Painting Love

Painting Love
47


__ADS_3

Calis yang iseng iseng membeli testpeck.


Dan mengeceknya.


Saat tu testpeck didiamkan. Calis pergi duduk dulu sambil menunggu. Tiba tiba hp calis berbunyi.


"Astafirulloh" Calis melihat sang suaminya tidur bersama lara.


Sakit, Sungguh sakit hati calis.


Dia pun mengecek testpecknya. Dan ternyata hasilnya positif.


"A aku hamil" Calis meneteskan air mata.


"Maafkan mommy ya nak, Sebaiknnya kita pergi, Daddymu sudah tidur bersama muridnya. Dan itu bisa dipastikan dia akan jadi istri kedua karena adt pesantren. Harus bertanggung jawab.


Calis mengambil pakaian seperlunya. dan dia kepikiran menulis surat.


Calis pun meninggalkan testpecknya disurat itu.


Dia meninggalkan barang pemberian arfan kecuali cincin kawinnya.


Untung saja. Atm calis yang tidak ada siapa yg tau dia mempunyai atm lagi yang tidak terhubung dengan siapa2. Nominal di atmnya pun sangat banyak,datanglah 23M.


Bibik inem yang melihat majikannya pergi pun bertanya.


Dan karena calis ini pintar sekali mengeles dan bi inem pun percaya kalau dia hanya pergi ketempat orang tuanya.


Setelah menikah dngn arfan. Calis tidak memakai GPS lagi tanpa sepengetahuan siapa siapa.


Mobil calis terparkit calis digarasi tetapi dia tidak memakakinya, Dia lebih memilih mengunakan taksi.


Dihotel


Arfan terbangun


"Astafirulloh,lara!" Suara arfan meninggi


Lara pun terbangun


Dan akting pun dimulai


"Ini kenapa ustad,Hiks hiks hiks. Ustad harus tanggung jawab!!" Ujar lara.


Arfan yang ingat dia hanya tertidur langsung menyibak selimut dan benar dugaannya darah yang sama saat dia melakukan dengan calis pertama kalinya.


"Keluar kamu!, Saya tidak merasa melakukannya"


Lara pun keluar karena dia anak perawan dengan santainya dia keluar tanpa berakting perih.

__ADS_1


"Maafkan aku dek telah mengingkari janji suci pernikahan kita." Gumam arfan lirih


Dibandara


Calis memalsukan semua identitaanya dengan nama Tiwi(Samaran)


Dia berangkat menuju berlin.


Didalam pesawat


Calis meneteskan air mata, Dan ada wanita berumur disampingnya yang berasa iba.


"Nak,maaf saya menganggu. Dari tadi saya perhatiin kamu menanggis, Apa masalahmu sangat berat?" Ujar wanita itu


Calis pun menengok ke sampingnya


"Calistha!" Ujar wanita itu kaget.


"Tante kiran!!" Calis pun terkaget.


"Nak, kamu kenapa? dan tante rasa gak ada nama kamu dimenumpang sini?" Ujar wanita yang diketahui bernama kiran


"Calis ada masalah tadi dan calis menganti identitas" Lirih calis


"Astagaa nakk,kalau kamu ada masalah selesaikan nak. Jangan lari seperti ini" Ujar tante kiran


"Ceritain ke tante nak"


Calis pun bercerita dari awal sampai saat ini.


"Astagaa nakk,,apa umimu tau? kamu hamil?" Tanya tante kiran


"Gak ada yang tau tante, tapi ya aku bersyukur aku diberikan dia walaupun harus merelakan suami menikahi muridnya." Ujar calis pura2 tegar.


"Kamu kemana diberlin?" Tanya tante kiran


"Gak tau tante,aku keberlin ini karena ada gak ada perusahaa atau sebagainya. Makanya aku nekat ke berlin" Ujar calis


"Kaya aku beli rumah ada deh tan,aku harus belajar hidup mandiri mulai sekarang." Tambah calis


"Jangan nak,kamu tinggal ditempat tante aja. Tante janji gak akan bilang ke umi dan keluargamu. Tante gak bisa ninggalin kamu seorang diri dalam keadaan hamil kaya gini" Ujar tante kiran


"Makasih banget tann, hiks hiks. Tante gak merasa kerepotankan kalau ada aku?" Tanya calis


"Gak kol, tante juga tinggal sama Anna dan art indo." Ujar tante kiran


💫💫💫💫💫💫💫


Aran yang merasa membimbang dan sudah sampai dia dikawasan pesantren. Berita ittu cepatt tersebar.

__ADS_1


Dirumah utama.


"Jadi gimana ini fan,ummi ga percaya kamu ngelakukin hal itu" Ujar ummi nisa


"Abi juga gak percaya mi,kita tunggu orrang tua calis dulu ya" Ujar abi


Orang tua calis pun datang


"Kamu kenapa bisa begini arfann! saya kecewa sama kamu" Ujar abi yuda


"Bi dengerin dulu penjelasaan arfan" Ujar ummi farra.


Arfan pun menjelaskan dari awal sampai akhir.


" bik,tolongg panggilin calis"Ujar umii nisa


"Ning gak ada dirumah bik,katanya ke rumah tuan yuda" Ujar bi inem takut2


"APAA!" Ummi fara syok.


Orang tua lara pun datang


"Saya minta tanggung perjawabannya terhadap anak saya" Ujar ayah lara yang diketahui anak buah abi yuda


"Cih, jangaan harap! anak mu itu sudah beberapa kali merencanakan hal yang tidak tidak kepada anakku" Ujar abi yuda lantang


"Gini aja deh. Panggilin isti suruh dia meriksa apakah lara udah dibobol atau suci" Ujar ummi fara


Dan hal itu membuat lara takut


"Gak bisa gitu dong umi, Jelas jelas di spreinya udah ada noda merah" Ujar lara takut2


"Kenapa kamu gemeteran kaya gitu?"


Ustazah2 megangin lara agar tidak bisa kabur.


"Assalamualaikum semua." Salam isti


Walaikumsalam.


"Nah ti,nih kamu cek anak ini apakah dia udah gak suci atau suci umi rada gak percaya." Ujar umi farra.


"What!? kenapa ini umi?" Tanya isti


"Nanti abu jelasin ti, kamu cek dulu." Ujar abi yang sedang fokus memberi arahan kepada anak buahnya yang sedang mencari calis


"Kalau bisa kalian semua calis dari sabang dampai merauke ini" Ujar abi lantang


BERSAMBUNGGG...

__ADS_1


__ADS_2