Papa Untuk Putri

Papa Untuk Putri
Bab 11.


__ADS_3

🌻🌻🌻


Hari ini acara perpisahan di sekolah. Semua guru-guru sibuk, begitupun Sha. Ia berangkat lebih pagi karena bertugas untuk menyiapkan segala keperluan pengisi acara.


Di hotel, Wisnu terburu-buru menyelesaikan pekerjaanya. Ia sudah janji kepada Sha untuk datang ke acara perpisahan di Sekolah.


Acara dimulai pukul 09.00 sampai pukul 17. 00, Wisnu berjanji datang setelah jam makan siang.


Setelah break... pukul 13.00 acara hiburanpun dimulai. Ada persembahan Tari, Nyanyi dan Band baik siswa maupun guru.


Wisnu tiba di sekolah, ia agak kebingungan karena tak melihat Sha. Beruntung ia bertemu dengan kepala sekolah.


"Oh Pak Wisnu, selamat datang, apa kabarnya ini? sudah lama tak berjumpa ya." sapa Pak kepala sekolah


"Iya pak.. kabar saya baik.. bagaimana sebaliknya pak? mohon maaf saya datang tak memberi kabar dulu" jawab Wisnu


"Tidak apa-apa pak, saya senang anda bisa hadir. mari pak ikut dengan saya" ajak Pak kepala sekolah.


Wisnu duduk di bangku paling depan bersama Pak kepala sekolah. Wisnu mencoba menghubungi Sha tapi tak diangkat. Ia melihat ke semua sudut tapi tak dijumpai kekasihnya itu. Hingga ketika acara di mulai, ada perempuan di panggung yang siap untuk menyanyi..


there ain't no gold in this river


That i've been washin my hands in forever


i know there is hope in these waters


But i can't bring my self to swim


when i'm drowning in this silence


baby let me in


Go easy on me, baby


i was still a child


didn't get the chance to


feel thr world around me


i had no time to choose


what i chose to do


so go easy on me


.....


Wisnu terpana, suara itu indah itu ternyata milik Sha. Wisnu tak pernah tau kalau suara Sha seindah itu. Hari ini Wisnu melihat sisi lain Sha. Hari ini Sha menyanyi solo dan menari bersama murid-muridnya. Wisnu dibuat takjub oleh Sha, iya tersenyum sambil sesekali merekam penampilan Sha. Seusai penampilan Sha, Wisnu menghampiri Sha yang berjalan menuju ruang guru. Sha tidak menyadari kalau Wisnu sudah datang dari tadi.


"Bu Sha... " panggil Wisnu

__ADS_1


"Ya pak" sambil menoleh


Wisnu tersenyum.


"Eh Mas, sudah datang? mau aku antar ke kursi tamu atau bagaimana? soalnya aku mau ke meja kerjaku dulu" kata Sha


"Mas dari sana... boleh ga Mas ikut kamu sayang" ucap Wisnu


"Mas... jangan panggil sayang.. kalau ada yang dengar nanti ga enak" ucap Sha malu.


Wisnu tersenyum.. Sha mengambil tasnya lalu pamit kepada rekan-rekan kerjanya untuk pulang duluan.


"Ehm... udah ada yang jemput ya sekarang" ejek Mrs Suze


Sha dan Wisnu hanya tersenyum.. Sha mengenalkan Wisnu pada Mrs Suze lalu pamit pulang.


Wisnu dan Sha masuk ke mobil dan pulang. Sepanjang jalan, Wisnu melirik ke arah Sha sambil tersenyum.


Sha kebingungan dengan sikap Wisnu.


"Ada apa Mas? ko senyum-senyum gitu.." tanya Sha penasaran..


"Hari ini Mas tambah mengenalmu sayang. Mas ga nyangka suaramu bagus dan kamu pandai menari.." jawab Wisnu


"Loh.. Mas nonton tadi? ko aku tidak tau." jawab Sha


" Iya sayang, Mas tadi duduk di samping Pak Kepala Sekolah... kamu fokus banget sih nyanyi sama nari jadi ga sadar kalau Mas ada. Mas coba telpon juga ga diangkat" jelas Wisnu..


