Painting Love

Painting Love
9


__ADS_3

Sekarang kedua insan itu berada di atas panggung untuk menyambut para tamu khusus yang hadir siang ini, acaranya hanya sampai jam 2 siang karena besok masih ada acara puncak.


"Ustad? apa acaranya masih lama ya?" Tanya calis kepada arfan yang duduk di sampingnya.


"Saya gak tau retna, kamu kenapa? mau apa?" Tanya arfan lembut pada istri yang ia SAH kan 4 jam yang lalu.


"Aku kakiku pegel ustad, cape banget" Keluh calis, ia sungguh bosan dengan acara ini.


"Oke sebentar ya, saya nanya ke umi farra ya" Setelah mengucapkan itu arfan pun turun, untung saja saat ini para tamu tidak naik salam salaman.


"Umi, apa acaranya masih lama..??" Tanya arfan setelah melihat umi duduk sambil menyuapi anak kakak sepupu calis.


"Setengah jam lagi deh kayanya nak, emang kenapa??" Tanya umi.


"Aretna pegel mi" Jawab arfan lembut, gini ginih laki bucin ama istri hihihihi.


"Oalaa anak itu, Yaudah bilangin dia tahan sebentar, nanti saya panggilin browo untuk naro alat pijet di sana, Anak itu harap di maklum aja ya nak arfan, dia memang seperti itu... Ayo sayang buka mulutnya pesawat sebentar lagi akan lepas landas" Jawab umi sambil menyuapi anak Kak Ria.


Browo membawakan alat pijet, yang sekarang berada di kaki calis.


"Ustad..." Panggil calis pada suaminya.


"iya dek??" Jawab arfan menoleh ke arah calis.


"Ustad gak pegel?" Tanya calis membuang muka, masih malu malu.


"Alhamdulillah gak kok dek," Jawab arfan tersenyum.


"Ustad, aku haus boleh tolong minta ambilin air dingin gak?" Tanya calis


"Boleh kok" Arfan pun turun lagi dan bergegas ke arah perminuman.


Saat menuangkan air ke gelas, arfan di kagetkan dengan temannya sekaligus kakak iparnya.


"Ciee ngambilin istri minum nih" Goda atthaya yang berlewatan dengan arfan.


"Iya mas" Ucap arfan sambil tersenyum


"Kok mas?" Tanya atthaya binggung.

__ADS_1


"Nanti aja ya aku jelasinnya, retna haus banget, assalamualaikum" Arfan pun pergi, dan atthaya yang melihat itu hanya mengidikan bahunya sambil bergumam.


"Bodo amatlah dia mau manggil gue apaan"


Arfan pun naik lagi keatas pelaminan.


"Dek, maaf ya lama" Ucap arfan, ia menyerahkan air dingin kepada calis.


"Ya allah gak papa ko, maaf ya ngerepotin" Jawab calis sambil tersenyum.


"Widih si calis gak nyangka gue, dia yang bar bar gitu dapet jodoh ustad muda yang sempat heboh itu loh yakan" Ucap salah satu tamu undangan.


"Iyo dek calis secantik itu pastilah dia dapet jodoh tampan kaya ustad arfan, sama sama pas, muantep..!!"


"Emang gak pernah gagal bibit dari keluarga ini ya, wong kamu liat aja rata rata keluarga ini menantunya orang luar sana, Ustadzah farra aja blastren"


Malam hari pun tiba.


Dikamar calis yang baru aja keluar kamar mandi, mengeluh karena pinggangnya sakit.


"Sakit bangett sihh, ya allah belum lagi lusa acaranya habis isya ampe malem, aduhh mati gue" calis mendumel sambil menghapus sisa make-up di wajahnya


"Ke tukang pijet kali ye? Astagaaa mana gue gak pernahh ke tukang pijit, mana kursi pijit yang dibelikan abi juga gak enak, eh bukannya gak enak sih tapi ya gak puas bangett, huhuhhuuuu". Keluhan calis itu terdengar ke telinga arfan, Arfan tersenyum mendengar keluh kesah istrinya itu.


"Assalamualaikum".


"Walaikumsalaam, astagaa eh astagfirullah". ucap calis sambil memukul kecil mulutnya yang latah dihadapan arfan.


"Kamu pegel ya?". Tanya arfan


"ga kok ustad" Calis tak mengaku, malu lah woi hehe.


"Hayoo?? Bohong nih?? Saya denger kok semuanya, mau dipijitin?


"Engga ustad, saya gak papa kok, ustad udah sholat?" Tanya calis


"Saya udah sholat kok,"


"Ohya"

__ADS_1


"Kamu udah sholat gak?"


"Saya lagi dapet Ustad"


"Dapet?" Tanya arfan tak mengerti.


"Haid ustad" jawab calis malu malu.


"Ohhh"


Arfan pun berjalan menuju sopa dikamar calis, lalu ia pun duduk.


"Kamu pasti pegel kann?? Saya bisa mijit"


"Ustad bisa mijit??". Tanya calis terkejut.


"Bisa"


"Hebat dongg berarti"


"Hebat? Bisa mijit hebat...?".


"Hebatlah ustad jarang loh orang bisa mijit" Ujar calis menatap kagum sambil megacungkan jempolnya, Hal itu membuat arfan terkekeh.


"Kamu emang gak bisa?" Tanya arfan sambil menatap istrinya itu.


"Gak" Jawab calis singkat.


"Maaf ya tadi aku nguping kamu lagi ngomel". Ucap arfan membuat calis terkejut sekaligus malu.


"Iyaaa ustad, di maafin" Ucap Calis tersenyum.


"Dek, kamu pegelnya dimana?" Tanya arfan, jujur ia gugup karena akan memegang calis.


"Kaki, bahu sih ustad, tapi ustad gak papa kalo mijitin aku?" Tanya calis, ia tak enak dengan suaminya karena masa suaminya yang memijit dirinya.


"Gak masalah, yaudah siniin kakimu" Ucap arfan, ia sudah duduk di ranjang calis dan posisinya calis lagi di ujung ranjang.


Setelah cukup lama memijit sang istri, arfan pun melihat ternyata calis sudah tidur pantas sedari tadi cuma diem doang.

__ADS_1


Arfan pun membaringkan calis dengan posisi normal, setelah itu arfan bergegas ke kamar mandi.


__ADS_2