
🌻🌻🌻
Terdengar bunyi alarm di ponsel milik Sha, menandakan pukul 05.00 pagi. Sha pun membuka matanya dan kaget, ternyata semalam ia tidur dipelukan Wisnu. Sha bingung sekarang harus apa, ia sungguh malu pada Wisnu. Perlahan Sha mengangkat tangan Wisnu yang melingkar dipinggangnya, tapi itu membuat Wisnu bangun.
"Sudah bangun Sha?" sambil merintih karena tangannya terasa pegal, semalaman menjadi bantal tidur untuk Sha.
"eemmm iya Mas.. maaf ya Mas tangannya jadi sakit gara-gara aku." jawabnya malu
"ga apa-apa, semalam kamu ketiduran, Mas ga enak mau membangunkanmu. jam berapa sekarang?" tanya Wisnu
"Jam lima pagi Mas"
"Masih pagi ya... mau lanjut tidur lagi Sha?" sambil menunjuk ke tempat tidur
"Enggak Mas.. kalau Mas mau lanjut silahkan. aku mau ke kamar mandi." jawab Sha sambil berjalan menuju kamar mandi.
*udah mulai aku-kamu nih Wisnu sama Sha... tanda-tanda kenyamanan kah itu 😁*
Sha lama terdiam di kamar mandi. Ia memikirkan posisi tidurnya semalam. "Kenapa bisa ketiduran gitu sih? kenapa bisa pelukan? jangan-jangan nanti dikira aku cewek gampangan lagi" gerutu Sha sambil mengusap wajahnya sendiri dengan kesal. 30 menit lamanya Sha di kamar mandi dan ia akhirnya memberanikan diri untuk keluar.
"Kemana Mas Wisnu? kok ga ada di sofa?" tanyanya dalam hati.
Ternyata Wisnu kembali melanjutkan tidurnya di ranjang empuk itu. Sha pun mengusap dada, lalu berkemas dan siap-siap pergi ke Rumah Sakit sebelum Wisnu bangun. Karena ia sungguh malu kepada Wisnu. Sha tidak pamit kepada Wisnu. Ia langsung pergi ke Rumah sakit.
Pukul 06.30.. Wisnu terbangun dari tidurnya. Ia mencari keberadaan Sha di setiap sudut kamar, tapi tidak ada. Ia panik, kebingungan mencari Sha.
efek bucin sudah terasa ya... zaman sudah canggih kenapa ga telpon aja Mas? 🤭
Wisnu segera membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Ia turun ke lobi hotel, ke restoran hotel dan teras hotel tapi Sha tidak ditemukan.
" Pak Bos sedang mencari apa?" pertanyaan Adrian mengagetkan Wisnu.
" Apa sih Adrian, tiba-tiba datang membuatku kaget!" bentaknya pada Adrian
"Maaf pak.. kalau boleh tau bapak sedang mencari apa?" tanya Adrian lagi
" Saya mencari Sha. Dia tidak ada di kamar. kamu lihat Sha? tanya Wisnu panik
Adrian tersenyum dan mulai paham. Atasannya sedang jatuh cinta pada Sha, sehingga kepanikan menutupi kepintarannya
"Saya tidak melihat Bu Sha, pak. Apakah bapak sudah menghubunginya?" tanya Adrian
Wisnu pun menepuk keningnya seraya berkata "Ya ampun ko ga kepikiran ya?"
"Pak Bos terkena virus Cinta sepertinya, menyerang hati, membuat otak membeku pak..." canda Adrian sambil tertawa.
Wisnu yang tadinya ingin marah tidak jadi, malah tertawa kecil mendengar asistennya berkata begitu.
...****************...
*Di room chat
"Assalamualaikum Sha.. kamu dimana*? " tanya Wisnu
__ADS_1
"Waalaikumsalam Mas.. aku ada di rumah sakit, mengobrol dengan orang tua Desi. Mohon maaf tadi aku tidak pamit, karena Mas Wisnu sedang tertidur pulas " balas Sha.
