Painting Love

Painting Love
10


__ADS_3

Adzan subuh dari hp arfan berbunyi.


Allahuakbar Allahuakbar..


Arfan pun terbangun, ia meraih air minum yang di sediakan di samping kasur calis dan ia pun minum.


"Dek.." Arfan mencoba membangunkan calis yang masih saja nyenyak di alam mimpi.


"5 menit mih"


"Dek..." Arfan mencoba lagi, ia tersenyum melihat istrinya itu ternyata sulit sekali di bangunkan.


"Aretna calisthaa.." Arfan menoel noel hidung mancung nan ramping calis.


"Iyaaaa umiiii ku sayangg, 5 menit lagi ih" Jawab calis sambil meraih guling dan membelakangi Arfan.


Arfan pun sudah tau kalau calis sensi di bagian pinggang, ia pun menusuk pinggang calis. Otomatis sang istrinya itu pun bangun.


Karena kesadarannya yang belum full calis pun menendang arfan, sampai arfan jatuh ke bawah.


BUGHH!!


"HEH SIAPA KAMU!!!" Teriak calis kaget.


"Suamimu.." Goda arfan mendekatkan dirinya ke calis, otomatis calis melemparkan guling ke arah arfan.


"Ngaku ngaku lo!" Calis melemparkan guling ke arfan dan menendang arfan sampai terjungkal ke bawah.


"Aretna... saya arfan" Ucap arfan setelah guling itu nyusss tepat ke wajahnya.

__ADS_1


"Arfan? saha??" Calis ngebug, aelah untung arfan sabar dapat bini modelan gini.


"Ya Allah ustaddd!!!!" Setelah sadar


Calis buru buru membantu arfan berdiri.


"Maaf ustad" Ucap calis sambil memapah arfan.


"Gak papa" Jawab arfan lembut sambil tersenyum.


"Ohya, ustad maaf bangetttt, yaa huwaaaa" Tanpa sadar calis memeluk arfan,


'deg deg deg jantungg kuuuu' arfan membalas pelukan calis, walau jantungnya maraton hihihi.


Subuh ini dua penganten baru itu tidak ada romantis romantisnya.


Setelah calis keluar dengan baju syar'i karena katanya hari ini mereka mau ke pesantren arfan, Melihat calis sudah rapi arfan pun masuk untuk mandi. Saat sholat subuh tadi mereka sangat terlambat karena hal tadi, itu membuat arfan tak sempat mandi dan buru buru berwudhu.


Calis pun menyiapkan pakaian arfan.


Setelah keduanya selesai akhirnya mereka turun.


Tinggg


Keduanya keliar dair lift dan di sambut ledekan dari satria yang sudah berada di meja makan bersama abi,umi,adam.


"Widihh manten baru nih, saking semangatnya sampe jatoh kayanya nih, HAHAHA" Satria tertawa puas dan tak lama satu jeweran happ di telinganya.


"Kamu ini ganggu privasi mereka aja, nguping ya?" Tanya umi.

__ADS_1


"Gak mi, kamar calis ama aku kan deket jadi aku kebangun pas denger suara BUGH! keras banget" Jawab satria tergagap, sakit cuyy.


"Oalaa"


"Umi, pliss lepas dongg, telingaku mau copot nih bentar lagi" Rengek satria, akhirnya umi pun melepaskan jewerannya.


Abi, adam, arfan dan calis hanya memandang mereka.


Keduanya pun duduk setelah di persilahkan oleh abi.


"Jadi aku mau ngelurusin kata kak satria yang tadi" Ucap calis setelah dia menyajikan makanan untuk suaminya


"Subuh tadi itu, ustad arfan mau ngebangunin aku, jadi aku yang belum terkumpul 100% kesadaran, reflek nendang ustad sampai dia jatoh dari ranjang" Lanjut calis seraya mengambil untuk dirinya makanannya.


"Makanya kak, jangan asal nyimpulin sendiri" Ucap adam.


"Iyaaa sorry ya lis, fan" Ucap satria.


"Si kak atthaya mana?" Tanya calis.


"Dia lagi jogging, dia ngechat umi dia lagi makan bubur di sepertiga jalan sana" Jawab umi.


Sekarang mereka berdua lagi dalam perjalanan menuju pesantren, jarak dari Perumahan elite tempat tinggal calis ke pesantren arfan memakan waktu sekitar 40 menit.


"Jadi pesantren ustad lumayan besar ya, dan tiap tahun pasti banyak mendapatkan santri putra dan putri"


"Alhamdulillah, iya benar sekali dek, Banyak orang tua santri mempercayakan anak mereka ke ponpes Ar-rahman"


"Pesantren kakung juga lumayan aku denger dari umi, Alhamdulillah banget orang luar negeri yang sudah atau belum biasanya belajar mengenal islam di sana"

__ADS_1


__ADS_2