Painting Love

Painting Love
58


__ADS_3

Mereka pun sampai di RS


Anna pun menjemput mereka.


"Permisi!! uncle yuda ya? kalau iya sini semuanya ikut saya" Ucap anna panik, Dia memakai bhs indo yang masih medok.


Mereka lun bergegas mengikuti anna.


Sesampainya mereka disana.


Dari dalam ruangan, Terdengar suara jeritan sakit calis.


"YA ALLAH"


"SAKIT DOKKKK"


"YA ALLAH NAKK"


Rintihan demi rintihan terdengar.


Lara yang mendengar itu sangat merasa bersalah.


"Fan, Kamu masuk lah" Ujar Abi


"Iya bi, Mari semua"


Arfan pun masuk, Calis sudah agak sedikit tenang walaupun sangat sakitnya kontraksi.


Dokter sudah tau kalau itu suaminya, Hany memperintahkan arfan untuk diam.


"Ya allah nak, Mommy disini sendiri gak ada daddy mu. Jangan repotkan granma kiran dan tante anna mu ya, Udah cukup mereka repot karena kita. Dari kamu berumur 3 minggu sampai mau lahir kaya gini" Lirih calis.


Perih hati arfan, Istri yang ia cari cari menahan semua rasa sakit, sakit melahirkan keturunannya

__ADS_1


Baru saja arfan mendekati calis, Perawat menghadang.


Tiba tiba calis merintih kesakitan.


"BIUS PASIEN! DIA TIDAK BISA MELAHIRKAN NORMAL! BAWA SEGERA KE RUANG OPERASI!" Teriak dokter dalam bahasa inggris.


Arfan pun dan yang diluar pun kaget. Tanpa babi bu tempat baring/Bangker di bawa keruang operasi.


Srmua kaget degan kondisi calis yang sangat pucat.


Ummi fara dan nisa, Arfan juga. mencoba untuk masuk ke ruang operasi tetapi dihalang.


"Keluarga pasien harap tunggu diluar Termasuk suami".


Setelah pintu ditutup, Air mata arfan menetes.


Bunga syedih sambil menanggis dipelukan atthaya(Btw babynya diasuh oleh babysitter ya)


"Pi kalau terjadi apa apa bagaimana, Calis terlihat pucat" Tangis bunga


Memorinya kembali disaat mereka masih kecil. Calis yang banyak tingkahnya.


"Ummi fara sangat syok melihat keadaan sang putrinya yang selama 9 bulan ini"


"Bagaimana kamu bertemu calis ran" Tanya abi yang masih terlihat tegar, Tapi kita tak tau dihatinya.


"Sejujurnya aku dan calis sudah bertemu 9 bulan yang lalu, Calis menceritkan semuanya. Aku prihatin dan dia tinggal dengan ku, Dan kau ingat yud, Saat kau bertanya tentang restoran TW itu, Aku mengaku itu adalah milikku. Sebenarnya itu miliki anak mu, Dari Atm yang katanya, Ia buat saat SMA dan beberapa uang yang ia tabung disana tanpa sepengetahuan siapapun. Maafkan aku telah menghina menantu saat itu, Aku sangat marah. Dan Sekarang kenapa aku mengabari kalian, Karena aku memikirkan rencana ini saat kami mengadakan 7bulanan" Ujar tante kiran


"Kenapa! kenapa gak dari dulu?" Tanya ummi yang mulai tenang.


"Aku sudah berjanji kepada calistha."


"Ran, Kok..." Ucapan uncle asey terpotong disaat semua mata melihatnya.

__ADS_1


"ASEY!"


"Kak yuda, Kembar" Lirih uncle asey.


"K kamu kak asey? what??? bukankah kamu sudah meninggal" Ujar uncle adda.


"Ya! yang kalian kubur itu orang lain, Sedangkan aku ditolong oleh bapak tua." Ujar uncle asey tenang


"Papa, Mama" Lirih uncle asey menghampiri orang tua yang selalu ia lihat dari kejauhan.


"Asey putraa kuu" Mereka pun berpelukan seperti teletabis.


"Triana.. Kamu gak mau peluk papamu nak?" Tanya uncle asey melihat anak satu2nya yang sangat mirip dengan alm istrinya.


"Pa papapa" Ria pun memeluk laki laki yang selalu dia rindukan.


"Maafkan aku yang gagal menjadi papamu, Maafkan aku telah meninggalkanmu." Ujar tulus uncle asey.


Momen haru itu bertambah disaat suara tangis bayi terdengar.


"Anak ku"


"Cucuku"


"Keponakan ku"


Dan dokter keluar dengan muka lesu.


"Maaf, Keluarga pasien."


"KAMI DOK"


"Maafkan....

__ADS_1


BERSAMBUNGGG


__ADS_2