Papa Untuk Putri

Papa Untuk Putri
Bab 27


__ADS_3

☘☘☘


Di sebrang sana.. ada yang sedang memperjuangkan cintanya. Adrian melakukan PDKT sama Rini. Komunikasi mereka semakin lancar. Adrian sering meluangkan waktu menemani Rini makan malam jika kebetulan Rini sedang jaga malam.


Lama kelamaan Rini terbiasa dengan perhatian yang diberikan oleh Adrian. Ia melupakan masalah keluarganya. Orang tua Rini merasakan perubahan sikapnya ketika di rumah.


Rini disidang oleh keuarganya. Dicecar banyak pertanyaan oleh kedua orang tuanya. Rini kaget dan kebingungan harus menjawab apa, karena sampai saat ini dia dan Adrian belum meresmikan hubungannya. Apakah hanya sekedar teman atau lebih dari itu. Rini hanya bisa diam ketika semua pertanyaan tertuju padanya. Rini memunta waktu untuk memberikan penjelasan pada orang tuanya.


Pukul 18.30... Rini terlihat kebingungan dan beberapa kali melihat ke Hp nya. "Kok, tumben ka Adrian belum kesini, belum kasih kabar pula" gumamnya dalam hati.


Di luar ruangan itu ternyata ada yang memperhatikan Rini. Ia tersenyum melihat kegundahan Rini.


"Mikirin aku ya?" suaranya memecah keheningan ruangan itu


" ya ampun Kak, ngagetin aja sih" Rini kaget


"Kenapa sih? laper? atau kangen sama aku?" tanya Adrian sambil bercansa


"Ya iyalah... " jawab Rini keceplosan


" Ternyata ooooh ternyata" hahahahaha jawab Adrian


Rini tersipu malu.. " Ada yang mau aku obrolin nih kak"


"Serius ya? sambil makan aja yuk" ajak Adrian


Mereka berduapun berjalan meninggalkan ruangan itu. kebetulan ini jamnya Rini istirahat, bergantian dengan temannya. Sambil makan, Rini menceritakan semua kegundahan dan masalah yangbsedang ia alami. Ia juga menceritakan tentang orang tuanya.


"Apa kamu mencintaiku?" tanya Adrian


Rini sempat kaget, ia tak menyangka kalau Adrian akan menanyakan hal itu.. Rini mengangguk dan berkata "Ya, aku nyaman dan percaya sama kakak"


"Mau kah kau menikah denganku?" tanya Adrian lagi


Rini seolah tak percaya dengan pertanyaan kedua Adrian. Dia terdiam untuk beberapa waktu. hingga Adrian menggenggam tangannya. Rini mengangguk " Tapi bagaimana dengan perjodohannku kak?"


"Minggu ini Aku akan bertemu dengan orang tuamu, lalu melamarmu. Tolong sampaikan pada orang tuamu" Jawab Adrian penuh percaya diri.


Rini berkaca-kaca menahan tangis bahagia. Ia terharu sekaligus bangga pada laki-laki yang kini ada dihadapannya.


......................


Singkat cerita... Adrian sudah di rumah Rini, bertemu dengan Orang tuanya.


"Perkenalkan pak, saya Adrian.. kedatangan saya kesini ingin melamar Rini untuk menjadi istri saya" ucap Adrian


"Oh iya. Rini sudah menceritakan sekilas tentang kamu. Sebenarnya saya berniat untuk menjodohkan Rini dengan anak teman saya" jawab Bapak Rini

__ADS_1


"Tapi mohon maaf pak, saya dengan Rini saling mencintai" jawab Adrian


"Hanya cinta saja? cukupkah menjalani kehidupan ini hanya dengan cinta? Rini hanya anak orang biasa, dari keluarga sederhana".


"Saya mencintai Rini, menerima segala kelebihan dan kekurangannya. Saya berjanjinakan bertanggung jawab sebagai suami yang baik untuk Rini" jawab Adrian


"Suami?? apa kamu yakin saya akan memberikan restu??" tanya Bapak Rini


"Maaf pak.. itu harapan saya.. semoga bisa terwujud." Jawab Adrian


"Kenapa saya harus mewujudkan harapan kamu? apakah anak saya bisa bahagia dengan kamu?" cecar Bapak Rini


"Saya ingin membangun rumah tangga dengan Rini. Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang saya miliki saya akan berusaha membahagiakan Rini." jawab Adrian


"Kalau saya minta bulan depan kalian menikah, bisa? dan kamu yang mengurus segala sesuatunya" tantang Bapak Rini


"Pak.. apa itu tidak memberatkan kak Adrian?" tanya Rini mulai cemas.. karena persiapan pernikahan itu banyak.


