
Bruuuk...
Wisnu membaringkan badannya di atas tempat tidur. Ia menatap langit-langit kamar dan tiba-tiba teringat senyum Sha tadi.
"Haiiissshhh... kenapa aku ini?" ucapnya sendiri. "kenapa dia tidak menjawab pertanyaanku tentang suaminya? sehebat apa suaminya sampai-sampai ia sembunyikan" gerutunya.
Wisnu mengambil kartu nama yang diberi oleh Sha. Ia mulai menyimpan nomornya di kontak ponsel. Terlihat foto profil dari nomor tersebut. Wisnu memperbesar fotonya, terlihat seorang ibu dan putrinya.. "Fotonya hanya berdua saja" gumam Wisnu. ia menatap foto itu hingga tertidur.
*Pak Wisnu mulai kepo kayanya ini... ๐คญ
โโโ
Hari terlewati... minggu berlalu... bulan berganti. Sha disibukan dengan program semester ini. Mulai menyusun jadwal untuk, ujian, perpisahan dan melatih eskul tari.
Luar biasa bukan? Sha menyukai semua kegiatannya, terutama menari. Selain hobi, menari juga salah satu kegiatan berkespresi, dengan menari Sha bisa melupakan kesedihan. Sha melatih tari tradisional, ia menekuni dunia tari sejak kecil.
Malam hari ketika Sha sedang berbaring di sofa..
"ibu... kapan kita liburan? Putri ingin ke Laut, berenang dan main pasir, sama mbah, nenek, onty" tanya hasna
"kapan ya... nanti ibu lihat dulu ya jadwal liburan ibu sama Putri ya..." jawab Sha
Lalu ia membuka buku agendanya. Ia ingat kalau bulan depan itu jadwal kunjungan bimbingan anak-anak magang.
"Apa sekalian aja ya... bimbingan sambil liburan, jadi sekalian jalan, sekalian capenya" gumam Sha.
Sha mengatur jadwal... ia berangkat minggu pagi ke Pantai, menginap semalam di Hotel lalu Seninnya bimbingan. Ia memutuskan untuk menginap di Hotel Tepian, memudahkannya bimbingan.
Sha, Putri, kedua orang tuanya, dan adik sepupunya nya pun sampai di Hotel. Sha memesan 2 kamar tapi tanpa disengaja ia bertemu dengan Adrian, asisten Wisnu.
"Selamat siang, bukankah ini ibu guru pembimbing siswa yang sedang magang? ada yang bisa saya bantu bu? " sapa Adrian ragu.
"oh iya betul pak.. saya Sha," sambil tersenyum "Saya sedang berlibur dengan keluarga, dan hendak memesan kamar disini. Kebetulan sekali pak, besok saya ada jadwal bimbingan ya..."
__ADS_1
"Oh begitu ya bu... baik nanti saya konfirmasi ke Pak Wisnu ya bu... selamat berlibur bu, jika ada yang dibutuhkan silahkan hubungi saya." ucap Adrian dengan ramah.
"oke terimakasih pak Adrian. "
๐ฑdrrreeet... drreeet
"Ya Adrian, ada apa? ini kan hari libur!" Jawab Wisnu dengan nada tinggi.
"Mohon maaf pak, saya mau mengonfirmasi, tadi saya bertemu dengan ibu Sha, beliau berkata besok ada bimbingan siswa magang, apakah sebaiknya saya yang..... " belum selesai berbicara sudah terpotong oleh Wisnu.
" Kapan kamu bertemu ibu Sha? dimana? kenapa kamu bisa bertemu dengannya?" tanya Wisnu
Adrian sempat bingung, mengapa Bosnya itu bertanya bertubi-tubi seperti itu. "Baru saja pak, beliau sedang berlibur dengan keluarganya dan akan menginap di Hotel kita pak " jawab nya
"Dengan keluarga? siapa saja? berapa lama menginapnya?" tanya Wisnu lagi
Bapak ini, jiwa keponya semakin menjadi ๐๐
"Oke, saya segera kesana. tolong siapkan satu kamar, saya akan menginap di Hotel malam ini." perintah Wisnu lalu menutup telponnya.
tuut...tuuuttt...
