Papa Untuk Putri

Papa Untuk Putri
Bab 10.


__ADS_3

🌻🌻🌻


Sudah satu bulan Wisnu dan Sha tak bertemu dan tak berkomunikasi. Sha sudah pasrah dengan keputusan Wisnu apapun itu, lanjut dengan rencana pernikahan atau terhenti sampai disini. Disamping itu, Sha sedang sibuk mempersiapkan acara perpisahan di sekolahnya.


Wisnu yang setiap hari uring-uringan di kantor, hari itu hanya tertunduk lesu di mejanya. Adrian yang melihatnya jadi kebingungan.


"Pak, apa anda sakit?" tanya Adrian


" Ya, disini.." sambil menunjuk ke dadanya


"Sakit jantung pak? Mau saya antar ke Dokter?" ajak Adrian


"Memang ada dokter cinta? coba tunjukkan dimana? jawab wisnu malas.


Adrian terkekeh, "oalah... kalau sakitnya seperti itu, curhat aja pak..."


"Senjata makan tuan, tadinya saya yang marah karena Sha mengulur waktu pernikahan eh ko ujung-ujungnya malah Sha yang marah, dia bilang saya yang tidak pengertian. Sudah sebulan kami tidak bertemu dan tidak komunikasi." jelas Wisnu


"Oooh seperti itu. Sepertinya ada yang kebelet nikah ya," Adrian tertawa geli. "Sepertinya bu Sha memang sedang sibuk pak. Menyiapkan pernikahan itu bukan pekerjaan mudah, apalagi untuk seorang bu Sha yang perfeksionis. Segalanya harus dipersiapkan dengan baik."


Wisnu merenung, mendengar penjelasan Wisnu..


"Kenapa tidak terpikirkan oleh saya ya.. malah kamu yang lebih mengerti keadaannya"


"Mungkin efek bucin pak," canda wisnu seraya mengangkat kedua tangannya ✌


"Pak Wisnu sudah coba meminta maaf atau mengirim pesan atau menemui bu Sha?" tanya Adrian


"Saya sudah meminta maaf waktu itu setelah pernikahan Tari, tapi Sha tidak menjawab malah pergi, pamit untuk pulang. Saya sungkan mau mengirim pesan apalagi telpon." jelas Wisnu.


"Bagaimana kalau ke Sekolahnya pak? siapa tau hatinya luluh." kata Adrian


"Oke nanti sore kita ke sekolahnya" jawab wisnu setuju.


☘☘☘


Sore hari.. pukul 16.00 mobil Wisnu sudah terparkir di depan sekolah Sha. Wisnu melihat seorang perempuan di atas panggung yang sedang asik menyanyi dengan seorang laki-laki, sambil sesekali tertawa bersama, ternyata itu adalah Sha.


Wisnu yang melihatnya marah, menggerutu di dalam mobil. Ia cemburu melihatnya.


"Pantas tidak ada komunikasi, ternyata sudah nyaman dengan yang lain. Adrian kita pulang saja, percuma disini, nanti malah mengganggu kesenangan mereka." ungkap Wisnu.


"Pak Wisnu cemburu? sabar dulu pak..." saran Adrian.


Adrian bertanya pada Siswa yang lewat disamping mobil itu. "Dek, lagai ada acara ya disana?


"Oh iya pak.. itu panggung untuk acara perpisahan kami, itu Bu Sha dan Pak Iwan sedang latihan untuk mengisi acara." jawab siswa


"Oh begitu. Pak Iwan itu siapa dek?" tanya Adrian lagi.


"Guru kesenian pak, yang melatih semua guru dan siswa yang mengisi acara" jawab siswa lagi.


"oh ok, terimakasih dek"


"Pak Wisnu, disana Bu Sha sedang latihan menyanyi. laki-laki disampingnya bernama pak Iwan yang melatih semua guru dan siswa pengisi acara." jelas Adrian pada Wisnu

__ADS_1


"Yakin semua? apa Sha saja?" ungkap Wisnu dengan nada tinggi.


"Duh beneran ini bos gue kena virus bucin.. padahal udah tua, tp kaya anak remaja aja kelakuannya, pake cemburu segala" gumam Adrian dalam hati.


" Tapi pak, itu lihat... Pa Iwan itu dekat dengan semua guru.. sekarang bernyanyi dengan ibu guru lain. Bu Sha sudah tidak ada dipanggung" jelas Adrian


Wisnu termenung beberapa menit. "Adrian, menurut mu apa saya terlalu berlebihan?" tanya Wisnu


Adrian tersenyum sambil menjawab "Pak Wisnu kena virus bucin ini... cemburu level tinggi.. hihihi.. maaf ya pak"


"Apa iya ya?? Karena saya sangat mencintai Sha, saya takut kehilangan Sha, saya sudah nyaman dengan Sha."


