
🌻🌻🌻
Seperti biasa di akhir pekan Wisnu dan Sha bertemu. Kali ini mereka hanya berdua, Putri tidak ikut. Wisnu sudah memesan tempat di sebuah restoran. Ia sudah menyiapkan cincin untuk Sha.
"Sayang, kita makan disini ya." ajak Wisnu sambil memarkirkan mobilnya.
Sha hanya mengangguk.
Merekapun makan malam sambil berbincang-bincang.. Setelah makan Wisnu mengeluarkan sebuah kotak yang berisi cincin..
"Cantika Shabira Hikmah, maukah kau menikah denganku? tanya Wisnu sambil berlutut dihadapan Sha...
Sha kaget setengah tidak percaya. Ia begitu terharu sehingga tak terasa air matanya menetes.
Melihat itu, Wisnu mengulang ucapannya "Sha sayang, maukah kau menikah denganku? menjadi istriku?"
Sha mengangguk dan berkata " Ya Mas, aku mau"
Wisnu memasangkan cincin dijari manis Sha, mengecup tangannya lalu memeluk Sha dan berbisik "aku mencintaimu"
"Aku juga mencintaimu mas.." jawab Sha.
Kemudian Wisnu mengantar Sha pulang. Sesampainya di rumah Wisnu bertemu dengan kedua orang tua Sha menyampaikan niatnya untuk serius dengan Sha dan ingin meminta restu untuk menikahi Sha. Orang tua Sha menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Sha. Hanya saja mereka berpesan untuk tidak menyakiti Sha, menyayangi, mencintai dan menjaga Sha dan Putri. Dengan yakin dan percaya diri Wisnu berjanji kepada orang tua Sha.
Wisnu dan Sha mengobrol di ruang tamu.
"Sayang, kapan kita menikah?" tanya Wisnu
"Aku terserah padamu Mas.. tapi jangan dalam waktu dekat ini ya.. aku banyak pekerjaan disekolah, takutnya jadi tidak fokus menyiapkan pernikahan kita." jelas Sha.
"Padahal aku mau secepatnya sayang.. aku mau dipanggi Papa sama Putri" Jawab Wisnu sambil tersenyum.
"Gimana ya mas... aku jadi bingung... bagaimana kalau liburan sekolah saja" tanya sha
" Oke sayang... tapi kamu janji jaga hatimu untukku, hanya ada aku jangan ada laki-laki lain" ucap Wisnu..
"Mas.. apakah kamu bisa menyayangi Putri?" tanya Sha ragu
"Sayang kenapa kamu bertanya seperti itu? Putri memang bukan anak kandungku, tapi ia akan menjadi anakku.. Aku mencintaimu, aku juga menyayangi Putri. jangan mengkhawatirkan itu" ucap Wisnu.
Wisnu memeluk Sha dan berkata " Sayang, jangan pernah pergi dari hidupku, aku takut kehilanganmu"
Sha tersenyum mendengarnya.
Cuppp..
Wisnu mencium bibir Sha. "Boleh ya sayang?" tanya Wisnu
__ADS_1
Mas Wisnu suka gitu... minta ijin tapi belum dijawab sudah nyosor aja... Bucin level berapa sih Mas ðŸ¤ðŸ¤
Wisnu memperdalam ciumannya... dan Sha menikmati itu. mereka melakukan aktivitas itu lumayan lama. Sha berusaha menghentikan aktivitas itu tapi tidak mudah.
"emmmh.. " terdengar suara dari Wisnu sambil mempererat pelukannya.
"Mas..." ucap sha
Akhirnya Wisnu menghentikan aktivitas itu. " Ya sayang... pasti udah ya?" tanyanya
"Sabar ya mas... aku takut ada setan lewat, nanti malah kebablasan" canda Sha sambil tertawa kecil.
" Bisa aja ngeles nya... Tunggu sampai waktunya nanti, tak akan kulepaskan kamu sayang.." kata Wisnu sambil tertawa. "Mas pulang dulu ya sayang... sudah malam"..
"Iya mas, hati-hati di jalan ya... " ucap Sha..
...****************...
Di rumah, Ibunda dan Tari sudah menunggu Wisnu.
"Assalamualaikum" ucap Wisnu sambil masuk..
"Waalaikumsalam... akhirnya Mas Wisnu pulang" jawab Tari.
"ada apa ini? sepertinya ada yang serius?" tanya Wisnu
Wisnu yang mendengarnya kaget. Awalnya ia merasa keberatan, seharusnya ia yang menikah duluan. Tapi ia sudah berjanji untuk membahagiakan ibunda dan adiknya. Dilema yang di rasakan Wisnu luar biasa. Andai saja Sha mau menikah segera, mungkin ia duluan yang menikah bukan adiknya. Tapi.. alasan adiknya juga ada benarnya. Kali ini ia harus mengalah lagi.
Wisnu memberikan restu kepada Tari untuk menikah lebih dulu. Pernikahan itu dilangsungkan dua bulan lagi, sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
Wisnu sibuk menyiapkan semua keperluan pernikahan untuk tari. Ia meminta bantuan Sha untuk menyusun acara untuk pernikahan Tari sekaligus menjadi MC.