Adrian semakin kebingungan. Ada apa dengan bosnya itu, tak seperti biasanya. Ia pun menerka-nerka, mungkin ada sesuatu antara bosnya dengan bu guru itu. Adrian langsung melakukan perintah Bosnya itu.
Letak Hotel itu tak jauh dari pantai. Putri dan onty nya asik bermain pasir sambil sesekali bermain dengan ombak. Kedua orang tua Sha asik mengobrol sambil makan cemilan, sedangkan Sha menatap hamparan luas laut, dan sesekali kakinya terkena hempasan ombak.
Diam-diam ada yang memperhatikan Sha dari tempat yang tak begitu jauh. Wisnu sudah sampai langsung mencari-cari Sha dan menemukannya. Matanya tak lepas memandangi Sha...
Sha, Putri dan Onty asik lari berkejaran dan melepar pasir di pantai.. tak sengaja
buuuk... Putri terjatuh menabrak seseorang tidak sengaja... Putri pun menangis..
"cup... cup... mana yang sakit sayang?" tanya laki-laki itu
__ADS_1
"Maaf pak, Putri saya sudah menabrak bapak ya" ucap Sha sambil menatap laki-laki itu
"oooh Pak Wisnu.. maaf ya pak"
"Tidak apa-apa bu Sha, apakah anak cantik ini Putri ibu? tanya Wisnu sambil menggendong Putri.
"Betul pak.. aduh mohon maaf lagi, baju bapak jadi basah karena menggendong putri saya. Biar saya saja yang menggendongnya" pinta Sha kepada Wisnu. Tapi wisnu tetap saja menggendong Putri.
Wisnu sama sekali tidak keberatan menggendong Putri tetapi sebaliknya ia begitu senang karena mendengarkan ocehan-ocehan Putri. Mereka semua berjalan menuju hotel untuk membersihkan diri karena waktu sudah sangat sore.
"Pak Wisnu, terimakasih sudah mengantar sampai di depan kamar, mohon maaf kalau Putri berat ya" ucap Sha
"Oh ga papa bu Sha, ga berat kok, lagi pula saya senang mendengar cerita-cerita Putri." jawab Wisnu.
Mereka pun berpisah... pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri yang sudah terkena pasir dan air.
Jam dinding menunjukan pukul 19.00, Sha lupa membeli cemilan dan susu untuk Putri. Ia bergegas pergi ke luar Hotel mencari mini market. Entah ini tanda-tanda jodoh apa gimana ya... Di kasir mini market ia bertemu lagi dengan Wisnu yang sedang membeli minuman. Mereka hanya saling memandang dan tersenyum.
Tiba-tiba saja di luar hujan deras. Sha dan Wisnu terjebak di teras mini market. Jarak mini market tidak begitu jauh, hanya perlu jalan kaki dan menyebrang jalan tetapi jika dipaksakan sudah pasti mereka akan basah kuyup.
Wisnu mulai membuka percakapan. "Bu Sha sendirian? tidak diantar suami?"
"ya pak, saya sendirian. Oh ya, saya belum menjawab pertanyaan di mobil waktu itu ya, jadinya pak Wisnu menanyakan hal ini lagi. Saya single Mom pak, saya sudah berpisah satu tahun yang lalu." jawab Sha. Sebenarnya Sha tidak mau menjelaskan perihal statusnya tapi ia lebih tidak suka jika ada yang bertanya tentang "suaminya" eh mantan maksudnya.
Mendengar hal itu, sontak Wisnu pun kaget. Kini ia tau mengapa Sha tidak menjawab pertanyaannya waktu itu. Kini perasaan Wisnu campur aduk antara senang atau sedih. Sejujurnya ia senang karena ia mempunyai peluang untuk mendekati Sha, tapi disisi lain ia merasakan kesedihan dari tatapan Sha saat menjawab pertanyaannya tadi.
"Saya sungguh-sungguh minta maaf bu, saya tidak bermaksud..." belum selesai Wisnu berkata Sha sudah memotong kalimatnya..
"Ga papa pak, santai aja.. saya sudah mulai terbiasa dengan pertanyaan itu jika bertemu orang baru." jawab Sha.
Wisnu sungguh merasa tidak enak hati pada Sha. Ia tidak bermaksud membuka luka lamanya.
Hujanpun berhenti, mereka berjalan bersama menuju hotel tanpa sepatah kata pun.
__ADS_1