"Kalau boleh saya tau, apa yang paling Bu Sha sayangi?"tanya Adrian


"Putri yang paling dia sayangi. Putri adalah segalanya bagi Sha". jawab Wisnu


"Bagaimana jika kita ke rumah bu Sha, pak Wisnu bawakan hadiah untuk Putri dan ajak dia bermain, siapa tau kalau melihat itu, Bu Sha luluh hatinya dan mau memaafkan bapak" saran Wisnu.


"Oke.. kita berangkat.. kita harus sampai disana sebelum Sha."


Mereka berangkat menuju rumah Sha.


Sesampainya di rumah Sha, Wisnu langsung memberikan mainan untuk Putri dan mengajaknya bermain. sedangkan Adrian pamit pulang lebih dulu. 15 menit kemudian Sha pun pulang dan sesampainya di rumah ia kaget melihat Putri sedang bermain dengan Wisnu.


"Assalamualaikum... " ucap Sha


" Waalaikum salam... ibu... Putri sedang main Papa Wisnu" jawab Putri dengan polosnya.


DEEG


"Mas.. sudah lama?" tanya Sha


"Belum kok.. Maaf ya mas ga ijin dulu mau kesini" jawab Sha


"Papa Wisnu ayo main lagi" rengek Putri


Wisnu tersenyum mendengar itu sedangkan Sha malah kebingungan.


"Maaf mas, aku tinggal sebentar mau membersihkan diri dulu" ucap Sha


Wisnu menggangguk.


30 menit lamanya... Sha berpikir Wisnu sudah pulang, tapi ternyata Sha salah... Wisnu masih asik bermain dengan Putri.


"Papa Wisnu.. Putri cape... mau boboan sama nenek ya.." ucap Putri..


"Oke sayang, tidak apa-apa, biar nanti Papa main sama ibu boleh ga? .." jawab Wisnu


" Boleh dooong Pah..." jawab Putri dengan polosnya


Sha menghampiri mereka. Putri masuk ke kamar neneknya..


"Sha.. bisakah kita bicara?" tanya Wisnu..


"Oh baik mas" jawab Sha.

__ADS_1


Mereka duduk di sofa terpisah. Wisnu mendekati Sha, sehingga kini mereka duduk berdekatan di sofa yang sama.


"Sha, Mas minta maaf untuk sikap yang kemarin.. Mas menyadari semuanya.. Mas terlalu berlebihan. Mas tersiksa berjauhan dengan mu. Maukah kamu memaafkan Mas?" pinta Wisnu


Sha termenung sejenak. Ia masih kecewa pada Wisnu tapi melihat sikap Putri tadi, iya jadi bingung.


"Sha.. Mas janji tidak akan kekanak-kanakan lagi.. Mas janji akan lebih memahami dan mengerti kamu sayang" ucap Wisnu sambil mengecup tangan Sha.


Getaran cinta terasa lagi saat Wisnu mengecup tangannya. Sha mencintai Wisnu tapi ia jaim.


"Sha sayang... bisakah kau memaafkan Mas?" tanya Wisnu lagi


"Emmm... iya Mas... aku minta maaf ya kalau aku juga terkesan egois"ucap Sha.


"Lega rasanya... Jangan jauh lagi dariku sayang." pinta Wisnu pada Sha sambil memeluknya.


"Iya Mas..InsyaAllah".. jawab Sha


Wisnu tersenyum, ia memeluk erat tubuh Sha..


"Mas..." panggil Sha


"Ya sayang, biarkan aku memelukmu erat. Mas rindu.. "


Sha tersenyum "Mas mau aku buatkan minum?" tanya Sha..


"Tidak usah. Mas hanya ingin memelukmu dan..." Wisnu tersenyum penuh makna...


Sha langsung menutup bibirnya dengan tangan.. 😁😁


Wisnu mengernyitkan dahi dan cemberut. "jangan menghukumku dengan itu sayang..."


Sha tertawa geli melihat sikap Wisnu. "Mas sudah tua juga tapi seperti anak remaja saja ih.. " canda Sha..


"Sayang... kapan acara perpisahan di sekolah?" tanya Wisnu yang tak mau melepaskan pelukannya.


"Sabtu besok Mas... kenapa mas?" tanya Sha


"Mas mau melihat dan mendengar kamu menyanyi" Jawab Wisnu


"Loh kok Mas tau?" tanya Sha heran.


"Mas jodoh mu.. sudah pasti tahu, hahahaha" jawab Wisnu " Kalau mas datang boleh tidak? tanya Wisnu


"Tentu saja boleh Mas, kabari lagi saja nanti" jawab Sha


Hari pun sudah malam. Wisnu berniat pulang.


"Sayang... serius aku ga dapat jatah ituuuu" tanya wisnu sambil memelas.


"Ga ... itu hukuman Mas" jawab Sha sambil tertawa geli


"Mas pulang dulu ya sayang" pamit Wisnu sambil mengecup kening Sha.. "Aku mencintaimu sayang" bisiknya.


"Aku juga mencintaimu Mas.. Hati-hati di jalan ya sayang" jawab Sha.

__ADS_1


__ADS_2