Papa Untuk Putri

Papa Untuk Putri
Bab 21


__ADS_3

🌻🌻🌻


Seminggu kemudian, Sampai di hari yang sudah direncaknakan. Libur telah tiba...


Wisnu dan keluarga pergi berlibur ke kota B. Selain sejuk, banyak sekali wisata kuliner dan tempat yang bisa dikunjungi cocok untuk anak-anak.


Sesampainya di kota B, Wisnu mencari hotel yang nyaman untuk keluarga. Ia memesan kamar yang begitu luas dengan 2 tempat tidur yang besar. Hari sudah siang, sudah check in juga di hotel.


"kruuukk.." bunyi dari perut Putri "Ibu.. Putri laper, mau mamam... " pinta Putri


"Oh iya sayang, sebentar kita tunggu Papa ya.." jawab Sha


"Sayang.. udah waktunya makan siang nih.. makan dulu yuk.." ajak Sha..


"oia, pasti udah pada laper semua ya... ayo kita ke Resto hotel aja ya.. " ajak Wisnu


Mereka semua pergi ke resto yang ada di hotel untuk makan siang. Selesai makan siang, Sha pamit ke toilet. Dari jauh Wisnu melihat Sha sedang bertegur sapa dengan seorang pria yang belum pernah ia temui sebelumnya. Ada hawa-hawa panas di dada Wisnu. Ia tak suka melihat pemandangan itu.


Ketika Sha kembali ke meja makan.


"kok lama? antri di toiletnya? " tanya Wisnu ketus


"ngga ko Mas. Tadi aku ketemu sama teman SMA ku dulu."


"oh" jawab Wisnu singkat


"Papa.. kita ke zoo sekarang.. Putri mau lihat harimau..." pinta putri..


"siap tuan Putri, laksanakan." jawab Wisnu lalu menggendong Sha


Mereka pergi ke kebun Binatang, sebelumnya mereka menyempatkan diri membeli wortel dan pisang untuk memberi makan binatang disana.


Mereka menikmati semua kegiatan di kebun binatang itu hingga tak terasa hari sudah menjelang malam.


Mereka pulang ke hotel untuk istirahat.


*Hotel**


Sha panik melihat tubuh baby Ray..


"Mas.. Mas.. baby Ray kulitnya kemerahan" kata Sha


"Coba Mas lihat...apa iya kena ulat bulu atau semut atau apa ya?" Wisnu malah bertanya kembali.


"Mas, kita bawa ke Dokter gimana?" ajak Sha


"iya sayang" jawab Wisnu

__ADS_1


*Di sebuah Klinik yang cukup besar*


Sha mendaftarkan ke Poli Anak..


"Rayyan Putra Pratama" panggil seorang suster


Mereka semua masuk ke ruangan dokter.


Dan... DEGG... jantung Wisnu terasa terpukul. Wajah Dokter itu seperti Pria yang ia lihat tadi siang di resto.


"Silahkan mas..ukk, oh hai Sha.. siapa yang sakit?" tanya dokter


"Oh Zico, kamu...dokter disini?" tanya Sha "Ini baby Ray tiba-tiba badannya merah kenapa ya? tolong di periksa ya Co!" pinta Sha


"Baby Ray sudah mulai MPASI ya Sha.. sebelumnya pernah gini juga ga?" tanya Zico


"Iya baby Ray sudab MPASI, sebelumnya ga pernah gini kok" jawab Sha


"Makan apa saja baby Ray hari ini?" Tanya Zico lagi


"Bubur seperti biasa... tapi eh.. tadi Baby Ray sempat memakan udang sedikit" jelas Sha.


"ini tanda-tanda alergi makanan Sha, Baby Ray alergi udang sepertinya, saya tuliskan resep dulu ya.. jika ingin lebih tau pastinya, senin boleh kesini untuk di check lagi." jelas Zico


"Oh iya, terima kasih ya Co.. kalau gitu aku pamit dulu ya" ucap Sha


Sesampainya di kamar hotel. Sha membaringkan Baby Ray yang terlelap efek dari obat.. Putri pun sama sudah terlelap karena kelelahan bermain seharian.


"Mas, aku mandi dulu ya" ucap Sha tapi tak dijawab oleh Wisnu.