"Awalnya Ya, tapi semuanya hilang setelah fokus Mas tertuju sama kamu." gombal Wisnu


"Ngegombal tuh... " senyum Sha


☘☘☘


Sesampainya di rumah Sha. Sha ijin untuk membersihkan diri .. Lalu Wisnu menemani Putri melukis.. Putri dan Wisnu semakin akrab bak Ayah dan anak. Tak lama kemudian Sha menghampiri Wisnu sambil membawa segelas teh dan beberapa potong kue.


" Papa, Putri mau main ke rumah Kinara dulu ya... soalnya udah janji tadi di Sekolah" kata Putri


"Ijin sama ibu juga ya sayang... mau diantar ga sama Papa?" tanya Wisnu


"Aku sama nenek aja.." jawab Putri


Sha yang mendengar semua itu hanya tersenyum. Sha dan Wisnu duduk di sofa. Mereka mulai mengobrol.


"Sayang... masih sibuk kah di Sekolah?" tanya Wisnu


"Ngga Mas, sebentar lagi liburan" Jawab Sha


"Boleh Mas menagih janji? Kapan kita menikah?" tanya Wisnu


Sha tersenyum dan menjawab "Terserah Mas, silahkan mas tentukan tanggalnya."

__ADS_1


Wisnu tersenyum bahagia. "Besok gimana?"


"Ya ampun Mas... mana bisa begitu ish... banyak yang harus diurus dan siapkan." jawab Sha sambil cemberut


"iya sayang... bulan depan ya, kita urus sama-sama semuanya" ajak Wisnu


Sha mengangguk setuju... Ia teringat pada Putri yang sudah begitu akrab dan nyaman dengan Wisnu, bahkan sudah memanggil Wisnu dengan sebutan Papa. Ia pun sangat mencintai Wisnu. Sha berharap tidak ada halangan dan rintangan.


Untung Sekolah sudah libur jadi Sha bisa fokus mengurus keperluan pernikahannya dengan Wisnu. Sejauh ini semuanya baik-baik saja. Sha mengurus semuanya sendiri tapi sesekali Wisnu menemani.


Di room chat...


"Mas.. sibuk ga?" tanya Sha


""Ga terlalu ko sayang.. kenapa?" jawab wisnu


Sha mengirimkan sebuah gambar.



"pihak butik bertanya... kapan kita akan mencobanya?" tanya Sha


"Oh iya sayang, segera... sore ini bagaimana? Mas selesaikan dulu pekerjaan di Hotel" ajak Wisnu


" Oke Mas"


"Nanti mas jemput kamu ya sayang..." ucap Wisnu. Wisnu tersenyum sendiri sambil melihat gambar yang dikirim Sha. Ia tak sabar.


Adrian masuk ke ruangan Wisnu, ia kebingungan melihat Wisnu yang senyum-senyum ke layar HP "Pak, apakah saya mengganggu?" tanya Adrian


"Oh tidak, saya hanya sedang melihat foto baju untuk pernikahan nanti. ada apa Adrian?" tanya Wisnu


" sepertinya kita harus mengganti beberapa barang di lobi, agar kekinian" Saran Wisnu


"Oh iya pak, resepsinya akan digelar dimana?" Tanya Adrian


"saya pikir lebih baik disini.. Sha sepertinya setuju. Adrian, kamu saya tugaskan mendekor Aula untuk acara resepsi pernikahan saya ya.. Setelah itu carikan Cateringnya juga untuk seribu undangan, serta siapkan 10 kamar hotel, khusus untuk keluarga saya dan keluarga Sha" pinta Wisnu


"Siap laksanakan.. tapi ngomong-ngomong kapan pak acaranya?" tanya Adrian


"Dua minggu dari sekarang" jawab Wisnu


"Apa???" jawab Adrian kaget.


Wisnu tertawa melihat ekspresi Adrian. "Semangat ya asisten, tenang nanti ada bonus special untukmu"


"Siap laksanakan" jawab Adrian.


"bucin... bucin... efek kelamaan jomblo ini sih pak Wisnu jadi main gas aja" gumam Adrian dalam hati.


Semua sibuk mempersiapkan pernikahan Sha dengan Wisnu.

__ADS_1


__ADS_2