🌻🌻🌻
Dihari pernikahan Tari. Wisnu dan Sha sama-sama sibuk. Mereka berdua mengurus segala sesuatunya hingga acara pernikahan itu berjalan dengan lancar. Sha kelelahan, ia diminta oleh ibunda Wisnu untuk menginap di rumahnya.
Pukul 20.00, di rumah Wisnu.
Sha duduk di Sofa bersama ibunda Wisnu berbincang tentang acara pernikahan tadi. Sha merasa ada yang berbeda dengan Wisnu, sikapnya terasa dingin. "Mungkin mas Wisnu lelah" gumamnya dalam hati.
Sha beristirahat di kamar Tari karena Tari sudah ikut bersama Suaminya. Ia ingin mengirim pesan kepada Wisnu tapi takut mengganggu istirahatnya.
Di kamar Wisnu..
Ia terbaring di atas kasur memikirkan sikapnya kepada Sha. Ia memang merasa sedikit kesal kepada Sha karena menunda waktu pernikahan mereka. Wisnu berusaha memejamkan matanya tapi tak bisa. Wajah Sha selalu terbayang, ia merasa sangat lelah ingin sekali memeluk Sha tapi keegoisan mengalahkan segalanya.
Malam itu terasa panjang untuk dilalui.
__ADS_1
Sha tidak bisa tidur memikirkan sikap Wisnu yang akhir-akhir ini dingin padanya padahal biasanya bucin level tingkat tinggi. Ia ingin bertanya tapi Wisnu seolah menghindar.
Wisnu tak bisa tidur karena menahan rindu kepada Sha. Jaraknya dengan Sha begitu dekat tapi terasa jauh karena terhalang dinding keegoisannya.
☘☘☘
Keesokan harinya di meja makan saat sarapan, Ibunda Wisnu dan Sha. Ibunda Wisnu menyadari ada yang berbeda dengan pasangan itu..
"Kalau ada masalah, selesaikan dengan baik, diam bukanlah solusi" ucap ibunda sambil meninggalkan mereka berdua.
Sha memberanikan diri untuk memulai pembicaraan. "Mas, aku minta maaf kalau aku ada salah"
"Kenapa tiba-tiba minta maaf? kamu tau salah kamu apa?" Jawab Wisnu sinis
"Aku ga tau pasti, hanya saja sikap mas berubah semenjak pernikahan Tari.. mungkin Mas sibuk, atau memang ada perkataanku yang membuat Mas tidak nyaman." jelas Sha
"Karena harusnya yang menikah kemarin itu kita, bukan Tari. Kamu mengulur waktu pernikahan kita" jelas Wisnu
Sha kaget mendengar penjelasan Wisnu. "Oh begitu mas, aku bukan mengulur waktu tapi aku pikir Mas mengerti dengan pekerjaanku" jawab Sha
Wisnu tak mau kalah ia pun bertanya kembali " Apakah pekerjaan lebih penting dari pernikahan?"
" Mas keberatan? padahal dari awal Mas mengenalku dengan status wanita karir. Aku pikir karirku tidak akan menjadi masalah di kemudian hari untuk hubungan kita." tegas Sha. "Silahkan Mas pikirkan kembali keputusan mas untuk hubungan kita!" tegas Sha.
DEEG
Wisnu tak menjawab, ia kaget mendengar penjelasan Sha. Rasa cintanya kepada Sha begitu besar, sehingga ia ingin memiliki Sha seutuhnya tanpa memikirkan perasaan Sha.
"Maaf Mas, aku permisi ke kamar, mau berkemas" ucap Sha sambil meninggalkan Wisnu.
Wisnu hanya terdiam. Ia butuh waktu untuk memikirkan semuanya. Ia sangat mencintai Sha, tapi entah kenapa semuanya jadi seperti ini hanya karena keegoisannya untuk segera menikah.
Sha keluar kamar dengan membawa tas.
" Aku pamit pulang Mas, terimakasih untuk semuanya"
Wisnu mengejar Sha lalu memeluknya dari belakang. "Maaf sayang, jangan pergi." Pinta Wisnu
"Mas, silahkan dipikirkan kembali semuanya." jawab Sha
"Maaf sayang, Mas yang egois. itu semua karena Mas takut kehilangan kamu. Mas ga bisa jauh dari kamu." jelas Wisnu
"Tadi Mas menyalahkan aku, Mas tidak menghargai pekerjaanku. Ini semua kuasanya Mas. Manusia hanya berencana Allah yang menentukan." Sha menjawab dengan nada yang sedikit kesal.
"Iya sayang... sekarang Mas sadar. Mas minta maaf.. Mas janji akan lebih sabar" Wisnu mengucap janji pada Sha.
"Aku mau pulang Mas, kasihan Putri di rumah. Aku juga sudah memesan taksi online, kemungkinan sudah menunggu di depan" kali ini Sha kecewa dengan sikap Wisnu. Sha meninggalkan Wisnu lalu berpamitan kepada Ibunda Wisnu.
__ADS_1
Wisnu hanya bisa menatap Sha yang pergi meninggalkannya. Wisnu menyesali sikapnya. Ia tidak menyangka Sha akan marah seperti itu.