"Oh oke. Selesai meeting aku menyusulmu ke rumah sakit." balas Wisnu
"Silahkan Mas, nanti mas bisa mengobrol dengan orang tua Desi. Sebentar lagi aku mau pulang Mas, keluargaku sudah menunggu di rumah. balas Sha.
Wisnu kecewa membaca balasan terakhir dari Sha. Ia berharap hari ini bisa mengobrol dan mengenal lebih dalam lagi. Wisnu tak bisa menahan Sha karena keluarganya pasti khawatir. Ingin rasanya Wisnu menjemput dan mengantar Sha pulang, tapi apa daya ia ada meeting bersama dengan para pemegang saham di Hotel.
Wisnu menjalani aktivitasnya di hotel. Sha pulang ke rumah naik taksi online. Sha sedikit lega, setidaknya untuk sementara waktu ini tidak bertemu dengan Wisnu. Tapi sebaliknya, Wisnu selalu memikirkan cara agar dapat bertemu Sha. Wisnu ingin bersilaturahmi ke Sha tapi ia tidak tahu, karena waktu itu Sha minta diturunkan di depan bank ***. Benih-benih cinta sudah mulai tumbuh di hati Wisnu. Setiap malam Wisnu selalu membayangkan Sha yang tertidur lelap dipelukannya. Diam-diam Wisnu pernah memoto Sha di pantai waktu itu dan ia jadikan wallpaper di ponselnya. Berbicara sendiri sambil memandangi foto "Sha.. semoga tuhan mengirimmu menjadi jodohku".
☘☘☘
Di Hotel, di ruangan kerja Wisnu..
"Adrian... kapan jadwal bimbingan untuk anak magang?" tanya Wisnu pada Adrian
"Masih lama pak.. akhir bulan depan. Kenapa pak?" jawab Adrian
"Tidak apa-apa, berapa lama lagi waktu magang mereka?" tanya Wisnu
"Satu bulan lagi pak. Bulan depan itu penilaian sekaligus penutupan pak." jelas Adrian
"Apa???" jawab Wisnu kaget.
Adrian pun ikut kaget "Kenapa pak? apa ada masalah dengan siswa magang?"
"Oh.. ngga ko.. mereka aman-aman aja" jawab Wisnu..
" Kalau ibu pembimbingnya aman ga pak bos? sudah sampai di tahap apa pak sekarang? " ledek Adrian pada Wisnu...
"Ayolah pak bos, jangan jaim, jangan terlalu lama berfikir, keburu ditikung orang nanti kebakaran jenggot." goda Adrian
"Terus harus apa? nyatakan cinta langsung kaya abege jaman now gitu? kayanya masa itu udah lewat.. Baru aja mau sepuluh langkah lebih maju, eeehhhh keburu kepisah lagi" jawab Wisnu.
Sesi curhat pun berlangsung berjam-jam di ruangan kantor itu.
...****************...
Keesokan harinya.. Minggu yang begitu santai. Hari ini Sha berencana pergi ke toko furniture, membeli beberapa barang untuk rumah barunya. Ia mengajak serta Putri, agar memilih sendiri sesuai yang dia mau.
Setelah melakukan perjalanan selama 30 menit, sampailah Sha dan Putri sampai di toko furniture yang sangat besar. Sha memilih toko itu atas rekomendasi dari Mrs Suze, katanya disana barangnya lengkap, bagus dan kualitasnya juara.. Toko itu bernama W.A.P. Furniture sepertinya itu singkatan dari nama pemilik tokonya.
Putri asik berlarian mencari-cari sesuatu..
"ibu.. ibu.. itu ada Lemari Rapunzel, kasur Rapunzel, meja Rapunzel... Putri mau itu bu..." teriak putri kegirangan.
"Iya sayang.. ibu tanya sama pelayan tokonya dulu ya.." jawab Sha
Sha sedang mengobrol dengan pelayan toko. Putri asik melihat lihat lemari Rapunzel. Tak jauh dari mereka, ada seorang lelaki yang sibuk dengan telponnya.
"Tolong kamu tangani semua keperluan hotel hari ini ya.. saya sedang ada di toko furniture. Saya mau mengecek laporan keuangannya." Wisnu menutup telponnya. Lalu ia melihat ke arah Putri. "Anak perempuan itu, seperti Putri.. anaknya Sha, sedang apa disini? dengan siapa" tanya Wisnu dalam hati. Ia pun menghampiri putri.
