Painting Love

Painting Love
60


__ADS_3

Degg.....


"Calistha! sebaiknya susui dinilah anak mu. Jangan ngomong ngawur" Ujar satria disamping calis yang kaget dengan ucapan CERAInya


cih kamu ni dek ga ngotak, Mau jadi janda muda. Batin satria.


"Sebaiknya kita keluar terlebih dahulu biarkan keluarga kecil ini disini" Ujar abi abdul yang sudah mulai tenang, Bagaimana tidak semua orang disana kaget dengan pernyataan calis meminta untuk diceraikan.


Mereka pun semua keluar.


Lara tetap diam ditempa, Anna yang melihat itu jadi geram. Dan langsung menariknya keluar.


Semua keluarga ibrahim tak menganggap kalau lara itu ada di sini.


"Anggap aja lalat indo ngikut ke berlin" Ujar bunga yang dipesawat saat itu.


Calis pun mengambil anaknya dibox dan membelakangi arfan.


Arfan sendiri tidak berani bertatapan langsung dengan calis sesudah calis mengucapkan kata CERAI.


10 menit, Bayi itu akhirnya tertidur.


Arfan yang sudah menyiapkan diri 10 menit yang lalu pun akhir ingin menyelesaikan masalahnya ini.


"Deek, Mas mohon. Mas bisa jelasin, 5 menit" Ujar arfan


"Bicaralah" Ucap calis datar.


"Mas minta maaf tentang kejadian malam sebelum mas berangkat, Mas minta maaf lagi dan mas bisa jelasin tentang vd itu(Arfan pun menjelaskan detail) dan rencana nya mas akan meminta maaf kepada mu. Tetapi saat mas sampai, Kata bibik kamu sudah pergi. Mas minta maaf banget sama kamu tidak bisa menemukan mu disaat-saat hamil besar. Dan mas minta maaf karrna membuat kamu kesusahan seperti ini" Ujar arfan yang megang tangan calis sambil meneteskan air mata.


"Angkat kepala mu mas, Tidak baik seperti itu" Ujar calis tak tega, Apalagi ini didepannya adalah odang yang ia cintai.


"Dan aku ingin bertanya suatu hal mas" Tambah calis.


"Tanyakan lah, Mas sangat siap menjawab pertanyaan mu" Ujar arfan yang sudah mengangkat kepala dan menatap intens wajah calis yang tembem.


"A apa kamu sudah menikah dengan ******* itu?" Tanya calis terbata bata.


Arfan pun tersenyum


"Kau tau, Saat abi menyerahkan tanggung jawab atas dirimu kepada ku. Di saat itu juga aku berjanji. Akan menjadikanmu, Wanita satu satunya yang ada dihati ku dan satu satunya bidadari syurga ku. Aku berjanji akan terus bersama mu sampai maut memisahkan." Ujar arfan


"Terus? kenapa dia ikut?" Tanya calis yang gugup atas ucapan arfan yang menjadikan dirinya satu2nya wanita yang ada dihidup arfan.


"Dia diajak abi, Agar dia meminta maaf kepada mu" Ujar arfan.

__ADS_1


Calis yang bahagia mencium kening arfan dan arfan pun membalasnya dengan mencium kedua pipi tembem calis.


"Mas, Aku hanya manusia bisa, Bukan wanita sempurna yang sangat mudah memaafkan seseorang, Karena dia, Aku pergi dari sisimu selama 9 bulan. Karena dia aku harus banting tulang menghidupi anak kita, Membuka restoran yang TW, Apa kau tau kenapa aku memberi nama res itu dengan TW." Ucap calis


"Emm kenapa?Kan tidak ada nyambungnya dengan nama mu?"


"Tiwi" Ujar calis tersenyum


"Tiwi? What? why tiwi? Who is she?" Tanya arfan binggung


[Apa? Kenapa tiwi? siapa dia?]


"This is my pseudonym, so you won't find me easily" Jawab calis.


"Istri nakal, Pantas tidak ada namamu disetiap bandara. Kau tau?"


"What?"


"Kami semua mencarimu, Dari sabang sampai merauke. Dichina, Korea,Jepang dan amerika."


"What? amerika?"


"Yes mas meminta keluarga abi disana untuk membantu mencari istri nakal pak ustad" Ujar arfan


"Istri nakal pak ustad? hahahahaa" Tawa calis.


"yes" Ujar calis tersenyum


Dan arfan punnnnn mencium ***** calis.


"I love you mommy" Ujar arfan terenggah enggah.


"Saranghaeyo daddy" Balas calis


mereka pun menyatukan kening mereka.


Sedang asik2 romantis2 ada saja yang menganggu


"Calis, Ini aku kakak ipar mu, Bestie mu. Bunga!" Ujar bunga mengetuk pintu VVIP itu.


"Biar mas bukakan"


Arfan pun membukaan pintunya dan bunga nyelonong masuk setelah mengucapkan salam


"Calissss" Bunga pun memeluk sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kau tau! aku capek memikirkan keadaan mu, Siang malam. Dan untung saja sikembar bisa diajak kompromi.


Setelah semua tau bahwa arfan dan calis berbaikan.


Ummi nisa membawa lara masuk, Bertujuan untuk meminta maaf.


"Kenapa ummi membawa ******* itu kesini?" Tanya bunga yang sinis menatap lara.


"Bunga, Lara ingin meminta maaf atas perbuatannya." Ujar umi nisa lembut.


Sebelum calis ngomong, Onty dhew terlebih duluan.


"Apa kau merasa anak bungsu kami dan menantu mu ini berhati malaikat?memaafkan seorang semudah itu?" Ujar onty dhew datar.


"Ummi, Maaf jika menantumu ini tidak seperti menantu idaman mu. Aku tidak semudah itu memaafkan orang. Lebih baik kirim dia balik ke indo, Aku muak melihat muka menjjikan itu" Ujar calis


Ummi nisa pun pasrah.


"Lebih baik begitu mi, Menantu mu baru saja melahirkan nanti dia steres." Ujar abi abdul.


Abi abdul sangat tau, Kalau keluarga ibrahim ini sangat keras. Lara bisa saja di hukum sangat berat.


Tante clara yg tidak suka suasana keruh, muali mecairkannya


"Nak, Siapa nama baby boynya?" Tanya tante clara.


Btw, Anna, Tante kiran, Kakek dan nenek pulang kerumah. Sikembar anak atthaya pun ditinggal.


"Kaisar.." Calis menegok ke arfan.


"KAISAR DAFFA FADLHAN-GHAZI PRATAMA IBRAHIM" Ucap arfan lantang.


"Artinya?" Tanya uncle asey.


"Kaisar: Raja


Daffa: Banyak memiliki pertahanan diri


Fadlhan: Keutamaan


Ghazi: Berjiwa pahlawan" Ucap calis.


"Apa kalian mempersiapkan ini sudah lama?" Tanya ummi nisa.


"Sudah, Saat malam kami akan tidur. Karena tidak juga terlelap, Kami pun memikirkannya" Ujar arfan

__ADS_1


BERSAMBUNG...


see u next bab


__ADS_2