat kamu Cher. Nggak ada lho yang berani nantanging geng RoyalGirls .”

__ADS_1



“ngapain sih cewek kayak gitu ditakutin. Apaan lagi tuh, geng apa tadi? RoyalGirls? Kayak merek kopi.” Cherry tertawa mengejek.



“udah ah keluar yuk males aku dikelas, terlalu banyak drama.” Ajak Cherry pada Alda dan Andini.  Ketiganya beranjak menuju koridor sekolah sehabis berbelanja cemilan dikantin sekolah. Mereka bertiga duduk disebuah bangku yang tersedia disepanjang koridor.



“dompet kamu lucu banget Da.” Ucap Andini pada saudaranya.



“iya. kamu juga.”



“dompet kamu mana Cher?” Tanya Andini



“nih.” Cherry menyerahkan dompet berwarna biru mudanya pada Andini.



“ini siapa Cher?” Alda mengambil sebuah foto hitam putih”



“itu foto aku waktu TK.”



“kamu muji apa ngejek Din?” Alda setengah tertawa, membuat Cherry memonyongkan bibirnya.


“coba sini aku liat.” Ucap sebuah suara dan dengan cepat foto itu berpindah tangan.



“Dicky!!!” Pekik Cherry.



“jelek banget yah.” Ucap Dicky memandang foto itu.



“beneran persis Dor.” Ledek Bisma.



“hahaha iya, tinggal tambahin monyet aja.” Ledek Dicky menarik tangannya tinggi\-tinggi kala Cherry berjinjit hendak meraih foto miliknya.



“iya kamu monyetnya,” Bentak Cherry kesal. “eh Dicky balikin.” Pinta Cherry berusaha meraih fotonya yang ada dalam genggaman Dicky.



“Ky, kasih dong.” Ucap Reza menengahi.

__ADS_1



“nggak.” Ucap Dicky mengopernya pada Rangga yang tengah tertawa. Andini dan Alda hanya bisa geleng \- geleng kepala.



“Dicky balikin.” Pinta Cherry. Namun Dicky dan teman \- temannya malah lari menuju belakang sekolah. Cherry , Andini dan Alda menyusul mereka. Cherry terkesima menyaksikan kecantikan danau belakang sekolah. Pinggiran danau dikelilingi rumput hijau. Jalanannya berbatu menuju sebuah dermaga kayu kecil.


“aku baru tau kalo disini ada danau.” Cherry berjalan mendekati Dicky. “heh playboy jelek. Balikin foto aku.” Cherry memukul punggung Dicky.


“kamu mau ini?” Dicky berjalan mudur menuju dermaga. “sini hahahaha.”



“itu foto aku.” Tanpa disangka saat hendak mengejar Dicky, kaki Cherry terantuk papan dermaga yang menyembul hingga tak sengaja ia menabrak punggung seorang pemuda yang sedari tadi berdiri menghadap danau. Dari ekor matanya Cherry masih bisa melihat pemuda itu mencoba meraih sebuah cincin yang akan terjatuh ke danau. Dan bunyi kecipak air terdengar tatkala cincin itu menghilang diatara sela \- sela batu danau.



“ya ampun sorry.” Ucap Cherry menutup mulut dan mendekati pemuda itu.



“punya mata nggak sih kamu? Itu cincin berarti banget buat aku. Sekarang malah jatuh.”



“oke ntar aku ganti.”



“ganti? Pake apapun kamu nggak bakal bisa ganti.” Pemuda itu membentak Cherry.



“sorry aku kan nggak sengaja.” Ucap Cherry melirik nama yang terpampang diseragam pemuda itu. Ilham Aditya.



“dasar cewek ceroboh.” Ucap Ilham marah, ia berjalan menjauhi Cherry yang masih termenung. Sementara Dicky menggaruk \- garuk kepalanya yang tidak gatal.



“semua ini gara \- gara kamu.” Cherry menginjak kaki Dicky. Ia merebut fotonya dan meninggalkan danau.



“wah parah kamu Ky.” Ucap Reza



“kok jadi aku sih? Kan Cherry yang nabrak Ilham.”


“gara - gara kamu Cherry jadi nabrak Ilham. Tanggung jawab kamu.” Ucap Rangga


“nggak. Buakn aku yang salah kok.”



“cowok itu kalo salah, jangan lari dari tanggung jawab. Nggak punya malu kamu?” Bisma meledek.


__ADS_1


“Bodo’. Nih ambil foto jelek kamu.” Ucap Dicky sambil berlalu.


***


__ADS_2