Painting Love

Painting Love
46


__ADS_3

Hai guys! Selamat memasuki november,semoga dibulan ini makin berkah ya. Amin ya allah.


Subuh subuh calis pergi ke kamarnya bersama arfan. Arfan masih tidur sesudah sholat tahajud karena butuh tenaga untuk perjalanan jauh.


"Masih tidur rupanya" Gumam calis


Dia mengambil tas yang lumayan besar,memasukan satu lersatu baju yamg akan dikenakan arfan selama 1 mjnggu disana. Tidak lupa dia mengambil peralatan mandi yang baru dan memasukannya.


Tidak lupa dia menyiapkan baju koko untuk sholat dan kewajiban pagi yang selalu ia lakukan.


Setelah itu, Calis keluar dia masih takut bertatapan dengan arfan. Dan memutuskan untuk sholat dikamar tamu.


Adzan dimasjid bergumang. Arfan terbangun


"Astafirulloh, Udah subuh rupanya" Gumam arfan


Mata arfan tak sengaja melihat barang2 yang sudah disiapkan calis.


"Kamu masih marah ya sayang sama mas, sampai sampai setepah melakukan semua ini kamu memilih keluar, Subuh ini gak ada yang bangunin mas. Maafkan mas ya sayang" Ucap arfan lirih sambil meneteskan air mata teringat setiap subuh calis srlalu bermanja saat membangunkannya.


Dia pun pergi wudhu dan melaksanakan sholat dimasjid


Sama halnya dengan calis kamar.


Arfan memilih untuk membaca alquran dan berzikir bersama santri2 yang ada disana


Calis keluar dan pergi untuk menyiapkan makanan arfan


"Assalamualaikum ning" Sapa bi inem


"Walaikumsalam bik," Jawab calis tersenyum.


Bik inem sebenarnya ingin bertanya kenapa majikannya ini pisah kamar tetapi dia meilih memendamnya takut menyinggung calistha.

__ADS_1


Setelah menyiapkan makanan untuk arfan, Calis pergi mandi kekamar tamu pastinya.


Arfan pulang bersama pak usman.


"Assalamualaikum" Keduanya mengucapkan salam.


"Walaikumsalam" Bisa dipastikan bik inem yang menjawab


"Ustad, sarapannya sudah disiapkan ning dimeja. Apa ustad mau makan dulu?" Tanya bi inem


"Iya bik saya ganti baju dulu, Calistha di mana bik" Tanya arfan balik


"Dikamar tamu stad" Ucap bi inem hati2


"Oh, Yaudah pak bik saya permisi dulu." Ucap arfan


Saat melewati kamar yang ditempati calis, Arfan berniat mengetoknya tetapi diurungkan.


Setelah menganti baju, Arfan pergi kemeja makan.


Pukul 7 pagi, Waktunya arfan berangkat.


Bik inem yang milih majikan perempuannya tidak ada langsung pergi kekamar tamu.


tok tok tok.


"Ning,ini saya bibik" Ucap bi inem


Calis pun membukakan pintu


"Iya bik, Kenapa?" Ujar calis


"Ustad arfan mau pergi non eh ning, Semarah marahnya ning ke ustad jangan sampai tidak mengantarkannya" Ujar bi inem

__ADS_1


Mau tak mau calis pun keluar.


Arfan yang melihatnya


"Dekk,mas pamit ya"Ujar arfan


"Ya. Hati hati." Jawab calis seraya mencoum tangan arfan.


Dan berlalu pergi, Ego calis terlalu tinggi.


"Ning,," Ucapan bi inem terhenti


"Saya gak papa bik, Asalkan dia sudah berbiacara dengan saya. Saya sudah bersyukur.


Arfan dan pak usman pun pergi.


Dan silara mendengar ustad arfan pergi. Dia mempunyai sebuah ide.


6 hari berlalu


arfan esok akan pulang


Arfan dihotel dan kamar berbeda dengan pak usman.


Saat arfan memesan minuman ternyata didalamnya sudah ada obat tidur dan pelayan yang disuruh itu sudah disogok lara.


Lara izin dari pesantren 1 hari setelah arfan pergi.


Dannn nantilah kalian tau apa yang sudah terjadi.


Karena tidak mau membuka celana arfan, lara hanya membuka bajunya saja.


Dan kalau tau apa lah yang terjadi seperti di novel2 sebelah, hehe. Tak lupa noda merah agar di kira darah kesucian.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2