Selsai mandi. Sha menghampiri Wisnu yang dari tadi duduk diam di samping tempat tidur. Sha merasa kalau sikap suaminya tak seperti biasanya. "Apa dia marah karena aku teledor sehingga baby Ray alergi" gumamnya


"Mas, aku minta maaf" ucap Sha


Wisnu menoleh ke arah Sha.. Matanya membola sempurna melihat istrinya menggunakan dress ungu yang pendek "Maaf untuk apa?" tanya Wisnu


"Maaf karena aku tidak hati-hati jadinya baby Ray alergi" jelas Sha sambil duduk disamping Wisnu.


"itu bukan salah mu. Mas pikir kamu meminta maaf karena terlalu asik mengobrol dengan teman SMA mu itu jadi lupa sama suami" jawab Wisnu ketus


eh... ada yang cemburu itu...😁😁


" Mas.. dia dokter yang menangani anak kita loh.." jelas Sha


"seramah dan sedekat itu??? ngobrolnya seru banget, kaya bukan dokter sama pasien" jawab Wisnu lagi sambil memalingkan wajahnya


" ooooh ada yang cemburu nih kayanya..." ejek Sha

__ADS_1


"Siapa?? ga tuh" jawab Wisnu ketus


"Mas, dia hanya teman di masa lalu.. dan kamu adalah suamiku, masa depanku." jawab Sha


Wisnu tak menjawab, ia masih memalingkan wajahnya.


"Suka deh kalau liat Mas cemburu.. tandanya Mas sayang sama aku ya..." ucap Sha. tapi kata-katanya tak berhasil membujuk suaminya itu. Sha mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya dan


Cup...


Sha duduk dipangkuan suaminya lalu men cium bibirnya dengan lembut.


"Hanya padamu Mas, tak ada yang lain" ucap Sha.. ia sebal karena Wisnu masih diam saja. Ketika Sha ingin pergi meninggalkan suaminya itu... Wisnu menahan pinggul Sha. Ia mencium bibir Sha, ********** dengan rakus hingga Sha kesulitan bernafas.


"Emmph... Mas"


Wisnu melepaskan ciumannya "jangan buat aku cemburu lagi. aku tidak suka melihat kamu akrab atau dekat dengan laki-laki lain" kata Wisnu


"Iya Mas, iya.." jawab Sha


Wisnu menarik tengkuk istrinya. Kini keduanya saling *******, menyesap dan tarik ulur lidah hingga bunyi decapan demi decapan terdengar di kamar hotel itu.


Tangan Wisnu sudah masuk kedalam dress Sha.


Mengusap-usap lembut lembah yang selalu tersembunyi itu. Bibir Wisnu menjelajah dari leher lalu sampai di kedua squisy milik Sha.


"eemmmppph, saayyaang" erang Sha


"iya Sayang..."


Malam itu.. mereka memadu kasih.. penuh cinta. Serasa honey moon aja ya Wisnu sm Sha.. Putr-Putrinya anteng bobo duluan, mereka jadi leluasa melakukan aktivitas yang candu itu.


Dunia serasa milik berdua.. yang lain ngontrak 😁😁. Tiga ronde sudah, mereka lewati bersama.


Keesokan harinya Sha packing barang-barang untuk pulang. Sedangkan Wisnu menjaga kedua anaknya.


Mereka mempercepat liburannya karena harus memeriksa baby Ray ke dokter anak. Khawatir alerginya kembuh lagi. Wisnu tak mau Putranya di tangani oleh Zico, ia takut Sha menjadi terlalu dekat dengan Zico. Bagaimanapun, sifat pencemburu Wisnu masih ada dalam dirinya.. Ia tak mau kehilangan Sha, karena baginya Sha adalah cinta pertama dan terakhirnya ... Ia merasa hidupnya sudah lengkap, memiliki seorang istri, satu orang Putri dan satu orang Putra jadi tak mau sampai kehilangan.


**Bersambung ya teman-teman..


terima kasih sudah membaca novelku..


ditunggu komentar dan sarannya


jangan lupa like, vote, Favoritnya juga biar akunya tambah semangat nulis.


Haturnuhun ya 🙏**

__ADS_1


__ADS_2