
"Maksudnya taaruf gitu ya mi" tanya calis, ia masih nge-lag
"Iya nak, mau gak? atau mau perkenalan dulu?" Tanya umi sambil memegang bahu calis yang ia apit bersama abi yuda.
"Beri waktu 3 hari boleh gak kyai, bu nyai dan ustad arfan" ucap calis dengan polosnya.
"Kita menerima keputusan mu nak, tenang saja pikirkanlah semuanya baik baik, ini juga menjadi pilihan hidupmu, Panggil saya umi ya." ucap umi nisa lembut.
"Benar apa kata umi nisa nak, kamu pikirlah terlebih dahulu, ini pilihan hidupmu, iktiarlah dahulu, minta petunjuk kepada allah, jika memang benar atau tidak anak kami arfan jodohmu" sambung Kyai abdul.
"Terima kasih kyai, umi" jawab calis tersenyum, ia juga agak ragu jika menjawab ta'aruf itu sekarang, untung saja calis di beri waktu untuk memilih.
3 trio curut pun yang duduk disamping arfan pun noleh ke arah Arfan.
Arfan yang tau ia sedang di liatin pun juga menoleh balik.
"Lu serius mau ama adek gua fan?" Bisik atthaya.
"Insya allah" jawab arfan.
"Yakin bener nih, kaget gua fan adek gua ngelangkahin gua" ucap satria
"3 bertiga dilangkahin woy!" Sambung adam.
"Kenapa kalian ber3 tu, jangan ganggu arfan" ucap abi melihat ke3 anaknya rapat merapat dan samb berbisikan.
"Maaf abi," ucap mereka bertiga.
Oh ya, adam dan satria ini bukan kakak kandung calis ya, lebih tepatnya sepupu dan muhrim calis. Adam dan satria adalah anak dari adik kembar abi calis yang tinggal di china dan jepang. ADDA DAN ADDI.
Mereka pun berbincang bincang sampai abi yuda menyuruh calis ngobrol bersama arfan.
"Ngobrol gih sana nak ama arfan, perdekatan awal gitu" ujar abi.
__ADS_1
"Bagaimana nak arfan?" Tanya abi yuda kepada arfan.
"Saya bisa, kalau retna sendiri?" Ucap arfan sambil menatap calis yang sedang menunduk, meleleh adek bang.
"Kita temenin!" Ucap 3 trio yang sedari tadi diam.
Semua yang ada disana pun menoleh.
"Hehee, kan belum halal, jadi boleh dong kita temenin" atthaya angkat bicara.
"Oh iya, pergilah sana." Ucap kyai abdul.
Mereka ber4 pun berjalan, arfan dan calis bersampingan dan dibelakang 3 trio pun ikut serta.
"Emm retna" panggil arfan.
"Iya ustad?" Jawab calis.
"Apa kabar?" Tanya arfan
"Sangat baik! Oh ya, tempo hari kamu ngapain di mall, sampai nabrak saya" tanya arfan sambil terkekeh.
"Maafkan saya ustad, gak sengaja, biasa weekend dengan. BAI" ucap calis.
"BAI?"
"Bunga, aisyah,isti"
"Ohh"
"Retna saya mau mengenal kamu lebih jauh" ucap arfan.
"Boleh ustad, salam kenal ya" ucap calis.
__ADS_1
"Hehe, salam kenal aretna"
"Kamu lahir kapan? Tahun lahirmu" Tanya arfan
"1995"
"Oh, kalau saya 1992"
"Seumuran dengan kak atthaya dan satria dong,"
"Iya, kita teman lama dulu, sudah lama gak ketemu ama tu orang be3," ucap arfan menolehkan sekilas kepalanya kepada 3 orang yang dibelakang mereka.
"Ohh, ustad kenapa milih saya?" Tanya calis.
"Itu rahasia hanya saya dan allah yang tau, oh ya semoga kamu mendapatkan petunjuk tentang ta'aruf ini dari allah ya" ucap arfan
"Iya ustad"
Kebesokan harinya.
"Gilaaa elu serius di ta'aruf-in ama ustad tempo hari?" Tanya isti tak percaya, mereka sedang dimobil bunga untuk menuju ke kebun binatang.
"Serius lu lis?" Tanya aisyah yang juga tak percaya dengan ucapan calis.
"Iya woi, gua minta waktu 3 hari untuk memberikan jawaban, Terima atau gak" jawab calis.
"Baguslah, dari pada pacaran gak jelas! Beruntung lu lis baru kenal sekilas tapi udah dapet kepastian, gak ada drama ghosting ghosting" ucap bunga yang sedang menyetir.
"Nah itu namanya laki laki sejati, bukan maen janji manis ujung ujungnya pait" timpal aisyah.
"Jadi elu sedang iktiar ni lis? Minta petunjuk ama allah gitu?" Tanya isti
"Iya ti, semoga hasilnya memuaskan" ucap calis.
__ADS_1
"Aamiinn"