
🌻🌻🌻
Tibalah pada waktu yang ditunggu oleh Wisnu. Pertemuannya dengan Sha di penilaian akhir siswa magang. Wisnu berharap Sha sudah memiliki jawaban untuk pertanyaannya waktu itu.
"Pak Bos, pukul 09.00 kita ada penilaian akhir untuk siswa magang, apa Anda dapat menghadirinya?" tanya Adrian
"Tentu saja saya hadir. Itu adalah waktu yang sangat saya tunggu" jawabnya sambil tersenyum.
"Apa perlu saya siapkan tempat istimewa untuk sesi katakan cinta?" goda Adrian
"Hahaha... kamu pikir saya Abege Bucin"jawab Wisnu
Mereka meninggalkan kantor dan memasuki ruangan penilaian. Sha sudah duduk manis menunggu Wisnu. Sesekali Sha mencuri pandang ke arah Wisnu "Haruskah ku lepaskan pria tampan didepanku itu.. atau kuraih dan kujadikan Papa untuk Putriku. Tapi bagaimana jika aku kecewa dan terluka lagi... "gumamnya dalam hati. Sha masih belum mempunyai jawaban untuk pertanyaan Wisnu.
Sedari masuk ruangan, hingga acara selesai Wisnu memandangi Sha dari kejauhan. "cantik, semoga kau sudah memiliki jawaban dan jawaban itu adalah kata YA.." gumam Wisnu dalam hati.
Acarapun selesai. Siswa-siswa magang sudah mengemas barang-barang dan siap untuk pulang.
Wisnu menghampiri Sha "Apa kamu akan pulang bersama mereka?" tanya Wisnu " aku harap kamu sudah memiliki jawaban dari pertanyaanku Sha. "
"Ngga Mas, mereka akan pulang lebih dulu, aku masih ada urusan disini. Maaf, aku belum punya jawabannya Mas." jawab Sha sambil menundukan kepala.
Sha pergi menunggalkan Wisnu. Wisnu kecewa mendengarnya, ia masuk ke ruang kerjanya. Duduk di kursi mendengarkan lagu sambil menutup matanya.
#Song..
Andai engkau tahu... betapa ku mencinta..
selalu menjadikanmu isi dalam doaku...
Ku tau tak mudah... menjadi yang kau minta..
Ku pasrahkan hatiku... takdir kan menjawabnya..
Jika aku... Bukan jalanmu..
Ku berhenti mengharapkanmu..
Jika aku... memang tercipta untukmu..
ku kan memilikimu...
jodoh pasti bertemu...
tok...tok...tok...
__ADS_1
Tiba-tiba Adrian masuk.. "Pak Wisnu, apa anda baik-baik saja? tanyanya khawatir.
"Entahlah.. dia pergi.." ucapnya murung.
"Apakah yang dimaksud itu bu Sha? beliau masih disini pak, memesan kamar untuk menginap malam ini" jelas Adrian
"Serius? kamu tidak salah orang? ada dikamar berapa?" Tanya Wisnu pada Adrian.
"Betul pak, bu Sha menginap di kamar no 24. Ternyata beliau MC untuk acara pernikahan besok. Ada yang bisa saya bantu pak? apa mau saya pesankan bunga?" jelas Adrian.
"oke, tolong belikan saya bunga, nanti malam saya akan menemuinya lagi. Terimakasih" pinta Wisnu
" Siap pak Bos... jangan nyerah.. semangat!!" Adrian menyemangati atasannya itu.
Pukul 19.30. Di kamar no 24.
Sha mengenakan dress berwarna pink duduk di sofa sambil mempelajari susunan acara pernikahan besok. Ia tidak mau melakukan kesalahan sedikitpun jadi ia latihan terus menerus.
Tok...tok...tok...
Sha bingung, kenapa ada yang mengetuk pintu kamarnya. Ia tidak merasa memesan apapun.
Ia bergegas membuka pintu dan kaget melihat sesosok laki-laki dengan wajah tertutup karangan bunga.
"Maaf, anda siapa? sepertinya salah kamar" tegas Sha.
Sha kaget, bingung... Ia melihat sekeliling sudah banyak orang yang memperhatikan mereka. Sha malu, dan meminta Wisnu masuk ke kamar "Mas, bisakah kita bicara di dalam saja? Tidak enak dilihat orang"
Mereka pun masuk.
"Sha, bisakah aku mendapatkan jawabannya sekarang? mau kah kau menjadi kekasihku, menjadi pendampingku?" tanya wisnu lagi.
Sha terharu sekaligus senang mendengarnya. Awalnya ia masih ragu tapi akhirnya Sha menganggukan kepala dan berkata"Ya Mas"
Wisnu senang bukan kepalang... Ia langsung memeluk Sha. Sha yang merasa canggung bingung harus bagaimana, dia hanya diam saja... pelukannya semakin lama semakin erat.
