
Di perjalanan sudah ditempuh dan anak anak juga mendapatkan ilmu tambahan yang beraeti di sana, waktunya mereka pergi ke hadramut, Tarim.
Banyak pengetahuan, orang yang hilang, dan masih banyak lagi selama liburan singkat ini. Calis pun mendapatkan hidayah, ia pun menggunakan cadar dan meminta semuanya yang ada foto dirinya tak bercadar jangan di publish kalau mau dipublish coret saja bagian yang ia tutupi dengan cadar.
Cadar yang dipakai calis adalah cadar yang hanya menampakkan mata saja.
Di ponpes setelah liburan singkat, santri santri yang lulus banyak sekali yang mendaftarkan diri mereka untuk melanjutkan kuliah di luar negeri.
Beberapa santri lainnya memilih menjadi abdi ponpes.
"Assalamualaikum,Mbalis" salam dari salah satu dari ustadzah
"Iya ada apa?" tanya calis.
"Ikut kita ke uks yu" ucap ustazah fitri.
Calis pun mengangguk.
"Ada apa sebenarnya ini?" tanya calis saat mereka sedang berjalan menuju uks.
Mereka pun sampai.
"Ya allah, ada bayi?" Ucap calis, saat melihat bayi perempuan yang sangat cantik, putih bersih, hidung mancung sepertinya ia keturunan arabian.
"Ini kenapa ada disini?" tanya calis, ia pun mengendong bayi perempuan yang masih sekitar 3 bulan itu.
"Gak tau mba, santri putri ketemu di depan gerbang, ya allah kasian mba aku liatnya" ucap ustazah fitri.
"Ya allah, masya allah sangat cantik dirimu nak, kenapa orang tua mu tega membuangmu dan meletakkan mu didepan gerbang" ucap calis lirih, ia tak kuasa menahan air mata, disaat ia ingin memiliki anak tetapi dilarang oleh suami, sedangkan orang diluar sana dengan teganya membuang bayi mungil, titipan berharga dari Allah.
Bayi itu masih tertidur nyenyak saat pengurus uks di sana memberikannya susu formula.
__ADS_1
"Umi dimana?" tanya calis.
"Ke luar kota mba, baru pagi tadi" jawab mereka.
"Oya, tolong ambilkan hp saya di kantong syar'i, dan tolong telponkan nomor daddynya kai." ujar calis
"Iya ma, permisi ya mba" ucap ustazah fitri saat mengambil handphone dikantung syar'i calis.
"Assalamualaikum, kenapa mom?" tanya arfan diseberang sana,
"Walaikumsalaam dad, dad pergi ke uks gih, btw kalau gak repot, penting nih bawa juga Ustad yang lain, kita berunding" ucap calis
"Gak sibuk mom, oke aku ke sana"
Telpon itu pun terputus.
Tak lama rombongan ustad pun datang.
"Assalamualaikum"
"BAYI?!"
"Ini bayi siapa mom?"
"Bayi orang lah dad, masa aku yang brojol" ucap calis kesal dengan Arfan.
"Engga mom, maksud aku, ini bayi ketemu dimana?" tanya arfan.
"Santriwati nemuin didepan dad, kasiankann ini wajahnya arabian loh"
"Ya allah" ucap semua ustad disana.
__ADS_1
"Perempuan ya mba" tanya salah satu ustad.
"Iya ustad, masya allah cantik sekali parasnya" jawab calis.
"Mom aku mau gendong" bisik arfan.
Calis pun perlahan-lahan meletakan bayi itu ketangan arfan.
"Masya allah" ucap arfan.
"Dad, aku boleh ngasih asiku gak?" tanya calis.
"Boleh mom, kasian dia, apa lagi diumur umur segini masih memperlukan asi." ucap arfan.
"Nah para ustad ustad termasuk ustazah, keluar ya bayinya mau nyusu" ucap ustazah fitri.
"Okee"
"Assalamualaikum"
"Walaikumsalaam"
"Bawa ke rumah aja ya kali dad, sempit ama gerah disini" ucap calis.
"Yaudah, aku ambil kereta bayi dulu"
"Gausah dad, aku taro di gudang belakang soalnya, lama bersihin."
"Oh iya mom"
Mereka pun berjalan ke rumah, santri putra dan putri yang tak sengaja melihat itu menikmati sekali, calis yang berpakaian syari hitam sambil mengendong bayi dan arfan yang memakai pakaian abu abu.
__ADS_1