
🌻🌻🌻
Wisnu memarkirkan mobilnya di garasi. Ia begegas masuk membawa buah kesukaan istrinya.
"Assalamualaikum... Putri, Papa pulang" ucap Wisnu tapi tidak ada yang menjawab.
Sekarang pukul 20.00
Wisnu mengecek ke kamar, ke ruang makan, dapur, tp Sha tidak ada. "kemana ya.. ko sepi. Apa di rumah neneknya.." gumamnya. Wisnu penasaran dan melihat ke kamar Putri, ternyata ada Putri dan Sha yang sudah tertidur. Wisnu mengecup pipi Putri. Ketika Wisnu mengecup kening Sha, ia malah terbangun.
"Maaf sayang, Mas pulang telat. Pindah yuk bobonya" ajak Wisnu
Sha menggeleng. Wisnu mengacak-acak rambutnya " huffft bahaya deh kalo marah terus gini.." ia mencoba membujuk istrinya lagi.
"Jangan marah.. maafin Mas ya... Mas bawain buah kesukaan kamu, kita makan berdua yuk... " ajak Wisnu
Sha luluh karena melihat anggur yang dibawa Wisnu. Ia pun mengikuti suaminya. Sha bersandar di tempat tidur lalu memakan buah anggur yang dibawa suaminya.
"Enak ga sayang?" tanya Wisnu
Sha hanya mengangguk.
"Udah dong sayang marahnya" ucap Wisnu sambil menciumi pipi istrinya. "oia, besok jadwal ke Dokter kandungan ya sayang, Mas temani ya.."
Lagi-lagi Sha hanya mengangguk.
Wisnu bingung tak tau harus bagaimana lagi.. Sha menguap, ia merasa ngantuk. Wisnu langsung memeluk Sha dan merekapun terlelap.
kita percepat aja ya guys...
🌻🌻🌻
Pagi itu di dokter kandungan.
Sambil USG dokter menjelaskan "Sudah ada trimester ke tiga ya.. Sudah boleh persiapan perlengkapan untuk melahirkan, karena bisa saja maju atau mundur dari HPLnya ya, ada yang ditanyakan Pak, bu?"
" itu dok... apa masih boleh untuk... " ucap Wisnu terbata-bata..
Dokter yang paham maksud Wisnupun senyum seraya menjawab " mau nengokin dede yang didalam ya pak? boleh ko.. tapi jangan sampai membuat ibunya kelelahan ya"
"dasar mesum..." gumam Sha
Wisnu tersenyum lebar...
Sepulang dari dokter mereka mampir ke toko perlengkapan bayi, membeli segala sesuatu yang dibutuhkan. Wisnu mengambil 2 set bantal, guling dan selimut.
"Ko dua mas? apa ga kebanyakan?" tanya Sha bingung
"untuk kakaknya satu, untuk adiknya satu. Sekarang kan kita punya dua anak" ucap Wisnu tersenyum
Sha terharu... suaminya masih ingat Putri disela membeli kebutuhan perlengkapan adik bayi. "Terimakasih ya Mas."
**Di rumah**
Putri riang gembira mendapatkan hadiah dari Papanya. Wisnu menggendong Putri sambil menyuapi kue.
"Nanti kalau adik sudah lahir, Putri mau dipanggil kakak atau teteh?" tanya Wisnu
__ADS_1
"Teteh aja Pah. Kan aku perempuan" jawab Putri.
"Sekarang teteh udah ngantuk belum? mau Papa dongengin ga?" kata Wisnu
Putri mengangguk... Wisnu membacakan dongeng hingga Putri terlelap.
Sha sedari tadi merebahkan badannya di kasur.
"sebelah mana yang pegal sayang?" tanya Wisnu penuh arti
"pinggang sama kaki Mas" jawab Sha
Wisnu mengelus-elus pinggang dan kaki istrinya. Tapi ketika mengelus kaki, tangan Wisnu menjelajah ke arah lembah tersembunyi.
"Mas.... tangannya itu lho... "
"Iya sayang.. kan kata dokter tadi boleh" jawab Wisnu
Cup....
Wisnu ******* bibir Sha sambil Tangannya memainkan Squisy milik istrinya itu.
"Emmmph.. Mas" lirih Sha
"aku mau nengokin calon debay, boleh ya sayang" pinta Wisnu
aish Mas Wisnu... bisa banget deh.. segala pengen nengokin calon debay ðŸ¤ðŸ¤
Wisnu mencium, memainkan dan melahap kedua squisy secara bergantian.
