PANGERAN ALAM BAWAH SADAR

PANGERAN ALAM BAWAH SADAR
eps.27


__ADS_3

SATU MENIT DI BAWAH HUJAN HARI KAMIS


Aku tengah berlari menyusuri jalan di bawah hujan hari Kamis ini. Tiba-tiba sebuah motor lewat, aku pun langsung mundur beberapa langkah ke belakang, takutnya aku akan kena sembret air dari jalan raya. Tiba-tiba mata kita langsung ketemu, aku melihat kau, kamu pun langsung memandangi aku sampai kamu pergi berlalu. Aku pun melanjutkan langkahku. Ketika aku menoleh ke belakang, hal yang sama pun terjadi, kedua mata kita juga bertemu, dan kamu tersenyum ke aku.


Aku melihat kau dari belakang, postur tubuh yang perfect, putih dan senyum yang tulus dan manis, itu semua membuat hati ini terus kepikiran. Dengan pakaian putih abu-abumu, dengan warna baju kena gincu yang hampir menghilangkan warna putih di bajumu.


"Ohhh! Ternyata dia kelas XII, dia udah selesai UNBK ya... Tentunya kamu main coret-coretan di bajumu," batinku.


Hati ini masih terbayang akan pertemuan tadi, sayangnya kamu sudah tamat sekolahnya. Aku baru kali ini melihatmu.


Aku siap akan mandi, tapi kenapa bayanganmu tetap hadir di benakku. Entah bibit apa yang telah kamu tabur di hati ini.


"Aku sungguh konyol!! Oh God... jika Engkau berkenan, pertemukan aku kembali dengannya. Aku ingin melihatnya walau hanya sebentar saja..." Doaku sebelum tidur.


Aku pun langsung tertidur dan berharap aku memimpikan dirinya.


"Ayo! Kita naik angkotnya di halte aja yuk?" Ajak pero, sahabatku.


"Iya," jawabku.


Saat kami akan ke halte tiba-tiba aku melihat DIA! Iya DIA! Tanpa sadar aku pun berjalan ke arahnya dan tanpa sadar aku ngerasa ada yang menarikku. Saat aku menoleh, ternyata dia yang menolong aku. Aku hampir aja keserempet motor, untung aku selamat. Saat itu pandangan kami bertemu. Kami saling menatap. Menatap dia, jantungku berdegup kencang dan... semakin kencang.


"Kamu nggak papa?" Tanya dia.

__ADS_1


"Iya, makasih..." kataku.


"Kamu gak papa, Des??" Tanya pero khawatir.


"Iya, aku nggak papa kok, Per." Jawabku.


"Per?? Pero??" Tiba-tiba ada yang manggil pero.


"Des, aku kesana dulu yah, bentar aja!" kata pero.


"Iya,"


Setelah pero pergi, kini tinggallah aku dan dia.


"Iya, sama-sama. Btw kamu yang kemarin hampir keserempet itu juga kan, pas hujan?"


"Yang mana sih?" Kataku mencoba mengingat-ingat, padahal aku ingat.


"Yang kemarin lohh... yang pake payung warna merah muda,"


"Ehhh iya," kataku dengan nada kecil.


"Nama kamu Destry ya?"

__ADS_1


"Kok kamu bisa tau?"


"Yahhhh tau lah... kan ada terpampang di situ," kata dia sambil nunjuk ke nama dadaku.


"Ohh, iya yahhh..." kataku merasa risih.


"Kelas XI ya?"


"Iya,"


Pero pun langsung manggil aku, "Destry sini! Angkotnya dah datang! Kamu jadi kan sekolahnya?"


"Iya... iya..." kataku sambil menoleh ke arah pero. "Duluan yah," kataku pada dia.


"Iya, hati-hati." kata dia dari belakang. Aku menoleh dan mengangguk, tandanya iya.


"Thanks God, ternyata aku bisa ketemu lagi sama dia walau hanya sebentar aja dan tanpa ada rencana." Batinku.


Dan setelah aku naik ke angkot, aku melihat dia bawa koper, ntah mau kemana dirinya pergi.


Keesokan harinya seperti biasa, aku dan pero pergi ke halte bus. Tapi hari ini aku tidak melihatnya, mungkinkah dia telah pergi? Sungguh aku tidak tau. Tapi satu hal yang paling penting, aku ingin bertemu dengannya untuk beberapa waktu yang sangat lama. Bahkan sangaaaat..... lama.


SELESAI/TAMAT

__ADS_1


__ADS_2