
Mereka sudah masuk area pesantren, calis semakin gugup karena ini pertama kalinya dia menginjakkan kakinya di pesantren milik mertuanya.
"Waduh kok aku gugup ya" Batin calis.
"Ayo dek..."
"Iya mas" Calis menjawab seraya turun menjinjing tas selempangnya.
"Wahh aku kira pesantren kakung udah mewah modern banget, ett ternyata pesantren ini lebih waw! pasti desain interiornya terkenal" Batin calis.
Hari ini acara bersih bersih halaman, santri santri banyak beraktivitas di luar.
Arfan yang merasa calis hanya diam pun memandangi calis, ia melihat dari wajah istrinya itu tercetak gelak takjub.
"Kenapa dek..??" Tanya arfan.
"Hehe gak papa kok mas" Ucap calis, arfan terkaget, MAS??.
"Aku manggil mas bolehkan?" sambung calis ketika melihat ekspresi arfan.
"Boleh bangett.. daripada manggil ustad" Jawab arfan tersenyum, ia reflek mengenggam tangan calis.
Calis terkejut, arfan juga sebenarnya gugup tapi yaaa...
"Bolehkan..?" Bisik arfan dan di balas anggukkan oleh calis.
Mereka berjalan menuju rumah ndalem.
"Assalamualaikum ustad, ning" Salam salah satu ustad, Irdan.
"Walaikumsalaam..."
"Ning?? apaan tuh?" Batin calis.
__ADS_1
"Ada apa ustad irdan?" Tanya arfan.
"Ini ustad, saya cuma mau nanya, hehe.. besok ada tausiah ke kota jiran.. Ustad jadi ikut? emm tapi kalo di liat liat manten baru gak bisa ya hehe"
"Tausiah? masa baru kawin di tinggal keluar kota sihh" Batin calis.
"Tolong gantikan saya ustad, saya minta ustad iswan yang menggantikan saya" Jawab arfan.
Setelah bercakap cakap sebentar, Arfan dan calis pun melanjutkan perjalanan ke arah rumah ndalem.
"Assalamualaikum, abii.. umi..."
"Walaikumsalaam...."
"Wahh anak ama mantu udah tiba" Ujar abi abdul.
Arfan dan calis pun menyalimi mereka lalu duduk.
"Kamu mau makan nak?" Tawar umi nisa.
"Oh ya nak, rumah yang kamu di area sana sudah selesai, kapan pindahan?" Tanya abi.
"Aku belum ngediskusikan sama aretna bi, Insya Allah secepatnya" Jawab arfan.
"Mas arfan punya rumah? kok aku gak tau? yaelah liss kamu aja baru sehari jadi istri dia..." Batin calis.
"Oh ya, calis besok malam acara puncaknya ya?" Tanya abi.
"Iya abi.."
"Bagaimana suasana di sini nak?" Tanya abi lagi.
"Masya Allah saya suka abi.. menyejukan.." Jawab calis tersenyum.
__ADS_1
"Alhamdulillah kalo kamu suka nak" Ucap umi nisa tersenyum.
"Umi.. saya boleh nanya?"
"Boleh banget, mau nanya apa?"
"Ning itu apa ya mi?"
"Ning itu sebutan untuk anak perempuan dari keluarga pesantren nak, semisalnya seperti ustadzah farra. Umi mu itu juga di panggil Ning, tetapi setelah menikah dengan abi mu, umi farra di panggil ustadzah" Jawab umi.
"Emangnya kenapa?" Sambung umi
"Oh seperti itu, tadi ada salah satu ustad manggil aku ning mi, jadi ya gitu deh, muter ni otak gak paham, maklum saya gak hidup di lingkungan pesantren" Ujar calis tersenyum canggung.
"Ustad irdan tadi ya dek.." Tanya arfan.
"Iya mas..."
"Abi.. Umi.. calis boleh gak minta tolong"
"Minta tolong apa nak..?"
"Calis gak mau di panggil ning,"
"Kenapa??"
"Calis gak terbiasa dan canggung, calis mau di panggil mbalis aja di lingkungan pesantren ini"
"Oh iya nak, nanti kami akan memberi taukan mereka di lingkungan ini.."
"Terimakasih abi.. umi..."
"Sama sama"
__ADS_1
Saat ini arfan dan calis sedang berjalan jalan di lingkungan pesantren sambil bergandengan.
"Adem banget ngeliat santri putri yang masih kecil bergotong royong gitu" Ujar calis.