
🌻🌻🌻
Acara pernikahan telah usai, mereka kembali pulang. Sha meminta kepada Wisnu untuk sementara waktu ini tinggal di rumah Sha, baru nantinya dibicarakan kembali. Wisnu menuruti keinginan istrinya itu.
Sesampainya di rumah, Wisnu duduk di sofa dengan Putri. Sha pergi ke dapur untuk mengambil minum dan beberapa cemilan.
"Putri... main yu..." ajak anak kecil di teras rumah..
"Papa, Putri mau main sama Kinara ya.." Putri meminta ijin
"Boleh, tapi jangan jauh-jauh ya.." seru Wisnu
Sha duduk di samping Wisnu.
"Mas, tidak apa-apa kan kalau kita tinggal disini... maaf ya kalau rumah ini tak seluas rumah yang Mas miliki" ucap Sha
"Tidak apa-apa sayang, tapi sesekali kita pulang kesana ya, sekalian menjenguk dan menemani Ibunda" jawab Wisnu
"Mas.. satu lagi.. Aku masih boleh mengajar?" tanya Sha ragu
"mmmmm" Wisnu terdiam sambil berpikir sejenak "Boleh sayang, asalkan keluarga tetap jadi nomor satu, dan kalau bisa jangan terlalu cape ya sayang"pinta Wisnu.
"Terimakasih, Mas boleh mengingatkan atau menegurku jika salah tapi dengan cara yang lembut, jangan bentak, aku mudah tersinggung Mas" jelas Sha "Oia Mas, tidak ada toleransi untuk orang ketiga di dalam rumah tangga kita, jika itu terjadi, aku akan pergi" tiba-tiba saja kalimat itu keluar dari mulut Sha. Ia trauma dengan orang ketiga yang bisa menghancurkan rumah tangga.
Wisnu tersenyum sambil memeluk Sha lalu berbisik "Hanya kamu, tidak akan ada yang lain. Kamu yang pertama dan terakhir untuk Mas" jawab Wisnu meyakinkan Sha.
Hari sudah malam.. Wisnu, Sha dan Putri makan malam bersama sambil berbincang-bincang.
"Besok kan sekolah, Putri ada PR ga?" tanya Sha
"Ada bu... menebalkan huruf dan mewarnai" jawab Putri
"Selesai makan, kerjakan PR nya ya... nanti Papa temani" ucap Sha
Sha tersenyum lalu menggengam tangan Wisnu seraya berkata "Terimakasih Mas"
"Tidak usah berterimakasih sayang, Putri adalah anakku. Aku akan memberikan kasih sayang dan segala yang terbaik untuknya." jawab Wisnu
"Papa bisa dongeng ga?" tanya Putri pada Wisnu
" Bisa dong sayang.. Putri mau didongengin? kan mau ngerjain PR" kata Wisnu
"Habis ngerjain PR, Putri mau bobo, tapi harus didongengin.. biasanya sama ibu juga gitu Pah.." protes Putri
Wisnu senang mendengar ocehan Putri "Siap laksanakan Putri cantiknya Papa" jawab Wisnu sambil tertawa.
__ADS_1
Keluarga kecil mereka begitu hangat. Saling mengisi, saling melengkapi dan saling menyayangi.
Winsu dan Putri ke kamar mungil yang penuh dengan pernak penik Rapunzel.
Sha merapikan meja makan dan dapur. Setelah itu ia memeriksa semua pintu da jendela rumah karena jam sudan menunjukan pukul 21.00. Sha menghampiri kamar Putri untuk melihat kegiatan Papa dan Putrinya itu. Terlihat Putri sudah tertidur pulas sedangkan Wisnu merapikan buku belajar Putri.
"Putri sudah tidur Mas?" tanya Sha
"Sudah.. udah bisa dong Mas dapat gelar Papa hebat??" canda Wisnu
"Sekarang giliran ibunya yang dikelonin ya.." ucap Wisnu sambil memeluk Sha.
Sha tertawa. Tapi memang patut diacungi jempol suaminya ini.
"Lanjut bikin adik untuk Putri yuk" ajak Wisnu
Sha tidak bisa menolak ajakan suaminya itu.. selain merupakan ibadah seorang istri, Sha juga menikmati permainan suaminya itu.
