PANGERAN ALAM BAWAH SADAR

PANGERAN ALAM BAWAH SADAR
eps.18


__ADS_3

BERCAKAP BAYANG DI ATAS KASUR


Sekitar jam empat sore aku duduk melamun di pinggir jendela sambil memandangi rintik hujan yang sedari tadi tidak reda-reda. Tidak terasa akupun merasa ngantuk sekali dan tidak sadarpun aku tertidur berbaring di atas kasur busa empuk warna biru. Dalam tidurku, aku melihat diriku sendiri dalam kaca seukuran tubuhku yang memanjang. Betapa terkejutnya aku, di situ diriku melihat seorang laki-laki berpakaian jas hitam, topi bundar, dan sepatu hitam mirip detektif yang ada di film-film.


Tak kusangka setelah kulihat dari bawah kaki hingga ujung atas, ternyata laki-laki itu adalah aku. Impian yang selama ini hanya jadi angan-anganku saja, sekarang menjadi kenyataan. "Yuuuhuuu...!!!" Teriakku senang, sekali memakai pakaian seperti ini, serasa seperti detektif sungguhan, yeaaahhh akulah SANG DETEKTIF.


Alam langit terlihat senja, aku melihat ada seorang anak seumuran denganku sedang duduk bengong di pinggiran jalan raya. Ia menatap kosong ke bangunan di seberang sana. Bangunan tua yang dikelilingi pagar besi setinggi dua meter.


"Kita gak bisa diam seperti ini," Kataku kepadanya yang memang belum kenal.


"Siapa kau, kenapa kau membuyarkan lamunanku?" Katanya heran bercampur kesal.

__ADS_1


"Sorry man, aku hanya memperkenalkan salam dengan gayaku. Kenapa kau di sini memandangi bangunan tua itu?" Tanyaku kepadanya.


"Ya, aku ingin ke sana," katanya sambil menunjuk bangunan yang dimaksud.


"Lalu kenapa kamu masih di sini?"


"Itu dia permasalahannya, aku tidak berani."


Dia bangkit hingga kami berdiri sejajar. Aku mengerti sekarang apa yang dia takutkan. Kukatakan kepadanya agar kita selalu bersama, aku meyakinkan bahwa sekarang kita adalah tim, dan tim kita harus selalu bersama. Aku mengibaratkan kita sebagai superhero seperti Sherlock Holmes dengan Partnernya yaitu Waston. Aku juga menambahkan bahwa kita adalah orang penting dalam misi ini, kita adalah pemeran utamanya. Dan pemeran utamanya kalau beraksi ya harus bersama-sama terus.


Tanpa buang waktu, aku langsung memakai kacamata hitam sebelum menyeberang jalan. Kerah jas yang sedari tadi memang tidak aku lipat, sengaja aku lurusin ke atas agar menutup sebagian wajahku. Ini memang Gedung tua, aku tahu dari warna cat bangunanya, kotor dan tidak terurus. Rumput liar tumbuh di beberapa tempat yang belum dipasangi paving semen. Hampir tidak ada suara apa-apa yang terdengar dari dalam bangunan. Cuma suara kendaraan yang lalu lalang yang terdengar dari jalan raya depan sana.

__ADS_1


Kami berdua mengendap-endap mendekati bangunan tua yang seperti bekas gudang itu. Kami berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa menimbulkan suara. Aku mengangkat tangan, memberi isyarat pada teman baruku itu untuk menahan gerakannya. Aku merapat di balik drum-drum bekas bensin. Aku bergerak dari satu drum ke drum lain, mendekati pintu bangunan.


Sampai di sini, sekitar tiga meter dari pintu, sayup aku mendengar suara dari dalam. Aku terus bergerak, berjinjit, biar tidak ada suara terdengar. Kalau begini teringat zaman waktu masih kecih pas lagi nakal-nakalnya. Aku sering menyelinap kebun tetangga sebelah, mengambil pisangnya tanpa harus izin terlebih dahulu kepada pemiliknya. Bukannya sombong atau gimana, dalam hal selinap-menyelinap, akulah ahlinya, sebab aku menguasai ilmu meringankan tubuh, kayak di filmnya Jet Lee itu loh.


Oke, sekarang aku harus melihat bagaimana situasi di dalam sana. Aku menjulurkan kepala sedikit, mengintip dari kusen pintu. Remaja seumuran SMA berkumpul mengitari meja bundar yang kosong. Ternyata bangunan tua ini mereka pakai sebagai markas untuk geng motor yang sedang populer di sekolah mereka saat ini.


Kata temanku yang tadi, ia tidak hanya penasaran dengan bangunan tua ini, tapi ada sesuatu yang ia tuju. Yaitu kakak perempuannya yang menjadi pacar salah satu dari bagian geng motor itu. Ya, sekarang aku jadi lebih tau dan untuk apa temanku ini rela sampai sini. Aku rasa detektif itu sudah menjadi bakat dalam diriku. Kayaknya petualanganku ke depannya akan semakin seru nih.


Aku tidak tahu yang mana kakak perempuannya, katanya yang paling cantik. Kalau menurutku sih cewek-cewek yang ada di dalam sini cantik semua. Memang ada yang paling cantik, ah apa mungkin benar itu orangnya. Aku menyanggah dalam hati, aku rasa tidak mungkin, masa iya kakaknya cantik kaya gitu, adiknya dekil kaya gini?


Tiba-tiba terdengar suara drum jatuh, temanku inilah yang menyenggolnya hingga drum tersebut jatuh. Hingga mereka semua melihat ke arah kami. Dan semuanya terbongkar. Aku bangkit berdiri, keluar dari persembunyian dan diikuti oleh temanku. Aku sih biasa saja karena sudah biasa mengalami seperti ini, tapi temanku yang satu ini tidak bisa menahan rasa takut dan bersembunyi di belakang pundakku dan tidak terasa ada yang basah keluar dari celananya.

__ADS_1


__ADS_2