"InsyaAllah bisa pak.. Apakah sekarang, bapak merestui saya dengan Rini?" Adrian bertanya kembali..


"Ya... tapi hanya satu bulan persiapan pernikahannya... kalau tidak terlaksana, maka saya cabut restunya" jawab Bapak Rini.


Adrian dan Rini mencium tangan kedua orang tuanya. Sekilas Bapak Rini seperti kejam ya.. tapi sebenarnya ia baik. Ia tak tega melihat Rini yang selama ini selalu mementingkan keluarganya dan mengesampingkan kebahagiaannya. Dan mengenai perjodohan itu, sebenarnya sudah dibatalkan karena pihak laki-laki tak mau memaksakan kehendak, dan soal hutang piutang diberikan kebijaksanaan lagi.


Di teraa Rumah Rini


"Tenang saja... Nanti aku bicara dengan Pak Wisnu dan Istrinya. Mereka selalu ada solusi untuk semua masalah." jawabnya


Rini tetap cemas dan terlihat bingung.


"Santai ya.. serahkan semuanya kepadaku.. tolong kamu bantu doa untuk kelancaran semuanya." pinta Adrian


"Maaf ya kak atas permintaan Bapak yang seperti ini, aku jadi..." belum selesai bicara sudah dipotong Adrian


"Ssstt.. Bapak benar kok.. Aku kan harus siap dengan segala sesuatunya ketika kata "melamar" sudah terucap" Jawab Adrian


"Apa sekarang kakak masih mencintaiku?" tanya Rini


"Selalu... aku akan selalu mencintaimu.. tolong jangan ragukan itu" Adrian meyakinkan Rini. Memang maunya Adrian untuk segera menikahi Rini


Cup...


Untuk pertama kalinya Adrian mengecup bibir Rini. Seketika wajah Rini memerah karena malu.


Adrian tersenyum melihatnya.


"Baru pertama kali ya?" canda Adrian

__ADS_1


Rini menggangguk. "Kalau kakak? pasti sudah terbiasa kan?"


"Sembarangan... Sama lah kaya kamu. Ini yang pertama" Jawab Adrian


"Halah... bohong. Masa iya orang setampan kakak ini belum pernah.. pacar kakak pasti banyak kan." gerutu Rini


"ehem.. Ada yang memuji aku tampan nih... hahahaha. Dari dulu aku tidak pernah pacaran, karena memang ada rasa takut. Dan baru kali ini, sejak bertemu denganmu, aku langsung yakin dan ingin menikahimu." jawab Adrian.


Rini hanya tersenyum mendengar perkataan Adrian.


"Aku pamit pulang dulu ya... mau merancang dan menyusun semuanya agar berjalan baik. Besok aku juga mau ngobrol dengan Pak Wisnu dengan Istrinya" kata Adrian


"Ada yang bisa aku bantu ga kak? Ga enak akunya, masa semua Kakak yang repot sendiri?" tanya Rini


"Kamu bisa ikut ga besok ke rumah Pak Wisnu?" ajak Adrian


"Pak Wisnu kan......." jawab Rini ragu


"Galak maksudnya?" kata Adrian


Rini mengangguk.


"Nanti kamu bisa menilai Pak Wisnu langsung setelah bertemu. Lagi pula kalau di rumah, kan ada pawangny, hahaha" jawab Adrian sambil tertawa


"Pawang? maksud kaka?" Rini kebingungan


"Istrinya.. sikap Pak Wisnu itu bisa berubah drastis kalau sudah ketemu Bu Sha.. Ia begitu mencintai bu Sha.. Bukan susis ya.. nanti kamu lihat sendiri deh ya" jelas Wisnu


"Oke kak.. besok aku kerja pagi kok.. tapi jam 18.00 baru selesainya..." jawab Rini


" iya ga apa-apa. Justru enak kalau ngobrol malam, anak-anaknya sudah tidur jadi kita leluasa sharingnya. Dan kamu pasti takjub bertemu dengan bu Sha nanti" kata Adrian


"Bu Sha itu istrinya Pak Wisnu kan.. Apa dia orang kaya juga? atau malah sultan?" Rini heran


"Bu Sha orang yang sederhana seperti kita, tapi beliau kaya ilmu. Beliau seorang ibu, guru, MC, pegiat seni, juga jago olahraga dan yang paling penting penakluk hati pak Wisnu.. " jelas Adrian


"Aku penasaran ih.." kata Rini


"Besok kakak jemput ya.. sekarang kakak pamit dulu"


"Hati-hati di jalan ya kak" ucap Rini


Adrian pun pulang ke rumah.


**Jangan lupa saran dan komentarnya ya...


Kasih semangat juga buat authornya, like, vote, favorite..

__ADS_1


Hatur nuhun 🙏**


__ADS_2