"Hai Putri cantik, lagi apa?" tanya Wisnu lembut.
__ADS_1
" Aku mau beli lemari Rapunzel om" jawab Putri
"Putri kesini sama siapa?" tanya Wisnu lagi
"Sama ibu om... itu ibu aku datang" sambil menunjuk ke arah Wisnu.
"Permisi pak, maaf kalau Putri saya mengganggu bapak" ucap Sha..
Wisnu membalikan badan dan langsung tersenyum. Lain halnya dengan Sha, ia kaget bukan main bertemu kembali dengan Wisnu. Sha masih malu dengan kejadian di hotel waktu itu.
" Hai Sha, apa kabar? senang bisa berjumpa kembali" sapa Wisnu
"Mm.. mmas Wisnu" jawab Sha terbata-bata. "ko ada disini?"
"Kebetulan ini toko milik saya, dan saya ada keperluan disini, kamu sendiri sedang apa disini?" tanya Wisnu...
"Aku membeli beberapa barang untuk kamar baru Putri Mas" jawab Sha
"Ibu... kita jadi beli Rapunzel ini ya..." pinta Putri.
" iya sayang, ibu sudah bilang sama pelayannya..suah ibu bayar juga.. nanti semua barangnya dikirim ke rumah"
"assiiiik... horeeee" seru Putri dengan gembira.
"Sha, ada waktu? gimana kalau kita makan siang bersama." ajak Wisnu
Sha ingin menolak ajakan Wisnu, tapi tidak punya alasan. Dan kebetulan Ia memang akan makan di restoran Jepang kesukaan Putri.
"Boleh Mas, kalau di restoran Jepang bagaimana? soalnya Putri sedari tadi minta kesana." pinta Sha.
"oke, ga masalah. Ayo Putri kita makan siang yuk, sini biar om gendong ya" ajak Wisnu.
Putri sangat senang karena di gendong Wisnu. Ia sudah kehilangan sosok ayah setahun terakhir ini. Melihat pemandangan itu Sha tersenyum bahagia.
Tiba di restoran..
Putri asik bermain di playground yang tak jauh dari meja tempat mereka makan. Wisnu memanfaat kan kesempatan itu untuk mengobrol dengan Sha.
"Sha.. ada yang ingin Mas sampaikan. Mungkin ini terlalu cepat atau terburu-buru.. tapi Mas sudah yakin. Mas menyukaimu Sha... Mas berharap kita bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih serius ." ucap Wisnu
"Kita baru saling mengenal Mas. Aku berterimakasih, tapi aku ini single mom mas, apa kamu tidak akan malu nantinya?" jawab Sha
"Apa salahnya single mom? aku menyukaimu, aku menyukai kepribadianmu. Aku mencintaimu Sha, apa kamu mau melangkah bersamaku ke hubungan yang lebih serius?" tanya Wisnu sambil memegang tangan Sha.
"Aku butuh waktu Mas. Maaf aku belum bisa menjawab. Jika mas mau menunggu silahkan, jika Mas mau mundur silahkan karena aku tidak tahu kapan aku bisa menjawab pertanyaanmu" jawab Sha penuh dengan kebingungan.
"Mas akan menunggu jawabanmu sampai kamu siap dan Mas akan terima apapun jawabanmu itu." ucap Wisnu seraya menatap Sha.
" Ibu... ayo kita pulang... Putri mau bobo di kasur Rapunzel" rengek Putri.
"Mas antar kalian pulang ya Sha" pinta Wisnu
Sha hanya membalas dengan anggukan.
__ADS_1
Setelah pertemuan itu, Sha dan Wisnu seolah dipisahkan oleh kesibukan masing-masing. Wisnu yang tak henti-hentinya berharap agar Sha mau menerimanya. Sedangkan Sha dihujani beribu kebimbangan dan rasa trauma dari kegagalan masa lalunya. Mereka memasrahkan segalanya kepada Yang Maha Kuasa. Biar waktu yang menjawab.