
CINTA KITA TAKKAN PERNAH PUDAR
Haryono sudah hampir setengah jam mondar-mandir. Ia tengah menunggu kedatangan Cici yang tadi siang ngajak untuk ketemu di taman.
"Cici loe dimana sih? Dah malam banget juga nih." gumam Haryono.
Dia masih memegang ponselnya dan berkali-kali menelpon si Cici, tapi tetap saja hasilnya gak ada respon sedikit pun dan ia akhirnya mulai cemas.
"Ahhh! Mungkin ia tidak datang!" batinnya. "Pembohong besar si Cici!" Kata Haryono dengan nada kesal ditambah kecewa. Ia pun memutuskan untuk pergi pulang.
Setelah dia sampai di depan rumah, tiba-tiba ponselnya berdering.
"Cici..." kata Haryono.
Dia pun tidak mengangkatnya karena ia masih kecewa. Akhirnya ia mematikan ponselnya karna ia tidak ingin diganggu.
Keesokan harinya, ia pun berangkat ke kampus tapi ia tidak melihat batang hidungnya Cici. Dia pun mencari informasi tentang Cici. Tidak susah untuk mencari informasi tentang Cici.
"Cici kemaren tabrakan," kata Fina.
"Serius loe??" Tanya Haryono tidak percaya.
"Iya serius, ngapain gua bohong!" Jawab fina kesel.
"Trus gimana sekarang keadaan Cici?"
"Cici sedang dirawat di rumah sakit, dia sedang koma."
Haryono pun langsung pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
"Tan...te..." kata Haryono ngos-ngosan. Dia lelah karena tadi macet di jalan sehingga ia harus pergi berlari.
"Nak Haryono... Cici nak..." Kata Tante Risa sambil meluk tubuh Haryono yang masih keringatan.
"Sabar ya Tan, mungkin ini cobaan dari Tuhan. Kita harus yakin bahwa Cici pasti sembuh."
"Maafin Tante ya sayang, Tante gak bisa kabarin kamu semalam karena HP kamu gak bisa dihubungi." Kata Tante Risa.
"Justru saya yang harus minta maaf Tan, kemarin saya matiin ponsel saya sehingga Tante nggak bisa hubungi saya..."
"Sudahlah nak ga apa-apa, semua udah berlalu."
Seminggu telah berlalu namun keadaan Cici tak sadar-sadar juga. Tapi Tante Risa dan Haryono gak pernah jenuh dan merasa bosan untuk melihat perkembangan Cici.
Saat giliran haryono untuk menjaga dan menemani Cici, tiba-tiba ia melihat jari tangan Cici bergerak.
"Cici?? Sayang!! Kamu udah sadar sekarang??" Kata haryono.
"Kamu sekarang ada di rumah sakit sayang. Kamu akan cepat sembuh."
Tiba-tiba Tante Risa datang.
"Mama ada disini sayang,"
"Ma... Mama..." Kata Cici sambil meluk mamanya.
"Kamu dah sadar sayang?"
"Ehhhh Tante kok bisa ada disini? Bukannya sekarang giliran saya yang harus jaga Cici?" Kata Haryono.
__ADS_1
"Tante tadi sangat cemas sama Cici, jadi Tante putusin untuk datang kesini. Tau-taunya Cici sudah sadar." Kata Tante Risa bahagia.
"Mama... Maafin aku ya ma... Cici slalu buat mama cemas, Cici gak mau buat mama jadi sedih. Tapi Ma... Cici nggak akan lagi buat mama cemas, karena Cici gak mau repotin mama lagi..."
"Nggak sayang... Mama gak ngerasa mama direpotin oleh Cici kok..."
"Makasih ya ma... Nanti kalo Cici nggak ada lagi, mama jangan sedih ya... Mama gak boleh nangis, ntar Cici juga ikut nangis kalo mama nangis..." kata Cici sambil menghapus air mata mamanya.
"Sayang... maafin aku ya gak tepatin janji aku untuk ketemu di taman," kata Cici ke haryono.
"Gak kok sayang, itu semua salahku. Harusnya akunya yang kecelakaan, bukan kamu..."
"Yang..." kata Cici.
"Hemmm..." kata haryono mengangguk.
"Cici sakit... Cici nggak kuat. Makasih ya udah buat hidup Cici bahagia, makasih juga udah mau menemani Cici, bantu Cici dan makasih juga udah pernah menjadi bagian dari hidup Cici..." Kata Cici.
"Iya sayang, makasih juga untukmu yang pernah singgah di hidupku..." kata Haryono.
"Yang, kamu harus janji untuk selalu ngejaga mama aku. Ak...ku.. ti..tip.... Ma...ma.... Ku...yah...." Kata Cici sambil menghembuskan nafas terakhirnya.
"Cici...!!" Kata haryono menangis.
Tante Risa juga ikut menangis.
"Aku nggak boleh nangis, aku nggak boleh cengeng. Pasti Tante Risa lebih terpukul karena kepergian Cici," batin haryono.
"Tan..." Kata haryono sambil melihat ke arah Tante Risa, "ikhlaskan kepergian Cici..." lanjutnya.
__ADS_1
Setelah kepergian Cici, Haryono yang sudah berjanji pada Cici untuk selalu menjaga Tante Risa, selalu mampir ke rumah Cici. Sebenarnya Haryono selalu sedih saat ia berkunjung ke rumah Cici karena selalu teringat kenangan Cici di sana. Namun ia mencoba tegar di hadapan Tante Risa agar Tante Risa tidak lebih sedih lagi.
Tapi takdir berkata lain. Setelah kepergian Cici sebulan yang lalu, Tante Risa juga ikut menyusul. Kini Haryono jadi tambah sedih. Namun ia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan pernah melupakan kenangan-kenangan indah yang pernah ia lalui bersama Cici dan Tante Risa, Mama Cici.