
Happy reading all❤️
-
-
"Kamu ingin terjun ke perusahaan?" Tanya abi yuda
"Apakah ada kendala bi?" Tanya arfan menatap abi yang sedang perpikir
"Sebenarny tidak, semua aman. Tetapi abi ingin kamu mempelajari perusahaan, Jika kau tak ingin berada di perusahaan utama, di cabangnya pun bisa. Perusahaan utama di tengah kota sedangkan cabangnya ada di agak sedikit dekat dipesantrenmu." Ucap abi
"Perusahaan cabang yang itu ya bi," Tanya umi
"Iya mi, jika abi bingung memilih orang dan agak ga percaya" Jawab abi
"Terima aja tuh fan, Kamu kan ga terlalu sibuk di pesantren" Ucap atthaya
"Nanti saya fikirkan dulu bi, Tidak diwaktu dekat ini karena si rey lagi bermasalah" Ucap arfan
"Ada apa nak rey fan?" Tanya abi penasaran sekaligus khawatir.
Arfan pun menceritkan semuanya dan rencana ingin mengkuliahkan rey di korea.
"Wah bagus tuh kak, Ada mas yusuf di sana. Aman terkendalilah rey" Sambung bunga mengancungkan jempol
"Maka dari itu nga, aku nyaranin daddy si kai ini mengkuliahkan rey ke korea, kasihan toh rey mau jadi dokter tapi mas arfan mau menyekolahkannya ke mesir" Jawab calis
"Jangan terlalu keras kepadanya fan, didik ia dengan cara;
Jangan terlalu keras dan juga jangan terlalu lemah. Cukup kamu kasih perhatian yang cukup," Ucap umi kepada arfan
"Iya mi, arfan merasa bersalah saat membentak rey, bagaimana pun dia sudah saya anggap sebagai adik kandung saya." Ucap arfan
"Yakinlah fan kepada rey, dia adlaah remaja yang sedang dalam fase mencari jati diri" Ucap atthaya
__ADS_1
"Iya fan, kasian rey kamu bentak seperti itu." Sambung bunga
"Aduhh saya bisa manggil mas sama mbak? untuk kak atthaya ama bunga" Ucap arfan menggaruk lehernya,
"Sebenarnya rencana ini sudah lama, Baru diutarakan sekarang" sambungnya
"Boleh aja fan, panggil apapun juga boleh" Ucap atthaya sambil menyeruput kopiny
"Waduh gimana ya? aku muda dari mu masa di panggil mbak?" Ujar bunga
"Bolehlah nak, kamu kan kakak ipar calis dna arfan"
Mereka pun akhir pulang ke pesantren
"Dad..." Panggil calis setelah arfan masuk kamar
"Iya mom??.."
"Aku ingin anak anak dipesantren dan semuaaa orang dipesantren, memanggilku apaa yaa???" Calis memikir
"Ihh dad, kamu ustad kok aku di panggil ning?"
"Haha, Ok ok... Kamu ingin dipanggil apa? nanti aku umumin setelah shokat subuh"
"Ami saja untuk paraa anak anak, kalau ustad ustazah maunya emm... HAAA.. Mbalis" Ucap calis sangat semangat
"Oke untuk santria putr/putri, Ami... Dan untuk para ustad ustazah dan semua orang pesantren Mbalis? Gitu?"
"Iya daddd...."
"Oke sayang, Nanti yah aku umumin setelah sholat subuh,,, Yuk" Arfan mengode caliss....
Terjadiiilahhhh.....🥴
Jam 4 pagi seperti biasa, banyak suara santri mengaji sambil menunggu waktu subuh...
__ADS_1
"Mom... Dad..."
Tok tok tok
"Iyaaa sayang...." Arfan membukaan pintu kamarnya
"Jagoan daddy, udah mandi" Arfan mencium seluruh wajah putra kesayangannya itu
"Udah dong dad, tadi juga bibi dan pakde usman kita makan bubur didepan, Heran banget kai dad.." Ucap kai
"Kenapa heem?" Tanya arfan memandang anaknya digendongannya itu
"Kenapa pakde bubur buka jam segini?"
"Ohhh, Pakde emang buka jam segitu kok. Coba kai perhatikan.. pakde bubur selalu buka karena banyak orang sekitar sini sangat suka dengan buburnya, Wenak tenan" Ucap arfan mengancungkan jempol
"Wahh pasti pakde hebat dad, dia berjualan sampai jam 10 malam, pasti lelah"
"Itu namanya usaha sayang, Jadi kai harus jadi orang hebat ya yang membanggakan daddy sama mommy" Ucap arfan
"Pasti dong dad"
"Mommy mana?"
"Mom..."
"Kenapa nyari mom?" Calis muncul
"Ihh mommy, bikin takut aja dehh pake mukena putih mana kamar mom and dad gak terang, untung kai gak jantungan, kalau jantungan..."
"Kamu ini nakk, Baru berapa tahun??? udah jantungan, Haha"
Mereka pun sholat dimasjid..
Selesai sholat
__ADS_1
"Assalamualaikum wr wb,, semuanya.. selamat pagi, alhamdullilah kita yang berada ini dalam rumah allah ini masih diberikan umur yang panjang, Saya di sini mau mengumumkan bahwa minggu depan semua santri putra/putri akan mendapatkan libur, Kita semua berliburan ke tanah mesir, Kalian mau? nanti ada rapat untuk orang tua, mengizinkan atau tidak, Satu lagi... Istri saya entah mengapa ingin menganti nama panggilannya, Panggilan yang kalin sering panggil kepadanya..... mulai sekarang ia ingin dipanggil Ami oleh santri putra dan putri dan mbalis untuk ustad/ustazah/pengurus pesantren dan orang yang berada lingkungan maupun luar pesantren, Segitu dulu saya akhiri wassalammualaikum wrwb.