"Mas.. geli... ih" ucap Sha
Kelakuan Wisnu udah kaya bayi deh... Sha tertawa geli... Tangan Wisnu masih bergerilya di lembah tersembunyi itu.. mengusap lembut hingga terasa lembab...
"emmmph.. Mas, basah" racau Sha
"sekarang ya sayang, Mas janji, pelan pelan kok.." janjinya
dan... Jleb... si pedang panjang bertemu kembali dengan sarungnya. Wisnu me maju mun durkan si pedang panjang dengan perlahan.
"Ayo Mas. udah.... " belum selesai bicara, bibir Sha sudah dilahap oleh Wisnu. Nafas Sha terengah, Ia menjambak rabut Wisnu dan membuat Wisnu semakin bergairah.
"Ohhh.. ya Sayang... oooh" racau Wisnu. Dan
Brruk..
Wisnu mebaringkan badannya di samping Sha.
"Terimakasih sayang. Kamu yang terhebat, kamu segalanya" bisik Wisnu
Sha memeluk Wisnu...
"Mas, aku cape... usap-usap dong perutnya..." Pinta Sha dengan manjanya.
Wisnu tersenyum... " siap sayang... Mas suka kalau kamu manja, jadi pengen nambah deh" tawanya.
"Maaasss... jangan nakal" ucap Sha.
__ADS_1
"Canda ko sayang..."
* Dua minggu kemudian*
Sha tidak bisa tidur, gelisah. Hal itu dirasakan oleh Wisnu..
"kenapa sayang? ada yang sakit?" tanya Wisnu
"Pegel dan panas pinggang, ga tau kenapa" jawab Sha
"kamu cape-cape lagi sayang hari ini?" desak Wisnu
"Ga ko Mas, aku kan udah mulai cuti.. seharian ini di rumah aja kok."
"Kita ke dokter yuk sayang.. jangan-jangan debay mau launching?"
"Ga tau sayang.. dulu Putri lahir SC. Aduuh... tambah pegel Mas.." hik..hik..
Wisnu siaga, ia langsung menyalakan mobil menyiapkan perlengkapan melahirkan. Sebelum itu, tak lupa Wisnu menitipkan Putri pada Nenek.
Tanpa menunggu lama Wisnu membawa Sha ke dokter kandungan. Dan ternyata Sha sudah pembukaan.
" Ibu berbaring disini ya... santai saja jangan tegang. Ini persalinan pertama ibu kan ya.." ucap dokter
"ini yang ke dua dok, yang pertama SC. Apa kali ini bisa normal dok?" tanya Sha
"Persalinan pertama kenapa SC bu?" tanya dokter lagi
"Ga ada pembukaan dok, gawat janin, jadi terpaksa SC." jelas Sha
"Sebentar saya cek buku KIA ibu ya..." ( 15 menit kemudian) " tidak ada masalah bu.. apa ibu mau mencoba persalinan normal atau SC lagi? tanya dokter.
"Mas?" Sha menoleh ke arah Wisnu yang dari tadi menemani disampingnya
"Senyamannya kamu aja sayang" menyerahkan semua pada Sha "Saya mau lakukan yang terbaik dok, agar istri dan anak saya selamat dan sehat" pinta Wisnu kepada dokter .
"Haduuuuh" Sha meringis
"Atur nafas ya bu... saya cek dulu. oh sudah ada pembukaan bu kita coba normal ya... nanti saya beri aba-aba ya.. " kata dokter
"saya boleh disini dok? menemani istri saya?" pinta Wisnu
"Boleh sekali pak, ibu memang butuh bapak saat ini. Tapi bapak tidak takut darah kan?" tanya dokter lagi
"Aman bu dok.. saya jagoan" jawab Wisnu.
Sha merasakan mules yang luar biasa selama 2 jam. ia mencengkeram tangan Wisnu dengan kuat.
"Haduuuh.. Allahu.. Massss" rintih Sha. Tangannya menjambak rambut Wisnu dengan kuat. Wisnu yang khawatir melihat Sha terus menatap ke arah dokter.
"Atuh nafas bu... dorong perlahan.. ibu kuat pasti bisa" ucap dokter
"Aku mencintaimu sayang, kemarin, hari ini, esok dan selamanya" bisik Wisnu..
Daaan..... Terdengarlah suara tangisan bayi.
"Wah selamat pak, bayi bapak terlahir normal, sempurna dan Laki-laki." ucap dokter.
__ADS_1
Raut wajah bahagia terpancar dari Wisnu. selama ini, ketika USG mereka memang tidak menanyakan jenis kelamin pada dokter. Wisnu mengecup kening Sha "Terimakasih sayang, kamu hebat, kamu kuat". bisiknya
Sha tersenyum. ..