Malam itu menjadi pergulatan panjang, entah berapa ronde. 😁😁
maklum aten baru... lagi anget-angetnya kan ya... lagi seneng nambah terus Mas Wisnu nya... 😄😄
...****************...
Hari ini adalah hari yang berbeda dari biasanya. Ini adalah hari pertama bagi Wisnu, Sha dan Putri. Keluarga mereka kini lengkap. Putri mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari seorang Ibu dan Papa.
Cuup...
Sha mencium kening Wisnu
"Mas.. bangun yuk, sudah pagi" ucap Sha lembut
"Hemmm.." Wisnu membuka matanya, ia tersenyum melihat Sha.. Baginya ini awal yang indah untuk memulai hari. Wisnu menarik tubuh Sha kedalam pelukannya. Saat ia akan mencium bibir, Sha langsung menutupnya.
"Morning kiss sayang" ucap Wisnu..
"Ga ah, takut nambah kemana-mana" goda Sha.. karena ia tau kebiasaan suaminya.
"Huuuffft... ketauan deh" gerutu Wisnu
"Mandi dulu Mas, hari ini ke toko atau ke hotel?"tanya Sha pada Wisnu... ia belum hafal betul jadwal suaminya..
"Ke Hotel. Hari ini kamu sudah mulai mengajar sayang?" tanya Wisnu
"Iya Mas, liburannya sudah habis.. ayo Mas, mandi dulu, sudah siang"
__ADS_1
Lalu Sha membangunkan Putri..
Beberapa menit kemudian merekapun sudah siap dan duduk di meja makan untuk sarapan bersama.
Sha sudah menyiapkan keperluan semuanya.
Wisnu tersenyum bangga pada istrinya yang begitu pintar.
"Mas, bisa tolong antar Putri ke rumah nenek?" pinta Sha.
Sha memang menitipkan Putri kepada orang tuanya ketika Sha pergi bekerja. Sha tidak menggunakan jasa pengasuh karena lebih percaya pada orang tuanya,terlebih Putri punya riwayat alergi untuk beberapa makanan, jadi ia khawatir.
Wisnupun segera kembali karena jaraknya tak begitu jauh. Sha sudah mengunci pintu dan bersiap untuk berangkat.
"Mas antar ke sekolah ya sayang!" ajak Wisnu
" Merepotkan ga Mas?" tanya Sha
"Kenapa masih sungkan istriku tersayang... kamu prioritasku sekarang." jawab Wisnu.
"Baiklah, terima kasih ya Mas" Sha tersenyum bahagia.
Di dalam mobil, diperjalanan menuju Sekolah.
Awalnya ragu, tapi ia memberanikan diri untuk meminta ijin pada suaminya "Mas, kalau aku naik motor ke Sekolah bagaimana, boleh ga? Aku tidak enak jika harus merepotkan Mas setiap hari" tanya Sha
"Mas tidak merasa repot sayang. Tapi, memangnya bisa sayang? Mas belum pernah lihat" tanya Wisnu heran
"Bisa Mas, aku memang naik motor ko ke sekolah, hanya saja saat ini motorku masih di bengkel, kemungkinan 2 hari lagi selesai" jelas Sha
"Kenapa bisa ada dibengkel? kecelakaan? ditabrak? tabrakan? jatuh?" cecar Wisnu
"Santai dong mas nanyanya... jadi gini, motornya lagi diparkir, aku lagi pesan minuman, tiba-tiba ada mobil remnya blong, nabrak motor aku deh, gitu Mas"
"Untuk yang satu ini, Mas pikir-pikir dulu. Mas khawatir sayang, Mas khawatir, ga mau kamu celaka" jawab Wisnu
"Iya Mas" jawab Sha sambil cemberut. Ia sudah terbiasa mengendarai motor, selain lebih nyaman, bisa ngejar waktu juga.
Wisnu tersenyum melihat ekspresi istrinya, ia gemas ingin sekali mencium bibir cemberutnya tapi apa daya ia harus fokus menyetir.
Hari itu berjalan seperti biasanya. Wisnu dan Sha sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Sepulang sekolah, Putri bermain di rumah nenek sambil menunggu Ibu dan Papa nya pulang.
T**erimakasih sudah membaca...
silahkan beri saran ya teman-teman dan komentar juga..
__ADS_1
jangan lupa likenya juga ya** ...