"ehem... " Sha berdehem
Barulah Wisnu melepaskan pelukannya sambil tertawa kecil.
"Terimakasih sayang" ucap Wisnu sambil mengecup kening Sha.. Tangan Wisnu masih melingkar dipinggang Sha, mereka saling menatap.. Tiba-tiba Wisnu mencium bibir Sha.. Sha menutup matanyanya, jantungnya berdebar semakin kencang, bukannya menjauhkan bibirnya, Sha malah menikmatinya..
Wisnu menekan tengkuk Sha untuk memperdalam ciumannya. Nafas mereka terengah. Sha membuka matanya lalu berkata "Mas..."
Wisnu pun melepas kan ciuman itu. "Maaf ya sayang" senyum Wisnu. Sha tak menjawab, hanya senyum sambil tersipu malu. Kemudian mereka duduk di sofa.
__ADS_1
"Kamu tidak bilang kalau besok ada acara disini. Jam berapa acara besok dimulai?" tanya Wisnu kepada Sha..
" Kan Mas ga nanya. Besok mulainya jam 09.00 sampai jam 16.00,. kenapa mas?" Sha malah kembali bertanya .
"Gimana mau nanya... tadi kamu buat aku kecewa, lalu meninggalkanku begitu saja.. Besok aku temani ya" gerutu Wisnu
"Mas.. tadi aku mengantar anak-anak ke mobil." jawab Sha
Mereka berbincang tentang segala hal. Tentang kehidupan pribadi, keluarga dan pekerjaan.
Fokus Wisnu hanya pada bibir Sha. Entah mengapa bibir itu jadi candu bagi Wisnu. Wisnu mendekatkan wajahnya ke Sha yang sedang asik bercerita. Tanpa basa basi, Wisnu mencium kembali bibir pink itu dengan lembut, Sha menikmati dan membalas ciumannya. Hingga akhirnya ciuman itu berubah menjadi lebih intens. Sha dan Wisnu sama-sama menikmatinya. Hingga tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
tok... tok... tok...
Mereka menghentikan aktivitas itu.
"Mas, ada tamu.. aku buka pintu dulu ya" ucap Sha
"Aku mencintaimu" bisik Wisnu dengan lembut. Wisnu mengusap wajahnya, ia sedikit kesal karena ada yang mengganggu moment romantisnya. ðŸ¤ðŸ¤
"Mas, aku harus ke Aula tempat pernikahan besok, panitia memintaku untuk melakukan Gladi Resi" ucap Sha seolah meminta ijin.
"Mas temani ya, boleh ga sayang?" tanya Wisnu
"Boleh mas, tapi disana aku kerja loh mas.. kalau aku cuekin jangan marah ya?" ejek Sha sambil tertawa
"iya sayang" jawab Wisnu sambil memeluk Sha
Mereka pergi ke Aula... Sha latihan selama 2 jam. Karena dirasa sudah cukup, Sha pamit pada panitia yang lain untuk istirahat. Mereka berjalan berdampingan sampai depan kamar Sha, ketika Sha hendak masuk, ia menoleh ke arah Wisnu.
"Mas...sudah sampai.. terimakasih sudah mengantarku" ucap Sha, Alih-alih pulang, Wisnu malah masuk ke kamar Sha.. "Maaf Mas, tapi ini kamar ku..."
"Aku masih rindu.. sudah lama tak bertemu" Wisnu langsung masuk sambil memeluk Sha. "Mau yg itu, boleh ya sayang" sambil menunjuk bibir Sha.
kayanya efek kelamaan ngejomblo nih Mas Wisnu, minta nambah terus 😆😆
"Tapi... tadi kan sudah Mas" jawab Sha
"Boleh ya sayang, please... kamu canduku... " tanpa menunggu jawaban dari Sha, Wisnu langsung memeluk erat tubuh Sha sambil mencium bibirnya yang semakin lama semakin intens dan cukup lama. Nafas Sha menjadi tidak beraturan ia mulai kewahalan dengan ciuman dari bibir Wisnu. Perlahan Sha menjauhkan bibirnya.
"emmmh.... Mas... sudah malam, bolehkah aku istirahat? besok aku ada pekerjaan." pinta Sha dengan lembut.
"iya sayang. Maaf aku terlalu lama menahan rindu." kekehnya... " Aku temani ya, boleh tidak?" tanya Wisnu
"Ga boleh mas.. apa kata orang nanti kalau kita tidur dikamar yang sama.. kita belum menikah" tegas Sha.
__ADS_1
" Kalau begitu, kita segera menikah saja. Aku akan mengurus semuanya." bisik Wisnu, ia mengecup kening Sha lalu keluar kamar.
Sha terdiam terpaku mendengar ucapan Wisnu. Entahlah itu benar-benar serius atau hanya gurauan semata.... Sha tak mau ambil pusing, ia pun segera naik ketempat tidur dan istirahat. Besok ia harus melakukan yang terbaik di acara pernikahan itu.